Demi Keselamatan, Warga Lorong Teratai Kota Jambi Patungan Perbaiki Jalan Utama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepedulian dan solidaritas warga kembali terlihat di Lorong Teratai, Kelurahan Bakung Jaya, Kota Jambi.

Ratusan kepala keluarga secara swadaya menggelar gotong royong memperbaiki jalan utama lorong yang mengalami kerusakan cukup parah, Jumat (16/1/2026).

Sejak pagi hari, puluhan warga turun langsung ke lokasi untuk memperbaiki jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.

Perbaikan dilakukan dengan bantuan alat berat untuk mengeruk bagian jalan yang rusak, kemudian diisi batu makadam dan ditimbun abu batu.

Tahapan akhir akan dilakukan pelapisan menggunakan aspal siram.

Inisiatif gotong royong ini muncul setelah warga menilai kondisi jalan utama Lorong Teratai semakin membahayakan, terutama saat hujan dan malam hari.

Melalui musyawarah bersama, warga dari RT 37 Lorong Teratai, Perumahan BDT, Perumahan BCL, serta kawasan Limbat sepakat melakukan iuran guna mempercepat perbaikan jalan.

Ketua pelaksana kegiatan, Irwansyah, mengatakan perbaikan dilakukan pada sejumlah titik dengan tingkat kerusakan yang berbeda.

“Total jalan yang diperbaiki sekitar 350 meter. Ada lubang besar, kerusakan sedang, hingga lubang-lubang kecil yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.

Warga berharap, dengan perbaikan ini mobilitas masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman.

Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama keluar masuk Lorong Teratai yang cukup padat dilalui kendaraan setiap hari.

Perbaikan jalan direncanakan tidak selesai dalam satu hari. Setelah tahap pengerukan dan penimbunan, proses akan dilanjutkan hingga penyiraman aspal rampung.

Warga menargetkan jalan sudah layak digunakan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.(*)




Anggaran Rp400 Miliar, BPJN Jambi Fokus Perbaikan Jalan dan Jembatan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi akan mengelola anggaran sebesar Rp400 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk peningkatan kualitas dan pemeliharaan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Jambi, meliputi perbaikan jalan, rehabilitasi dan pembangunan jembatan, serta berbagai pekerjaan penunjang lainnya.

Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Pekerjaan Umum dalam menjaga kemantapan jalan nasional sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Infrastruktur yang andal dinilai menjadi kunci utama kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.

“Anggaran Rp400 miliar ini difokuskan untuk penanganan ruas jalan nasional prioritas, mulai dari perbaikan jalan rusak, peningkatan struktur perkerasan, hingga rehabilitasi jembatan yang memerlukan penanganan khusus,” ujar Dedy.

Selain pekerjaan utama pada badan jalan dan jembatan, BPJN Jambi juga mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan rutin dan berkala.

Seperti perbaikan drainase, bahu jalan, serta fasilitas keselamatan jalan.

Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, BPJN Jambi akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait lainnya.

Khususnya dalam pengaturan lalu lintas selama masa pekerjaan berlangsung, agar aktivitas perbaikan tidak mengganggu arus transportasi masyarakat.

BPJN Jambi menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pada tahun 2026 akan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengawasan dilakukan secara berjenjang guna memastikan mutu pekerjaan memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

Dengan dukungan anggaran tersebut, BPJN Jambi berharap kondisi jalan nasional dan jembatan di Provinsi Jambi semakin mantap dan andal.

Infrastruktur yang baik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar arus logistik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)




Jalan Nasional di Kerinci Rusak, Arus Mudik Lebaran Terancam

Kondisi jalan nasional di Kerinci yang rusak parah dengan lubang besar, menghambat arus kendaraan menjelang mudik Lebaran 2025.

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Kerinci mengalami kerusakan parah, terutama di kawasan Siulak Deras dan beberapa titik lain menuju Kayu Aro. Kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat kelancaran arus mudik Lebaran 2025.

Salah satu titik paling terdampak berada di bekas area tambang galian C ilegal yang kini sudah tidak beroperasi. Kerusakan jalan diperparah oleh lalu lintas dump truck bermuatan berat yang sebelumnya mengangkut material pasir dari tambang tersebut.

Kerusakan jalan di kawasan Siulak Deras diduga akibat aktivitas tambang pasir ilegal yang sudah berlangsung lama. Truk-truk pengangkut pasir yang melintasi jalur ini membawa muatan berlebih hingga melebihi kapasitas tonase jalan, menyebabkan aspal cepat rusak dan berlubang.

Menurut salah satu pengendara, Dodi, kondisi jalan yang rusak ini sangat mengkhawatirkan. “Jalan ini penuh lubang besar, sangat berbahaya bagi pengendara, terutama saat musim mudik nanti. Truk-truk bermuatan pasir yang melewati jalur ini membuat aspal cepat terkelupas dan rusak,” ujarnya.

Baca juga:  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

Baca juga:  Polsek Air Hangat Timur Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kerinci

Pasir yang diangkut dalam kondisi basah dan berat, semakin mempercepat kerusakan jalan. Akibatnya, para pengendara yang melintas harus ekstra berhati-hati, terutama saat hujan karena jalan menjadi lebih licin dan sulit dilewati.

Menjelang arus mudik Lebaran 2025, ruas jalan nasional ini diperkirakan akan dipadati kendaraan pemudik dan wisatawan yang menuju Kayu Aro, salah satu destinasi wisata unggulan di Kerinci. Warga setempat berharap agar Balai Wilayah Jalan Nasional segera melakukan perbaikan sebelum puncak arus mudik tiba.

“Kami berharap perbaikan dilakukan secepatnya. Jalan ini tidak hanya untuk mudik, tapi juga akses utama menuju objek wisata di Kayu Aro,” ujar seorang warga.

Dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas menjelang Idul Fitri, perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak guna menghindari kemacetan dan kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak parah. (*)




Jalan Alternatif Padang Lamo Dibuka Kembali, Kendaraan Hingga 30 Ton Bisa Melintas

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI – Jalan alternatif Padang Lamo yang terletak di Desa Teluk Kayu Putih kini telah dibuka kembali dan dapat dilalui oleh kendaraan bermuatan hingga 30 ton.

Namun, perlu diperhatikan bahwa sistem lalu lintas di jalur ini masih diberlakukan dengan sistem buka tutup, yang berarti kendaraan tidak dapat melintas secara bersamaan.

Untuk memastikan kelancaran lalu lintas di jalan tersebut, warga setempat telah memasang balok kelapa penghubung jalan yang kemudian ditimpa dengan plat baja yang dikirim oleh Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Pemkab Tebo bersama Pemprov Jambi terus bekerja sama dalam menangani perbaikan infrastruktur jalan tersebut.

Baca juga:  Banjir Terjang Enam Kecamatan di Kabupaten Tebo, Ratusan Rumah Terdampak

Baca juga:  Keren! Pemkab Tebo Tambah Pasokan LPG 3 Kg ke Setiap Kecamatan

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Hendri Nora menjelaskan bahwa, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan perbaikan lebih lanjut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Provinsi Jambi, mereka mengirimkan plat baja, dan nantinya akan kami letakkan di atas balok kelapa,” ungkap Hendri.

Saat ini, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tebo juga tengah berupaya semaksimal mungkin, untuk memperbaiki sisi jembatan yang ambruk agar arus lalu lintas dari Jambi ke Sumbar dan sebaliknya dapat kembali lancar.

“Kami berharap secepatnya dapat mengatasi permasalahan ini agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambahnya.

Baca juga:  Bupati Tebo Mulai Evaluasi Kabinet, Ingatkan ASN Tentang Efisiensi Anggaran 2025

Baca juga:  Waduh! Gaji PPPK Tahun 2025 di Tebo Belum Dianggarkan

Namun, Hendri juga mengingatkan bahwa, jalan Padang Lamo tidak layak dilalui oleh kendaraan dengan muatan lebih dari 8 ton.

Kondisi jalan yang sempit dan kurang pencahayaan pada malam hari dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas yang ada di lapangan.

“Kami harap pengguna jalan dapat mengantisipasi, dan jika diarahkan petugas untuk menepi atau mengambil jalur alternatif lain, mohon untuk mengikuti arahan tersebut demi keselamatan bersama,” kata Hendri Nora.

Baca juga:  MUI Tebo Imbau Tempat Hiburan Malam dan Warem Tutup Selama Ramadan 2025

Baca juga:  Pimpin Apel, Wali Kota Maulana Tegaskan Tim Terpadu Tertibkan Gepeng dan Anjal Yang Resahkan Masyarakat

Pemerintah Daerah berharap semua pihak dapat bekerja sama menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung.

Dengan kerjasama dan perhatian dari pengguna jalan, diharapkan proses perbaikan infrastruktur ini dapat segera selesai tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.(*)




Program 100 Hari Kerja, Walikota Jambi Maulana sebut Fokus Perbaikan Jalan Rusak

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr dr H Maulana MKM, melakukan peninjauan terhadap sejumlah titik jalan rusak ringan di Kota Jambi pada Rabu, 5 Maret 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan program 100 hari kerja yang dilaksanakan pasca pelantikan dirinya sebagai Walikota, bersama Wakil Walikota Diza Hazrah Aljosha SE MA.

Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah Jalan Pangeran Hidayat, tepatnya di Lorong Siswa, Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kotabaru.

Dalam tinjauan ini, Walikota Maulana didampingi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi, Camat Kotabaru, dan para lurah se-Kecamatan Kotabaru.

Baca juga:  Safari Ramadan Pemkot Jambi 1446 H, Walikota Maulana Hadirkan Kebaikan di Masjid Nur Zahra

Baca juga:  Kemas Faried Alfarelly Dampingi Wali Kota Maulana, Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Program Jambi Kota Taqwa

Maulana menekankan pentingnya perbaikan jalan yang rusak untuk memastikan kelancaran transportasi, terutama menjelang Lebaran.

“Lubang-lubang di jalan yang rawan sangat membahayakan, terutama saat arus mudik Lebaran. Saya sudah memerintahkan Dinas PUPR untuk segera menutup jalan rusak,” kata dia.

“Dengan menyesuaikan kondisi jalan. Misalnya, jalan yang membutuhkan aspal, akan menggunakan aspal,” ujar Walikota Maulana.

Dalam program 100 hari kerjanya, perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utama. Maulana menargetkan perbaikan pada ruas jalan yang paling mendesak dan strategis.

Baca juga:  Siapkan Strategi Bertahap Tangani Banjir, Wako Maulana Gelar Rakor Bersama BWSS dan Pemrov Jambi

Baca juga:  Wali Kota Jambi Maulana Buka Gerakan Pangan Murah, Pastikan Kebutuhan Pangan Tercukupi

“Kami fokus pada jalan-jalan yang berpotensi menimbulkan masalah di masa depan. Prioritas kami adalah ruas jalan yang penting, untuk memperlancar arus lalu lintas, terlebih dengan meningkatnya volume kendaraan saat Lebaran,” tambahnya.

@sepucukjambi.idProgram 100 hari kerja Wali Kota Jambi, Maulana sat meninjau sejumlah titik jalan rusak. hingga Lebaran nanti diprediksi 30 persen jalan rusak ringan diperbaiki #viral #viralvideo #fypシ゚ #Jambi #walikotajambi #maulana #walikotamaulana #jalanrusak

♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Dengan fokus pada perbaikan infrastruktur, Maulana berharap program 100 hari kerjanya dapat memberikan dampak positif dan segera dirasakan oleh masyarakat Kota Jambi.(*)