Warga Geruduk Pertamina EP Kenali Asam Bawah Jambi Tuntut Penjelasan Zona Merah SHM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Puluhan warga menggeruduk kantor Pertamina EP Kenali Asam Bawah di Jambi untuk menuntut penjelasan terkait penetapan status zona merah atau blokir Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dinilai dilakukan sepihak tanpa melibatkan masyarakat.

Menurut warga, penetapan zona merah membuat tanah mereka tidak bisa diagunkan di bank, sulit diwariskan, dan terhambat dalam berbagai urusan administratif.

Warga menuntut Pertamina menghapus status zona merah dan mendesak Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk membuka blokir SHM mereka di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Mereka menilai blokir SHM tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan sangat merugikan.

Selain itu, warga memberikan tenggat waktu 7 hari kepada Pertamina dan pihak terkait untuk memberikan jawaban resmi.

Warga menegaskan, jika tidak ada kepastian dalam batas waktu tersebut, mereka akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar.(*)




Setelah 13 Tahun, Ilmuwan Temukan Rafflesia ‘Wajah Harimau’ Mekar di Hutan Sumbar

SEPUCUKJAMBI.ID – Bunga langka Rafflesia hasseltii, yang dijuluki “Rafflesia Wajah Harimau”, akhirnya ditemukan mekar di hutan hujan Sumatera Barat.

Momen langka ini menjadi buah dari ekspedisi selama 13 tahun yang dilakukan ilmuwan internasional bersama pemandu lokal, dan kini viral di media sosial.

Video haru saat bunga tersebut mekar diunggah oleh akun Instagram Universitas Oxford (@oxford_uni).

Dalam rekaman itu, pemandu lokal Septian “Deki” Andriki tampak menangis bahagia ketika kelopak Rafflesia terbuka perlahan di tengah malam-momen yang selama ini ia kejar tanpa kenal lelah.

Ekspedisi ini dipimpin oleh Dr. Chris Thorogood dari University of Oxford.

Ia dan tim melakukan perjalanan panjang menembus hutan lebat yang menjadi habitat harimau Sumatra, berjalan siang dan malam demi menyaksikan mekarnya spesies yang sangat sulit ditemukan tersebut.

“Tiga belas tahun. Saya sangat beruntung,” ujar Deki dengan suara bergetar setelah impiannya akhirnya terwujud.

“Hanya sedikit orang di dunia yang pernah melihat bunga ini,” tambah Dr Thorogood, menegaskan betapa langkanya momen tersebut.

Rafflesia hasseltii dikenal dengan pola kelopaknya yang menyerupai wajah harimau.

Spesies ini hanya mekar dalam hitungan hari, membuat peluang untuk menemukan bunga dalam kondisi sempurna menjadi sangat kecil.

Bunga tersebut ditemukan mekar di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat.

Akses menuju lokasi sangat menantang dan berisiko tinggi karena berada di wilayah jelajah harimau.

Penemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara peneliti internasional dan masyarakat lokal.

Deki telah menjadi “mata dan telinga” tim selama bertahun-tahun, menyusuri hutan demi mendeteksi tanda-tanda kemunculan Rafflesia.

Para ahli kini menyerukan upaya perlindungan yang lebih serius terhadap habitat Rafflesia hasseltii.

Kerusakan hutan dapat membuat peluang munculnya bunga langka ini semakin menipis di masa mendatang.(*)

 




Redenominasi Rupiah Bisa Perangi Korupsi? Begini Penjelasannya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sepekan terakhir, wacana redenominasi Rupiah kembali menjadi sorotan media setelah Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan rencana tersebut kepada publik pada pertengahan November 2025.

Rencana ini dikonfirmasi pada Jumat, 14 November 2025, di Gedung Kemenkeu RI, Jakarta.

Purbaya menjelaskan bahwa, redenominasi Rupiah telah masuk dalam PMK karena sudah tercantum dalam Prolegnas Jangka Menengah 2025–2029 yang disetujui DPR dan Bank Indonesia.

“Jadi kami hanya menaruh di situ saja,” ujarnya.

Redenominasi merupakan penyederhanaan nominal mata uang dengan menghapus beberapa nol tanpa mengurangi nilai daya beli.

Contohnya, uang Rp1.000, Rp5.000, dan Rp10.000 akan diubah menjadi Rp1, Rp5, dan Rp10.

Tujuan utamanya adalah menyederhanakan nominal uang, mempermudah transaksi, memperkuat kredibilitas Rupiah, dan meningkatkan efisiensi sistem pembayaran.

Selain manfaat tersebut, redenominasi juga berpotensi meningkatkan transparansi aliran uang, termasuk uang-uang gelap.

Tokoh publik Benny Batara Hutabarat, atau yang dikenal sebagai Bennix di sosial media, menyoroti hal ini melalui kanal YouTube-nya.

Bennix berpendapat bahwa, penyederhanaan nominal uang akan memaksa uang tunai besar milik koruptor untuk ditukarkan melalui bank.

Hal ini membuat aliran uang lebih transparan, dan sebagian uang gelap berpotensi kembali ke kas negara.

“Selain itu, sistem pembayaran dan pencatatan keuangan yang lebih efisien akan mengurangi peluang praktik ilegal,” kata dia.

Dengan redenominasi, uang tunai pecahan besar yang selama ini disembunyikan oleh koruptor harus diganti dengan pecahan baru yang lebih kecil.

Hal ini akan mempersulit koruptor untuk menyimpan uang gelap dalam jumlah besar.

Meski begitu, implementasi redenominasi akan menghadapi tantangan, mengingat tingginya praktik korupsi di Indonesia.

Namun, upaya ini tetap memberi harapan untuk memperkuat transparansi dan efisiensi sistem keuangan nasional.

Hanya waktu yang akan menunjukkan seberapa besar dampak positif dari rencana redenominasi Rupiah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.(*)




KPPD Angkatan II: Walikota Maulana Siap Terapkan Prioritas Strategis untuk Kota Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya kepala daerah menetapkan prioritas pembangunan sekaligus menjaga integritas dalam memimpin.

Pesan itu disampaikannya saat menutup Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (18/11/2025).

Kegiatan KPPD Angkatan II diikuti 25 bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini mencakup tiga komponen utama, yakni pembelajaran di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, studi lapangan dan pembelajaran di Singapura, serta penyusunan rencana aksi berdasarkan hasil pelatihan.

Bima menekankan bahwa masa jabatan kepala daerah berjalan cepat, sehingga para pemimpin daerah perlu memanfaatkan waktu untuk menetapkan prioritas pembangunan yang jelas.

“Menetapkan prioritas itu adalah kunci,” ujarnya.

Ia mengapresiasi tiga kepala daerah yang memaparkan rencana aksi hasil KPPD, terutama karena mereka berani fokus pada tiga isu strategis: pengelolaan sampah, ketahanan pangan, dan digitalisasi.

Menurutnya, persoalan tersebut merupakan isu klasik yang belum tuntas di tingkat nasional dan membutuhkan komitmen kepemimpinan.

Bima juga menilai keberanian peserta menetapkan fokus tersebut merupakan buah dari proses pembelajaran, termasuk studi lapangan di Singapura

“Ini mungkin berkah dari Singapura. Pertama, menjadi lebih berani. Kedua, berani menentukan target prioritas sesuai karakteristik daerah,” jelasnya.

Ia mengingatkan para kepala daerah untuk tidak ragu mengambil kebijakan selama memiliki dasar kajian dan landasan hukum yang kuat, terlebih jika kebijakan itu diyakini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kementerian Dalam Negeri insyaallah akan mendukung dan memfasilitasi,” tegas Bima.

Wali Kota Jambi, Maulana, yang juga turut hadir sebagai peserta KPPD Angkatan II, menyampaikan bahwa pembelajaran dari program ini memberikan perspektif baru dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Program ini membuka wawasan kami, terutama dalam menetapkan prioritas pembangunan yang lebih terukur. Bagi kami di Kota Jambi, isu penguatan layanan publik, digitalisasi, dan penataan lingkungan menjadi fokus yang akan terus kami dorong,” ujar Maulana.

Menurutnya, materi yang diterima selama pelatihan baik dari Lemhannas maupun studi lapangan di luar negeri—memperkuat komitmen kepemimpinan.

“Kami semakin yakin bahwa kebijakan berbasis data dan kajian adalah kunci pelayanan publik yang efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengapresiasi seluruh peserta yang telah menyelesaikan Program KPPD Angkatan II.

Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan investasi strategis untuk menyiapkan pemimpin daerah berintegritas, berkarakter kuat, dan mampu menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Para tokoh yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua Dewan Pembina Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Purnomo Yusgiantoro, Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol. Panca Putra, para kepala daerah peserta KPPD Angkatan II Tahun 2025, serta pejabat terkait lainnya.(*)




Walikota Maulana Sukses Dorong Inovasi LAGRO KOJA Hingga Masuk Top 3 Nasional

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui kemitraan inklusif kembali membuahkan hasil.

Kota Jambi berhasil menembus Top 3 Nasional dalam kategori inovasi pada ajang Integrate Sustainable Indonesia Movement (I-SIM) 2025 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas bersama Badan Gizi Nasional (BGN), PT Surveyor Indonesia, dan APEKSI.

Penghargaan tersebut diraih setelah melalui penjurian Top 5 Kabupaten/Kota Peserta I-SIM 2025 yang berlangsung di Aula Graha Surveyor Indonesia, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menyampaikan presentasi terkait inovasi unggulan Lahan Abadi Agro Kota Jambi (LAGRO KOJA) di hadapan dewan juri yang terdiri dari unsur Pentahelix: pemerintah, akademisi, serta dunia usaha.

LAGRO KOJA: Inovasi Ketahanan Pangan Kota Jambi

LAGRO KOJA merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemkot Jambi bersama Bank Indonesia, BULOG, BMKG, BRMP, dan BPS.

Program ini memanfaatkan lahan Balai Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPBTPHP) seluas 13,5 hektare sebagai kawasan pertanian hortikultura berkelanjutan.

Program ini bertujuan menjaga ketersediaan pangan lokal, menstabilkan harga komoditas, serta menjadi pusat edukasi dan percontohan pertanian hortikultura.

Fokus utama komoditas adalah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah agar tersedia sepanjang tahun, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kota Jambi.

Produksi Cabai 9–10 Ton per Hektare

LAGRO KOJA lahir dari permasalahan tingginya inflasi yang sempat terjadi akibat lonjakan harga cabai.

Kebutuhan cabai Kota Jambi mencapai 12 ton per hari, sementara 82 persen pasokannya berasal dari luar daerah.

Melalui program ini, Pemkot memanfaatkan lahan pemerintah dan memberdayakan masyarakat serta kelompok tani.

“Satu hektare lahan LAGRO mampu menghasilkan 9–10 ton cabai, jauh di atas pertanian biasa yang hanya sekitar 6,5 ton per hektare. Saat ini total produksi dari LAGRO mencapai sekitar 100 ton,” jelas Maulana.

Selain menekan inflasi, LAGRO KOJA juga meningkatkan pendapatan petani dan dikembangkan sebagai kawasan agrowisata yang diminati pelajar dan masyarakat.

Penilaian Objektif dan Berintegritas

Maulana menyampaikan rasa syukur atas capaian Kota Jambi dan mengapresiasi seluruh penyelenggara, termasuk PT Surveyor Indonesia dan APEKSI.

“Alhamdulillah, penilaian dilakukan secara objektif oleh para profesional yang berintegritas. Semoga hasil terbaik menjadi milik kita,” ujarnya.

Keberhasilan masuk Top 3 menjadi momentum bagi Kota Jambi untuk memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan serta ketahanan pangan yang adaptif.

Pengumuman peringkat dan penyerahan penghargaan Top 3 I-SIM 2025 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 19 November 2025.(*)




Waktu Tempuh Jambi–Betung Bakal Jadi 2 Jam, Proyek Tol JTTS Dipercepat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Betung–Tempino–Jambi terus menunjukkan perkembangan positif.

PT Hutama Karya (Persero) saat ini mengebut penyelesaian Seksi 1 sepanjang 62,4 km, yang akan memperkuat konektivitas antara Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, hingga Kota Jambi.

Ruas ini nantinya terhubung langsung dengan jaringan JTTS menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Secara keseluruhan, tol ini memiliki panjang 170,73 km yang terbagi menjadi tiga seksi:

  • Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya (62,38 km)

  • Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir (54,32 km)

  • Seksi 3 Bayung Lencir–Sp. Ness (52,59 km)

Saat ini, progres fisik telah mencapai 30,83%, sedangkan pembebasan lahan mencapai 43,35%. Interchange Betung telah tersedia, dan pekerjaan perkerasan Akses Betung diselesaikan seluruhnya.

Selain jalan utama, ruas tol ini akan dilengkapi lima interchange Betung, Tungkal Jaya, Bayung Lencir, Tempino, dan Ness nserta empat pasang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di beberapa titik strategis.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyebutkan bahwa pembangunan TIP berjalan paralel dengan pekerjaan jalan tol.

“Sesuai target, pekerjaan utama dituntaskan pada Triwulan I 2027. Seluruh fasilitas termasuk TIP juga tengah diselesaikan,” ujarnya.

Jika beroperasi penuh, jalan tol ini mampu memangkas waktu perjalanan Jambi–Betung dari sekitar 6 jam menjadi hanya 2 jam.

Sehingga memberikan dampak besar bagi efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatera Selatan hingga Jambi.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai proyek ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional untuk pemerataan infrastruktur.

“Tol yang menghubungkan pusat ekonomi akan menurunkan biaya logistik dan memperkuat daya saing wilayah,” ujarnya.

Hutama Karya menyatakan komitmennya untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar keselamatan.

“Kami berharap manfaat tol ini segera dirasakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel dan Jambi,” tutup Mardiansyah.

Hingga kini, Hutama Karya telah membangun sekitar 1.235 km JTTS, termasuk sejumlah ruas yang telah beroperasi penuh di Sumatera.(*)




Purbaya Yudhi Sadewa Ajak Media Indonesia Jalankan Fungsi Pengawasan dan Solusi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan dukungannya terhadap gerakan jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan media di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Fun Run For Good Journalism 2025 yang digelar Forum Pemred di Universitas Atma Jaya Jakarta, Minggu (16/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menekankan pentingnya media dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan yang muncul.

Ia menyoroti kondisi jurnalis beberapa tahun terakhir yang dianggap kurang kritis.

“Yang saya lihat beberapa tahun ini jurnalisnya mingkem semua. Ngga pernah kasih kritik, akibatnya ekonomi kita susah,” ujar Purbaya, yang disambut meriah oleh peserta acara.

Purbaya berharap semangat good journalism dapat mendorong kritik konstruktif dan gagasan solutif dari media demi kemajuan Indonesia.

Ia menekankan pentingnya jurnalis dalam mengendalikan arah pembangunan negara.

“Bagus lah good journalism. Untuk ke depan kasih kritiklah yang baik tapi kasih pemecahannya juga kalau bisa. Yang mengendalikan arah ke depan kan termasuk jurnalis juga. Klo engga kita semua salah arah,” tutur Purbaya sebelum menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Anugerah Jurnalistik Forum Pemred 2025.

Menteri Keuangan juga meminta agar media tidak ragu memberikan koreksi kepadanya.

“Selamat semuanya untuk good journalism. Koreksi saya yang baik lah, klo saya salah tolong kasih koreksi biar kita arahnya benar,” kata Purbaya.

Acara Fun Run For Good Journalism 2025 diikuti sekitar 400 peserta dan dihadiri tokoh media, jurnalis senior, pengurus asosiasi media, pimpinan redaksi, serta pendukung kegiatan yang digagas Forum Pemred.(*)




Kronologi Perjalanan Bilqis: Dijual Rp3 Juta, Dibawa Lintasi 3 Pulau Sebelum Ditemukan di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus hilangnya Bilqis (4), bocah perempuan yang sempat dilaporkan hilang di Taman Pakui Sayang, Makassar, akhirnya terungkap sebagai bagian dari jaringan perdagangan anak lintas pulau.

Setelah hampir sepekan menghilang, Bilqis ditemukan dalam keadaan selamat di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pada Sabtu malam (8/11/2025).

Penemuan ini merupakan hasil operasi gabungan Resmob Polda Jambi, Polrestabes Makassar, dan Batax Team Polres Merangin, yang menelusuri jejak sindikat penculikan dan jual beli anak tersebut.

Fakta mengejutkan pun terungkap Bilqis dijual dengan harga Rp3 juta, melalui dua kali transaksi antar anggota sindikat.

Perjalanan 2.611 Kilometer, Melintasi Tiga Pulau Besar

Dari hasil penyelidikan, Bilqis diketahui dibawa menempuh jarak sekitar 2.611 kilometer dari Makassar, Sulawesi Selatan, hingga ke Gading Jaya, Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi.

Perjalanan panjang itu melewati tiga pulau besar Nusantara mulai dari Sulawesi, menyebrang ke Kalimantan, melintas Pulau Jawa, hingga akhirnya mencapai Sumatera bagian tengah.

Lokasi penemuan Bilqis berada sekitar 528 kilometer tenggara Kota Jambi.

Bocah tersebut ditemukan dalam kondisi lemah, ketakutan, dan mengalami trauma mendalam setelah dibawa berpindah dari satu tangan pelaku ke pelaku lainnya.

Kronologi Hilangnya Bilqis

Bilqis dilaporkan hilang pada Minggu (2/11/2025) di Taman Pakui Sayang, Makassar.

Saat itu, ayahnya Dwi Nur Mas (Dimas) sedang melatih di lapangan tenis yang berdekatan dengan area bermain tempat Bilqis berada.

“Saya sedang di lapangan, anak saya izin mau main di sebelah. Setelah saya panggil lagi, tidak ada,” kata Dimas saat diwawancarai.

Laporan resmi baru disampaikan ke Polsek Panakkukang pada Senin (3/11/2025).

Sejak saat itu, pencarian dilakukan secara intensif, dibantu masyarakat dan relawan.

Diselamatkan di Tempat Gelap dan Terpencil

Setelah pengejaran selama dua hari, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan Bilqis di sebuah bangunan gelap dan terpencil di kawasan Tabir Selatan.

Saat ditemukan, Bilqis tampak takut dan sempat menolak ikut polisi karena mengira mereka bagian dari pelaku.

Polisi kemudian menelpon orang tuanya agar berbicara langsung dengan Bilqis.

Setelah mendengar suara ayah dan ibunya, Bilqis mulai tenang dan mau mengikuti petugas keluar dari lokasi persembunyian.

Kini, Bilqis menjalani pendampingan psikologis, sementara polisi terus memburu jaringan pelaku lain yang terlibat dalam perdagangan anak lintas provinsi ini.(*)




Kronologi Penemuan Bilqis: Hilang di Makassar, Ditemukan di Jambi Setelah Sepekan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah sempat menghilang selama sepekan, Bilqis (4), bocah yang sebelumnya dilaporkan hilang di Taman Pakui Sayang, Makassar, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Korban ditemukan di Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi, pada Sabtu (8/11/2025).

Lokasi penemuan Bilqis berjarak sekitar 528 kilometer tenggara Kota Jambi, ibu kota provinsi, atau sekitar 2.611 kilometer dari Makassar, titik awal hilangnya korban.

Diduga, Bilqis menjadi korban jaringan perdagangan anak lintas pulau, yang melibatkan pergerakan dari Sulawesi, Kalimantan, Jawa, hingga Sumatera.

Setelah dilakukan pengejaran selama dua hari, tim gabungan kepolisian berhasil menemukan Bilqis di sebuah tempat gelap dan terpencil di wilayah Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Saat ditemukan, Bilqis tampak trauma dan ketakutan.

Bahkan sempat mengira aparat kepolisian sebagai orang asing yang hendak mencelakainya.

Untuk menenangkan Bilqis, polisi menghubungi orang tuanya agar dapat berbicara langsung melalui telepon.

Setelah mendengar suara ayah dan ibunya, Bilqis mulai tenang dan bersedia mengikuti petugas.

“Anak ini sempat takut. Kami hubungi orang tuanya agar ia percaya dan tidak panik,” ujar salah satu anggota tim penyelamat.

Bilqis diketahui hilang pada Minggu (2/11/2025) ketika sedang bermain di sekitar taman.

Sementara sang ayah, Dwi Nur Mas (34), tengah berlatih tenis di lapangan tak jauh dari lokasi.

“Anak saya izin mau main di sebelah. Setelah saya panggil lagi, sudah tidak ada. Saya langsung panik,” tutur Dwi.

Keesokan harinya, Dwi melaporkan kehilangan anaknya ke Polsek Panakkukang.

Ia menegaskan, tidak ada permasalahan keluarga yang menjadi penyebab hilangnya Bilqis.

“Kami tidak punya masalah keluarga, jadi saya yakin ini murni penculikan,” tegasnya.

Dwi juga sempat mengimbau masyarakat agar membantu memberikan informasi bila melihat anaknya.

“Kami mohon doa dan bantuan masyarakat agar Bilqis ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya sebelum Bilqis akhirnya berhasil ditemukan.

Kini, Bilqis sudah dalam penanganan medis dan pendampingan psikologis.

Sementara kepolisian masih menelusuri jaringan pelaku yang diduga merupakan bagian dari sindikat perdagangan anak antar pulau.(*)




Pengakuan Ana, Terduga Penculik Bilqis: Saya Kira Anak Itu Tak Punya Orang Tua

MAKASSAR, SEPUCUKJAMBI.ID – Polisi akhirnya menangkap seorang wanita bernama Sri Yuliana alias Ana (30), terduga pelaku penculikan balita Bilqis (4) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ana sempat terekam kamera CCTV saat menggandeng korban keluar dari area Taman Pakui Sayang, tempat kejadian perkara.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Jatanras Polrestabes Makassar pada Sabtu malam (8/11/2025).

Dalam proses interogasi, Ana yang berambut hitam dengan ujung pirang itu tampak mengenakan jaket.

Saat dimintai keterangan, Ana mengaku membawa Bilqis karena mengira bocah tersebut tidak memiliki orang tua.

Ia mengaku pertama kali bertemu korban yang sedang bermain sendirian di taman pada Minggu pagi (2/11).

“Pertamanya anak-anak main saja. Saya tanya, ‘mana mamakmu?’ Dia bilang tidak ada. ‘Bapakmu?’ Dia cuma geleng,” ujar Ana saat diperiksa polisi.

Ana kemudian mengaku membawa Bilqis tanpa paksaan atau iming-iming.

Ia mengatakan Bilqis hanya mengangguk ketika diajak pergi bersamanya.

Saat itu, Ana juga membawa dua anak kandungnya, yang turut terekam CCTV di lokasi.

Sebelumnya, Bilqis dilaporkan hilang saat menemani ayahnya, Dwi Nur Mas alias Dimas (34), yang sedang berlatih tenis di taman yang sama.

Saat ayahnya bermain, Bilqis bermain di area playground hingga kemudian menghilang.

Dimas baru menyadari anaknya hilang setelah beberapa kali memanggil. Namun tak mendapat jawaban.

Keluarga kemudian melapor ke polisi dan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Dari hasil rekaman, terlihat Ana menggandeng Bilqis, awalnya mengenakan hijab.

Namun di rekaman lain sudah melepas hijab dan mengenakan topi pada Bilqis.

“Dia pintar. Awalnya pakai hijab di taman, tapi di CCTV Jalan Sungai Saddang dia sudah lepas hijab, sementara anakku dipakaikan topi,” ujar Dimas.

Setelah enam hari pencarian, Bilqis akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Jambi pada Sabtu malam (8/11).

“Alhamdulillah, Bilqis ditemukan di Jambi dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Dimas.(*)