Perbaikan Jembatan Sepungur Bungo Segera Dimulai, Ini Jadwalnya

Bupati Bungo, H. Dedy Putra, meninjau jembatan putus di Kampung Baru Sepungur. Pemerintah daerah akan memulai perbaikan jembatan pada Maret 2026 menggunakan anggaran APBD untuk memulihkan akses transportasi dan ekonomi warga.

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., turun langsung ke lapangan untuk meninjau jembatan putus di Kampung Baru Sepungur, Kecamatan Bathin II Bebeko.

Jembatan tersebut menjadi jalur vital masyarakat sekaligus penggerak ekonomi warga setempat.

Dalam peninjauan, Bupati didampingi sejumlah pejabat daerah, termasuk anggota DPRD Kabupaten Bungo, Kepala BPBD dan Kesbangpol, perwakilan Dinas PUPR, Camat Bathin II Bebeko, Datuk Rio, dan tokoh masyarakat.

Baca juga:  Tol Jambi Padat Saat Arus Balik Tahun Baru 2026, Ini Data Hutama Karya

Kerusakan jembatan dipicu oleh intensitas hujan tinggi, yang menyebabkan salah satu tiang penahan kawat seling roboh.

Akibatnya, struktur jembatan tidak mampu menahan beban dan penggunaannya dihentikan demi keselamatan warga.

“Ini akses vital masyarakat. Kalau dibiarkan terlalu lama, aktivitas dan perekonomian warga akan terganggu. Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Bupati Dedy Putra.

Baca juga:  Curah Hujan Tinggi Jadi Kendala, CSR Cetak Sawah 2025 Batang Hari Molor

Pemerintah Kabupaten Bungo akan menggunakan anggaran APBD untuk perbaikan jembatan agar proses penanganan tidak berlarut-larut.

Mengingat bantuan dari pemerintah pusat membutuhkan waktu yang lebih panjang.

“Kita ambil langkah cepat. Insyaallah perbaikan bisa mulai dikerjakan pada bulan Maret,” jelasnya.

Selain jembatan di Sepungur, Pemkab Bungo juga menyiapkan perbaikan beberapa jembatan lain, termasuk di Dusun Sungai Gurun (panjang ±150 meter) dan Dusun Rantau Duku.

Baca juga:  Lahan Masih Jadi Kendala, Pemkab Muaro Jambi Siapkan Proyek Air Bersih Rp75 Miliar

Bupati menegaskan seluruh rencana perbaikan akan dikaji secara matang, mulai dari kebutuhan material hingga kekuatan konstruksi, agar jembatan yang dibangun lebih aman dan tahan lama.

Langkah cepat ini disambut positif oleh masyarakat, yang berharap akses transportasi, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi bisa kembali normal.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait