Banjir Landa Muaro Jambi, 50 Sekolah Terendam dan Aktivitas Belajar Terganggu

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Puluhan sekolah di Kabupaten Muaro Jambi terdampak banjir yang melanda beberapa kecamatan di wilayah tersebut.

Banjir ini terutama merendam sekolah-sekolah yang berada di daerah dataran rendah, menyebabkan aktivitas belajar mengajar harus dilakukan secara daring (online).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muaro Jambi, Firdaus, mengungkapkan bahwa total 40 Sekolah Dasar (SD) dan 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdampak banjir.

Meskipun demikian, proses belajar tetap berjalan dengan sistem pembelajaran daring.

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Tanam Jagung Hibrida sebagai Dukungan Swasembada Pangan

Baca juga:  Banjir Melanda Muaro Jambi, Bupati BBS dan Wakil Bupati Junaidi Salurkan Bantuan ke Korban

“Semua siswa diberikan tugas oleh guru dan mengerjakannya di rumah. Ini untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun sekolah terendam banjir,” ujar Firdaus.

Firdaus menjelaskan bahwa tidak semua sekolah benar-benar tenggelam. Beberapa sekolah hanya mengalami banjir di bagian halaman, terutama yang memiliki bangunan bertiang.

Namun, akses menuju sekolah menjadi kendala karena jalanan terendam air sehingga tidak memungkinkan bagi siswa dan guru untuk berjalan kaki.

“Ada sekolah yang hanya bagian halamannya tergenang, tetapi akses menuju sekolah benar-benar terputus akibat banjir, jelasnya.

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Ajak ASN Bangun Sinergi dalam Mewujudkan Visi Misi Daerah

Baca juga:  Setelah Sebulan Kabur, Zul Ditangkap Kembali Polres Muaro Jambi di Desa Tantan

Dalam situasi ini, Firdaus juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain air sembarangan.

Kami mengimbau orang tua untuk selalu menjaga anak-anaknya dan membatasi aktivitas bermain air karena dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, seperti penyakit kulit dan infeksi,” tambahnya.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah untuk menangani banjir agar aktivitas sekolah dapat kembali berjalan normal.(*)




Longsor Ancam Akses Dusun Tapiandanto Bungo, Jalan Tinggal 1 Meter!

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun Tapiandanto, Kecamatan Jujuhan Ilir, mengalami kerusakan parah setelah dijadikan jalur alternatif pasca putusnya jalan utama Jambi-Sumbar pada Minggu (2/3/2025) lalu.

Akibatnya, kondisi badan jalan hampir seluruhnya amblas, menyisakan lebar kurang dari satu meter.

Kendaraan dengan muatan di atas tiga ton sudah tidak bisa melintas, meningkatkan risiko keterisolasian bagi warga sekitar.

Kerusakan ini diduga terjadi akibat tingginya volume kendaraan berat yang melewati jalan tersebut setelah putusnya jalan utama Jambi-Sumbar.

Baca juga:  Jalan Rusak Parah di Dusun Tepian Danto, Warga Desak Pemkab Bungo Segera Perbaiki

Baca juga:  Proyek Jembatan Bailey di Bungo Molor, Kemacetan Meningkat di Jalan Lintas Sumatera

Hal ini diungkapkan oleh Yuliana S.Gz, Datin Rio Dusun Tapiandanto.

“Jalan ini rusak karena banyak kendaraan bermuatan lebih dari lima ton melintas. Kami berharap Dinas PUPR Bungo segera turun tangan membangun box culvert, karena arus mudik Lebaran akan segera ramai, dan jalan ini satu-satunya akses utama di Jujuhan Ilir, ujar Yuliana.

Menurutnya, jika perbaikan tidak dilakukan segera, bagian jalan yang tersisa bisa ambruk sepenuhnya, mengakibatkan akses transportasi terputus total.

Saat ini, kendaraan kecil masih bisa melintas, tetapi dengan risiko tinggi karena banyaknya lubang dalam di sepanjang jalan.

Baca juga:  Warga Sei Pinang Hanyut di Sungai Batang Bungo, Pencarian Masih Berlangsung

Baca juga:  Proses Administrasi Tertunda, Pengangkatan CPNS 2024 di Bungo Baru Dilaksanakan pada Oktober 2025

Kerusakan jalan ini semakin memprihatinkan karena Dusun Tapiandanto menjadi jalur alternatif utama bagi pemudik yang melintas dari Jambi ke Sumbar.

Jika dibiarkan, jalur ini akan semakin sulit dilewati, sehingga memicu lonjakan kemacetan dan risiko kecelakaan.

Warga setempat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret agar akses mereka tidak semakin terhambat, terutama menjelang Lebaran, saat lalu lintas kendaraan meningkat tajam.

“Kami khawatir jika tidak segera diperbaiki, Dusun Tapiandanto dan desa sekitar bisa terisolasi total. Pemerintah harus bertindak cepat sebelum jalan benar-benar putus,” tegas seorang warga.

Baca juga:  Hasil Sidak Ditemukaan Takaran Minyakkita Tidak Sesuai, Polres Bungo Lakukan Penyelidikan

Baca juga:  Banjir Rendam 20 Hektare Lahan Sawah di Aurgading, Petani di Bungo Terancam Gagal Panen

Melihat kondisi yang semakin memburuk, masyarakat mendesak Dinas PUPR Bungo serta pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah perbaikan sebelum arus mudik meningkat.

Langkah seperti pembangunan box culvert dan penguatan struktur jalan dinilai sebagai solusi terbaik untuk memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas warga serta pemudik.

Jika tidak ada tindakan cepat, bukan hanya warga lokal yang terdampak, tetapi juga pemudik yang melintasi jalur ini saat Lebaran.

Kerusakan jalan kabupaten di Dusun Tapiandanto menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak.

Baca juga:  Gasak Aktivitas PETI, Polres Bungo Amankan Alat Berat di Desa Sungai Telang

Baca juga:  KPU Kabupaten Bungo Siapkan Logistik, untuk PSU 21 TPS Pasca Putusan MK

Dengan kondisi jalan yang semakin mengerikan, perbaikan infrastruktur harus segera dilakukan guna menghindari kemacetan besar, kecelakaan, dan keterisolasian warga.

Pemerintah diharapkan segera merespons keluhan warga sebelum akses jalan benar-benar terputus total, terutama menjelang musim mudik Lebaran yang tinggal beberapa minggu lagi.(*)




Bupati Merangin Minta Mantan Pejabat Kembalikan Kendaraan Dinas, Ini Alasannya

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, H M Syukur, meminta para mantan pejabat Pemkab Merangin yang masih menggunakan kendaraan dinas (Randis) untuk kepentingan pribadi, agar segera mengembalikannya ke Bagian Aset Pemkab Merangin.

Hal ini disampaikan usai pertemuan dengan Bagian Aset Pemkab Merangin, yang turut dihadiri oleh Sekda Fajarman dan pejabat terkait pada Minggu (16/3/2025).

“Kami berterima kasih atas pengabdian para mantan pejabat. Namun, kami meminta dengan sangat agar kendaraan dinas yang masih dikuasai segera dikembalikan ke bagian aset,” ujar Bupati H. M. Syukur.

Bupati menegaskan bahwa saat ini, banyak dinas strategis di Pemkab Merangin yang kekurangan kendaraan operasional, salah satunya adalah Tim Liputan Dinas Kominfo Merangin.

Baca juga:  Bencana Longsor dan Banjir Melanda Merangin, Wabup Ajak Warga Waspada

Baca juga:  Bupati Merangin Soroti Penyimpanan Uang, Gubernur Jambi Apresiasi Kerja TPID

“Saat ini, Tim Liputan Dinas Kominfo Merangin masih belum memiliki kendaraan dinas, yang menyebabkan kendala saat menjalankan tugas, terutama saat mengikuti kegiatan pimpinan daerah hingga pelosok desa,” jelas Bupati.

Bukan hanya Dinas Kominfo, beberapa dinas lain juga mengalami kendala serupa akibat keterbatasan kendaraan operasional.

“Membeli kendaraan dinas baru bukan solusi saat ini, karena kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan,” tambahnya.

Bupati Merangin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika kendaraan dinas yang masih dikuasai mantan pejabat tidak segera dikembalikan dalam waktu sepekan.

Baca juga:  BBM Terkontaminasi Air di SPBU Merangin, Pertamina Segera Tanggapi Keluhan Masyarakat

Baca juga:  Safari Ramadhan MUI Provinsi Jambi, Merangin sebagai Pusat Lahirnya Ulama Hebat

“Kami harap kendaraan dinas segera dikembalikan. Jangan sampai menunggu ada pengembalian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,” tegasnya.

Jika dalam sepekan ke depan tidak ada itikad baik dari mantan pejabat maupun pensiunan ASN yang masih menguasai Randis, Pemkab Merangin akan melakukan penarikan paksa berdasarkan surat penarikan dari KPK RI.

Tidak hanya mantan pejabat, informasi terbaru menyebutkan bahwa beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah pensiun juga masih belum mengembalikan kendaraan dinasnya.

Pemkab Merangin meminta seluruh pihak yang masih menggunakan kendaraan dinas secara pribadi untuk segera menyerahkan kembali ke bagian aset sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.(*)




Bencana Longsor dan Banjir Melanda Merangin, Wabup Ajak Warga Waspada

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Merangin, HA Khafid Moein, memimpin Safari Ramadan 1446 H di Desa Mentawak, Kecamatan Nalotantan, Jumat (14/3).

Acara dilaksanakan di Masjid Baitul Ikhlas desa setempat.

Pada kesempatan itu, Wabup mengingatkan warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrem.

Curah hujan tinggi menyebabkan longsor dan banjir di beberapa daerah.

Baca juga:  Bupati Merangin Soroti Penyimpanan Uang, Gubernur Jambi Apresiasi Kerja TPID

‘’Disebabkan curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kabupaten Merangin, di beberapa lokasi sudah terjadi longsor, seperti jalan dari Kota Bangko menuju kawasan Jangkat,’’ujar Wabup.

Beberapa daerah seperti jalan menuju Jangkat dan desa Simpang Limbur serta Renah Medan tergenang banjir.

Bupati Merangin H M Syukur sudah meninjau lokasi bersama Kadis PUPR Merangin, Zulhifni.

Wabup mencatat banyak bencana terjadi sejak pelantikan H M Syukur sebagai Bupati pada 20 Februari 2025.

Baca juga:  BBM Terkontaminasi Air di SPBU Merangin, Pertamina Segera Tanggapi Keluhan Masyarakat

Baca juga:  Safari Ramadhan MUI Provinsi Jambi, Merangin sebagai Pusat Lahirnya Ulama Hebat

Warga diminta waspada terhadap potensi banjir bandang.

Wabup memberikan santunan untuk lansia dan bantuan alat pembersih masjid.

Ia juga menyerahkan CSR Bank Jambi senilai Rp 5 juta untuk pembangunan masjid.

Dalam Safari Ramadan, H. Arfandi Ibnu Hajar memberikan ceramah tentang amal sholeh yang dilakukan di bulan suci Ramadan.(*)




Bupati Merangin Soroti Penyimpanan Uang, Gubernur Jambi Apresiasi Kerja TPID

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi H. Al Haris memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, Jumat (14/3).

Pertemuan ini dihadiri oleh para bupati/walikota se-Provinsi Jambi.

Dalam rakor, Bupati Merangin H. M. Syukur menyampaikan kekhawatirannya terkait masyarakat yang cenderung menyimpan uang.

Hal ini membuat perputaran pasar cenderung stagnan.

Baca juga:  BBM Terkontaminasi Air di SPBU Merangin, Pertamina Segera Tanggapi Keluhan Masyarakat

Baca juga:  Safari Ramadhan MUI Provinsi Jambi, Merangin sebagai Pusat Lahirnya Ulama Hebat

Bupati Merangin juga mengungkapkan penurunan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia meminta bank untuk melakukan intervensi agar uang tidak menumpuk di bank.

Bupati Merangin melaporkan bahwa harga komoditi pokok di pasaran stabil dan cenderung turun, seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang.

Bupati Merangin menambahkan bahwa stok beras aman hingga Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga:  Mobil Pelaku Dimodifikasi, Polres Merangin Gagalkan Pengangkutan BBM Bersubsidi

Baca juga:  Bupati Merangin Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Merangin Menuju 2030

Namun, sebagian besar jalan di kabupaten rusak akibat musim hujan.

Gubernur Jambi mengapresiasi kerja keras TPID Provinsi Jambi dan seluruh TPID kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

“Harga yang stabil, mudah dijangkau, lancar distribusinya dan tidak ada kelangkaan-kelangkaaan, sehingga tidak menimbulkan kemahalan harga untuk masyarakat,”ujar Gubernur Jambi.

Tanpak hadir mendampingi bupati Merangin pada High Level Meeting TPID Provinsi Jambi tersebut, Plt Kepala Bapeda Kabupaten Merangin Zainal Abidan dan Kabag Ekonomi Setda Merangin Daryanto. ((*)




Bupati Sarolangun Ajak ASN Ikut Gerakan Gemastajid Maju, Ciptakan Kebersamaan dalam Ibadah

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Sarolangun, H. Hurmin, melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun pada Rabu, 12 Maret 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan jajaran Disdikbud serta memastikan keaktifan pegawai dalam mendukung program Gerakan Masyarakat Cinta Masjid (Gemastajid Maju).

Bupati Hurmin disambut dengan hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sarolangun, Drs. H. Arsyad, Sekretaris Disdikbud Sarolangun, Ali Umar, serta pejabat dan pegawai Disdikbud lainnya.

Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah di musala kantor Disdikbud sebagai bagian dari implementasi program Gemastajid Maju.

Baca juga:  Bupati Sarolangun Baru Dilantik, Gubernur Al Haris Beri Arahan Pembangunan Daerah

Baca juga:  Gerry Trisatwika Mulai Tugas sebagai Wakil Bupati Sarolangun, Siap Wujudkan Sarolangun Maju

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hurmin menyampaikan pentingnya program Gemastajid Maju yang bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), untuk rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu di masjid.

Bupati menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan moralitas masyarakat dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat yang aman dan nyaman.

“Gerakan Gemastajid Maju sangat penting, karena selain meningkatkan kualitas ibadah, juga mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat. Kami berharap seluruh pegawai bisa menjadi contoh yang baik dalam melaksanakan shalat berjamaah,” ujar Bupati Hurmin.

Bupati Sarolangun juga mengingatkan seluruh pegawai Disdikbud untuk menjadikan shalat berjamaah sebagai kebiasaan sehari-hari di setiap dinas, dengan pemimpin sebagai contoh utama dalam hal ini.

Baca juga:  Kapolres Sarolangun Ajak Anak Muda Bangun Kamtibmas Lewat Momen Buka Bersama

Baca juga:  Laka Lantas di Jalan Sarolangun-Tembesi, Satu Tewas, Dua Terluka

Hal ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap program keagamaan di Kabupaten Sarolangun.

Di akhir kegiatan, Bupati Sarolangun, H. Hurmin, juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1446 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Sarolangun.

Beliau berharap seluruh umat Muslim di Sarolangun mendapatkan ridho, berkah, dan rahmat dari Allah SWT selama bulan suci ini.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, salam-salaman, dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta komitmen dalam menjalankan program keagamaan di Kabupaten Sarolangun.(*)




Warga Sei Pinang Hanyut di Sungai Batang Bungo, Pencarian Masih Berlangsung

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Adi Saputra (41), warga Kelurahan Sei Pinang, Kecamatan Bungo Dani, dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Batang Bungo di Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo pada Rabu, 12 Maret 2025, sekitar pukul 21.00 WIB.

Hingga kini, korban masih dalam pencarian oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat.

Kejadian ini bermula saat Adi Saputra bersama rekannya, Joni (30), berangkat pada pagi hari sekitar pukul 11.00 WIB untuk memperbaiki mobil Mitsubishi Strada milik rekannya, Faizal, di Dusun Sungai Telang.

Namun, pada malam hari, keduanya terjebak arus sungai yang deras akibat curah hujan yang tinggi. Joni berhasil diselamatkan oleh warga setempat, sementara Adi Saputra hingga kini masih hilang.

Baca juga:  Proses Administrasi Tertunda, Pengangkatan CPNS 2024 di Bungo Baru Dilaksanakan pada Oktober 2025

Baca juga:  Hasil Sidak Ditemukaan Takaran Minyakkita Tidak Sesuai, Polres Bungo Lakukan Penyelidikan

Varel Adiofitra (18), anak dari Adi Saputra, mengungkapkan bahwa ayahnya menerima telepon dari Faizal untuk memperbaiki mobil dan kemudian berangkat bersama Joni pada Rabu pagi.

Sementara itu, Amin (38), seorang warga setempat, mendapat informasi dari Faris bahwa ada orang yang meminta tolong di sekitar kebun orang tuanya.

Ketika Amin tiba di lokasi sekitar pukul 19.45 WIB, ia menemukan Joni berada di seberang kebun dan meminta bantuan karena terbawa arus sungai.

Amin segera bertanya tentang keberadaan temannya, Adi Saputra, dan Joni menjawab bahwa ia tidak tahu karena sudah terpisah oleh arus.

Baca juga:  Proyek Jembatan Bailey di Bungo Molor, Kemacetan Meningkat di Jalan Lintas Sumatera

Baca juga:  Zakat Fitrah 2025 di Kabupaten Bungo, Ini Besaran dan Cara Pembayarannya

Mengingat kondisi cuaca yang buruk, Amin meminta Joni untuk bertahan di tempat sambil mencari bantuan dari warga sekitar.

Setelah sekitar 30 menit, Amin bersama empat warga lainnya berhasil mengevakuasi Joni setelah satu jam pencarian.

Kejadian ini segera dilaporkan kepada Datuk Rio Sungai Telang, Ramaini (58), yang kemudian mengonfirmasi kejadian tersebut.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap Adi Saputra bersama masyarakat sekitar. Sampai saat ini, korban belum ditemukan,” kata Ramaini, Datuk Rio Sungai Telang.

Baca juga:  Banjir Terjang Kampung Penual Kabupaten Bungo, Warga Mengungsi Ke Tempat Aman

Baca juga:  Gasak Aktivitas PETI, Polres Bungo Amankan Alat Berat di Desa Sungai Telang

Hingga Kamis (13/3) pagi, pencarian terus dilakukan oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat, namun curah hujan yang tinggi dan peningkatan debit air sungai menjadi tantangan besar dalam proses pencarian.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono melalui Kasi Humas Polres Bungo AKP M Nur membenarkan bahwa warga yang hanyut masih dalam pencarian.

“Korban yang hilang masih dicari,” kata AKP M Nur.

Masyarakat berharap adanya dukungan tim SAR dan aparat setempat untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan Adi Saputra yang masih hilang.(*)




Bupati Muaro Jambi Tanam Jagung Hibrida sebagai Dukungan Swasembada Pangan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, SP., MM., M.Si., melaksanakan penanaman jagung hibrida di lahan Kelompok Tani Gelora, yang terletak di belakang pekarangan rumah Dinas Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, di Desa Bukit Baling, Sekernan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (13/3) dan dihadiri oleh berbagai pejabat serta perwakilan kelompok tani setempat.

Acara penanaman jagung ini dihadiri oleh Kapolres Muaro Jambi, AKBP Heri Supriawan, Sekda Muaro Jambi, Budhi Hartono, S.Sos., MT, serta beberapa kepala dinas seperti Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kadis Perkebunan, Kadis Perikanan, dan Kadis Ketahanan Pangan.

Selain itu, perwakilan dari kelompok tani juga turut hadir untuk menyaksikan langsung acara tersebut.

Baca juga:  Banjir Melanda Muaro Jambi, Bupati BBS dan Wakil Bupati Junaidi Salurkan Bantuan ke Korban

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Ajak ASN Bangun Sinergi dalam Mewujudkan Visi Misi Daerah

Dalam acara tersebut, Bupati Bambang Bayu Suseno melakukan penanaman jagung dengan menggunakan Alat Mesin Traktor Roda Empat.

Penanaman jagung ini merupakan bentuk apresiasi terhadap program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia.

Bupati Bambang Bayu Suseno menegaskan pentingnya dukungan terhadap program swasembada pangan.

“Pemerintah daerah mendukung penuh program Presiden RI dalam mencapai swasembada pangan. Kami di Kabupaten Muaro Jambi juga terus menggerakkan program tanaman pangan untuk mendukung tujuan tersebut,” ujar Bupati.

Baca juga:  Setelah Sebulan Kabur, Zul Ditangkap Kembali Polres Muaro Jambi di Desa Tantan

Baca juga:  BBS dan Jun Mahir Dilantik oleh Presiden Prabowo, Terima Pesan Penting untuk Muarojambi

Kegiatan penanaman jagung ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Muaro Jambi dan berkontribusi pada swasembada pangan di tingkat nasional.

Bupati Bambang Bayu Suseno juga menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi untuk memastikan kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah kunci untuk kelangsungan hidup yang lebih baik. Kami berkomitmen untuk mendorong sektor pertanian dan memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi,” jelasnya.

Bupati juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi akan terus mengoptimalkan potensi sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan.

Baca juga:  Bupati Terpilih Muaro Jambi Lakukan Gladi Bersih Menjelang Pelantikan Serentak di Jakarta

Baca juga:  Kemas Faried Alfarelly Tegaskan Pentingnya Program Perlindungan Sosial, untuk RT di Kota Jambi

Dengan demikian, diharapkan produksi jagung di Kabupaten Muaro Jambi dapat meningkat dan mendukung kedaulatan pangan.

Usai kegiatan penanaman jagung, Bupati Bambang Bayu Suseno memberikan bantuan peralatan pertanian kepada kelompok tani di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan usaha tani jagung dan meningkatkan kesejahteraan para petani di daerah tersebut.(*)




Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kerinci sejak Rabu malam (12/3), hingga Kamis (13/3) kemarin, menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi beberapa desa.

Banjir tersebut berdampak pada beberapa wilayah seperti Koto Kapeh Siulak, Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kubang Lubuk Suli, Koto Lanang di Kecamatan Depati Tujuh, dan Talang Kemuning di Kecamatan Bukit Kerman.

Berdasarkan informasi yang diterima, puluhan rumah terendam banjir sejak pukul 20.00 WIB pada Rabu malam hingga pukul 06.00 WIB pagi hari.

Di Kecamatan Depati Tujuh, air baru mulai surut sekitar pukul 06.00 WIB pada Kamis pagi (13/3). Sementara itu, banjir di Desa Lempur masih berlangsung hingga pagi hari.

Baca juga:  Polsek Air Hangat Timur Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kerinci

Baca juga:  Pemkab Kerinci Serahkan Pengelolaan Objek Wisata ke Pihak Ketiga, Prioritaskan Fasilitas

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, melalui Kabid KL BPBD Kerinci, Saktian, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait banjir dan langsung mengerahkan tim untuk membantu masyarakat yang terdampak di sejumlah desa.

“Beberapa laporan telah kami terima, dan tim segera turun ke lapangan untuk membantu masyarakat di desa-desa terdampak seperti Desa Koto Kapeh Siulak, Lempur Gunung Raya, Talang Kemuning Bukit Kerman, serta beberapa desa di Kecamatan Depati Tujuh. Namun, situasi saat ini masih terkendali,” jelas Saktian, kemarin.

Menurut Dedi, salah seorang warga Kecamatan Depati Tujuh, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Merao. Luapan sungai ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi di bagian hulu Kerinci.

“Banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB pada Rabu malam dan berlangsung hingga pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Dedi.

Baca juga:  IAIN Kerinci Klarifikasi Isu Pemotongan Dana KIP-K, Rektor Tegaskan Tidak Ada Intervensi

Baca juga:  Sejumlah Pejabat IAIN Kerinci Diperiksa Polisi, Terkait Dugaan Pemotongan Dana KIP-K

Kepala BPBD Kerinci, Dedi Andrizal, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Kerinci.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana seperti banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan yang rawan banjir,” tegas Dedi Andrizal.

Selain Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh juga turut terdampak banjir. Beberapa kecamatan seperti Hamparan Rawang, Tanjung, dan Kumun di Kecamatan Kumun Debai juga mengalami genangan air akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.

Pihak BPBD Kerinci terus memantau perkembangan situasi di berbagai wilayah terdampak dan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir.

Bantuan tersebut termasuk evakuasi warga dan distribusi kebutuhan darurat.(*)




BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, H M Syukur, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin, Zulhifni, melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan-jalan kabupaten di musim hujan, Kamis (13/3).

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan akses jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat selama cuaca ekstrem.

Pemantauan dimulai dari kawasan Sungai Menau menuju Renah Medan. Bupati H M Syukur dan Kadis PUPR Merangin, Zulhifni, mengecek sejumlah jalan di wilayah tersebut dan memastikan bahwa, sebagian besar jalan dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui meski di tengah musim hujan.

Setelah memeriksa jalan di kawasan Sungai Menau, Bupati melanjutkan perjalanan menuju Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang.

Baca juga:  Genangan Air di Jalan Rangkayo Hitam Bangko, Bupati Merangin Minta PUPR Segera Perbaiki

Baca juga:  Bupati Merangin Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Merangin Menuju 2030

Kondisi jalan di daerah ini juga masih dalam kondisi aman, meskipun intensitas hujan cukup tinggi.

Namun, saat tiba di Jalan Simpang Limbur, Bupati H M Syukur dan Zulhifni mendapati kondisi badan jalan tergenang air setinggi 40 cm akibat meluapnya air sungai.

Genangan air ini menghambat lalu lintas sementara waktu, namun Bupati H M Syukur meyakini bahwa begitu air sungai surut, kondisi jalan akan kembali normal dan bisa dilalui dengan aman.

“Genangan air ini terjadi karena sungai meluap dan airnya merendam jalan. Namun, kami yakin setelah air surut, kondisi jalan akan kembali seperti semula dan bisa dilewati dengan lancar,” jelas Bupati H M Syukur.

Baca juga:  Usai Retreat di Akmil Magelang, Bupati Merangin Fokus Membangun Merangin Baru yang Inklusif dan Pro-Rakyat

Baca juga:  Panen Raya Jagung di Merangin, Wabup Khafid Moein Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita Prabowo-Gibran

Di tengah pemantauan, Bupati H M Syukur juga sempat bercanda dengan anak-anak setempat yang bermain air di sekitar lokasi banjir.

Sebagai bentuk perhatian, Bupati memberikan uang saku kepada anak-anak tersebut untuk membeli takjil atau bukaan puasa.

“Terima kasih banyak Pak Bupati, semoga Pak Bupati selalu diberikan kesehatan dan lancar dalam menjalankan tugas,” ujar Udin, salah seorang anak yang mendapat uang saku dari Bupati.

Bupati H M Syukur juga mengingatkan warga Kabupaten Merangin untuk selalu berhati-hati mengingat kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi.

Baca juga:  Wabup Merangin Apresiasi Pawai Akbar SD-IT Permatahati Sambut Ramadan 1446 H

Baca juga:  Wabup Merangin Buka Festival Memantai Adat, Lebih dari 60 Kerbau Dipotong Massal

Warga yang tinggal di daerah dataran rendah atau dekat sungai diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir bandang yang bisa terjadi kapan saja.

Selain itu, Bupati juga mengimbau kepada para sopir, khususnya sopir truk, untuk tidak membawa barang melebihi tonase yang ditentukan, karena kondisi jalan yang cenderung melunak dan labil, terutama di bagian tepi jalan.(*)