SEPUCUKJAMBI.ID – Sakit pinggang merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang dewasa.
Rasa nyeri di area pinggang dapat muncul dalam bentuk nyeri tumpul, tajam, atau sensasi kaku dan tegang.
Meski kerap dianggap ringan, sakit pinggang yang berlangsung lama dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup.
Salah satu penyebab paling umum sakit pinggang adalah ketegangan otot.
Kondisi ini sering dipicu oleh postur tubuh yang kurang tepat, kebiasaan duduk terlalu lama, atau aktivitas fisik berat seperti mengangkat beban tanpa teknik yang benar.
Ketegangan otot di area punggung bawah dapat menimbulkan nyeri yang menjalar hingga ke pinggang.
Gangguan pada struktur tulang belakang juga kerap menjadi pemicu nyeri pinggang.
Salah satunya adalah hernia nukleus pulposus (HNP), yaitu kondisi ketika bantalan antar ruas tulang belakang menonjol dan menekan saraf di sekitarnya.
Nyeri akibat HNP sering disertai keluhan lain seperti kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada kaki.
Faktor usia turut memengaruhi risiko sakit pinggang. Seiring bertambahnya usia, tulang belakang dan jaringan penyangganya mengalami proses degeneratif, seperti berkurangnya elastisitas dan kekuatan otot.
Risiko ini semakin meningkat pada orang dengan gaya hidup kurang aktif atau jarang berolahraga.
Berat badan berlebih juga memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang dan sendi, sehingga memperbesar kemungkinan munculnya nyeri pinggang
Selain itu, kebiasaan duduk dalam waktu lama dengan posisi yang tidak ergonomis, terutama pada pekerja kantoran, menjadi faktor risiko yang sering tidak disadari.
Tidak hanya disebabkan oleh masalah otot dan tulang, sakit pinggang juga bisa berkaitan dengan gangguan organ dalam.
Infeksi ginjal, batu ginjal, hingga masalah pada organ reproduksi dapat menimbulkan nyeri di area pinggang.
Biasanya, kondisi ini disertai gejala tambahan seperti demam, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri haid yang tidak biasa.
Untuk sakit pinggang ringan, penanganan awal bisa dilakukan secara mandiri.
Mengistirahatkan tubuh, menghindari aktivitas berat, serta mengompres area nyeri dengan kompres hangat atau dingin dapat membantu meredakan keluhan.
Latihan peregangan ringan yang menargetkan punggung bawah dan pinggul juga bermanfaat untuk mengurangi ketegangan otot.
Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat digunakan untuk sementara waktu, namun tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang tanpa pengawasan medis.
Jika nyeri pinggang tidak kunjung membaik, semakin parah, atau disertai gejala seperti mati rasa dan kelemahan pada kaki, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.
Pencegahan sakit pinggang dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga untuk memperkuat otot punggung dan otot inti, serta memperhatikan postur tubuh saat duduk, berdiri, maupun mengangkat beban.
Gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan pinggang dalam jangka panjang.(*)







