Pelantikan tersebut ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada Ketua IKAL Lemhannas RI Provinsi Jambi terpilih, yang diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., selaku Anggota Dewan Pembina Daerah, yang dalam kesempatan tersebut juga mewakili Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., selaku Ketua Dewan Pembina Daerah.
Ketua Umum IKAL Lemhannas RI, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, dalam arahannya menegaskan bahwa jajaran pengurus IKAL harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.
Ia berharap, amanah dan kehormatan yang telah diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, komitmen, dan integritas kebangsaan.
“IKAL harus menjadi katalisator keutuhan bangsa, agar tidak terpecah atau terkotak-kotak. Di mana pun berada, IKAL harus hadir sebagai perekat persatuan,” tegas Agum Gumelar.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi bagian dari IKAL Lemhannas bukan sekedar status keanggotaan, melainkan tanggung jawab besar sebagai pemikir dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.
Setiap tindakan, pemikiran, dan kontribusi anggota IKAL, lanjutnya, harus selalu diarahkan untuk kepentingan bangsa dan negara, serta tidak boleh bersikap apatis terhadap berbagai persoalan kebangsaan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus IKAL Lemhannas RI Provinsi Jambi yang baru dilantik. Ia meyakini bahwa sebagai institusi strategis yang telah melahirkan kader-kader pemimpin nasional, para alumni Lemhannas memiliki peran sentral dalam mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan, wawasan Nusantara, serta integrasi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik dan tantangan kebangsaan saat ini.
“Para alumni Lemhannas yang berhimpun dalam wadah IKAL merupakan kekuatan intelektual sekaligus moral yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Oleh karena itu, saya meyakini bahwa kehadiran IKAL Lemhannas di daerah bukan hanya untuk mempererat hubungan antaralumni, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi kebijakan yang berbasis wawasan kebangsaan, penguatan ideologi Pancasila, serta ketahanan nasional secara holistik, dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.







