SEPUCUKJAMBI.ID – Panu kerap dianggap masalah kulit ringan.
Namun ketika bercak putih atau kecokelatan mulai terlihat di punggung, dada, leher, bahkan lengan, kondisi ini bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.
Secara medis, panu dikenal sebagai Tinea versicolor, yaitu infeksi jamur pada kulit yang cukup umum terjadi di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.
Penyebab Panu: Jamur yang Tumbuh Berlebihan
Panu disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Malassezia. Jamur ini sebenarnya hidup secara alami di permukaan kulit manusia dan biasanya tidak menimbulkan masalah.
Namun dalam kondisi tertentu, keseimbangan kulit bisa terganggu. Saat itulah jamur berkembang lebih cepat dan menyebabkan perubahan warna kulit yang tampak sebagai bercak.
Faktor yang Memicu Panu
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko panu antara lain:
1. Cuaca Panas dan Lembap
Lingkungan yang membuat tubuh mudah berkeringat menjadi tempat ideal bagi jamur berkembang. Jika keringat tidak segera dibersihkan, risiko infeksi meningkat.
2. Kebersihan Tubuh Kurang Terjaga
Jarang mandi, tidak mengganti pakaian setelah berkeringat, atau menggunakan handuk lembap dapat mempercepat pertumbuhan jamur.
3. Kulit Berminyak
Produksi minyak berlebih di kulit memudahkan jamur tumbuh dan menyebar.
4. Daya Tahan Tubuh Menurun
Stres berkepanjangan, kurang tidur, atau kondisi medis tertentu dapat melemahkan sistem imun sehingga tubuh sulit mengontrol pertumbuhan jamur.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Panu biasanya ditandai dengan:
-
Bercak lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit sekitar
-
Permukaan kulit sedikit bersisik
-
Rasa gatal, terutama saat berkeringat
Meski tidak berbahaya, panu yang dibiarkan bisa semakin meluas dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Cara Mengatasi Panu
Untuk kasus ringan, panu dapat diatasi dengan krim atau sampo antijamur yang dijual bebas.
Namun jika bercak semakin banyak, sangat gatal, atau tidak membaik setelah pengobatan, sebaiknya periksa ke dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai.







