Gubernur Aceh Muzakir Manaf Prihatin, Empat Kampung Hilang Akibat Banjir dan Longsor

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyebut banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota pada November 2025 sebagai “tsunami kedua”. Ribuan warga terdampak dan empat kampung hilang diterjang bencana.

BANDA ACEH, SEPUCUKJAMBI.IDGubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa “Mualem”, menyebut bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota pada akhir November 2025 sebagai “tsunami kedua” bagi Aceh.

Pernyataan itu disampaikan saat Apel Tim Recovery Bencana di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Mualem menggambarkan dampak bencana kali ini sangat luas dan menghancurkan.

Empat kampung dilaporkan hilang akibat diterjang arus banjir dan longsor di Sawang, Jambo Aye (Aceh Utara), serta Peusangan dan Bireuen.

Baca juga:  Gubernur Aceh Bantah Isu Minta Bantuan PBB, Fokus Penanganan Bencana Lokal

“Malam itu empat kampung hilang entah ke mana,” ujarnya dengan nada haru.

Menurut Mualem, skala dan intensitas bencana ini bisa disamakan bahkan dalam beberapa aspek lebih parah dibanding tsunami Aceh 2004.

Ia mengimbau seluruh aparat dan masyarakat bergerak cepat dalam evakuasi, penyelamatan, serta distribusi logistik.

“Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” tegasnya.

Baca juga:  Prabowo Subianto Dijadwalkan Lewati Malam Tahun Baru di Aceh

Data Pos Komando Tanggap Darurat menunjukkan ribuan gampong terdampak, ratusan ribu warga terkena dampak langsung, dan banyak desa terisolasi.

Rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur rusak parah, sementara akses darat yang putus membuat distribusi bantuan menjadi tantangan serius.

Pemerintah provinsi menetapkan status tanggap darurat.

Tim penanggulangan bencana, TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan untuk membuka akses jalan, mengevakuasi warga, dan menyalurkan logistik.

Baca juga:  Bantuan Rp7 Miliar dari Jabar Dikirim ke Aceh, Dedi Mulyadi Ikut Cari Kerabatnya

Mualem menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas mengingat potensi longsor dan banjir susulan.

Dengan menyebut bencana ini “tsunami kedua,” Mualem ingin menekankan bahwa dampak bencana alam sangat nyata dan luas.

Bagi banyak warga Aceh, peristiwa ini menjadi pengulangan traumatis dari tragedi besar di masa lalu.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat segera memulihkan kondisi agar kerusakan tidak terus meluas.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait