Tingkatkan Deteksi Penyakit Jantung, Heartology Kenalkan Terobosan Penanganan Penyakit Katup Jantung ke Kalangan Medis Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia, termasuk di Jambi.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi penyakit jantung di Provinsi Jambi tercatat sebesar 1,56%, dengan kasus tertinggi pada kelompok usia di atas 50 tahun.

Salah satu penyakit yang sering luput dikenali namun dapat berujung fatal adalah penyakit katup jantung.

Penyakit katup jantung dapat terjadi di semua katup jantung yang ada, yaitu katup aorta, katup mitral, katup trikuspid atau katup pulmonal.

Gangguan fungsi dapat berupa katup yang sulit untuk membuka (stenosis) atau katup yang tidak dapat menutup dengan rapat (bocor/regurgitasi).

Katup jantung dapat juga terkena infeksi. Pada orang dewasa, stenosis katup aorta, kebocoran katup mitral atau stenosis katup mitral merupakan penyakit katup jantung yang lebih sering ditemukan.

Kondisi ini kerap disebut sebagai “silent killer” karena sering baru terdeteksi saat sudah parah.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai penyakit katup jantung serta tantangan intervensinya, Heartology Cardiovascular Center–rumah sakit spesialis jantung–mengadakan diskusi medis bersama para dokter umum di Jambi.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist Heartology Cardiovascular Hospital, untuk berbagi wawasan klinis dan teknologi terkini dalam menangani kasus-kasus katup jantung kompleks.

“Penyakit katup jantung dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala khas, hingga tiba-tiba menyebabkan sesak napas, nyeri dada, berdebar-debar atau bahkan gagal jantung. Penyakit ini bisa dikenali lebih dini jika gejala-gejalanya dipahami dengan baik. Namun tidak jarang pasien datang dalam kondisi sudah rumit, termasuk adanya penyumbatan di arteri koroner akibat kalsifikasi. Maka dari itu, bila ada gejala-gejala di atas yang bisa merupakan tanda peringatan awal, se ringan apapun hendaknya jangan disepelekan,” ungkap Dr. Denio.

Penyakit Katup Jantung, Ancaman Tersembunyi bagi Pasien Jantung

Di negara-negara maju dengan penghasilan yang tinggi, proses penuaan atau degeneratif merupakan penyebab tersering penyakit katup.

Di negara-negara yang sedang berkembang dengan pendapatan yang lebih rendah, sekuele atau gejala sisa dari penyakit demam rematik akut (penyakit jantung rematik) mendominasi penyebab penyakit katup jantung pada populasi dewasa muda.

Proses penuaan ataupun penyakit jantung rematik membuat perubahan fungsi katup yang umumnya timbul secara perlahan namun progresif.

Fase penyakit yang tidak menimbulkan gejala dapat berlangsung cukup lama. Dengan berjalannya waktu, gejala dan komplikasi dapat timbul, mulai dari yang ringan (seperti sesak, nyeri dada dengan aktivitas, kaki bengkak) hingga yang berat (seperti pingsan, sesak di saat istirahat dan gagal jantung).

Beban kerja jantung yang di fase awal masih dapat ditolerir, lama kelamaan akan menjadi lebih berat sehingga mengganggu fungsi jantung dan menyebabkan perubahan struktur jantung seperti penebalan dinding jantung atau pembengkakan rongga jantung.

Perubahan atau kerusakan terus menerus dapat menurunkan fungsi pompa jantung. Hal ini sangat menentukan prognosis atau luaran jangka panjang penyakit katup jantung.

Penanganan Penyakit Katup Jantung

Pengenalan dan deteksi dini mempunyai peranan yang sangat penting dalam penanganan penyakit katup jantung.

Alat Ultrasonografi (USG) jantung atau dikenal juga dengan Echokardiografi dengan teknologi yang mutakhir merupakan penunjang diagnostik yang menentukan dalam penegakan Diagnosis penyakit katup jantung.

“Penanganan tergantung dari derajat keparahan penyakit katup jantungnya. Pengobatan yang optimal sesuai panduan dari asosiasi jantung nasional maupun internasional dapat membantu mengurangi gejala, namun pada kelainan katup yang berat diperlukan tatalaksana invasif (bedah vs intervensi). Penanganan bedah untuk mengganti atau mereparasi dapat dilakukan dengan membelah rongga dada baik secara konvensional di tengah atau dengan teknik operasi minimal invasif.” Jelas dr Denio.

Penanganan intevensi dilakukan dengan mengganti katup yang lama dengan katup yang baru melalui akses perkutan seperti pada kateterisasi jantung, bukan secara pembedahan dengan membelah rongga dada.

Contoh teknik ini adalah penggantian katup Aorta yang disebut TAVI (transcatheter Aortic Valve Implantation) yang mengganti katup Aorta lama dengan baru menggunakan kateter. Teknik intervensi lain adalah mengurangi kebocoran katup jantung mitral dengan MitraClip, teknik menjepit daun-daun katup mitral yang menyebabkan kebocoran dengan menggunakan kateter.

Untuk katup Trikuspid, terdapat teknik TricValve yang dapat mengurangi beban kerja jantung pada kebocoran katup Trikuspid yang berat. Kelainan pada katup Pulmonal juga dapat ditangani dengan kateterisasi, baik penyempitan maupun kebocoran.

Terkadang penyakit katup jantung bisa juga disertai dengan adanya penyempitan pembuluh darah koroner yang juga membutuhkan penanganan.

Pada kasus seperti ini, penanganan menyeluruh secara bedah bisa menjadi pilihan utama.

Teknik-teknik intervensi yang disebut di atas dapat menjadi alternatif pada kasus-kasus dimana bedah tidak dapat dilakukan karena adanya faktor penyulit atau risiko bedah yang tinggi.

Dalam praktik klinis, penanganan penyakit katup jantung membutuhkan ketepatan waktu mendeteksi dan terapi, baik obat-obatan maupun secara prosedural.

Ketepatan mengenali gejala dan diagnosis akan menentukan luaran jangka panjang pasien.

Selain itu, screening dengan menggunakan echokardiografi membantu dalam mendeteksi kelainan pada katup jantung.

Penjagaan dengan mencegah sklerosis pada katup dapat juga dicapai dengan menjaga kadar kolesterol dan gula.

Diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya Heartology memperluas kolaborasi dengan dokter-dokter umum di luar Jakarta, termasuk di Jambi, sebagai mitra rujukan.

Harapannya, pasien dengan indikasi penyakit katup jantung atau kasus-kasus jantung kompleks bisa segera dideteksi dan bila diperlukan dapat dirujuk ke fasilitas spesialis yang tepat.

Hingga 2025, hampir 60% pasien Heartology berasal dari luar Jakarta—menunjukkan bahwa masyarakat di berbagai daerah semakin teredukasi dan percaya terhadap kemampuan Heartology dalam menangani kasus jantung yang kompleks, didukung oleh teknologi terkini dan tim dokter subspesialis multidisipliner.

Heartology Cardiovascular Hospital merupakan pusat layanan jantung dan pembuluh darah yang berfokus pada diagnostik, tindakan intervensi dan bedah pada jantung dan pembuluh darah.

Berdiri di akhir 2023, hingga kini, Heartology ditopang oleh 28 dokter sub-spesialis multi disipliner yang bekerja secara tim dan menangani setiap kasus jantung dan pembuluh darah secara maksimal.

Sebagai rumah sakit spesialis jantung, Heartology mampu menangani berbagai kondisi kesehatan jantung, dari mulai diagnostik jantung dan pembuluh darah, intervensi kardiologi dan pembuluh darah, gangguan irama jantung, jantung pediatrik, struktural sampai bedah jantung. (*)




Heartology Cardiovascular Hospital Perkuat Kolaborasi untuk Atasi Penyakit Katup Jantung di Jambi

Jambi, sepucukjambi.id – Penyakit katup jantung masih menjadi salah satu kondisi serius yang kerap tidak terdeteksi sejak dini.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr med dr Denio Ridjab, Sp JP(K) FIHA, FESC mengungkapkan, hal ini disebabkan karena penyakit ini berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala khas, sehingga banyak pasien datang dalam kondisi sudah parah.

Dalam sejumlah kasus, penyakit katup jantung juga disertai komplikasi lain seperti Kalsifikasi Arteri Koroner (KAK), yang membuat penanganannya menjadi lebih kompleks.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berujung pada gagal jantung bahkan kematian mendadak.

Menanggapi hal ini, Heartology Cardiovascular Hospital sebagai rumah sakit khusus jantung berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman para tenaga medis, terutama dokter umum di daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas kerja sama dan diskusi ilmiah dengan para dokter di wilayah seperti Jambi.

“Melalui kegiatan diskusi dan edukasi, kami ingin mendorong deteksi dini yang lebih tepat dan akurat terhadap penyakit jantung, khususnya katup jantung,” kata dia.

“Peran dokter umum di daerah sangat penting dalam mengenali tanda-tanda awal,” ujar perwakilan Heartology.

Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat sistem rujukan dan penanganan penyakit jantung di Indonesia.

Sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan yang sesuai sejak tahap awal.

Heartology juga menegaskan bahwa, edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas profesi menjadi kunci dalam mengurangi angka keterlambatan diagnosis dan komplikasi penyakit jantung di masa mendatang.

Disamping itu, kata dia oenyakit katup jantung di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan Menurut Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS), pembiayaan kesehatan terbesar tahun 2022 adalah untuk penyakit jantung yakni sebesar Rp 12.144 triliun.

Prinsip tata laksana definitif penyakit katup jantung perbaikan atau penggantian katup melalui pembedahan atau onbedah yang berbiaya tinggi intervensi

Sementara dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, Kata dia, melaporkan 1.017.290 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung. Prevalensi penyakit katup jantung diperkirakan berkisar antara 2-5%.

“Prevalensi meningkat menjadi 13% pada usia di atas 75 tahun,” jelasnya.

Dia juga membeberkan jenis-jenis penyakit katup jantung. Seperti Stenosis, yakni katup Aorta, katup mitral pada dewasa, Regurgitasi katup mitral, katup tricuspid.

“Penyebab Primer, kelainan pada katupnya, misal sklerosis atau putusnya muskulus papilaris/korda tendinae,” sebutnya.

“Kemudian sekunder biasanya pada regurgitasi, misal pada dilatasi ventrikel kiri,” pungkasnya. (*)




Wali Kota Maulana Buka Seminar Nasional FKM UI: Kolaborasi Strategis Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Wali Kota Jambi Maulana membuka Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat bersama FKM UI

Jambi, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat dan Sosialisasi Program Pascasarjana (S2 dan S3) Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Jambi, Sabtu (31/5/2025).

Seminar hasil kolaborasi antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pemerintah Kota Jambi, Poltekkes Jambi, dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Wilayah Jambi ini mengangkat tema “Strategi Komprehensif Pencegahan Penyakit Tidak Menular Berbasis Masyarakat.”

Diselenggarakan secara hybrid, seminar ini diikuti oleh 150 tenaga kesehatan yang hadir langsung di lokasi kegiatan, serta ratusan peserta lainnya yang mengikuti secara virtual dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya kesehatan, sekaligus memperluas jangkauan edukasi dan advokasi terhadap pencegahan penyakit tidak menular berbasis komunitas.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana turut hadir sebagai narasumber dan memaparkan strategi Pemerintah Kota Jambi dalam menanggulangi dan mencegah penyakit tidak menular melalui pendekatan promotif dan preventif yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga:  Walikota Maulana : Sport Tourism Adalah Wajah Baru Pertumbuhan Ekonomi Kota Jambi

Selain Wali Kota Maulana, turut hadir dua narasumber utama dari FKM UI, yaitu : Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., Guru Besar FKM UI, yang menyampaikan materi tentang Strategi Penguatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah Penyakit Tidak Menular, dan Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc., Dekan FKM UI, yang memaparkan kajian tentang Dampak Bencana terhadap Kejadian Penyakit Tidak Menular di Indonesia.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi dokter Maulana, mengatakan seminar bersama FKM Universitas Indonesia ini merupakan bagian penting dari upaya strategis pemerintah kota Jambi dalam penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang saat ini angka kematiannya terus tinggi.

“Hal ini sejalan dengan berbagai program yang telah kita jalankan di bidang kesehatan, seperti layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pengembangan kawasan tanpa asap rokok, penyediaan ruang terbuka hijau, serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang aktivitas olahraga hingga ke tingkat RT melalui program Kampung Bahagia,” ujar Maulana.

Ia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari implementasi Kota Jambi sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, senantiasa mendukung berbagai event yang digelar di Kota Jambi, termasuk kegiatan ilmiah seperti seminar ini. Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia, kegiatan semacam ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap perputaran roda perekonomian daerah.

Baca juga:  Walikota Maulana : Danau Sipin Harus Jadi Ikon Wisata Unggulan Kota Jambi

“Kami harus mampu memperkenalkan Kota Jambi dari berbagai aspek, termasuk aspek budaya yang juga erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari upaya tersebut,” ujar Wali Kota Maulana.

Dalam forum itu, Wali Kota Maulana juga menyinggung kebijakan strategis terkait pemilihan dan perpanjangan masa jabatan Ketua RT. Kebijakan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dari strategi penguatan pemerintahan berbasis komunitas yang mampu menyukseskan program-program pembangunan di tingkat akar rumput.

“Pemilihan dan penambahan masa jabatan Ketua RT merupakan upaya untuk memastikan agar setiap program, termasuk di bidang kesehatan, dapat dijalankan secara optimal hingga ke tingkat paling bawah,” jelasnya.

Wali Kota Maulana juga memaparkan sejumlah capaian strategis Pemerintah Kota Jambi di bidang kesehatan yang terus menunjukkan progres signifikan. Salah satunya adalah penambahan anggaran sebesar Rp5,9 miliar untuk mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, sehingga seluruh warga Kota Jambi memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang terjamin.

Tak hanya itu, Pemkot Jambi juga memberikan perlindungan sosial melalui skema jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan dan mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Di sisi lain, untuk mempercepat respon terhadap kebutuhan warga, Pemerintah Kota Jambi juga telah membentuk UPTD Call Center Bahagia sebagai pusat layanan pengaduan dan kegawatdaruratan kesehatan masyarakat.

“Semua ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan rasa aman masyarakat Kota Jambi,” jelas Maulana.

Selain jaminan layanan kesehatan yang merata, Wali Kota Maulana juga menyoroti upaya konkret dalam percepatan penurunan angka stunting. Ia menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting di Kota Jambi saat ini berhasil ditekan menjadi 10,8 persen, turun signifikan dari 13,5 persen pada tahun 2023.

“Program kerja di bidang ini akan terus kami perkuat dan tingkatkan hingga target zero stunting di Kota Jambi benar-benar bisa terwujud,” tegasnya.

Maulana juga mengatakan, untuk mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Jambi telah menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sasaran tersebut menjadi pedoman utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program kesehatan yang terarah dan berkelanjutan.

“Semua itu tentunya sejalan dengan 11 program unggulan Kota Jambi Bahagia, dalam upaya mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera,” ujar Wali Kota Maulana menutup paparannya.

Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta gambaran yang utuh kepada para mahasiswa, mahasiswi, dan tenaga kesehatan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas profesional di bidang pelayanan kesehatan masyarakat. Seminar ini juga menjadi sarana motivasi dan inspirasi bagi generasi muda yang akan melanjutkan pengabdian di sektor kesehatan.

Pada sesi pembukaan seminar, turut dilakukan sosialisasi Program Magister dan Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) yang disampaikan oleh Prof. Indri Hapsari Susilowati, SKM, MKKK, Ph.D., bersama Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan, dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Jambi juga menyerahkan plakat kepada FKM UI, yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Maulana kepada Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Fahmi, para pimpinan perguruan tinggi, serta ratusan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kota Jambi. (*)




Mindset dan Takdir: Cara Pikiran Membentuk Hidup Kita

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernahkah kamu mendengar nasihat seperti ini: “Pikiranmu akan membentuk keyakinan, keyakinan membentuk perilaku, dan perilaku membentuk kebiasaan, lalu kebiasaan itu akan menentukan takdirmu?”

Ungkapan ini sering terdengar dalam seminar, obrolan bersama teman, bahkan dari para motivator. Secara sederhana, ia menggambarkan bagaimana pola pikir kita membentuk jalan hidup. Namun, ada hal yang lebih dalam dari sekadar “ubah mindset, maka kamu akan sukses.”

Dalam salah satu video YouTube milik Dr. Jiemi Ardian, seorang psikiater yang banyak berbicara tentang kesehatan mental, ia mengajak kita untuk memahami bahwa pikiran adalah buah dari adaptasi terhadap realita. Pikiran bukanlah sesuatu yang bisa diatur seperti tombol lampu: on dan off. Ia muncul karena sebuah alasan.

Ketika Rasa Takut Mengendalikan Kita

Misalnya, saat seseorang takut ditinggalkan dalam hubungan, ia cenderung memilih untuk meninggalkan terlebih dahulu. Akhirnya, keyakinan itu pun menjadi nyata: ia benar-benar ditinggalkan. Pikiran yang awalnya berisi ketakutan, membentuk kepercayaan (bahwa semua orang akan meninggalkan), lalu menjadi pola (meninggalkan lebih dulu), hingga menjadi kebiasaan yang terus berulang.

Baca juga:  Panduan Lengkap Fidyah: Syarat, Keutamaan, dan Cara Pembayarannya

Baca juga:  Pentingnya Mengajarkan Doa Sebelum Tidur kepada Anak

Pikiran Bukan Musuh, Ia Pernah Melindungi

Seringkali, kita mencoba “mengubah mindset” tanpa memahami dari mana pikiran itu berasal. Padahal, banyak dari pikiran kita terbentuk sebagai bentuk perlindungan diri. Pikiran bahwa “saya tidak cukup baik” bisa muncul karena bertahun-tahun hidup dalam lingkungan yang membandingkan, merendahkan, dan menganggap hidup sebagai ajang kompetisi tiada akhir.

Di masyarakat kita sendiri, budaya kompetisi sudah seperti napas sehari-hari—dari orang tua yang membandingkan prestasi anak, tetangga yang bersaing soal rumah dan harta, hingga lingkungan kerja yang mendorong orang saling sikut. Tak heran bila banyak dari kita membentuk pikiran negatif tentang dunia—bahwa ia penuh tekanan dan penilaian.

Mindset Tidak Bisa Diubah Jika Tidak Dihargai

Maka, kesalahan terbesar adalah mencoba langsung mengganti pikiran. Padahal, yang perlu kita lakukan adalah menghargai keberadaannya terlebih dahulu. Tanyakan: mengapa pikiran ini ada? kapan ia muncul? apa fungsinya dulu bagi saya?

Ketika kita melihat pikiran sebagai hasil adaptasi, maka pendekatannya bukan lagi menyingkirkan, melainkan mengajak ia bertumbuh. Di sinilah kita mulai membentuk kebiasaan baru, membangun kepercayaan baru, dan membuka ruang untuk takdir yang berbeda.

Bersikap Lembut pada Diri Sendiri

Perubahan tidak datang dari perlawanan, tapi dari penerimaan. Kita tidak harus menjadi musuh dari pikiran-pikiran kita. Kita hanya perlu belajar bersikap lembut, menghargainya, lalu perlahan mengajak mereka beradaptasi ke arah yang lebih sehat.

Dengan begitu, perubahan yang kita ciptakan bukan sekadar tempelan motivasi sesaat, tapi benar-benar berakar pada pemahaman diri. Kita tidak hanya mengubah perilaku, tapi juga menciptakan dunia batin yang lebih tenang dan bertumbuh.(*)




Gak Takut Lagi Donor Darah! Ini Pengalaman Seru di UDD PMI Kota Jambi

Suasana proses penyedotan darah saat donor di UDD PMI Kota Jambi

Kota Jambi, SEPUCUKJAMBI.ID – Donor darah kini bukan lagi hal yang rumit atau menakutkan. Di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi, siapa pun bisa mendonorkan darah dengan mudah, cepat, dan aman. Menariknya, layanan ini dibuka 24 jam setiap hari, sehingga masyarakat bisa datang kapan saja—pagi, siang, atau malam.

Berlokasi di Kecamatan Telanaipura, tepat di sebelah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi, UDD PMI Kota Jambi menjadi tempat yang strategis dan mudah dijangkau. Letaknya yang dekat dengan kawasan kampus juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa dan warga sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.

Bagi yang baru pertama kali ingin donor darah, prosesnya tidak perlu dikhawatirkan. Calon pendonor hanya perlu mengisi formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengecekan tekanan darah, berat badan, dan juga golongan darah. Jika dinyatakan layak, pendonor akan langsung dibimbing oleh petugas menuju ruang pengambilan darah.

Baca juga:  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi: Komitmen Layanan Kesehatan Berkualitas dan Tanpa Diskriminasi

Baca juga:  Pilihan Olahraga Ringan di Pagi Hari yang Mudah dan Sehat

Pelayanan yang diberikan pun tak hanya profesional, tetapi juga ramah dan hangat, membuat pendonor merasa aman dan nyaman selama proses berlangsung.

Selanjutnya, sebagai bentuk apresiasi, UDD PMI Kota Jambi memberikan bingkisan sederhana namun bermakna kepada para pendonor. Isinya antara lain biskuit, pop mie, susu,  wafer, dan juga air berasa. Meskipun tampak kecil, bingkisan ini menjadi simbol terima kasih atas kepedulian yang telah diberikan.

Beberapa pendonor yang rutin datang ke UDD PMI Kota Jambi pun berbagi pengalamannya. Frias, salah satu pendonor aktif, mengaku bahwa donor darah sudah menjadi kebiasaan yang membuatnya merasa lebih sehat.

“Dengan donor ini, badan kita jadi lebih sehat dan bisa membantu orang lain. Saya malah jadi ketagihan donor,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Dwi, yang baru pertama kali mencoba donor darah, merasa antusias, meski mengalami sedikit efek ringan.

“Pertama kali donor darah seru sih, tapi setelahnya agak lemas juga. Tapi tetap senang bisa bantu orang lain,” katanya.

Testimoni seperti ini menunjukkan bahwa donor darah bisa menjadi pengalaman yang positif, bahkan menyenangkan, terutama jika dilakukan secara rutin.

Selain menyelamatkan nyawa orang lain, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Di antaranya membantu menurunkan risiko penyakit jantung, memperlancar sirkulasi darah, dan merangsang produksi sel darah baru. Donor darah juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang penuh empati.

Dengan pelayanan 24 jam, proses yang cepat dan nyaman, serta manfaat besar bagi diri dan orang lain, donor darah di UDD PMI Kota Jambi adalah langkah kecil yang berdampak besar. Jangan ragu untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini.




7 Tips Sehat yang Bisa Dilakukan Setelah Sahur Agar Puasa Lancar Seharian

SEPUCUKJAMBI.ID – Sahur adalah waktu yang sangat penting dalam menjalani ibadah puasa.

Makanan yang dikonsumsi saat sahur akan memberikan energi dan stamina yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

Namun, tidak hanya soal apa yang dimakan, tetapi juga apa yang dilakukan setelah sahur sangat mempengaruhi kondisi tubuh selama berpuasa.

Berikut adalah beberapa hal yang baik dilakukan setelah sahur untuk menjaga kesehatan dan stamina Anda sepanjang hari.

Baca juga:  Bikin Ngiler! Ini Pilihan Es Seger Jelang Berbuka Puasa Hari Ini

Baca juga:  MUI Prediksi Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2025, Tapi Lebaran Bisa Tetap Serentak

1. Beristirahat Sejenak Setelah Sahur

Setelah sahur, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Mengistirahatkan tubuh dengan tidur sejenak bisa membantu proses pencernaan.

Tidur sekitar 30-60 menit setelah sahur dapat meningkatkan kualitas tidur Anda dan memberi energi tambahan saat berpuasa. Namun, hindari tidur terlalu lama karena bisa menyebabkan rasa malas dan tubuh menjadi lebih lemas.

2. Minum Air Putih Secukupnya

Setelah sahur, penting untuk tetap terhidrasi dengan baik. Meskipun Anda tidak bisa minum saat berpuasa, pastikan Anda cukup minum air putih selama sahur.

Minumlah air dalam jumlah yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. Hindari minuman berkafein atau manis karena bisa menyebabkan dehidrasi.

3. Melakukan Aktivitas Ringan

Setelah sahur, Anda bisa melakukan aktivitas ringan seperti stretching atau berjalan kaki sebentar. Aktivitas ini membantu melancarkan peredaran darah dan mencegah tubuh terasa kaku setelah duduk lama.

Jangan langsung melakukan olahraga berat karena tubuh Anda masih dalam proses pencernaan.

4. Membaca Doa atau Dzikir

Setelah sahur, banyak umat Muslim yang meluangkan waktu untuk berdoa atau berdzikir. Ini adalah momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah selama bulan puasa.

Berdoa atau berdzikir juga dapat memberikan ketenangan pikiran dan membantu Anda tetap fokus dan energik sepanjang hari.

5. Rencanakan Aktivitas Sehari-hari

Manfaatkan waktu setelah sahur untuk merencanakan aktivitas Anda sepanjang hari. Membuat daftar pekerjaan atau rutinitas yang akan dilakukan bisa membantu Anda lebih terorganisir.

Dengan memiliki rencana yang jelas, Anda akan merasa lebih fokus dan tidak terburu-buru sepanjang hari.

6. Hindari Aktivitas yang Membuat Tubuh Lelah

Setelah sahur, hindari melakukan aktivitas fisik yang berat atau terlalu melelahkan. Berikan tubuh waktu untuk beristirahat dan mencerna makanan dengan baik.

Jika Anda merasa lelah, lebih baik duduk dan bersantai sejenak daripada melakukan aktivitas yang bisa menguras energi Anda lebih cepat.

7. Perhatikan Pola Makan Selama Sehari Penuh

Setelah sahur, penting untuk menjaga pola makan selama seharian penuh. Hindari makanan yang dapat menyebabkan perut kembung atau cepat lapar, seperti makanan yang terlalu pedas atau berminyak.

Sebaliknya, pilih makanan yang kaya serat dan protein untuk menjaga kenyang lebih lama.

Tips Menjaga Kesehatan Setelah Sahur:

  • Konsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka atau jeruk untuk menjaga hidrasi tubuh.
  • Hindari tidur terlalu lama setelah sahur agar tidak merasa lebih lemas.
  • Jangan langsung beraktivitas berat setelah sahur, beri waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan.

Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini setelah sahur, Anda dapat menjalani puasa dengan lebih lancar, tidak merasa kelelahan, dan tetap sehat sepanjang hari.(*)




Pola Hidup Sehat untuk Remaja di Era Modern

fruit lot on ceramic plate

SEPUCUKJAMBI.ID-Pola hidup sehat sangat penting bagi remaja, terutama di era modern ini. Di masa pertumbuhan yang kritis ini, remaja mengalami perubahan fisik, mental, dan emosional yang signifikan.

Dengan mengadopsi pola hidup sehat, mereka dapat meminimalisir risiko masalah kesehatan yang dapat muncul akibat gaya hidup yang tidak seimbang.

Misalnya, pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan kelebihan berat badan, diabetes, serta masalah jantung di kemudian hari.

Salah satu manfaat utama dari pola hidup sehat adalah peningkatan kesehatan fisik.

Baca Juga : Geram dengan Aktivitas Prostitusi, Massa Bakar 11 Warung Remang-remang di Awin Jaya

Baca Juga : Waduh! Imbas Efisiensi Anggaran, 5 Mobil Dinas KPU Bungo Ditarik

Aktivitas fisik yang cukup membantu remaja menjaga berat badan ideal, memperkuat otot dan tulang, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, pola makan yang kaya akan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan serat dapat mendukung perkembangan optimal tubuh mereka.

Dengan terbentuknya kebiasaan baik sejak dini, remaja akan lebih mungkin untuk mempertahankan kesehatan yang baik hingga dewasa.

Di samping kesehatan fisik, pola hidup sehat juga berdampak positif pada kesehatan mental dan emosional.

Remaja yang sering berolahraga cenderung memiliki mood yang lebih baik, lebih mampu mengatasi stres, dan memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah.

Kebiasaan positif seperti cukup tidur, konsumsi makanan bergizi, dan keterlibatan dalam aktivitas sosial dapat memperkuat kesehatan mental mereka.

Hal ini sangat penting, mengingat tantangan emosional yang sering dihadapi remaja dalam fase perkembangan mereka.

Pola hidup sehat tidak hanya menghasilkan dampak positif jangka pendek, tetapi juga membentuk kebiasaan yang akan melekat seumur hidup.

Dengan demikian, remaja yang mengadopsi gaya hidup sehat memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai kehidupan yang berkualitas dan seimbang di masa depan.

Kebiasaan baik yang ditanamkan saat ini akan terus berpengaruh pada setiap aspek kehidupan mereka, sehingga mempromosikan kesejahteraan secara keseluruhan.

Kombinasi Nutrisi yang Baik

Nutrisi yang seimbang sangat penting bagi perkembangan fisik dan mental remaja di era modern ini.

Pada masa pertumbuhan ini, remaja memerlukan berbagai komponen makanan yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama, yang dapat ditemukan pada makanan seperti nasi, roti, dan kentang.

Penting bagi remaja untuk memilih karbohidrat kompleks, yang memberikan energi lebih tahan lama dan membantu menjaga stabilitas gula darah.

Protein juga memiliki peranan penting dalam mendukung perkembangan otot dan fungsi tubuh. Sumber protein yang baik termasuk daging tanpa lemak, ikan, telur, serta produk nabati seperti kacang-kacangan dan lentil.

Lemak sehat, seperti yang ditemukan pada alpukat, ikan berlemak, dan minyak zaitun, memainkan peran penting dalam kesehatan jantung dan perkembangan otak.

Mengintegrasikan makanan ini ke dalam pola makan sehari-hari dapat membantu remaja mendapatkan asupan nutrisi yang beragam dan seimbang.

Selain komponen makronutrien tersebut, vitamin dan mineral juga harus diperhatikan.

Sayuran berwarna cerah dan buah-buahan segar kaya akan vitamin yang diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

Pastikan untuk memasukkan makanan seperti bayam, wortel, dan jeruk ke dalam diet harian.

Remaja juga dianjurkan untuk menghindari makanan olahan dan junk food yang banyak mengandung gula tambahan, garam, dan lemak trans, karena makanan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka, menurunkan energi, dan meningkatkan risiko penyakit di masa depan.

Untuk membantu remaja mengadopsi kebiasaan makan yang sehat, penting untuk memberikan saran tentang pilihan makanan praktis yang mudah diakses, seperti yoghurt, smoothie, atau camilan buah.

Pendekatan yang positif terhadap nutrisi dapat membantu remaja membangun pola hidup sehat yang berkelanjutan.

Aktivitas Fisik yang Menyenangkan

Aktivitas fisik merupakan bagian penting dari pola hidup sehat, terutama bagi remaja di era modern ini.

Dengan meningkatnya kecenderungan untuk menghabiskan waktu dengan gadget, penting untuk melakukan berbagai aktivitas fisik yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menyenangkan.

Olahraga tidak perlu dianggap sebagai kewajiban, melainkan bisa menjadi suatu hobi yang membuat remaja merasa lebih energik dan bersemangat.

Untuk menjaga kebugaran, remaja dapat memilih berbagai jenis olahraga yang sesuai dengan minat mereka. Misalnya, bersepeda, berenang, atau bermain bola adalah beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Olahraga kelompok atau permainan tim juga membantu menumbuhkan rasa kebersamaan; hal ini dapat meningkatkan motivasi, karena bermain bersama teman lebih mengasyikkan daripada berolahraga sendiri.

Selain itu, berkeringat memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.

Kegiatan fisik mampu meningkatkan kapasitas paru-paru, kekuatan otot, dan sistem kardiovaskular.

Metabolisme tubuh juga akan bergerak lebih aktif, sehingga membuat remaja lebih kuat dan lebih siap menghadapi berbagai aktivitas sehari-hari.

Dengan melakukan aktivitas secara rutin, remaja dapat mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan yang muncul akibat gaya hidup tidak aktif.

Untuk menjaga motivasi dalam berolahraga, penting untuk merancang jadwal yang realistis dan bervariasi.

Salah satu cara yang efektif adalah dengan menetapkan tujuan pribadi dan menjadwalkan waktu khusus untuk berolahraga.

Mengikuti kelas olahraga atau komunitas juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk mendapatkan dukungan sosial.

Dengan menemukan aktivitas fisik yang menyenangkan, remaja tidak hanya akan hidup lebih sehat tetapi juga menikmati prosesnya. Dengan demikian, pola hidup sehat dapat terintegrasi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mengelola Stres dan Kesehatan Mental

Kesehatan mental merupakan aspek yang krusial dalam gaya hidup sehat bagi remaja di era modern. Dengan berbagai tekanan yang dihadapi, mulai dari pendidikan hingga hubungan sosial, remaja sering kali mengalami tingkat stres yang tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan mengelola stres guna menjaga keseimbangan mental. Salah satu teknik efektiv yang dapat diimplentasikan adalah meditasi. Meditasi membantu individu untuk fokus dan menciptakan ketenangan batin, sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan dan meningkatkan suasana hati.

Selain meditasi, yoga juga merupakan praktik yang sangat bermanfaat. Dengan menggabungkan gerakan fisik dan teknik pernapasan, yoga tidak hanya memperkuat tubuh tetapi juga menenangkan pikiran.

Banyak remaja yang melaporkan pengalaman positif setelah menjadi lebih rutin dalam berlatih yoga. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi hobi yang dapat memberikan kebahagiaan dan relaksasi.

Kegiatan seperti menggambar, menulis, atau bermain musik dapat menjadi pelarian yang baik dari tekanan sehari-hari dan mendukung kesehatan mental secara keseluruhan.

Lingkungan sosial juga memainkan peran penting dalam membangun kesehatan mental yang positif. Dukungan dari teman sejawat dapat memberikan rasa saling pengertian dan memfasilitasi pertukaran pengalaman, yang sangat penting bagi remaja.

Memiliki jaringan sosial yang sehat memungkinkan mereka untuk merasa diterima dan diimbangi, sehingga dapat meminimalkan perasaan kesepian atau isolasi.

Dengan kombinasi teknik pengelolaan stres yang efektif dan dukungan sosial yang baik, remaja dapat membangun fondasi kuat untuk kesehatan mental yang lebih baik dalam hidup mereka.