Dampak Menahan Kencing, Risiko Infeksi dan Batu Kandung Kemih

Menahan kencing terlalu lama bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, dan gangguan ginjal. Ketahui dampaknya dan cara menjaga kesehatan kandung kemih.

SEPUCUKJAMBI.ID – Menahan kencing sering dianggap sepele. Banyak orang melakukannya karena kesibukan, pekerjaan yang tidak memungkinkan, atau sekadar menunda karena merasa “masih bisa ditahan”.

Padahal, kebiasaan ini berisiko serius bagi kesehatan, terutama jika dilakukan berulang dan dalam jangka panjang.

Kandung kemih berfungsi sebagai tempat penampungan urine sementara sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Saat kandung kemih penuh, tubuh mengirimkan sinyal untuk segera buang air kecil.

Jika sinyal ini diabaikan terus-menerus, kandung kemih akan mengalami tekanan berlebih dan fungsi normalnya terganggu.

Baca juga:  Kurang Tidur Bukan Hal Sepele, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Dampak paling umum akibat menahan kencing adalah infeksi saluran kemih (ISK). Urine yang tertahan terlalu lama menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Gejala yang muncul meliputi rasa perih saat kencing, sering ingin buang air kecil tapi sedikit keluar, hingga urine berbau tidak sedap.

Selain itu, menahan kencing juga bisa melemahkan otot kandung kemih. Otot yang terus menahan beban kehilangan elastisitas, sehingga kandung kemih kurang optimal dalam mengosongkan urine.

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan saluran kemih di kemudian hari.

Baca juga:  Paru-paru Basah: Kebiasaan Sepele yang Bikin Rentan Terinfeksi

Tekanan berlebih pada kandung kemih juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bawah, seperti nyeri, kram, atau sensasi penuh yang mengganggu aktivitas.

Jika terus terjadi, ketidaknyamanan ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan serius.

Dalam jangka panjang, urine yang tertahan dapat menyebabkan pengendapan mineral di kandung kemih, berpotensi menjadi batu kandung kemih, terutama jika asupan cairan kurang.

Tekanan dari kandung kemih yang terlalu penuh bahkan bisa memengaruhi fungsi ginjal.

Kebiasaan menahan kencing umum terjadi pada pekerja dengan mobilitas tinggi, pengemudi jarak jauh, pelajar, atau orang yang enggan menggunakan toilet umum.

Baca juga:  Risiko Mikroplastik dari Kebiasaan Ngopi, Ini Solusinya

Beberapa orang juga sengaja mengurangi minum untuk mengurangi frekuensi buang air kecil, padahal hal ini justru memperburuk kondisi tubuh.

Untuk menjaga kesehatan saluran kemih, segera ke toilet saat dorongan buang air kecil muncul.

Asupan cairan yang cukup dan tidak menunda kencing adalah langkah sederhana namun penting untuk melindungi kesehatan kandung kemih dan ginjal dalam jangka panjang.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait