2.269 Tenaga Kesehatan dan Kader Posyandu Siap Tangani Stunting di Batang Hari

Batang Hari gerakkan ratusan tenaga kesehatan dan 1.890 kader posyandu untuk atasi stunting balita 2026. Pemeriksaan lengkap balita, imunisasi, skrining gizi, dan makanan tambahan disebar merata ke 307 posyandu di seluruh kecamatan.

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.IDPemerintah Kabupaten Batang Hari mengambil langkah serius untuk menekan angka stunting balita dengan mengerahkan ratusan tenaga kesehatan dan kader posyandu di seluruh wilayah.

Tahun 2026 ini, tercatat 1.157 balita terindikasi mengalami stunting dari total 18.373 balita yang terdata, setara 6,54 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapelitbangda) Batang Hari, Achmad Kurniadi, menekankan bahwa, gerakan ini menitikberatkan pada peran strategis tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Baca juga:  Bupati Anwar Sadat Pastikan Layanan Transportasi Laut Aman dan Lancar Pasca Idulfitri

Sebanyak 379 tenaga kesehatan profesional dan 1.890 kader posyandu tersebar di 307 posyandu di 110 desa dan 14 kelurahan.

“Mereka bertugas melakukan pemeriksaan balita, penimbangan, pengukuran tinggi badan, skrining gizi, imunisasi, hingga pemeriksaan ibu hamil. Kegiatan ini merupakan langkah masif Pemkab untuk menekan angka stunting,” jelas Kurniadi.

Baca juga:  Sum Indra DPD RI Jambi Serap Aspirasi Pegawai LPKA Muara Bulian

Program Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua, atau Gerakan Ayo ke Posyandu, juga menyediakan layanan tambahan seperti skrining penyakit TB paru pada balita bermasalah gizi, pemberian makanan tambahan berupa susu dan telur, serta pendataan balita yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

“Dengan jumlah tenaga kesehatan dan kader posyandu yang begitu banyak, kami optimistis pelayanan kesehatan akan merata hingga ke desa-desa terpencil,” kata dia.

Baca juga:  Waduh! SPBU di Pamenang Merangin Terbakar, Ini Penyebabnya!

“Ini adalah salah satu strategi kami untuk memastikan setiap balita mendapatkan perhatian dan pemeriksaan yang tepat,” tambah Kurniadi.

Pemkab Batang Hari menegaskan bahwa kekuatan program ini ada pada jumlah tenaga kesehatan dan kader posyandu yang dikerahkan, sehingga upaya pencegahan stunting bisa berjalan cepat, efektif, dan menyeluruh.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait