Lebih dari sekedar ajang pergantian kepemimpinan, Wali Kota Maulana berharap Musdalub ini dapat menjadi ruang evaluasi dan refleksi bersama bagi seluruh organisasi yang tergabung dalam GOW. Ia mendorong agar forum ini dimanfaatkan untuk menyusun program kerja yang lebih terarah dan adaptif ke depan, termasuk melakukan perbaikan atas berbagai kendala yang ditemui pada periode sebelumnya.
Dirinya optimistis, kepengurusan GOW Kota Jambi yang baru dapat menyatukan langkah, visi, dan semangat kolaboratif demi kemajuan bersama.
“Kita berharap GOW dapat terus bekerja lebih baik ke depan. Dengan kekuatan besar yang dimiliki dari berbagai organisasi perempuan di Kota Jambi, saya yakin para wanita dari beragam profesi yang berhimpun dalam GOW dapat menjadi bagian penting, bahkan tak terpisahkan dari pembangunan di segala bidang. Baik sebagai subjek maupun objek pembangunan, kontribusi perempuan sangat strategis dalam mewujudkan masyarakat Kota Jambi yang sejahtera dan bahagia,” tambahnya.
“Sebagai mitra strategis pemerintah, peran GOW tentunya sangat dibutuhkan terutama tentang peran wanita untuk mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan gender dalam segala aspek kehidupan dan Pembangunan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua GOW demisioner yang saat ini menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, menyampaikan harapannya agar ke depan terjadi regenerasi kepengurusan yang lebih inklusif dengan melibatkan generasi muda, khususnya komunitas Gen Z, untuk ikut berperan aktif dalam organisasi. Menurutnya, pelibatan generasi muda sangat penting agar GOW Kota Jambi terus berkembang menjadi organisasi yang lebih modern dan responsif terhadap dinamika zaman.
“Saat ini, kekerasan terhadap perempuan masih terjadi di tengah masyarakat kita. Pernikahan di bawah umur juga masih sangat tinggi, dan ironisnya, banyak kasus kekerasan seksual yang dilakukan bukan oleh orang asing, melainkan oleh anggota keluarga sendiri. Maka dari itu, sebagai organisasi kewanitaan, GOW Kota Jambi harus dapat mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Nadiyah.







