5. Pengeroyokan dan Dampaknya
Agus mengalami pemukulan, dilempari batu, dan benda keras lainnya
Akibat insiden ini, guru tersebut mengalami lebam di beberapa bagian tubuh, nyeri tangan, dan memar di punggung.
Meski begitu, Agus tetap menekankan bahwa dirinya adalah korban provokasi dan kekerasan dari siswa.
Ia juga menjelaskan bahwa video viral yang menampilkan dirinya membawa senjata tajam bukan untuk menyerang siswa, melainkan untuk menggertak agar siswa bubar.
“Saya tidak berniat melakukan kejahatan. Semua alat itu memang tersedia di SMK pertanian tempat saya mengajar,” tegas Agus.
6. Laporan ke Dinas Pendidikan
Meski mengalami kekerasan, Agus memilih untuk belum menempuh jalur hukum karena para pelaku adalah anak didiknya sendiri yang masih membutuhkan pembinaan.
Sebagai langkah awal, ia melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, berharap ada pihak yang menjadi penengah agar masalah tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan korban baru.
“Saya menunggu arahan dan perlindungan resmi dari dinas. Kalau tidak ada kepastian, saya memilih tidak kembali dulu ke sekolah,” pungkas Agus.
Agus menegaskan bahwa kejadian ini bukan pertama kali ia menghadapi perundungan verbal dari siswa
“Saya sudah mengajar hampir 16 tahun. Ini pertama kali saya menampar siswa, tapi perundungan verbal terhadap saya sudah terjadi bertahun-tahun,” ujarnya.(*)







