Di Akhir Masa Jabatannya, Pj Walikota Jambi Sri Purwaningsih Apresiasi Peran Iwako Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di akhir masa jabatannya, Pj Walikota Jambi, Sri Purwaningsih, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ikatan Wartawan Kota  (Iwako) Jambi, atas kontribusi luar biasa dalam pemberitaan yang membangun.

Khususnya,  dukungan Iwako Jambi dalam menciptakan sinergitas pembangunan di Kota Jambi selama masa jabatannya. Sri Purwaningsih memberikan apresiasi mendalam kepada Iwako Jambi.

Ia mengakui peran penting para jurnalis dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan edukatif kepada masyarakat, yang turut berperan dalam menciptakan suasana kondusif untuk pembangunan di Kota Jambi.

“Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan wartawan, khususnya dari Iwako Jambi, yang telah bekerja keras untuk menyajikan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendukung semangat kebersamaan dalam program-program pembangunan Kota Jambi,” ujar Sri Purwaningsih.

Baca Juga: Bupati Batanghari Fadhil Arief Bakal Jadi Saksi Sidang Korupsi Dana Hibah KONI Muaro Jambi

Baca juga: Pasien BPJS Ditolak Rawat Inap di RSUD Tebo, Penyebabnya Dispepsia Tak Tercover

Menurut Sri Purwaningsih, pencapaian pembangunan yang berhasil diraih Pemerintah Kota Jambi tidak lepas dari peran penting media yang senantiasa mendampingi setiap langkah dan kebijakan yang diambil.

Media juga berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan positif dan informasi yang bermanfaat.

Ia berharap hubungan baik antara Pemerintah Kota Jambi dan Iwako Jambi terus terjalin untuk mendukung kemajuan kota di masa depan.

Ketua Iwako Jambi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Pj Walikota.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi positif melalui pemberitaan yang mendukung pembangunan di Kota Jambi.

“Kami dari Iwako Jambi akan terus bekerja sama dengan pemerintah dalam menyajikan informasi yang bermanfaat, mendidik, dan turut serta dalam menyukseskan program-program pembangunan di Kota Jambi,” ungkap Ketua Iwako Jambi.

Acara tersebut ditutup dengan harapan bahwa sinergitas yang telah terjalin antara pemerintah dan media dapat terus diperkuat untuk mewujudkan Kota Jambi yang lebih maju dan lebih baik di masa depan.(*)




Pasien BPJS Ditolak Rawat Inap di RSUD Tebo, Penyebabnya Dispepsia Tak Tercover

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang warga Tebo,  Indrawati, mengeluhkan penolakan pengobatan suaminya, Sabar, di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo, meskipun mereka selalu rutin membayar iuran BPJS Kesehatan.

Menurut Indrawati, suaminya tidak bisa dirawat inap karena penyakit yang dideritanya tidak terdaftar dalam daftar penyakit yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Indrawati menjelaskan bahwa, mereka awalnya mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

Namun, pihak rumah sakit meminta surat rujukan dari Puskesmas terlebih dahulu. Setelah mendapatkan rujukan, mereka diarahkan ke poli rawat jalan, tetapi tidak ada obat yang diberikan.

Baca juga: Menjelang Ramadan, Harga Karet di Bungo Naik Signifikan, Petani Senang

Baca juga: Sudah Capai 68 Persen, Progres Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi IV

“Saya sudah ke IGD, mereka minta rujukan, saya ambil ke Puskesmas, dan hanya diarahkan ke Poli rawat jalan tanpa diberikan obat apapun,” ujar Indrawati, Selasa (18/2/2025).

Meski sudah beberapa kali mendatangi Puskesmas dan rumah sakit, Indrawati mengaku tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan mereka.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo, Verawati Afta, memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.

Verawati mengungkapkan bahwa, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter IGD, ditemukan bahwa pasien mengidap Dispepsia, yang tidak memenuhi syarat untuk dirawat inap menggunakan BPJS Kesehatan.

“Dispepsia adalah gangguan pencernaan yang tidak dapat dirawat inap melalui BPJS Kesehatan, karena tidak termasuk dalam kategori penyakit yang bisa ditanggung untuk rawat inap,” terang Verawati.

Dispepsia: Penyakit yang Tidak Bisa Dirawat Inap dengan BPJS Kesehatan

Dispepsia, yang sering dikenal sebagai penyakit mag atau gangguan pencernaan, adalah kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan di bagian perut atas akibat masalah asam lambung.

Meskipun bukan penyakit itu sendiri, dispepsia merupakan gejala dari gangguan pencernaan yang lebih luas, seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Verawati juga menambahkan bahwa, ada 144 diagnosis medis yang tidak memenuhi syarat untuk rawat inap dengan BPJS Kesehatan, salah satunya adalah Dispepsia.

Dengan demikian, pasien yang menderita kondisi tersebut tidak dapat menjalani rawat inap meskipun menggunakan fasilitas BPJS.

Pemeriksaan oleh Dokter UGD: Pasien Dinyatakan Tidak Memerlukan Rawat Inap

Dokter UGD RSUD Sultan Thaha Saifuddin, dr Vika, juga memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan terhadap pasien.

“Pasien datang dengan keluhan sakit perut yang sudah berlangsung selama sekitar 4 hari. Setelah kami periksa, kondisi vital pasien stabil, termasuk tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen. Kami juga melakukan rekam jantung yang menunjukkan hasil normal,” ungkap dr Vika.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pasien disarankan untuk melanjutkan pengobatan di poli spesialis penyakit dalam.

Jika dokter spesialis menyatakan bahwa rawat inap diperlukan, pasien akan dirujuk kembali ke IGD.

Namun, karena tidak ada rekomendasi rawat inap dari dokter spesialis, pasien tidak dapat dirawat di rumah sakit.

Selain itu, dr Vika juga menjelaskan prosedur pengambilan obat yang berlaku di rumah sakit.

“Obat dapat diambil langsung di farmasi setelah pasien diperiksa oleh dokter spesialis. Namun, istri pasien tidak mengantri untuk obat dan memilih pulang,” tambahnya.

Indrawati dan suaminya kemudian kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan ulang, namun hasilnya tetap sama: pasien tidak membutuhkan rawat inap dengan BPJS Kesehatan

Dengan penjelasan ini, pihak rumah sakit menegaskan bahwa prosedur yang diterapkan sudah sesuai dengan regulasi BPJS Kesehatan dan standar medis yang berlaku, untuk memastikan pelayanan yang tepat bagi pasien.(*)




Menjelang Ramadan, Harga Karet di Bungo Naik Signifikan, Petani Senang

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Para petani karet di Kabupaten Bungo mendapat angin segar menjelang bulan puasa.

Harga getah karet kering yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp16.000 per kilogram di pasar lelang.

Kenaikan harga ini tercatat langsung di lapangan, tepatnya di Dusun Bukit Sari, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo.

Salah satu petani setempat, Sapri, mengungkapkan rasa syukurnya atas kabar gembira ini.

Baca juga: Petani Kerinci Senang, Harga Karet Melejit di Atas 11 Ribu per Kilogram

Baca juga: Geram dengan Aktivitas Prostitusi, Massa Bakar 11 Warung Remang-remang di Awin Jaya

“Dulu harga getah karet hanya sekitar Rp15.000 per kilogram, sekarang sudah naik jadi Rp16.000. Alhamdulillah, ini sangat membantu kami,” ujar Sapri, dengan senyum lebar

Sebagai informasi, harga getah karet basah saat ini telah menyentuh angka Rp13.000 per kilogram.

Sementara untuk getah karet kering mencapai harga tertinggi Rp16.000 per kilogram.

Sapri mengungkapkan bahwa, banyak petani kini lebih memilih menjual hasil panennya ke pasar lelang ketimbang ke tengkulak atau pedagang pengumpul.

Pasalnya, harga yang ditawarkan di pasar lelang jauh lebih tinggi, sehingga keuntungan yang diperoleh petani lebih besar.

“Kami lebih memilih pasar lelang karena harga di sana lebih menguntungkan daripada menjual ke tengkulak,” kata dia.

Memang, saat musim hujan ada kendala dalam proses penyadapan.

“Tetapi Alhamdulillah harga tetap naik menjelang puasa. Kami berharap harga ini terus stabil dan bahkan naik menjelang Lebaran nanti,” harap Sapri.

Kenaikan harga karet ini memberikan harapan baru bagi para petani di tengah berbagai tantangan, terutama faktor cuaca yang sering menghambat hasil panen.

Dengan harga yang lebih baik, para petani di Kabupaten Bungo kini dapat merasakan peningkatan kesejahteraan menjelang bulan Ramadan.

Semoga tren kenaikan harga ini terus berlanjut, memberikan dampak positif yang lebih besar bagi petani karet, serta meningkatkan perekonomian di wilayah Bungo. (*)


Semoga hasil editan ini lebih menarik dan informatif!




Jelang Pelantikan, Maulana-Diza Tunjukkan Kesiapan dengan Ikuti Gladi Bersih di Jakarta

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Pasangan Maulana-Diza, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi terpilih, tengah mengikuti gladi bersih di Jakarta, Rabu 19 Februari 2025, menjelang pelantikan mereka yang dijadwalkan besok.

Keduanya terlihat tengah mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk latihan baris-berbaris yang menjadi bagian dari prosesi pelantikan.

Maulana, yang terlihat serius namun tetap penuh semangat, tampak mengikuti instruksi dengan disiplin.

Di sampingnya, Diza juga memperlihatkan kesiapan untuk menjalani tugas barunya. Momen yang penuh kekhidmatan tersebut menunjukkan bahwa mereka berdua sudah siap untuk memimpin Kota Jambi.

Baca juga: Jelang Pelantikan 20 Februari, Maulana dan Wakilnya Jalani Gladi di Istana Kepresidenan

Baca juga: Sudah Capai 68 Persen, Progres Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi IV

Di sela-sela latihan, Maulana yang dikenal dekat dengan warga Kota Jambi, tampak tak ingin melewatkan kesempatan untuk menyapa masyarakat melalui rekaman kamera yang menyorot dirinya bersama Diza.

Dengan penuh semangat, Maulana menyapa warganya, memberikan ucapan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama proses pemilihan.

“Terima kasih kepada seluruh warga Kota Jambi yang telah mempercayakan kami untuk memimpin kota ini. Kami siap untuk bekerja keras demi kemajuan Jambi,” ujar Maulana, dalam rekaman tersebut, yang disambut dengan tepuk tangan dari peserta gladi bersih lainnya.

Pelantikan Maulana-Diza sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi akan menjadi langkah awal mereka dalam menjalankan amanah rakyat untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi Kota Jambi.(*)




Sudah Capai 68 Persen, Progres Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi IV

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), dengan fokus pada proyek Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi IV, yang menghubungkan Simpang Susun Tempino dan Ness.

Proyek ini menjadi bagian penting dari tahap kedua pembangunan tol yang menghubungkan wilayah Sumatera bagian Selatan.

Menurut Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, progres konstruksi dan pengadaan lahan proyek ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Hingga akhir Januari 2025, progres konstruksi mencapai 68,28%, sementara pengadaan lahan hampir selesai dengan pencapaian 99,77%. Dengan kemajuan ini, kami berhasil membangun jalur utama sepanjang 9,23 km dengan lapisan perkerasan beton keras (Rigid Pavement),” jelas Adjib.

Baca juga: Kalah Menyakitkan di Kandang, Atalanta Tersingkir dari Liga Champions 2024/202

Baca juga: Jelang Ramadan, Agen Gas 3 Kg Diwarning Pemkab Tebo

Selain itu, sejumlah struktur utama telah selesai dipasang, termasuk balok girder di Jembatan Underpass (JUP) STA 150+187 yang melintasi jalan nasional Palembang – Jambi.

Proses pemasangan balok girder ini berhasil dilakukan dengan sukses, tanpa kecelakaan atau kerusakan properti, dengan status Zero Accident dan Zero Damage Property.

Manajemen lalu lintas yang ketat diterapkan selama pemasangan balok girder, dengan skema buka-tutup jalur dari pukul 22.00 hingga 04.30 WIB.

Proses penutupan jalur dilakukan sekitar 30 menit, diikuti dengan pembukaan jalur selama 60 menit.

Koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti BPJN Jambi, Dirlantas, Polres, Polsek, dan Dinas Perhubungan setempat, berjalan lancar.

“Pemasangan balok girder ini dilakukan secara bertahap selama lima hari, dari 10 hingga 14 Februari 2025, dengan 14 balok girder berhasil dipasang dalam waktu singkat dan tanpa insiden. Dengan demikian, pekerjaan ini dapat dianggap selesai sesuai rencana,” tambah Adjib.

Pemasangan balok girder ini memiliki dampak positif bagi kelancaran pembangunan Tol Betejam Seksi IV, yang nantinya akan terhubung dengan Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi III yang sudah beroperasi.

Koneksi ini akan meningkatkan efisiensi transportasi, mendukung mobilitas barang dan orang, serta memperlancar arus perekonomian di sepanjang jalur tol. Selain itu, fasilitas utama seperti rest area, masjid, dan foodcourt juga sedang dibangun untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jalan tol.

“Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dengan terhubungnya Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi IV dengan Seksi III, waktu perjalanan yang awalnya memakan waktu 3 jam dapat dipersingkat menjadi hanya 30 menit, memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat,” ujar Adjib.

Hutama Karya memastikan bahwa semua sumber daya, baik material maupun tenaga kerja, disiapkan secara optimal agar proyek ini dapat diselesaikan sesuai jadwal. Proyek Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi IV akan memberikan kontribusi besar terhadap kelancaran lalu lintas antarprovinsi dan mendukung perekonomian regional.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah berhasil membangun lebih dari 1.235 km Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yang mencakup ruas tol yang sudah beroperasi serta yang masih dalam tahap konstruksi.

Beberapa ruas tol yang telah beroperasi penuh antara lain: Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km), Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), Tol Palembang – Indralaya (22 km), dan lainnya.(*)




Jelang Ramadan, Agen Gas 3 Kg Diwarning Pemkab Tebo

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Tebo memberikan peringatan kepada seluruh agen LPG 3 kilogram untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan gas.

Hal ini mengingatkan bahwa permintaan gas elpiji 3 kilogram diperkirakan akan meningkat selama bulan puasa.

Selama Ramadan, aktivitas warga yang banyak menghabiskan waktu di dapur untuk menyiapkan makanan berbuka puasa tentu akan berdampak pada kebutuhan gas.

Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Tebo, Heru Purnomo, menjelaskan bahwa kebutuhan gas biasanya meningkat.

Baca juga: Bangun Sinergi, PWI Kota Jambi Sambangi BNN Kota Jambi

Baca juga: Urus Dokumen Kependudukan Tanpa Repot, Dukcapil Tebo Hadirkan Aplikasi Ayunda

Misalnya dari tiga tabung menjadi empat tabung untuk rumah tangga, dan bagi pelaku UMKM, yang sebelumnya menggunakan lima tabung, menjadi enam tabung per bulan.

“Memang, konsumsi gas elpiji pada bulan puasa pasti akan meningkat,” ujar Heru.

Menurutnya, lonjakan penggunaan gas pada bulan Ramadan disebabkan oleh peningkatan aktivitas warga.

Terutama saat menjelang berbuka puasa dan sahur. Bagi pelaku UMKM, kenaikan kebutuhan gas juga seiring dengan meningkatnya permintaan produk mereka.

Baca juga: Jemaah Haji 2025 Wajib Terdaftar dalam Program JKN

Baca juga: Bisa Diterbitkan Dalam 18 Menit, Pj Walikota Jambi Luncurkan Layanan PBG MBR

Heru menekankan kepada seluruh agen dan pangkalan gas subsidi untuk memastikan pasokan gas tercukupi.

Sehingga tidak ada kelangkaan yang dapat mengganggu masyarakat. Ia juga mengingatkan, agar tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar di wilayah Kabupaten Tebo.

Untuk itu, ia meminta agar pangkalan menambah stok gas elpiji 3 kilogram selama Ramadan.

Sementara itu, Yunita, salah satu warga Rimbo Bujang, meminta kepada Pemkab Tebo untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji selama bulan Ramadan.

Ia mengeluhkan lonjakan harga gas yang biasa terjadi setiap tahunnya, yang kadang mencapai Rp 35.000 per tabung.

“Kami berharap Pemkab Tebo bisa melakukan sidak ke pangkalan dan pengecer, jangan hanya ke pangkalan saja, tapi juga ke pengecer,” ungkap Yunita.

Yunita juga mengharapkan, pemerintah bertindak tegas terhadap agen atau pengecer yang menjual gas elpiji melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Harus ada tindakan tegas, bahkan kalau perlu diberi sanksi, supaya harga gas tetap terjangkau masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Tebo pun diharapkan bisa terus mengawasi pasokan gas agar distribusinya tetap stabil selama bulan Ramadan.(*)




Alhamdulillah, Kasus DBD di Bungo Turun Signifikan di Awal 2025

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bungo melaporkan penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun, hanya terdapat delapan kasus DBD yang tercatat sejak Januari hingga pertengahan Februari 2025.

Angka ini, jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Kabupaten Bungo, Rahmad Fitri menyampaikan bahwa, angka kasus DBD tahun ini mengalami penurunan yang cukup tajam.

Baca juga: Geram dengan Aktivitas Prostitusi, Massa Bakar 11 Warung Remang-remang di Awin Jaya

Baca juga: Bisa Diterbitkan Dalam 18 Menit, Pj Walikota Jambi Luncurkan Layanan PBG MBR

Pada Januari 2024, tercatat 35 kasus, sementara Februari 2024 mencatat 33 kasus.

“Alhamdulillah, kasus DBD pada awal 2025 hanya delapan kasus. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rahmad Fitri.

Rahmad Fitri menambahkan, bahwa penurunan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, faktor utama penyebaran DBD adalah nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air, yang sering muncul selama musim hujan.

“DBD cenderung meningkat pada musim hujan karena adanya genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti,” kata dia.

“Oleh karena itu, kami terus mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan langkah-langkah pencegahan dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, serta melakukan abatesasi untuk membasmi jentik nyamuk,” jelas Rahmad.

Upaya preventif juga terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan bersama puskesmas di Kabupaten Bungo.

Setiap puskesmas diinstruksikan untuk melakukan kegiatan promotif, seperti penyuluhan melalui siaran keliling dan penyebaran bubuk Abate.

Serta memastikan adanya pelaporan cepat apabila terdapat pasien yang diduga terkena DBD.

“Logistik yang dibutuhkan untuk penanganan DBD, seperti larvasida (Abate), insektisida, dan reagen pemeriksaan DBD, telah kami siapkan dengan cukup,” tambah Rahmad.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo juga mengapresiasi peran serta aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pihaknya berharap penurunan kasus DBD dapat terus berlanjut, sehingga Kabupaten Bungo bisa bebas dari ancaman penyakit tersebut di masa mendatang.

Dengan langkah-langkah preventif dan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan tren positif ini dapat terus dipertahankan, dan Kabupaten Bungo dapat terhindar dari wabah DBD. (*)




Geram dengan Aktivitas Prostitusi, Massa Bakar 11 Warung Remang-remang di Awin Jaya

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID Sebanyak 11 warung yang diduga dijadikan tempat prostitusi di sepanjang jalan lintas Timur Jambi – Riau KM 56, Desa Awin Jaya, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, dibakar oleh massa pada Selasa (18/2/2025).

Aktivitas warung remang-remang ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sekitar.

Menurut keterangan warga setempat, warung-warung tersebut telah lama dikenal sebagai tempat berkumpulnya pria hidung belang untuk melakukan kegiatan ilegal, termasuk prostitusi.

Sarjina, salah satu warga, menjelaskan bahwa sebanyak 11 warung yang terletak di sekitar KM 57, Desa Suko Awin Jaya, dibongkar dan dibakar oleh ratusan warga yang sudah sangat jengah dengan keberadaan tempat tersebut.

Baca juga: Bisa Diterbitkan Dalam 18 Menit, Pj Walikota Jambi Luncurkan Layanan PBG MBR

Baca juga: Harap Ada Solusi Baru Lewat Kepemimpinan Wali Kota Maulana, Atasi Pasar Talang Banjar

Aksi pembongkaran dan pembakaran warung ini merupakan puncak dari rasa frustrasi warga yang sebelumnya telah memberikan peringatan kepada pemilik warung agar menghentikan kegiatan prostitusi.

Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.

“Kami sudah memberi peringatan agar warung-warung ini menutup kegiatan prostitusi mereka, namun tidak ada respons. Akhirnya warga pun bertindak dengan membongkar dan membakar tempat-tempat tersebut,” ungkap Sarjina.

Kepala Desa Suko Awin Jaya, Idawati, menyatakan bahwa warung-warung yang dibakar sudah beroperasi selama lebih dari satu dekade.

Selain menjadi tempat mabuk-mabukan, warung-warung ini juga dikenal sebagai lokasi prostitusi yang sangat mengganggu kenyamanan warga.

“Kami sudah beberapa kali melakukan razia bersama pihak kepolisian dan Satpol PP, tetapi usaha itu tetap beroperasi,” ujar Idawati.

Kepolisian Resor Muaro Jambi melalui Kasi Humas AKP Saaludin membenarkan kejadian tersebut dan memastikan tidak ada kericuhan yang terjadi selama aksi berlangsung.

“Kami terus memantau perkembangan situasi ini. Pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus warung-warung yang masih beroperasi sebagai tempat prostitusi,” kata Saaludin. (*)




Bangun Sinergi, PWI Kota Jambi Sambangi BNN Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Irwansyah, beserta pengurus lainnya mengunjungi kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi pada Selasa (18/2/2025).

Kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh Kepala BNN Kota Jambi, Kombes Pol Katino, beserta stafnya.

Irwansyah yang didampingi oleh sejumlah pengurus PWI Kota Jambi, seperti Hendra Putra (Wakil Ketua Bidang Pendataan Media), Khotib Syarbini (Wakil Ketua Bidang UKW), Rizal Zebua (Wakil Ketua Bidang Organisasi), serta Ketua IKWI, menyampaikan bahwa, tujuan kedatangannya bukan hanya untuk bersilaturahmi

Tetapi juga untuk menjajaki kemungkinan kolaborasi antara PWI Kota Jambi dan BNN Kota Jambi dalam pemberantasan narkoba.

“Alhamdulillah, kami sangat dihargai dan disambut hangat oleh Kepala BNNK Jambi, Kombes Pol Katino,” ujar Irwansyah dengan penuh rasa syukur.

Dia menegaskan bahwa, upaya pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh BNN atau aparat kepolisian.

Diperlukan kerjasama antara berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami dari PWI Kota Jambi siap mendukung BNNK Jambi dalam berbagai hal, baik melalui pemberitaan yang mendidik masyarakat, maupun dengan berkolaborasi melakukan penyuluhan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,” tambah Irwansyah.

Sementara itu, Kombes Pol Katino, Kepala BNN Kota Jambi, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas niat baik PWI Kota Jambi, untuk mendukung gerakan bersama dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Jambi.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan PWI Kota Jambi. Kami percaya bahwa memerangi narkoba adalah tugas kita bersama,” sebutnya.

“Narkoba adalah musuh negara, musuh rakyat Indonesia, dan kita harus bersatu untuk mencegah serta memberantasnya,” ungkap Katino.

Katino menyoroti dampak buruk narkoba yang kini semakin meresahkan masyarakat, dengan peredaran yang semakin mudah dan meningkatnya jumlah pengguna.

Narkoba tidak mengenal batas usia atau jenis kelamin, dan siapapun bisa terjerumus ke dalam kecanduan jika tidak ada upaya pencegahan yang maksimal.

“Oleh karena itu, dengan dukungan PWI Kota Jambi, kami berharap bisa bersama-sama berjuang melawan narkoba dan memastikan peredarannya tidak masuk ke dalam lingkungan keluarga kita,” tegasnya.

Sebagai simbol dari sinergi dan komitmen untuk berkolaborasi, Irwansyah menyerahkan plakat kepada Kepala BNNK Jambi, yang kemudian dibalas dengan penyerahan plakat serupa oleh Katino.

Kolaborasi antara PWI Kota Jambi dan BNN Kota Jambi diharapkan dapat terus berkembang untuk mewujudkan Kota Jambi bebas narkoba.(*)




Bisa Diterbitkan Dalam 18 Menit, Pj Walikota Jambi Luncurkan Layanan PBG MBR

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus berinovasi untuk mempercepat pelayanan publik melalui peluncuran layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dalam upaya mendukung pembangunan rumah yang cepat dan terjangkau, Pj Walikota Jambi, Sri Purwaningsih, memastikan bahwa seluruh proses perizinan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam.

Layanan PBG MBR Dapat Diselesaikan Dalam Waktu Singkat

Peluncuran layanan ini terbukti efektif, dengan salah satu warga, Pak Oni, yang mengajukan permohonan Persetujuan PBB (PBB) dapat diproses hanya dalam waktu 18 menit.

Baca juga: Bantuan Rp154 Juta dari Pemkot Jambi, Meringankan Beban Korban Bencana

Baca juga: Harap Ada Solusi Baru Lewat Kepemimpinan Wali Kota Maulana, Atasi Pasar Talang Banjar

Ini adalah bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien, sejalan dengan arahan dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perumahan agar semua masyarakat memiliki akses ke rumah yang layak.

Pj. Walikota Jambi, Sri Purwaningsih, menyampaikan bahwa melalui kerja sama tim yang solid, layanan perizinan ini dapat diselesaikan lebih cepat dari sebelumnya.

“Kami ingin memastikan bahwa semua warga yang ingin membangun rumah mendapat layanan yang cepat dan efisien. Hari ini, kami menunjukkan bahwa Kota Jambi mampu melaksanakan proses PBG dalam waktu yang sangat singkat,” ujar Sri Purwaningsih.

Salah satu faktor yang mempercepat proses perizinan ini adalah hadirnya prototype desain rumah yang telah disepakati bersama dengan Pemda Bogor.

Baca juga: BKSDA Jambi Ingatkan Warga Waspadai Kemunculan Buaya di Sungai Batanghari

Baca juga: Polda Jambi Musnahkan 13 Kg Sabu Jelang Ramadan, Amankan 92 Tersangka

Melalui kerja sama ini, masyarakat yang akan membangun rumah hanya perlu memilih dari 55 desain yang telah tersedia.

Desain ini memudahkan masyarakat dalam merencanakan rumah mereka tanpa harus menghabiskan waktu untuk membuat desain baru, mempercepat proses perizinan.

Teknologi Mendukung Layanan Cepat PBG

Keberhasilan layanan ini juga didorong oleh faktor teknologi. Dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) yang terintegrasi, serta dukungan jaringan internet yang stabil, proses pengajuan PBG dapat diselesaikan dengan lebih efisien.

Pj Walikota Jambi berharap setiap harinya, sekitar 15 permohonan PBG dapat diproses dalam waktu singkat, tanpa hambatan teknis.

Peningkatan Layanan untuk Masyarakat

Selain itu, Sri Purwaningsih menambahkan bahwa dalam mendukung layanan PBG MBR, Pemerintah Kota Jambi juga bekerja sama dengan sektor perbankan untuk mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat.

Kerja keras tim yang terdiri dari berbagai dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perkim, DPRD, serta Dinas Kominfo, memastikan bahwa setiap permohonan dapat diproses tepat waktu.

Masyarakat Semakin Mudah Membangun Rumah

Dengan layanan PBG MBR yang cepat ini, masyarakat di Kota Jambi kini bisa membangun rumah mereka lebih mudah dan dengan proses perizinan yang cepat.

Proses pengajuan yang lebih efisien dan transparan diharapkan dapat mendorong lebih banyak warga untuk memiliki rumah yang layak.

Komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk Percepatan Layanan

Pj Walikota Jambi menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin agar setiap warga Kota Jambi dapat merasakan kemudahan dalam mendapatkan rumah yang layak, tanpa kendala administrasi yang lama,” tutup Sri Purwaningsih.

Dengan adanya inovasi layanan PBG MBR ini, Kota Jambi menunjukkan komitmennya dalam mempermudah proses perizinan dan membangun rumah yang terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Melalui teknologi dan kerja sama antarinstansi, perizinan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, mendukung pembangunan rumah bagi warga MBR, dan mempercepat terwujudnya hunian yang layak.(*)