SEPUCUKJAMBI.ID – GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah kondisi ketika asam lambung dan isi perut naik kembali ke kerongkongan secara berulang.
Masalah ini terjadi akibat melemahnya sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang seharusnya menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung.
Ketika fungsi katup menurun, asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan dan memicu berbagai keluhan yang mengganggu.
Salah satu gejala GERD yang paling umum adalah heartburn, yakni sensasi panas atau terbakar di dada.
Keluhan ini biasanya muncul setelah makan, terutama setelah makan dalam porsi besar atau saat langsung berbaring.
Rasa panas tersebut bisa menjalar hingga ke tenggorokan dan mulut, sehingga sering disalahartikan sebagai masuk angin biasa.
Tanda khas lainnya adalah regurgitasi, yaitu kondisi ketika cairan atau makanan dari lambung naik kembali ke mulut dengan rasa asam atau pahit.
Banyak orang menganggapnya sekadar sendawa asam, padahal ini merupakan gejala refluks yang perlu diwaspadai jika terjadi berulang.
GERD juga dapat menimbulkan nyeri dada yang terasa seperti tekanan atau rasa tidak nyaman.
Karena keluhannya bisa menyerupai gangguan jantung, kondisi ini tidak boleh dianggap enteng, terutama bila nyeri muncul tiba-tiba atau sering kambuh.
Selain keluhan di dada, GERD sering memicu batuk kronis.
Asam lambung yang mengiritasi kerongkongan dapat merangsang saluran napas dan menyebabkan batuk yang sulit sembuh meski sudah minum obat batuk.
Beberapa penderita juga mengeluhkan sulit menelan atau sensasi seperti ada ganjalan di tenggorokan.
Kondisi ini, yang dikenal sebagai disfagia, biasanya berkaitan dengan iritasi jangka panjang akibat paparan asam lambung.
Tak jarang, GERD memengaruhi suara dan pernapasan.
Suara serak, tenggorokan terasa kering, hingga sesak napas ringan, terutama di pagi hari, bisa muncul akibat asam lambung yang naik ke saluran napas bagian atas saat tidur.
Gangguan tidur juga menjadi keluhan yang sering dialami pengidap GERD.
Refluks asam cenderung memburuk saat posisi berbaring, sehingga penderitanya kerap terbangun di malam hari karena rasa terbakar di dada atau batuk mendadak.
Dalam jangka panjang, GERD bahkan dapat berdampak pada kesehatan gigi.
Paparan asam lambung secara terus-menerus dapat mengikis email gigi, membuat gigi lebih sensitif terhadap suhu panas, dingin, maupun makanan manis.
Mengenali gejala GERD sejak dini sangat penting.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi kronis pada kerongkongan dan menurunkan kualitas hidup.
Apabila keluhan muncul semakin sering atau tidak membaik meski sudah melakukan perubahan gaya hidup, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.(*)







