Namun, aktivasi di Sepolia belum berarti Glamsterdam sudah diluncurkan di mainnet. Ethereum Foundation masih mencantumkan Glamsterdam sebagai upgrade mainnet pada kuartal IV 2026, tetapi tanggal peluncurannya belum dikonfirmasi.
Karena itu, hasil pengujian di Sepolia akan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pasar dalam menilai perkembangan upgrade Ethereum berikutnya.
Tiga Skenario Harga Ethereum pada Oktober
Dengan kondisi tersebut, terdapat tiga skenario utama untuk pergerakan Ethereum pada Oktober.
Skenario bullish: ETH berhasil menembus dan bertahan di atas $2.775–$2.800. Jika momentum berlanjut, harga berpotensi bergerak menuju $2.900 dan kemudian $3.000. Struktur channel naik bahkan membuka ruang menuju kisaran $2.950–$3.100.
Skenario konsolidasi: Ethereum kembali gagal melewati $2.800 sehingga bergerak sideways di kisaran $2.500–$2.800. Dalam kondisi ini, pasar masih menunggu katalis baru sebelum menentukan arah.
Skenario bearish: Kripto ETH kehilangan area pertengahan $2.600 dan gagal merebutnya kembali. Tekanan jual berpotensi membawa harga menuju support $2.400–$2.500. Jika area tersebut juga ditembus, perhatian berikutnya berada di sekitar $2.350–$2.360.
Model harga ETH sendiri menempatkan skenario dasar Oktober di sekitar $3.034, dengan skenario bearish sekitar $2.579 dan bullish sekitar $3.641. Namun, angka tersebut merupakan hasil model dan bukan target harga yang pasti.
Sementara itu, Citi pada 1 Oktober menaikkan target harga Ether 12 bulan menjadi $3.028 dari sebelumnya $2.240. Target tersebut memiliki horizon 12 bulan sehingga tidak dapat dipandang sebagai target Ethereum khusus untuk Oktober.
Level $2.800 masih menjadi titik krusial bagi Ethereum pada awal Oktober. Kemampuan ETH menembus resistance tersebut akan menjadi indikator penting apakah pemulihan dapat berlanjut menuju $3.000 atau justru kembali memasuki fase konsolidasi.







