MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo belum sepenuhnya berakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo masih memantau kemunculan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.
Hingga pekan lalu, titik panas terdeteksi di Tebo Tengah, Sumay, dan Muara Tabir berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BPBD Tebo tidak hanya memantau data tersebut dari jarak jauh.
Petugas juga telah turun langsung untuk melakukan ground check sekaligus menangani titik yang ditemukan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan petugas akan kembali bergerak apabila hasil pemantauan terbaru menunjukkan masih adanya hotspot.
“Hotspot terpantau di beberapa kecamatan, di antaranya Tebo Tengah, Sumay dan Muara Tabir. Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan telah dilakukan penanganan di titik hotspot tersebut sekaligus ground check,” kata Joko, belum lama ini.
Menurutnya, penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Petugas juga melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di lokasi yang sama.
“Kalau hari ini seandainya masih ditemukan titik hotspot, dilakukan pemadaman dan sekaligus pendinginan,” ujarnya.
Hujan Diprakirakan Turun, Kewaspadaan Tetap Dijaga
Di tengah masih munculnya hotspot, kondisi cuaca di Kabupaten Tebo diperkirakan mulai mendukung upaya pengendalian karhutla.
Joko mengatakan informasi BMKG Jambi menunjukkan potensi hujan di Kabupaten Tebo selama tiga hari, mulai hari ini, besok hingga lusa.
“Untuk keadaan sekarang dan beberapa hari ke depan, berdasarkan informasi BMKG Jambi, prakiraannya akan ada hujan di Kabupaten Tebo untuk tiga hari ke depan, mulai dari hari ini, besok dan lusa,” katanya.
Meski peluang hujan meningkat, BPBD Tebo tidak menurunkan kewaspadaan.
Masyarakat tetap diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembukaan lahan dengan cara membakar.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan api di area rawan.
“Namun begitu kita tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau jangan sampai melakukan pembukaan dengan cara membakar. Buanglah sampah pada tempatnya agar terhindar dari potensi kebakaran,” tegas Joko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







