JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Game simulasi pembangunan kota TheoTown mendadak viral di Indonesia pada awal 2026.
Meski dirilis sejak 2019, game bergaya city-builder pixel art ini meledak di media sosial seperti TikTok, X, dan grup Facebook, khususnya di kalangan gamer Tanah Air.
TheoTown dikembangkan oleh studio independen asal Jerman, Lobby Divinus (Blueflower).
Pemain berperan sebagai wali kota yang memiliki kebebasan merancang kota dari nol, mulai dari pembangunan infrastruktur, perumahan, hingga pengaturan ekonomi dan manajemen warga.
Fenomena viral ini dipicu beberapa faktor:
-
Ringan dan kompatibel di perangkat berspesifikasi rendah, sehingga mudah diakses pemain Indonesia.
-
Mode permainan fleksibel, dari sandbox bebas hingga simulasi menantang dengan anggaran terbatas.
-
Ekspresi kreatif dan satir sosial, di mana komunitas membuat kota virtual dengan humor, sindiran kebijakan nyata, dan elemen komedi seperti pajak tinggi, penggusuran, atau jalan tol mahal.
Unggahan kota virtual ini cepat viral, diperkuat oleh streamer dan content creator Indonesia yang memainkan langsung game tersebut, menarik jutaan penonton dan memperluas komunitas. Lonjakan pemain bahkan mendapat perhatian tim pengembang asal Jerman.
Selain hiburan, fenomena ini memunculkan diskusi tentang game ringan sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus refleksi sosial.
Pengamat menilai TheoTown menjadi “cermin urban” bagi realitas kota, kebijakan publik, dan dinamika sosial di Indonesia.(*)







