“Jika semangat ini terus tumbuh, tentu Pemkot Jambi akan siap memberikan dukungan yang lebih besar, termasuk dalam hal anggaran,” tambahnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pelibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi muslimah, dalam kegiatan keagamaan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
“Saya ingin semua organisasi muslimah diaktifkan dan dilibatkan dalam kegiatan keagamaan Pemkot Jambi. Saat ini tercatat sudah ada 20 organisasi yang berada dalam binaan Pemerintah Kota dan telah memiliki badan hukum,” ungkap Maulana.
Maulana juga tekankan pentingnya peran ibu-ibu pengajian melalui BKTM dalam membentuk ketahanan keluarga.
“Pembangunan keluarga harus dimulai dari rumah. Karena tantangan saat ini sangat berat, dari kenakalan remaja hingga pelecehan seksual. Maka pengajian ibu-ibu ini menjadi benteng moral yang sangat penting,” tekan Maulana.
Selain itu, Maulana juga turut menyoroti kenakalan remaja yang sangat linear dengan aspek keagamaan sebagai benteng bagi diri anak-anak.
“Saya sedih sebagai pemimpin kalau mendengar informasi kenakalan remaja ini, mulai dari kekerasan seksual, narkoba hibgga genk motor. Maka dari itu, penting bagi orang tua memperhatikan anak-anaknya dimulai dari rumah,” ucap Maulana.
Untuk itu, Wali Kota kembali menegaskan kepada seluruh jajarannya, terutama para camat sebagai pembina wilayah, untuk lebih peduli dan proaktif dalam mendukung pengembangan kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Yang kurang peduli dengan kegiatan keagamaan agar minggir dulu, karena pembinaan kewilayahan itu tidak terlepas dari pembinaan keagamaan. Percuma bagus dibidang lain namun bidang keagamaannya kurang saya akan ganti,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, selain aspek spiritual, saat ini Pemerintah Kota Jambi juga tengah menjalankan berbagai program unggulan Kota Jambi Bahagia, mulai dari fasilitasi Kampung Bahagia, perluasan jaminan kesehatan pekerja pentan dan petugas keagamaan hingga Kartu Bahagia dan Layanan Kegawatdaruratan Call Centre Bahagia 112.







