JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Indonesia kini tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kerentanan penipuan digital tertinggi di dunia.
Berdasarkan Global Fraud Index 2026, Indonesia menempati posisi kedua dengan kasus penipuan terbanyak secara global.
Mayoritas serangan memanfaatkan teknik social engineering, yakni manipulasi psikologis untuk memperoleh informasi pribadi dan akses keuangan korban.
Sekitar 70% penipuan digital di Indonesia dilakukan melalui metode ini, jauh lebih tinggi dibanding serangan teknis seperti peretasan sistem.
Social engineering memanfaatkan rasa panik, urgensi, atau kepercayaan korban terhadap otoritas resmi.
Indeks ini menilai kerentanan fraud di 112 negara berdasarkan empat pilar utama:
-
Aktivitas penipuan (fraud activity)
-
Akses terhadap sumber daya (resource accessibility)
-
Intervensi pemerintah (government intervention)
-
Kesehatan ekonomi (economic health)
Negara dengan perlindungan fraud terbaik di dunia adalah:
-
Luxembourg
-
Denmark
-
Finlandia
-
Norwegia
-
Belanda
Sebaliknya, negara dengan perlindungan paling lemah:
-
Tanzania
-
India
-
Nigeria
-
Indonesia
-
Pakistan
Tingginya kasus penipuan di Indonesia dikaitkan dengan:
-
Pesatnya adopsi layanan digital seperti e-commerce, perbankan digital, dan media sosial
-
Literasi keamanan siber yang masih rendah
-
Penggunaan metode social engineering oleh pelaku untuk menipu melalui pesan palsu, tautan tiruan, atau panggilan telepon menyamar
Laporan ini menegaskan bahwa keamanan digital tidak hanya persoalan teknologi, tetapi juga kesiapan sosial dan ekonomi masyarakat dalam menghadapi ancaman modern.
Pemerintah, penyedia layanan digital, dan masyarakat disarankan untuk memperkuat perlindungan data melalui:
-
Edukasi literasi digital dan keamanan siber
-
Verifikasi sumber informasi sebelum membagikan data
-
Penggunaan autentikasi ganda (two-factor authentication)
-
Kehati-hatian dalam membagikan informasi pribadi di platform online
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan risiko penipuan digital dapat ditekan meski aktivitas online masyarakat terus meningkat.(*)







