SEPUCUKJAMBI.ID – Perang antara Israel dan Iran masih berlangsung sengit hingga sepekan berlalu.
Serangan balasan terus dilancarkan oleh kedua pihak, menyebabkan ratusan korban jiwa dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Awal Mula Perang Israel vs Iran
Konflik ini bermula dari serangan udara yang dilancarkan Israel ke Iran pada Jumat, 13 Juni 2025.
Serangan tersebut menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran, termasuk kompleks nuklir Natanz dan pusat teknologi nuklir di Isfahan.
Israel berdalih, serangan itu adalah langkah pencegahan setelah laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa, Iran diduga memperkaya uranium hingga 60%.
Mendekati tingkat kemurnian 90% yang dapat digunakan untuk membuat bom nuklir.
Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan proyek nuklirnya murni untuk kepentingan sipil.
Iran Balas Serangan, Tel Aviv Dihujani Rudal
Menanggapi serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan ke Tel Aviv menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone).
Israel kembali membalas, memicu pertempuran yang semakin sengit.
Hingga Rabu dini hari (18/6) lalu, ledakan-ledakan masih terdengar di berbagai wilayah Iran, terutama dekat fasilitas strategis.
Data terakhir menyebutkan, setidaknya 224 orang tewas di Iran, sementara 24 korban jiwa dilaporkan di Israel akibat serangan rudal balasan dari Iran.
Sikap Tegas Iran dan Ketegangan Diplomatik
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi serangan dari Israel.
“Siapapun yang menyerang Iran, akan kami balas. Kami juga mengimbau negara lain untuk berhenti mendukung rezim ini (Israel),” ujar Boroujerdi.
Iran juga mulai membatasi akses komunikasi warganya ke dunia luar.
Pemerintah Iran memblokir layanan internet dan membatasi panggilan telepon, serta menyerukan agar masyarakat menghapus WhatsApp karena dicurigai membocorkan data pengguna ke Israel.
Respons Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara melalui akun Truth Social miliknya.
Ia menyampaikan peringatan keras kepada Iran dan mendesak negara tersebut untuk menyerah tanpa syarat.
“Kami tahu di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ mereka bersembunyi. Kami tidak akan menyerangnya… untuk sekarang,” tulis Trump.
“MENYERAH TANPA SYARAT!” tegasnya dalam pernyataan terpisah.
Situasi Terkini di Teheran dan Tel Aviv
Ketegangan di ibu kota Teheran dan Tel Aviv masih tinggi.
Pemerintah kedua negara mengerahkan pasukan tambahan dan memperkuat pertahanan rudal mereka.
Warga diminta tetap berada di tempat aman dan menghindari kerumunan.(*)
Tinggalkan Balasan