SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah merasa gelisah saat membuka media sosial, padahal tidak terjadi apa-apa? Atau tiba-tiba merasa hidup orang lain terlihat lebih seru dibanding hidup sendiri? Jika iya, kamu tidak sendirian.
Fenomena ini dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out).
FOMO adalah rasa takut ketinggalan sesuatu yang dianggap penting, menarik, atau berharga, terutama saat melihat orang lain melakukan hal-hal yang tampak lebih menyenangkan atau sukses.
Di era digital, FOMO hadir hampir setiap hari. Aktivitas orang lain tampak jelas di layar: liburan, pencapaian karier, gaya hidup, hingga momen kecil yang terlihat membahagiakan.
Pada awalnya, FOMO mungkin muncul ringan, seperti sering mengecek ponsel tanpa alasan atau merasa harus selalu mengikuti tren terbaru.
Namun jika dibiarkan, FOMO bisa membuat kita sulit menikmati momen saat ini.
Pikiran lebih sibuk memikirkan apa yang dilakukan orang lain, fokus menurun, rasa cemas meningkat, dan kepuasan terhadap hidup sendiri berkurang.
Tak hanya itu, FOMO juga membuat seseorang mencoba melakukan terlalu banyak hal sekaligus. Bukan karena kebutuhan pribadi, tapi karena takut ketinggalan.
Akibatnya, energi cepat habis, stres meningkat, dan waktu istirahat pun sering dikorbankan. Bahkan kebiasaan begadang demi mengikuti update terbaru bisa muncul tanpa disadari.
Meski begitu, FOMO sebenarnya wajar. Manusia memang ingin diakui, terhubung, dan tidak tertinggal dari lingkungannya.
Kuncinya adalah menyadari batas: tidak semua hal perlu diikuti, dan tidak semua momen harus disaksikan.
Dengan memilih fokus pada hal yang penting bagi diri sendiri, ruang untuk merasa tenang, cukup, dan bahagia pun terbuka.(*)







