Waduh! Tiga Siswa Sekolah Rakyat Kota Jambi Mundur, Ini Penjelasan Dinsos

Waduh! Tiga Siswa Sekolah Rakyat Kota Jambi Mundur, Ini Penjelasan Dinsos

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) Kota Jambi, dikabarkan kembali mundur.

Kabid Resos Dinsos Kota Jambi, Ahmad Fikri Aiman menyebutkan, dua siswa tersebut bukan kabur. Melainkan memang mundur.

“Untuk alasannya, ini masih kita tanyakan. Mereka mundur per Jumat 15 Agustus 2025 kemarin,” ungkapnya.

Sebelumnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kita Kota Jambi dimulai.

Namun, dinamika awal mulai terasa dengan kabar bahwa dua siswa kembali mengundurkan diri dari sekolah tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengonfirmasi bahwa memang tidak semua anak mampu langsung beradaptasi dengan pola hidup asrama yang penuh aturan dan kedisiplinan.

“Kemarin ada tiga anak yang mengundurkan diri, dan kini dua lagi. Tapi setiap kali ada yang mundur, kami langsung lakukan penggantian. Mayoritas karena belum siap hidup di lingkungan asrama,” jelas Yunita saat diwawancarai, Rabu (13/8) lalu.

Menurut Yunita, selain ketidaksiapan mental dan psikologis, sempat ada kasus di mana salah satu anak merasa kecewa karena janji pemberian telepon genggam oleh pihak keluarga tak ditepati, yang memengaruhi motivasi anak tersebut untuk bertahan.

“Kami menduga itu berasal dari ekspektasi orang tua. Namun yang lebih utama tetap soal adaptasi dan kesiapan anak-anak menghadapi lingkungan baru yang lebih tertib dan terstruktur,” tambahnya.

Berbeda dari sekolah formal biasa, MPLS di Sekolah Rakyat ini dirancang berlangsung lebih lama.

Fokus utama adalah pendekatan psikososial, menciptakan rasa aman, nyaman, dan membangun keterikatan emosional siswa terhadap lingkungan sekolah dan pengasuhnya.

“Anak-anak ini rata-rata berasal dari latar belakang rentan. Maka pendekatannya pun harus pelan dan penuh penguatan mental. Sekarang mereka sudah mulai masuk ke proses belajar, meskipun bertahap,” jelas Yunita.

Baca juga:  Jelang MTQ Provinsi, Kota Jambi Fokus Asah Prestasi Kafilah Dengan TC Terpadu

Selain persoalan adaptasi siswa, kekurangan tenaga pengajar juga sempat menjadi kendala.

Salah satu guru Bahasa Inggris mengundurkan diri karena alasan jarak tempuh ke sekolah.

Untuk sementara, kekosongan tersebut diisi oleh Kepala Sekolah yang memang berlatar belakang sebagai guru Bahasa Inggris.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kota Jambi memiliki sekitar 6 tenaga pengajar yang menangani 98 siswa dari berbagai latar belakang.

Proses belajar mengajar dilaksanakan hanya di dua ruang kelas, yang dibagi menjadi dua kelompok besar.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Web Design