SEPUCUKJAMBI.ID – Menurunkan berat badan hingga 5 kilogram dalam satu minggu mungkin terdengar menggoda, terutama bagi yang ingin hasil cepat.
Namun, penurunan berat badan drastis sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
Tubuh tetap membutuhkan nutrisi seimbang agar metabolisme berjalan normal.
Ahli kesehatan menekankan bahwa kunci penurunan berat badan adalah defisit kalori, yaitu membakar kalori lebih banyak daripada yang dikonsumsi.
Caranya sederhana: kontrol porsi makan tanpa kelaparan, pilih makanan tinggi protein dan serat seperti sayur, buah, telur, dan daging tanpa lemak, serta batasi konsumsi makanan olahan, gorengan, dan minuman manis.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga penting. Olahraga membantu membakar lemak sekaligus menjaga massa otot.
Tidak perlu latihan berat; jalan cepat, bersepeda, atau latihan tubuh ringan selama 30–45 menit per hari sudah efektif bila dilakukan rutin.
Kombinasi diet sehat dan olahraga rutin dianggap strategi paling stabil untuk menurunkan berat badan.
Faktor lain yang sering dilupakan adalah tidur dan stres.
Kurang tidur dapat mengacaukan hormon lapar, sedangkan stres memicu produksi hormon kortisol yang meningkatkan penumpukan lemak.
Tidur 7–8 jam per malam dan manajemen stres yang baik membantu tubuh berfungsi optimal saat menjalani diet.
Para ahli juga menekankan bahwa penurunan berat badan cepat sering kali bukan murni lemak, melainkan penurunan cairan tubuh.
Sehingga berat bisa cepat naik kembali jika pola hidup sehat tidak diteruskan. Target penurunan berat badan yang lebih aman adalah 0,5–1 kg per minggu.
Intinya, fokuslah pada perubahan kebiasaan sehat, bukan sekadar angka di timbangan.
Diet ekstrem tanpa nutrisi cukup bisa merusak metabolisme dan membuat tubuh mudah lelah.
Pendekatan alami dan konsisten lebih efektif untuk hasil jangka panjang.
Menurunkan berat badan bukan soal kecepatan, tetapi keberlanjutan. Semakin stabil prosesnya, semakin besar peluang hasil bertahan lama.(*)







