Seberapa Akurat Tes MBTI? Ini Penjelasan Ilmiah dan Keterbatasannya

SEPUCUKJAMBI.ID – Tes kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) masih menjadi salah satu tes psikologi paling populer, terutama di kalangan anak muda, mahasiswa, hingga profesional.

Tes ini kerap digunakan untuk mengenali diri sendiri, menentukan gaya kerja, bahkan dijadikan bahan pertimbangan dalam dunia karier.

Namun, muncul satu pertanyaan penting: seberapa akurat tes MBTI sebenarnya?

Jawabannya tidak sesederhana benar atau salah.

MBTI merupakan tes kepribadian yang dirancang untuk mengidentifikasi kecenderungan psikologis seseorang.

Tes ini mengelompokkan individu ke dalam 16 tipe kepribadian, berdasarkan empat dimensi utama, yakni orientasi energi (introvert–ekstrovert), cara memproses informasi, cara mengambil keputusan, serta gaya menghadapi dunia luar.

Karena mudah diakses dan hasilnya mudah dipahami, tes MBTI banyak digunakan secara luas, termasuk melalui platform online.

Meski populer, akurasi tes MBTI masih menjadi perdebatan di kalangan psikolog. Salah satu kritik utama adalah konsistensi hasil tes.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa mendapatkan hasil tipe kepribadian yang berbeda ketika mengulang tes dalam rentang waktu tertentu.

Hal ini menimbulkan keraguan terhadap reliabilitas MBTI, yaitu kemampuan alat tes untuk memberikan hasil yang stabil dari waktu ke waktu.

Selain itu, MBTI menggunakan pendekatan pilihan biner atau “salah satu”, seperti introvert atau ekstrovert.

Pendekatan ini dinilai terlalu menyederhanakan kepribadian manusia, yang pada kenyataannya berada dalam spektrum dan tidak selalu hitam-putih.

Meski memiliki keterbatasan, beberapa ahli menilai MBTI tetap memiliki manfaat tertentu.

Tes ini bisa membantu seseorang merefleksikan kebiasaan, preferensi, dan pola perilaku, terutama dalam konteks komunikasi, kerja tim, dan cara mengambil keputusan.

Dalam praktiknya, MBTI sering digunakan sebagai alat diskusi atau pengembangan diri, bukan sebagai diagnosis psikologis.

Para pakar menekankan bahwa hasil MBTI tidak seharusnya dijadikan label permanen atau dasar tunggal dalam menentukan pilihan besar, seperti karier, hubungan, atau potensi diri.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Pisces Berkilau Minggu Ini! Simak Ramalan 6 Zodiak Lain yang Tak Kalah Menarik

Pos terkait