Sekolah Rakyat Kota Jambi Masuki MPLS, Beberapa Siswa Mengundurkan Diri, Ini Penjelasan Kadinsos Kota Jambi

Kadinsos Kota Jambi, Yunita Indrawati
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekolah Rakyat di Kota Jambi saat ini sedang memasuki masa pengenalan lingkungan (MPLS) atau tahap adaptasi bagi para peserta didik.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyebut bahwa tidak semua anak langsung siap menjalani kehidupan di lingkungan asrama yang penuh aturan dan kedisiplinan.

Menurut Yunita, dari total target 99 siswa, sempat ada beberapa anak yang mengundurkan diri pada awal proses karena merasa tidak siap dengan suasana asrama.

Baca juga:  Korem 042/Gapu Berangkatkan Truk Bantuan, TNI Siaga Bantu Korban Bencana

Namun pihak sekolah segera melakukan penggantian agar jumlah siswa tetap terpenuhi.

“Kemarin ada tiga anak yang mengundurkan diri, tetapi langsung kita ganti. Rata-rata mereka tidak siap hidup di asrama dengan segala aturan dan kedisiplinannya,” jelas Yunita, Rabu (13/8).

Yunita juga mengungkapkan bahwa ada salah satu anak yang merasa kecewa karena sebelumnya dijanjikan akan diberikan telepon genggam jika mau ikut, namun janji tersebut tidak terpenuhi.

Dugaan tersebut mengarah pada harapan dari pihak orang tua.

Baca juga:  Tiga Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat Jambi, Ini Alasan Sebenarnya

“Namun yang lebih dominan sebenarnya adalah ketidaksiapan anak-anak untuk masuk dalam lingkungan yang baru dan tertib seperti asrama,” tambahnya.

Tahapan MPLS di Sekolah Rakyat akan berlangsung lebih lama dibandingkan sekolah reguler, karena pendekatan psikososial dan pembentukan rasa aman menjadi prioritas awal sebelum masuk ke proses belajar yang utuh.

“Anak-anak ini harus merasa nyaman dulu. Sekarang sudah mulai masuk ke proses belajar, meskipun pelan-pelan,” kata Yunita.

Sementara itu, salah satu kendala yang sempat muncul adalah kekurangan tenaga pengajar untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, setelah guru sebelumnya mengundurkan diri karena alasan jarak.

Baca juga:  Kemas Faried Alfarelly Serahkan Jaminan Sosial untuk Warga Telanaipura

Namun, kekosongan tersebut kini ditutupi oleh kepala sekolah yang memiliki latar belakang sebagai guru Bahasa Inggris.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kota Jambi memiliki sekitar 6 tenaga pengajar dan hanya menggunakan dua ruang kelas untuk menampung 99 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok besar.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait