Benteng Rotterdam, Saksi Bisnis Rempah dan Sejarah Panjang Makassar

Benteng Rotterdam Makassar merupakan peninggalan bersejarah Kerajaan Gowa dan VOC Belanda. Destinasi wisata sejarah yang menyimpan kisah perdagangan, budaya, dan perjuangan bangsa.

SEPUCUKJAMBI.ID – Benteng Rotterdam berdiri megah di kawasan pesisir Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu ikon sejarah paling berharga di Indonesia bagian timur.

Bangunan bersejarah ini tidak hanya merepresentasikan masa lalu, tetapi juga menegaskan peran Makassar sebagai pusat perdagangan dan persilangan budaya sejak ratusan tahun silam.

Benteng ini awalnya dibangun oleh Kerajaan Gowa pada abad ke-17 dan dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang.

Pada masa itu, bentuk pertahanannya masih mengadopsi gaya arsitektur Nusantara yang fungsional dan kokoh.

Setelah Makassar berada di bawah kekuasaan VOC Belanda, benteng tersebut direnovasi dan diberi nama Fort Rotterdam.

Baca juga:  Panduan Lengkap Liburan ke Gunung Kelud, Destinasi Alam Populer Jawa Timur

Keunikan Benteng Rotterdam terletak pada desainnya yang menyerupai seekor penyu.

Bentuk ini diyakini melambangkan kekuatan Kerajaan Gowa yang mampu berjaya di daratan maupun lautan.

Dari sudut pandang udara, siluet penyu tersebut masih dapat dikenali hingga saat ini.

Kawasan Benteng Rotterdam memiliki area yang luas dan tertata rapi.

Dinding-dinding tebal berwarna cokelat kemerahan mengelilingi bangunan bergaya kolonial yang masih terawat dengan baik.

Meski berada di pusat kota, suasana di dalam benteng terasa tenang dan sejuk, menjadikannya tempat favorit bagi wisatawan dan warga lokal untuk berjalan santai atau sekadar menikmati suasana.

Baca juga:  'Laut Bercerita' Diadaptasi Jadi Film, Tayang 2026 dengan Reza Rahadian & Dian Sastro

Di dalam kompleks benteng, terdapat Museum La Galigo yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah.

Museum ini menampilkan peninggalan Kerajaan Gowa, artefak budaya Bugis-Makassar, hingga dokumentasi kejayaan maritim Sulawesi Selatan.

Melalui koleksi tersebut, pengunjung diajak memahami peran penting Makassar dalam jalur perdagangan dan pelayaran nusantara.

Benteng Rotterdam juga memiliki nilai historis yang kuat sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro pada masa penjajahan Belanda.

Salah satu bangunan di dalam kawasan benteng menjadi saksi bisu masa-masa akhir perjuangan pahlawan nasional tersebut, menambah makna emosional bagi pengunjung yang mendalami sejarah perjuangan bangsa.

Baca juga:  Gedung Sate, Penjaga Sejarah yang Tetap Hidup di Tengah Kota Bandung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Benteng Rotterdam adalah pada sore hari.

Saat matahari mulai condong ke barat, cahaya senja menciptakan suasana dramatis di sepanjang tembok benteng.

Udara yang lebih sejuk juga membuat kawasan ini kerap menjadi ruang publik bagi warga untuk berkumpul dan beraktivitas ringan.

Benteng Rotterdam tidak menawarkan hiburan modern atau wahana wisata kekinian.

Daya tarik utamanya justru terletak pada cerita sejarah yang melekat di setiap sudut bangunannya.

Mengunjungi benteng ini serasa menelusuri kembali jejak panjang Makassar sebuah perjalanan yang tenang, penuh wibawa, dan sarat makna sejarah.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait