Sering Lelah dan Pucat? Bisa Jadi Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi tak hanya menyebabkan anemia. Simak 9 dampak serius defisiensi zat besi, mulai dari gangguan jantung hingga penurunan fungsi otak, serta cara mencegahnya secara alami.

SEPUCUKJAMBI.ID – Zat besi merupakan mineral penting yang berperan besar dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Tanpa asupan zat besi yang cukup, distribusi oksigen menjadi tidak optimal dan organ-organ tubuh harus bekerja lebih keras.

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan anemia, tetapi juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius jika berlangsung dalam jangka panjang.

Berikut 9 dampak kekurangan zat besi yang perlu diwaspadai:

1. Anemia Defisiensi Besi

Ini adalah dampak paling umum. Gejalanya meliputi mudah lelah, wajah pucat, pusing, jantung berdebar, hingga sesak napas karena tubuh kekurangan oksigen.

2. Daya Tahan Tubuh Melemah

Zat besi berperan dalam fungsi sistem imun. Ketika kadarnya rendah, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan proses pemulihan pun lebih lambat.

3. Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Pada anak-anak, defisiensi zat besi dapat mengganggu perkembangan otak, menurunkan kemampuan belajar, serta memengaruhi konsentrasi.

4. Risiko Gangguan Jantung

Saat kadar hemoglobin rendah, jantung harus memompa darah lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Dalam jangka panjang, hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan jantung.

5. Kelelahan Kronis

Rasa lelah berkepanjangan meskipun sudah cukup istirahat bisa menjadi tanda kadar zat besi rendah.

6. Penurunan Fungsi Kognitif

Orang dewasa yang kekurangan zat besi dapat mengalami sulit fokus, penurunan daya ingat, serta gangguan produktivitas kerja.

7. Komplikasi Kehamilan

Ibu hamil dengan kadar zat besi rendah berisiko mengalami anemia berat, persalinan prematur, serta melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

8. Sindrom Kaki Gelisah

Defisiensi zat besi juga dikaitkan dengan restless legs syndrome, yaitu sensasi tidak nyaman pada kaki yang menimbulkan dorongan untuk terus digerakkan.

9. Gangguan Suasana Hati

Kadar zat besi yang rendah dapat memengaruhi keseimbangan kimia di otak, sehingga meningkatkan risiko perubahan mood dan perasaan tidak stabil.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Apa Itu Dopamine Detox? Tren Gaya Hidup yang Diklaim Bisa Reset Otak

Pos terkait