JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sedang dilanda banjir bandang dan longsor yang menyebabkan kerusakan besar pada ribuan rumah, infrastruktur, serta fasilitas umum.
Ribuan warga harus mengungsi, sementara korban jiwa terus bertambah
Akses menuju sejumlah lokasi juga masih terhambat akibat medan yang sulit, sehingga memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Walau dampak bencana cukup luas, pemerintah pusat belum menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional.
Namun, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa penanganannya sudah setara dengan standar nasional.
“Untuk penetapan bencana nasional sementara belum, setahu saya begitu. Tetapi langkah penanganan yang diberikan sudah berskala nasional. Sejak hari pertama, pemerintah pusat turun langsung dan mengikuti prosedur nasional, sehingga seluruh upaya sudah dilakukan secara maksimal,” ujar Tito.
Pemerintah pusat telah mengirim bantuan logistik, tim evakuasi, dan personel tanggap darurat ke wilayah terdampak.
Kerja sama dengan pemerintah daerah terus diperkuat guna memperlancar distribusi bantuan dan evakuasi warga.
Di tengah penanganan tersebut, sejumlah anggota DPR dan kelompok masyarakat sipil mendesak agar status bencana ini dinaikkan menjadi bencana nasional.
Mereka menilai, status tersebut akan mempercepat koordinasi antarinstansi dan penyaluran anggaran untuk kebutuhan mendesak.
Besarnya kerusakan dan sulitnya akses menjadi alasan utama desakan tersebut.
Pemerintah menyampaikan bahwa penetapan bencana nasional hanya diberikan untuk kejadian dengan dampak ekstrem jangka panjang.
Meski demikian, proses evakuasi, bantuan darurat, serta upaya pemulihan tetap dilakukan secara maksimal oleh tim di lapangan.
Bencana ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus ditingkatkan agar penanganan dapat lebih cepat dan efektif.
Meski belum berstatus bencana nasional, upaya penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membantu warga yang terdampak.
Ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal terus mendapatkan dukungan, sementara tim gabungan bekerja tanpa henti untuk meminimalkan kerugian lanjutan.(*)







