Jangan Diabaikan, Ini Arti BAB Berdarah dan Tanda Bahayanya

BAB berdarah sering bikin panik, tapi tak selalu berbahaya. Kenali penyebab, perbedaan warna darah, cara mengatasi, dan tanda bahaya yang perlu segera diperiksa.

SEPUCUKJAMBI.ID – Buang air besar (BAB) disertai darah sering kali membuat seseorang panik, apalagi jika terjadi secara tiba-tiba.

Meski demikian, tidak semua BAB berdarah menandakan kondisi berbahaya.

Namun, keluhan ini tetap perlu diperhatikan karena bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada saluran pencernaan.

BAB berdarah terjadi ketika darah keluar bersamaan dengan tinja. Warna darah yang muncul bisa berbeda-beda dan memberikan petunjuk mengenai sumber perdarahan.

Darah berwarna merah terang umumnya berasal dari bagian bawah saluran cerna, seperti anus atau rektum.

Sementara darah berwarna gelap hingga hitam pekat dapat mengindikasikan perdarahan dari saluran cerna bagian atas.

Penyebab paling sering BAB berdarah adalah wasir atau ambeien. Kondisi ini muncul akibat pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang mudah pecah, terutama saat mengejan terlalu keras.

Baca juga:  Wedang Uwuh dan Khasiatnya untuk Wanita, Minuman Tradisional Kaya Rempah

Selain wasir, fisura ani juga kerap menjadi penyebab.

Fisura ani merupakan robekan kecil di area anus akibat tinja yang keras atau sulit dikeluarkan. Meski tergolong ringan, kedua kondisi ini bisa menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman.

Di sisi lain, BAB berdarah juga dapat berkaitan dengan masalah pencernaan yang lebih kompleks. Peradangan usus, infeksi saluran cerna, divertikulitis, hingga polip usus dapat memicu perdarahan.

Pada kondisi tertentu, BAB berdarah juga bisa menjadi tanda penyakit serius seperti kanker usus besar, terutama jika disertai gejala lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab, nyeri perut berkepanjangan, atau perubahan pola buang air besar.

Baca juga:  Nyeri Gigi Berlubang? Coba 6 Tips Sederhana Ini untuk Redakan Rasa Sakit

Penanganan BAB berdarah bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada kasus ringan seperti wasir atau fisura ani, perawatan mandiri di rumah biasanya cukup efektif.

Mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayuran dan buah-buahan, memperbanyak minum air putih, serta menghindari kebiasaan mengejan berlebihan dapat membantu melunakkan tinja dan mengurangi iritasi.

Selain itu, mandi air hangat atau kompres hangat di area anus juga dapat membantu meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan.

Namun, jika BAB berdarah terjadi berulang, tidak kunjung membaik, atau jumlah darah yang keluar semakin banyak, pemeriksaan medis sangat disarankan.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan sumber perdarahan, mulai dari pemeriksaan fisik, tes darah, hingga prosedur endoskopi jika diperlukan.

Baca juga:  Tips Mencegah Sembelit Saat Berpuasa, Pencernaan Lancar dan Tubuh Bugar

Langkah ini penting untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit yang lebih serius.

Ada beberapa tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Segera cari pertolongan medis jika BAB berdarah disertai pusing berat, tubuh terasa sangat lemas, demam tinggi, nyeri perut hebat, atau feses berwarna hitam pekat.

Kondisi tersebut bisa menandakan perdarahan serius yang membutuhkan penanganan cepat.

Sebagai langkah pencegahan, menjaga kesehatan saluran pencernaan menjadi hal utama.

Terapkan pola makan seimbang, cukupi asupan cairan, rutin beraktivitas fisik, serta hindari duduk terlalu lama di toilet.

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menurunkan risiko terjadinya BAB berdarah.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait