TPID Kota Jambi Bergerak, Ribuan Paket Sembako hingga Operasi Pasar Jadi Senjata Tekan Inflasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah dengan melibatkan berbagai sektor.

Ketersediaan pangan, stabilitas harga, serta perlindungan daya beli masyarakat menjadi perhatian utama dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan.

Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jambi bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi yang digelar di Aula Telanaipura Bapperida Kota Jambi, Selasa 28 Juli 2026.

Pertemuan yang mengusung tema “Sinergi TPID Menuju Inflasi Terkendali untuk Mewujudkan Kota Jambi Bahagia” itu dipimpin Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, dan dihadiri unsur Forkopimda, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), BMKG, OPD, instansi vertikal, serta jajaran TPID Kota Jambi.

Menurut Diza, pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Pengendalian inflasi bukan pekerjaan satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh anggota TPID agar pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau masyarakat,” ujar Diza.

Ia menyebut sejumlah faktor perlu diantisipasi bersama, mulai dari perubahan cuaca, potensi gangguan produksi pangan, kebijakan pemerintah, hingga perubahan pola konsumsi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh perangkat terkait tidak hanya melakukan pemantauan dari sisi administrasi, tetapi juga memastikan kondisi di lapangan.

“Kita harus hadir melihat langsung kondisi masyarakat, memantau pasar, serta memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat,” katanya.

Ribuan Paket Sembako hingga Operasi Pasar Jadi Langkah Pengendalian

Diza menjelaskan, sepanjang Semester I 2026, Pemkot Jambi bersama TPID telah menjalankan berbagai program untuk menjaga stabilitas harga.

Program tersebut meliputi 15 kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, 20 kali operasi pasar atau pasar murah bersubsidi, inspeksi pasar, Gerakan Tanam Pangan, hingga penguatan cadangan pangan pemerintah.

Untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, Pemkot Jambi mencatat cadangan pangan mencapai 1.004.260 kilogram beras dan 200.852 liter minyak goreng.

Selain itu, pemerintah bersama Forum CSR Kota Jambi juga telah menyalurkan 15.404 paket sembako kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

BI Dorong Penguatan Kerja Sama Antar Daerah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arif Budiman, mengatakan Kota Jambi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas inflasi di Provinsi Jambi.

Menurutnya, pengendalian inflasi membutuhkan koordinasi yang kuat, terutama dalam menjaga rantai pasok dan memastikan distribusi berjalan baik.

“Kerja sama antar lembaga dan antar daerah menjadi kunci agar ketersediaan pasokan tetap terjaga,” ujar Tedy.

Dalam pertemuan tersebut, TPID Kota Jambi juga membahas sejumlah tantangan yang berpotensi mempengaruhi inflasi, termasuk dampak perubahan iklim terhadap produksi pertanian, kesiapan pasokan pangan menghadapi Natal dan Tahun Baru 2027, serta penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD).

Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat

Selain menjaga pasokan dari sisi pemerintah, Pemkot Jambi juga memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Sejumlah program yang terus didorong antara lain pemanfaatan lahan pekarangan, intensifikasi pertanian, Kampung Belanja tingkat RT, hingga gerakan menanam cabai di lingkungan sekolah.

Pemkot juga mendorong perluasan program LAGROKOTA hingga tingkat kecamatan sebagai salah satu upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengendalian harga pangan.

Melalui penguatan TPID dan berbagai program strategis tersebut, Pemerintah Kota Jambi menargetkan inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat terlindungi, serta pertumbuhan ekonomi daerah terus bergerak menuju visi Kota Jambi Bahagia 2025–2029.(*)




Lonjakan Harga Awal Puasa, Bupati Muaro Jambi Turunkan Operasi Pasar

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kembali menggelar pasar murah sebagai langkah pengendalian harga kebutuhan pokok pada awal Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang dikemas dalam Gebyar Ramadan ini berlangsung selama dua hari di Lapangan Masjid Jami’ Miftahurrahman, Desa Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), mulai Minggu (1/3/2026).

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, mengatakan pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah peningkatan konsumsi saat awal Ramadan.

Menurutnya, sejumlah komoditas kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar umum, sehingga dapat membantu meringankan beban warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pasar murah ini menawarkan harga yang relatif lebih rendah dibanding harga di pasaran. Masyarakat yang berhak hendaknya dapat memanfaatkannya dengan baik,” ujar Bambang.

Bupati yang akrab disapa BBS itu menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok di awal Ramadan merupakan pola tahunan yang kerap terjadi.

Lonjakan tersebut, katanya, berdampak langsung terhadap rumah tangga dengan pendapatan terbatas.

Karena itu, pemerintah daerah melakukan intervensi melalui operasi pasar murah sebagai bentuk pengendalian harga dan stabilisasi pasokan.

“Kita ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi warga dalam kegiatan Gebyar Ramadan menjadi indikator bahwa program tersebut menyasar kebutuhan riil masyarakat.

Pemkab Muaro Jambi, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok sepanjang Ramadan.

Evaluasi akan dilakukan jika terjadi lonjakan signifikan pada komoditas tertentu.

“Kami akan melihat dinamika harga di lapangan. Jika diperlukan langkah tambahan, tentu akan kita tindak lanjuti,” tegasnya.(*)




Harga Bahan Pokok di Jambi Aman dan Terkendali, Wagub Sani: Stok Cukup 2–3 Bulan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDDrs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan pokok di Provinsi Jambi dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan usai melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Angso Duo Baru, Rabu (18/2/2026), didampingi Wakapolda Jambi, Danrem 042/Gapu, unsur Forkopimda, Bulog, Bank Indonesia, dan instansi terkait.

Wagub Sani menyampaikan bahwa stok pangan strategis masih mencukupi untuk dua hingga tiga bulan ke depan. Data terkini menunjukkan:

  • Beras: ±23.000 ton

  • Minyak goreng: ±1 juta liter

  • Gula pasir: ±23 ton

  • Jagung: ±600 ton

  • Daging: ±4 ton

  • Terigu: ±1 ton

“Artinya kita optimis kesiapan ketersediaan bahan pangan pokok di Jambi dalam 2–3 bulan ini aman,” ujar Wagub Sani.

Ia menegaskan Bulog terus menjaga stabilitas harga agar tetap sesuai ketentuan pemerintah.

Meski sebagian komoditas mengalami kenaikan, seperti cabe rawit merah Rp90.000/kg, telur ayam ras Rp27.000/kg, telur ayam kampung Rp2.500/butir, telur bebek Rp2.000/butir, dan daging beku Rp80.000/kg, pemerintah daerah siap melakukan langkah pengendalian harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rina Syawal, yang turut mendampingi, menjelaskan bahwa Satgas Saber Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan terus memantau pasar di berbagai kabupaten seperti Sungai Penuh, Kerinci, Merangin, Sarolangun, dan Kota Jambi.

“Kami memantau harga sesuai HET dan harga acuan penjualan. Jika ditemukan harga tinggi, akan ditelusuri hingga ke pemasok atau produsen. Satgas juga bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak pelanggaran,” jelas Rina.

Sebagai bentuk edukasi, Satgas Pangan memasang spanduk daftar harga resmi di pasar-pasar pantauan dan menyediakan hotline bagi masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran harga.

Beberapa HET dan HAP terbaru yang berlaku:

  • Beras premium: Rp.15.400/kg

  • Beras medium: Rp.14.000/kg

  • Beras SPHP: Rp.13.100/kg

  • Gula konsumsi: Rp.17.500/kg

  • Telur ayam ras: Rp.30.000/kg

  • Daging ayam ras: Rp.40.000/kg

  • Minyakita: Rp.15.700/liter

Pemerintah Provinsi Jambi juga menyiapkan intervensi tambahan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, dan penambahan mitra Rumah Pangan Kita (RPK) melalui Bulog.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan harga komoditas relatif stabil: cabe merah Rp35.000/kg, cabe rawit hijau Rp25.000/kg, ayam ras ±Rp40.000/kg, daging sapi Rp120.000–Rp150.000/kg, bawang merah Rp34.000/kg, bawang putih Rp32.000/kg, Minyakita Rp15.700/liter, beras medium kemasan 5 kg ±Rp60.000, dan gula konsumsi Rp17.000/kg.

Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Jambi optimistis masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran 2026 dengan tenang dan aman.(*)




Harga dan Stok Bahan Pokok Aman di Sarolangun, Minyak Goreng Alami Keterlambatan Distribusi

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Polres Sarolangun bersama Pemerintah Daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar sembako untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Sidak ini menegaskan komitmen aparat kepolisian dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan masyarakat selama momen akhir tahun.

Tujuan sidak ini adalah untuk memantau stok dan harga kebutuhan pokok, serta memastikan tidak ada penimbunan, permainan harga, atau gangguan distribusi menjelang momentum Nataru 2025/2026.

Hasil pengecekan Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., bersama Bupati Sarolangun H. Hurmin, SE, Jumat (19/12/2025) menunjukkan, harga bahan pokok relatif stabil dan stok mencukupi.

Untuk beras premium, harga berkisar Rp15.500 per kilogram, beras medium Rp13.500–Rp14.500 per kilogram.

Komoditas minyak goreng mengalami keterlambatan distribusi khususnya jenis Minyakita, dengan harga mencapai Rp18.000 per kilogram, lebih tinggi dari HET Rp15.000.

Sementara minyak goreng kemasan premium dijual Rp20.000 dan minyak curah Rp17.000 per kilogram.

Komoditas lain, seperti gula pasir, tetap stabil di kisaran Rp17.000–Rp18.000 per kilogram.

Secara umum, tidak ditemukan lonjakan harga signifikan atau kelangkaan di pasar.

Kapolres Sarolangun menegaskan bahwa, sidak ini merupakan langkah preventif untuk menjaga kestabilan harga dan kamtibmas

 “Kami akan terus mengawasi agar tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujar AKBP Wendi.

Polres Sarolangun juga berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait, memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar sehingga masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan kondusif.(*)




Pemkab Tebo Gelar Operasi Pasar, Stok Kebutuhan Pokok Aman

Muara Tebo, SEPUCUKJAMBI.ID – Mengantisipasi lonjakan harga jelang Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo melalui Dinas Perindagkop dan UMKM menggelar Operasi Pasar Murah di Taman Tanggo Rajo Pasar Muaro Tebo. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Bupati Tebo, Agus Rubiyanto (ARB), bersama Wakil Bupati Nazar Efendi dan Forkompinda Tebo meninjau langsung jalannya operasi pasar. ARB menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen Pemkab dalam menjaga ketersediaan bahan pokok serta menstabilkan harga di pasaran.

“Begitu harga melonjak, kita segera bergerak. Operasi pasar ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar ARB.

Baca juga:  Dewas Perumda Tirta Muaro Tebo Dilantik, Bupati Agus Berharap Layanan Meningkat

Baca juga:  Sepekan Gas Melon di Tebo Sulit Dicari, Disperindag Tebo Pastikan Tetap Aman

Pantauan di Pasar Tanjung Bungur Muaro Tebo menunjukkan harga cabai, daging ayam, dan daging sapi masih stabil dan diperkirakan mencukupi hingga Lebaran.

“Stok daging ayam dan sapi masih aman, sehingga untuk sementara belum diperlukan operasi pasar tambahan,” tambahnya.

Operasi Pasar Murah ini menawarkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, telur ayam ras, tepung terigu, gula pasir, dan susu kental manis dengan harga lebih rendah dari pasaran. Untuk pembelian gas elpiji bersubsidi, warga diwajibkan melampirkan fotokopi KTP dan KK.

Dengan adanya operasi pasar ini, Pemkab Tebo berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dan lonjakan harga menjelang Lebaran bisa ditekan.(*)




Gerakan Pangan Murah di Kota Jambi, Warga Dapatkan Bahan Pokok dengan Harga Lebih Murah

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 4 Maret 2025, sebagai bagian dari upaya untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pelaku usaha dan UMKM yang menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan pasaran.

Evridal Asri, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, menyebutkan bahwa GPM kali ini menyediakan berbagai bahan pokok seperti sayuran, cabai, bawang, dan bahan lainnya.

“Pada Gerakan Pangan Murah ini, kami bekerja sama dengan pelaku usaha dan UMKM untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih murah,” jelas Evridal.

Baca juga: Harga Beras Terjangkau, Warga Rela Antre di Operasi Pasar Tugu Keris Siginjai

Baca juga: Mobil Pelaku Dimodifikasi, Polres Merangin Gagalkan Pengangkutan BBM Bersubsidi

Menurutnya, harga bahan pangan yang dijual dalam kegiatan ini bisa lebih rendah antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 dibandingkan dengan harga pasaran pada umumnya.

“Perbedaan harga ini tentunya menjadi kesempatan bagi warga untuk memperoleh bahan pangan yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Warga yang datang menyambut baik kegiatan ini, karena harga yang ditawarkan sangat membantu dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Dengan harga yang lebih murah, mereka bisa membeli bahan pokok dengan jumlah yang lebih banyak.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat terus berlangsung sebagai salah satu langkah strategis Pemkot Jambi dalam menjaga kestabilan harga bahan pangan dan membantu masyarakat, khususnya menjelang kebutuhan pangan yang meningkat.(*)




Harga Beras Terjangkau, Warga Rela Antre di Operasi Pasar Tugu Keris Siginjai

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  Pagi ini, sejumlah warga Kota Jambi rela antre panjang di operasi pasar yang digelar Pemkot Jambi di Tugu Keris Siginjai, untuk mendapatkan harga beras yang lebih terjangkau.

Program ini disambut antusias, terutama oleh para ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan harga beras murah.

Salah satu warga, Siti Nuriati, mengungkapkan, meskipun ada sedikit perbedaan harga, namun tetap saja harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasaran.

“Beda-beda tipis, tapi jadilah murah,” ujarnya.

Baca juga: Mobil Pelaku Dimodifikasi, Polres Merangin Gagalkan Pengangkutan BBM Bersubsidi

Baca juga: Petugas Karantina Jambi Gagalkan Pengiriman Anggrek Dendrobium Tanpa Izin

Di lokasi tersebut, harga beras yang dijual bervariasi. Untuk merek SPHP, harga beras dipatok sekitar Rp60 ribu per 5 kilogram.

Sementara merek lain memiliki harga yang sedikit lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung jenis dan kualitas berasnya.

Sejumlah warga yang ditemui mengaku senang dengan adanya operasi pasar ini karena bisa menghemat pengeluaran keluarga mereka, terutama dengan harga yang terus melambung di pasaran.

Seorang warga yang mengantre di lokasi tersebut, yang merupakan salah satu pembeli di terminal baru, juga menambahkan bahwa, harga beras saat ini sangat bervariasi dan kadang tidak terjangkau bagi banyak orang.

“Operasi pasar ini sangat membantu kami yang membutuhkan beras dengan harga terjangkau,” katanya.

Operasi pasar yang digelar Pemkot Jambi ini diperkirakan akan berlangsung hingga siang hari, memberikan kesempatan bagi warga untuk membeli barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.(*(




Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut bulan Ramadan, Wali Kota Jambi, Maulana mengumumkan rencana untuk menggelar operasi pasar pada Selasa mendatang, 4 Maret 2025.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat selama bulan suci.

Dalam pernyataannya, Maulana menekankan bahwa. stabilitas harga dan pasokan bahan pangan harus dijaga agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah Kota Jambi terus memantau ketersediaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan gas LPG untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

“Kami memastikan semua bahan pangan tersedia dan harganya terjangkau. Insya Allah, Selasa depan akan ada operasi pasar dengan gerakan pangan murah untuk beras, gas LPG, dan bahan pokok lainnya,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, operasi pasar ini bertujuan untuk memberikan akses mudah kepada masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih stabil dan murah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah proaktif Pemkot Jambi dalam mengatasi potensi fluktuasi harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang Ramadan.

“Pemerintah akan terus mengawasi pasokan barang kebutuhan pokok agar tetap terjangkau dan cukup untuk masyarakat. Kami berharap dengan adanya operasi pasar, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar,” tambahnya.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Baca juga: MUI Prediksi Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2025, Tapi Lebaran Bisa Tetap Serentak

Operasi pasar yang akan diadakan pada Selasa, 4 Maret 2025 ini akan mencakup distribusi bahan pokok penting, termasuk beras, minyak goreng, gula, dan gas LPG.

Pemkot Jambi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan barang.

Rencana Operasi Pasar:

  • Tanggal: Selasa, 4 Maret 2025
  • Tujuan: Menjamin ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok selama bulan Ramadan
  • Bahan Pokok yang Diperjualbelikan: Beras, gas LPG, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya

Wali Kota Maulana berharap bahwa dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat Jambi dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa khawatir dengan lonjakan harga bahan pokok yang signifikan.

Pemkot Jambi berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan memastikan kesejahteraan masyarakat selama bulan suci.(*)