Dengan harga Bitcoin saat ini masih berada di kisaran US$86.000-an, pasar juga menunggu apakah BTC mampu menembus high pada 2 Oktober.
Penembusan level tersebut dapat menjadi konfirmasi awal bahwa Bitcoin mulai memasuki fase kenaikan berikutnya menuju target US92.000danUS97.000.
BTC Masih Butuh Konfirmasi
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan adanya ruang untuk melanjutkan pemulihan, tetapi pasar masih membutuhkan konfirmasi dari sisi momentum dan volume.
“Bitcoin saat ini masih berada dalam fase yang menarik karena struktur kenaikannya belum rusak. Namun, level resistance tetap menjadi kunci. Jika BTC mampu menembus high sebelumnya dengan dukungan volume dan permintaan yang lebih kuat, peluang untuk bergerak menuju US92.000akansemakinterbuka.Setelahitu,US97.000 bisa menjadi target berikutnya yang diperhatikan pasar,” kata Yudho.
Menurut Yudho, area US81.000–US83.000 juga menjadi zona penting untuk mengukur apakah penguatan Bitcoin saat ini merupakan kelanjutan tren atau hanya reli sementara.
“Perlu diperhatikan bukan hanya seberapa tinggi Bitcoin bisa naik, tetapi juga seberapa kuat harga bertahan ketika terjadi koreksi. Selama area support utama masih terjaga, struktur bullish masih memiliki ruang. Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, pasar perlu mengantisipasi perubahan momentum dan potensi koreksi yang lebih dalam,” lanjutnya.
Belum Ada Konfirmasi Bitcoin Menuju US$97.000
Di sisi lain, analisis teknikal tersebut belum memberikan konfirmasi penuh bahwa Bitcoin akan langsung bergerak menuju US92.000atauUS97.000.
Pemulihan dari level terendah 28 September disebut berlangsung dalam tiga tahap, sebuah pola yang dapat menunjukkan bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat. Bitcoin juga masih bergerak dalam rentang perdagangan sehingga arah tren jangka pendek belum sepenuhnya jelas.
Selain itu, Bitcoin perlu menembus resistance dari high 2 Oktober untuk memberikan sinyal bahwa fase kenaikan berikutnya telah dimulai.
Kondisi pasar yang relatif tenang juga menjadi perhatian. Periode volatilitas rendah sebelumnya pernah diikuti oleh pergerakan besar, sehingga perubahan volatilitas menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan pelaku pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







