Wako Alfin Tinjau Longsor, PUPR Diminta Segera Perbaiki

SUNGAI PENUH, SEPUCUKJAMBI.ID Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah meninjau sejumlah titik longsor di Kecamatan Pondok Tinggi dan Kumun Debai, Sabtu (22/3). Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu titik longsor yang menjadi perhatian adalah akses menuju objek wisata Bukit Khayangan. Wali Kota Alfin menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera melakukan perbaikan dengan memasang bronjong guna mengurangi risiko longsor susulan.

Selain itu, Alfin juga menyoroti kondisi jalan menuju Renah Kayu Embung yang terdampak bencana. Ia meminta agar dilakukan penataan tebing serta pemasangan gorong-gorong dan cadas agar jalan tetap aman digunakan masyarakat.

Baca juga:  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

Baca juga:  Walikota Sungai Penuh Alfin Soroti Disiplin ASN, Dalam Pelayanan Publik

“Kami ingin perbaikan dilakukan secepat mungkin agar akses masyarakat tidak terganggu dan risiko longsor lebih lanjut bisa dicegah,” ujar Alfin.

Selain longsor, curah hujan tinggi juga menyebabkan genangan air di beberapa titik, terutama di Kecamatan Pondok Tinggi. Pemkot Sungai Penuh berupaya melakukan langkah cepat untuk menangani dampak bencana ini, termasuk dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota didampingi oleh Pimpinan DPRD, Forkopimda, Sekda Alpian, serta jajaran SKPD terkait. Mereka meninjau langsung kondisi di lapangan guna memastikan perbaikan segera dilakukan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di daerah rawan longsor, serta segera melaporkan jika ada tanda-tanda pergerakan tanah. Upaya pencegahan dan penanganan bencana terus dilakukan demi keselamatan bersama.(*)

 




Kasus PJU Kerinci Memanas: Kejari Sungai Penuh Periksa Pejabat dan Anggota DPRD

SUNGAIPENUH, SEPUCUKAJMBI.ID – Kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 semakin memasuki babak baru.

Kejari Sungai Penuh kini telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan dan terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang diduga terlibat.

Menariknya, pemeriksaan kini turut menyasar mantan pimpinan DPRD Kerinci serta sejumlah anggota DPRD, baik yang masih menjabat maupun yang sudah tidak aktif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan telah dilakukan terhadap tiga mantan pimpinan DPRD Kerinci yang menjabat pada 2023, serta beberapa anggota dewan lainnya, termasuk mereka yang kini duduk di DPRD Provinsi Jambi.

Baca juga:  Kasus Korupsi PJU 2023, Kejari Sungai Penuh Amankan Dokumen Penting dari Dishub Kerinci

Baca juga:  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

Selain itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut dimintai keterangan.

Kasi Intel Kejari Sungai Penuh, Andi Sugandi, membenarkan bahwa unsur pimpinan DPRD dan anggota dewan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Menurutnya, proyek PJU ini berasal dari pokok pikiran (Pokir) dewan, sehingga keterlibatan mereka dalam perencanaan dan penganggaran perlu diklarifikasi.

Kami meminta keterangan dari unsur pimpinan DPRD periode sebelumnya, termasuk beberapa anggota yang masih menjabat dan yang kini duduk di DPRD Provinsi. Selain itu, Sekwan juga diperiksa untuk memastikan apakah proyek ini benar-benar masuk dalam pembahasan dan perencanaan,” ujar Andi Sugandi.

Baca juga:  Walikota Sungai Penuh Tinjau Sungai Cangkin Pasca Banjir, Fokus Perbaikan Infrastruktur

Baca juga:  Mubazir Usai Dibangun, Pasar Beringin Sungai Penuh Disewakan untuk Pedagang Pasar Ramadan

Ketika ditanya apakah ada anggota dewan yang mengakui menerima fee dari proyek PJU tersebut, Kasi Intel Kejari hanya tersenyum dan menyebut bahwa hal tersebut masih dalam proses pendalaman.

Itu bagian dari materi penyidikan yang sedang kami dalami,” ucapnya sambil tertawa.

Kejaksaan sendiri belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, namun proses penyidikan masih terus berlangsung hingga seluruh pihak yang terkait diperiksa.

Sebagai informasi, Kejari Sungai Penuh sebelumnya telah melakukan penggeledahan di Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci guna mencari bukti tambahan terkait kasus ini.

Baca juga:  Polsek Air Hangat Timur Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kerinci

Baca juga:  KPK Belum Tentukan Jadwal Pemeriksaan Ridwan Kamil, Terkait Dugaan Korupsi di Bank Jawa Barat

Dugaan korupsi proyek PJU ini mencakup anggaran sebesar Rp5,4 miliar yang dialokasikan pada tahun 2023.

Masyarakat kini menanti langkah tegas kejaksaan dalam mengungkap siapa saja yang bertanggung jawab dalam kasus ini. Jika terbukti ada penyelewengan dana, maka dipastikan bakal ada pihak yang dijerat hukum.(*)




Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kerinci sejak Rabu malam (12/3), hingga Kamis (13/3) kemarin, menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi beberapa desa.

Banjir tersebut berdampak pada beberapa wilayah seperti Koto Kapeh Siulak, Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kubang Lubuk Suli, Koto Lanang di Kecamatan Depati Tujuh, dan Talang Kemuning di Kecamatan Bukit Kerman.

Berdasarkan informasi yang diterima, puluhan rumah terendam banjir sejak pukul 20.00 WIB pada Rabu malam hingga pukul 06.00 WIB pagi hari.

Di Kecamatan Depati Tujuh, air baru mulai surut sekitar pukul 06.00 WIB pada Kamis pagi (13/3). Sementara itu, banjir di Desa Lempur masih berlangsung hingga pagi hari.

Baca juga:  Polsek Air Hangat Timur Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kerinci

Baca juga:  Pemkab Kerinci Serahkan Pengelolaan Objek Wisata ke Pihak Ketiga, Prioritaskan Fasilitas

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, melalui Kabid KL BPBD Kerinci, Saktian, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait banjir dan langsung mengerahkan tim untuk membantu masyarakat yang terdampak di sejumlah desa.

“Beberapa laporan telah kami terima, dan tim segera turun ke lapangan untuk membantu masyarakat di desa-desa terdampak seperti Desa Koto Kapeh Siulak, Lempur Gunung Raya, Talang Kemuning Bukit Kerman, serta beberapa desa di Kecamatan Depati Tujuh. Namun, situasi saat ini masih terkendali,” jelas Saktian, kemarin.

Menurut Dedi, salah seorang warga Kecamatan Depati Tujuh, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Merao. Luapan sungai ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi di bagian hulu Kerinci.

“Banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB pada Rabu malam dan berlangsung hingga pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Dedi.

Baca juga:  IAIN Kerinci Klarifikasi Isu Pemotongan Dana KIP-K, Rektor Tegaskan Tidak Ada Intervensi

Baca juga:  Sejumlah Pejabat IAIN Kerinci Diperiksa Polisi, Terkait Dugaan Pemotongan Dana KIP-K

Kepala BPBD Kerinci, Dedi Andrizal, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Kerinci.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana seperti banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan yang rawan banjir,” tegas Dedi Andrizal.

Selain Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh juga turut terdampak banjir. Beberapa kecamatan seperti Hamparan Rawang, Tanjung, dan Kumun di Kecamatan Kumun Debai juga mengalami genangan air akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.

Pihak BPBD Kerinci terus memantau perkembangan situasi di berbagai wilayah terdampak dan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir.

Bantuan tersebut termasuk evakuasi warga dan distribusi kebutuhan darurat.(*)




Bentuk Kepedulian, Polres Kerinci Bagikan Takjil dan Beri Imbauan Lalu Lintas di Ramadan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolres Kerinci, AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., bersama Para PJU Polres Kerinci melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci pada Jumat, (7/3/2025) pukul 16.50 WIB.

Pembagian takjil ini dilakukan di depan Pos Lantas Sungai Penuh sebagai bentuk kepedulian Polres Kerinci kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polres Kerinci untuk berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Kami ingin membagikan kebahagiaan dan kebersamaan dengan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Kapolres Kerinci.

Baca juga:  Polres Kerinci Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak, Pelaku Ditangkap di Desa Koto Tengah

Baca juga:  Lakukan Patroli Rutin, Polres Kerinci Sasar Lokasi Miras dan Titik Rawan Kejahatan

Kapolres juga berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Polres Kerinci dan masyarakat, serta membantu mereka yang membutuhkan.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat ikatan antara kami dan warga,” tambahnya.

Selain pembagian takjil, Kapolres Kerinci turut memberikan himbauan kepada pengendara yang melintas untuk tetap berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas.

“Selama bulan Ramadan, kami juga mengimbau agar para pengendara tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

Baca juga:  Kasus Korupsi PJU 2023, Kejari Sungai Penuh Amankan Dokumen Penting dari Dishub Kerinci

Baca juga:  Petani Kerinci Senang, Harga Karet Melejit di Atas 11 Ribu per Kilogram

Kegiatan pembagian takjil ini berlangsung dengan aman, kondusif, dan tertib. Polres Kerinci berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial lainnya yang dapat membantu masyarakat dan mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.(*)




Hujan Deras Picu Sungai Bungkal Meluap, Satu Mobil di Kota Sungai Penuh Terbawa Arus

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyebabkan kenaikan debit Sungai Bungkal.

Selain itu, peristiwa ini juga mengakibatkan satu mobil terbawa arus setelah bibir sungai longsor. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu malam.

Heri, warga Sungai Jernih mengatakan bahwa, satu mobil hanyut terbawa arus sungai akibat longsor di bibir Sungai Bungkal. Mobil tersebut hanyut sejauh 500 meter.

“Ya, memang ada satu mobil yang terbawa arus Sungai Bungkal setelah terjadi longsor. Hujan deras dari sore hingga dini hari membuat kondisi sungai sangat berbahaya,” ujar Heri.

Baca juga: Waspada Hujan Lebat hingga Sore Ini di Jambi, Simak Informasi Lengkapnya!

Baca juga: Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh Tak Jadi Dibangun, RAB Tak Siap Jadi Kendala Utama

Rudi, Kepala Desa Sungai Jernih, juga membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada satu mobil yang hanyut setelah longsor dekat jembatan Sungai Jernih. Selain itu, ada satu lagi mobil yang ikut terbawa longsor sejauh 500 meter,” jelasnya.

Rudi juga menambahkan bahwa selain longsor di sekitar jembatan Sungai Jernih, terdapat sejumlah titik longsor di wilayah desa Sungai Jernih, dengan 6 titik longsor yang tercatat.

Kejadian ini mengganggu akses jalan di desa dan membatasi pergerakan kendaraan.

Dia menjelaskan, curah hujan yang tinggi di Kota Sungai Penuh telah menyebabkan debit air Sungai Bungkal meningkat tajam.

“Saat ini, kondisi air di Sungai Bungkal masih deras, dan untuk mobil yang terbawa arus, sudah berhasil diangkat menggunakan alat berat,” tambah Rudi.(*)




Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh Tak Jadi Dibangun, RAB Tak Siap Jadi Kendala Utama

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID –  Pembangunan Pasar Beringin Jaya yang semula direncanakan untuk dimulai pada tahun 2024, terpaksa dibatalkan karena keterlambatan dalam menyiapkan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

RAB yang merupakan tanggung jawab Kabid Cipta Karya, PUPR Kota Sungai Penuh, hingga akhir tahun 2024 tidak juga selesai.

Sumber yang diperoleh media ini mengungkapkan bahwa, meskipun pasar Beringin Jaya direncanakan dibangun pada 2024, masalah RAB yang belum selesai dan lambatnya persiapan lapak untuk pedagang mengakibatkan proyek tersebut terhambat.

Akibatnya, dana yang dialokasikan untuk pembangunan pasar tersebut ditarik kembali ke pusat.

Baca juga: Kasus Korupsi PJU 2023, Kejari Sungai Penuh Amankan Dokumen Penting dari Dishub Kerinci

Baca juga: Sekda Sungai Penuh Yakini Ketersediaan Bahan Pokok Aman, Menjelang Momen Ramadan 1446 H

Hendra Nasution, Kabid Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Sungai Penuh, menjelaskan bahwa, salah satu syarat utama untuk memulai pembangunan adalah kesiapan RAB dan penyediaan lapak penampungan bagi para pedagang pasar Beringin.

“RAB merupakan tanggung jawab PUPR dengan dana APBD Kota Sungai Penuh 2024. Namun, hingga akhir tahun 2024, RAB tersebut belum selesai. Selain itu, Dinas Perhubungan juga menghadapi kendala dalam menyiapkan lapak pedagang, yang akhirnya dibangun di depan Pasar Beringin,” terang Hendra.

Ia menambahkan, meskipun ada kendala, pihaknya tetap berupaya membangun lapak penampungan di awal tahun 2025.

Rencana awal untuk membangun 40 lapak sempat mendapatkan sorotan dari anggota Dewan, sehingga hanya 20 lapak yang bisa dibangun.

Lebih lanjut, Hendra menyampaikan bahwa anggaran yang tidak terpakai akhirnya dikembalikan ke Kas Daerah sesuai dengan rekomendasi dari Inspektorat Kota Sungai Penuh.

Kepala Inspektorat Kota Sungai Penuh, Wira, mengonfirmasi bahwa setelah rapat evaluasi, pihaknya menyarankan agar anggaran yang belum dipergunakan dikembalikan ke Kasda.

Sementara itu, Dede, Kabid Cipta Karya, belum memberikan respons terkait masalah ini.

Saat dihubungi melalui WhatsApp dan langsung ke kantor, ia tidak dapat ditemui, dan hingga berita ini diturunkan, pihak PUPR belum memberikan penjelasan lebih lanjut.(*)