Daftar Pemenang Penghargaan FIFA Piala Dunia 2026, Spanyol Dominasi

SEPUCUKJAMBI.ID – FIFA resmi mengumumkan daftar peraih penghargaan Piala Dunia 2026 setelah turnamen berakhir dengan Timnas Spanyol keluar sebagai juara usai mengalahkan Timnas Argentina 1-0 di partai final, Senin 20 Juli 2026.

Sejumlah penghargaan individu dan tim diberikan kepada pemain yang tampil konsisten sepanjang turnamen, mulai dari Golden Ball, Golden Boot, Golden Glove, Pemain Muda Terbaik, hingga FIFA Fair Play Trophy.

Berikut daftar lengkap penerima penghargaan Piala Dunia FIFA 2026.

Rodri Raih Golden Ball Piala Dunia 2026

Penghargaan Golden Ball atau pemain terbaik turnamen diberikan kepada gelandang sekaligus kapten Timnas Spanyol, Rodri.

Pemain Manchester City itu menjadi motor permainan La Furia Roja sepanjang turnamen. Perannya di lini tengah dinilai sangat vital dalam mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia.

FIFA menetapkan Rodri sebagai pemain terbaik setelah tampil konsisten sejak fase grup hingga final.

Sementara Lionel Messi menempati posisi kedua dan meraih Silver Ball, sedangkan Kylian Mbappe memperoleh Bronze Ball.

Kylian Mbappe Sabet Golden Boot

Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, berhasil meraih Golden Boot Piala Dunia 2026 setelah menjadi pencetak gol terbanyak turnamen.

Mbappe mengakhiri kompetisi dengan torehan 10 gol, termasuk dua gol yang dicetak saat menghadapi Inggris pada laga perebutan tempat ketiga.

Jumlah tersebut tidak mampu dikejar pesaing terdekatnya, sehingga penyerang Real Madrid itu resmi membawa pulang penghargaan Sepatu Emas.

Sementara itu, Lionel Messi meraih Silver Boot, sedangkan Jude Bellingham mendapatkan Bronze Boot.

Unai Simon Jadi Kiper Terbaik

Penghargaan Golden Glove diberikan kepada penjaga gawang Timnas Spanyol, Unai Simon.

Kiper Athletic Bilbao tersebut tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026 dengan mencatatkan tujuh clean sheet dari delapan pertandingan.

Ia juga hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, termasuk menjaga gawang Spanyol tetap nirbobol pada laga final melawan Argentina.

Pau Cubarsi Terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik

Bek muda Timnas Spanyol, Pau Cubarsi, dinobatkan sebagai FIFA Young Player Award atau pemain muda terbaik Piala Dunia 2026.

Bek berusia 19 tahun itu menjadi pilar penting di lini belakang Spanyol dan tampil konsisten sepanjang kompetisi.

Kontribusinya membantu La Furia Roja menjadi tim dengan pertahanan terbaik di turnamen menjadi salah satu alasan FIFA memberikan penghargaan tersebut.

Belanda Raih FIFA Fair Play Trophy

Penghargaan FIFA Fair Play Trophy diberikan kepada Timnas Belanda.

Meski langkah De Oranje terhenti pada babak 32 besar, FIFA menilai skuad asuhan Ronald Koeman menunjukkan sportivitas dan disiplin terbaik selama turnamen berlangsung.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat fair play yang ditunjukkan Belanda sepanjang Piala Dunia 2026.

Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026

  • Golden Ball: Rodri
  • Silver Ball: Lionel Messi
  • Bronze Ball: Kylian Mbappe
  • Golden Boot: Kylian Mbappe
  • Silver Boot: Lionel Messi
  • Bronze Boot: Jude Bellingham
  • Golden Glove: Unai Simon
  • FIFA Young Player Award: Pau Cubarsi
  • FIFA Fair Play Trophy: Timnas Belanda.(*)



Drama 120 Menit! Ferran Torres Bungkam Argentina di Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Timnas Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB.

Gol tunggal kemenangan La Furia Roja dicetak Ferran Torres pada babak tambahan waktu kedua.

Hasil ini mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah, sekaligus menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan dominasinya di panggung sepak bola dunia.

Spanyol Dominasi Babak Pertama, Argentina Bertahan Solid

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan dengan penguasaan bola yang dominan.

Peluang pertama hadir pada menit kelima ketika Lamine Yamal melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti.

Namun, kiper Argentina Emiliano Martinez berhasil melakukan penyelamatan.

Meski terus menguasai pertandingan, Spanyol kesulitan menembus rapatnya pertahanan Argentina.

Sebaliknya, skuad Lionel Scaloni lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Peluang berikutnya baru tercipta pada menit ke-39 melalui sepakan Mikel Oyarzabal, tetapi kembali mampu diamankan Emiliano Martinez.

Menjelang turun minum, Argentina kehilangan Lisandro Martinez yang mengalami cedera dan digantikan Nicolas Otamendi.

Babak pertama pun ditutup tanpa gol dengan skor 0-0.

Argentina Kehilangan Enzo Fernandez

Memasuki babak kedua, Argentina memasukkan Leandro Paredes menggantikan Nico Gonzalez.

Pertandingan masih berjalan ketat. Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola, sementara Argentina lebih mengandalkan pertahanan disiplin dan serangan balik.

Pelatih Luis de la Fuente kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Ferran Torres dan Pedri pada menit ke-62.

Pergantian tersebut membuat serangan Spanyol semakin berbahaya.

Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi Emiliano Martinez tampil gemilang di bawah mistar gawang Argentina.

Drama terjadi pada masa injury time ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran.

Argentina pun harus bermain dengan 10 orang hingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Ferran Torres Jadi Pahlawan Spanyol

Unggul jumlah pemain, Spanyol tampil semakin agresif pada babak perpanjangan waktu.

Nico Williams sempat mengancam melalui sundulan pada awal extra time, tetapi Emiliano Martinez kembali melakukan penyelamatan penting.

Spanyol bahkan sempat mencetak gol melalui Nico Williams. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Gol yang dinanti akhirnya lahir pada awal babak tambahan waktu kedua.

Berawal dari umpan sundulan Nico Williams di dalam kotak penalti, Ferran Torres berhasil menyambar bola dan menaklukkan Emiliano Martinez untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Argentina mencoba merespons dengan bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Ferran Torres kembali sempat membobol gawang Argentina beberapa menit kemudian.

Namun, gol tersebut dianulir karena penyerang Spanyol itu lebih dulu berada dalam posisi offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Argentina gagal mencetak gol penyeimbang. Spanyol pun memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Spanyol Raih Gelar Piala Dunia Kedua

Keberhasilan mengalahkan Argentina membuat Spanyol kembali menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.

Penampilan disiplin di lini belakang dan gol tunggal Ferran Torres menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.

Sementara itu, Argentina harus puas menjadi runner-up setelah gagal membongkar pertahanan solid La Furia Roja.

Susunan Pemain

Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Fabian Ruiz, Rodri, Dani Olmo; Alex Baena, Mikel Oyarzabal, Lamine Yamal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nicolas Tagliafico, Lisandro Martinez, Cristian Romero, Gonzalo Montiel; Nico Gonzalez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul; Julian Alvarez, Lionel Messi.

Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe Koleksi 10 Gol, Messi Punya Kesempatan Menyalip

SEPUCUKJAMBI.ID – Kylian Mbappe semakin dekat meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 setelah menambah dua gol saat Timnas Prancis menghadapi Timnas Inggris pada laga perebutan tempat ketiga.

Meski Prancis kalah 4-6, Mbappe kini memimpin daftar top skor dengan koleksi 10 gol.

Penyerang Real Madrid itu unggul dua gol atas Lionel Messi, yang hingga saat ini telah mengoleksi delapan gol bersama Timnas Argentina.

Namun, persaingan memperebutkan gelar top skor Piala Dunia 2026 masih belum berakhir karena Messi masih memiliki satu pertandingan tersisa di partai final.

Mbappe Tambah Dua Gol Saat Lawan Inggris

Timnas Prancis harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 4-6 dalam pertandingan perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Miami Stadium, Minggu 19 Juli 2026.

Di tengah kekalahan Les Bleus, Kylian Mbappe tetap tampil impresif.

Kapten Timnas Prancis itu mencetak dua gol dan menjadi motor kebangkitan timnya setelah sempat tertinggal empat gol di babak pertama.

Tambahan dua gol tersebut membuat Mbappe kini mengoleksi 10 gol sepanjang Piala Dunia 2026, sekaligus memperkokoh posisinya di puncak daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Lionel Messi Masih Bisa Rebut Sepatu Emas

Meski berada di posisi teratas, peluang Mbappe meraih Sepatu Emas belum sepenuhnya aman.

Pasalnya, Lionel Messi masih akan tampil bersama Timnas Argentina pada laga final Piala Dunia 2026 menghadapi Timnas Spanyol.

Saat ini Messi mengoleksi delapan gol. Artinya, kapten Argentina itu setidaknya harus mencetak dua gol pada laga final untuk menyamai torehan Mbappe dan menjaga peluang dalam perebutan gelar top skor, bergantung pada ketentuan penentuan pemenang jika jumlah gol sama.

Namun, misi tersebut dipastikan tidak mudah. Timnas Spanyol tampil sangat solid sepanjang turnamen dan baru kebobolan satu gol hingga menjelang partai final.

Mbappe Tampil Konsisten Sepanjang Piala Dunia 2026

Sejak fase grup hingga babak gugur, Kylian Mbappe menjadi andalan utama pelatih Didier Deschamps di lini depan Timnas Prancis.

Striker berusia 27 tahun itu terus menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol secara konsisten di setiap fase turnamen.

Performa tersebut membuatnya menjadi kandidat terkuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Kini, nasib penghargaan individu tersebut akan ditentukan pada partai final antara Argentina dan Spanyol.

Jadwal Final Piala Dunia 2026

Pertandingan: Spanyol vs Argentina

Hari/Tanggal: Senin, 20 Juli 2026

Kick-off: 02.00 WIB

Stadion: New York New Jersey Stadium

Siaran Langsung: TVRI, TVRI Sports

Live Streaming: Folaplay, Maxstream.(*)




Jelang Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ungkap Kekhawatiran Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, mengakui pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol akan menjadi ujian berat bagi skuad La Albiceleste.

Meski menghadapi lawan tangguh, Messi memastikan Argentina akan memberikan kemampuan terbaik demi meraih gelar juara dunia secara beruntun.

Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah melewati laga semifinal dramatis melawan Timnas Inggris.

Sempat tertinggal, Argentina mampu melakukan comeback dan menang dengan skor 2-1 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Kemenangan tersebut membuat Argentina semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia.

Namun, perjuangan mereka dipastikan tidak mudah karena harus menghadapi salah satu tim terbaik Eropa, Timnas Spanyol.

Spanyol melaju ke final setelah menyingkirkan salah satu kandidat juara lainnya, Timnas Prancis, pada babak semifinal.

Messi Sebut Spanyol Tim Berkualitas

Menjelang pertandingan final, Messi mengungkapkan rasa hormatnya terhadap kekuatan Spanyol.

Menurut pemain berjuluk La Pulga tersebut, La Furia Roja memiliki kualitas luar biasa dan dihuni banyak pemain yang sudah dikenalnya.

Messi juga menyebut kedekatannya dengan sejumlah pemain Spanyol, terutama mereka yang pernah atau masih memperkuat Barcelona, klub yang memiliki tempat istimewa dalam kariernya.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Spanyol adalah tim yang sangat bagus. Saya mengenal banyak pemain mereka, dan banyak di antaranya bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan masih saya ikuti sampai sekarang,” ujar Messi.

Atmosfer Argentina Jadi Kekuatan Tambahan

Selain membahas kualitas Spanyol, Messi juga mengenang atmosfer luar biasa yang dirasakan Argentina dalam perjalanan menuju final.

Menurutnya, dukungan masyarakat Argentina sudah terasa sejak momen lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum pertandingan.

“Meskipun ini hanya sebuah pertandingan sepak bola, sejak lagu kebangsaan dikumandangkan kami sudah merasakan sesuatu yang istimewa.”

Messi menilai keberhasilan mencapai final bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga membawa harapan besar bagi seluruh masyarakat Argentina.

“Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Rakyat Argentina benar-benar sangat menginginkan hasil ini,” pungkas Messi.

Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Pertandingan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol akan menjadi duel antara juara bertahan Argentina dan kekuatan baru sepak bola Eropa.

Spanyol vs Argentina
Hari/Tanggal: Senin, 20 Juli 2026
Kick Off: 02.00 WIB
Venue: New York New Jersey Stadium
Live TV: TVRI, TVRI Sports
Live Streaming: Maxstream, Folaplay.(*)




Spanyol vs Argentina, Duel Penentu Juara Dunia 2026: La Roja Hadang Misi Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Final Piala Dunia 2026 akan menyajikan laga bergengsi antara Spanyol vs Argentina di MetLife Stadium, Senin 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Duel ini mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia yang datang dengan modal dan karakter permainan berbeda.

Argentina mengusung misi mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi sebelumnya.

Di sisi lain, Spanyol memburu trofi Piala Dunia kedua setelah terakhir menjadi kampiun pada 2010.

Sorotan utama pertandingan tentu mengarah kepada Lionel Messi.

Kapten Argentina itu berpeluang menutup karier internasional dengan mempertahankan trofi Piala Dunia sekaligus menghadapi Spanyol, negara yang menjadi saksi perjalanan gemilangnya bersama Barcelona.

Spanyol Tampil Solid Sepanjang Turnamen

La Roja melangkah ke partai puncak dengan performa yang konsisten.

Tim besutan Luis de la Fuente tampil dominan saat menyingkirkan Prancis di semifinal dan menunjukkan permainan kolektif yang sulit dihentikan.

Perjalanan Spanyol memang sempat tersendat ketika bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde pada fase grup.

Namun setelah itu mereka bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi dan Uruguay untuk mengamankan tiket ke babak gugur.

Di fase knockout, Spanyol menyingkirkan Austria dengan skor telak 3-0 sebelum melewati Portugal dan Belgia melalui gol-gol krusial pada menit akhir pertandingan.

Ketangguhan lini belakang menjadi salah satu kekuatan utama La Roja. Hingga menembus final, mereka baru sekali kebobolan sepanjang turnamen.

Argentina Tunjukkan Mental Juara

Sementara itu, Argentina kembali membuktikan statusnya sebagai juara bertahan dengan melewati jalur yang jauh lebih menegangkan.

Tim asuhan Lionel Scaloni menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sebelum menghadapi ujian berat di fase gugur.

Argentina harus bermain hingga babak tambahan saat menghadapi Cape Verde dan Swiss.

Mereka juga menunjukkan mental luar biasa ketika bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir.

Drama kembali terjadi pada semifinal.

Menghadapi Inggris, Argentina sempat tertinggal hingga memasuki lima menit terakhir pertandingan.

Namun gol Enzo Fernandez dan sundulan Lautaro Martinez di masa injury time memastikan kemenangan dramatis 2-1 sekaligus mengantar Albiceleste ke final.

Messi Masih Jadi Pembeda

Meski telah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina.

Mega bintang tersebut sudah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen dan terus menunjukkan pengaruh besar melalui visi bermain, kreativitas, serta kemampuan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Pada semifinal melawan Inggris, Messi memang tidak mencetak gol. Namun dua assist yang ia berikan menjadi kunci kebangkitan Argentina menuju final.

Rekor Pertemuan Spanyol vs Argentina

Final ini menjadi pertemuan kedua Spanyol dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia.

Pertemuan pertama terjadi pada edisi 1966 ketika Argentina menang 2-1 berkat dua gol Luis Artime.

Di luar ajang Piala Dunia, kedua negara telah bertemu 13 kali dalam pertandingan internasional.

Spanyol mencatat enam kemenangan, Argentina lima kemenangan, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang.

Adu Filosofi Menuju Gelar Juara

Final Piala Dunia 2026 diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim memiliki pendekatan permainan yang berbeda.

Spanyol mengandalkan penguasaan bola, sirkulasi umpan cepat, serta organisasi permainan yang disiplin.

Sebaliknya, Argentina dikenal lebih fleksibel dengan mengandalkan efektivitas serangan, pengalaman, serta kemampuan bangkit dalam situasi sulit.

Jika La Roja ingin mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya, mereka harus mampu membatasi ruang gerak Messi.

Sebaliknya, Argentina hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar sekaligus menegaskan dominasinya sebagai raja sepak bola dunia.(*)




Argentina Comeback Dramatis! Messi Bawa Albiceleste Singkirkan Inggris dan Lolos ke Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina memastikan satu tempat di final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Inggris dengan skor dramatis 2-1 pada laga semifinal di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis 16 Juli 2026 dini hari WIB.

Kemenangan ini membawa Albiceleste menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia.

Di partai puncak, Argentina akan menghadapi Spanyol yang lebih dulu menyingkirkan Prancis pada semifinal lainnya.

Laga sempat mengarah menjadi milik Inggris setelah Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul lebih dulu. Namun, mental juara Argentina kembali berbicara.

Dua gol telat dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan sekaligus mengakhiri langkah Inggris menuju final.

Sosok Lionel Messi kembali menjadi pembeda.

Kapten Argentina itu memang tidak mencetak gol, tetapi dua assist yang diciptakannya menjadi kunci kemenangan tim asuhan Lionel Scaloni.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo sedang dan cenderung hati-hati.

Kedua tim lebih banyak bertarung di sektor tengah sehingga peluang bersih sangat minim.

Inggris memperoleh kesempatan terbaik pada menit ke-33 melalui sundulan John Stones yang memanfaatkan tendangan bebas Declan Rice.

Namun bola hanya menyamping tipis dari gawang Emiliano Martinez.

Argentina membalas lewat tembakan jarak jauh Enzo Fernandez enam menit kemudian. Upaya gelandang Chelsea itu masih meluncur tipis di sisi gawang Jordan Pickford.

Babak pertama juga diwarnai permainan keras. Elliot Anderson dan Lisandro Martinez sama-sama menerima kartu kuning. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.

Inggris Pecah Kebuntuan

Selepas jeda, Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang.

Julian Alvarez nyaris membuka keunggulan pada menit ke-47, tetapi Jordan Pickford melakukan penyelamatan gemilang.

Justru Inggris yang berhasil memecahkan kebuntuan.

Pada menit ke-55, Anthony Gordon menyelesaikan umpan matang Morgan Rogers dengan penyelesaian tenang yang membuat Inggris unggul 1-0.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka.

Lionel Scaloni merespons dengan memasukkan sejumlah pemain segar, termasuk Lautaro Martinez, Nico Gonzalez, Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Gonzalo Montiel untuk meningkatkan tekanan.

Messi Jadi Pembeda

Serangan Argentina semakin intens memasuki 15 menit terakhir pertandingan.

Peluang emas Alexis Mac Allister sempat membentur tiang gawang sebelum Pickford kembali menggagalkan peluang Enzo Fernandez.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-85.

Lionel Messi mengirim umpan matang kepada Enzo Fernandez yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti.

Bola gagal dijangkau Pickford dan mengubah skor menjadi 1-1.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Memasuki menit ke-90+2, Messi kembali memperlihatkan kelasnya lewat umpan silang akurat yang disambut sundulan Lautaro Martinez untuk membawa Argentina berbalik unggul 2-1.

Inggris mencoba merespons dengan memasukkan Ivan Toney dan Marcus Rashford. Namun waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Peluit panjang memastikan Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026. Sementara Inggris harus puas bertanding melawan Prancis dalam perebutan tempat ketiga.(*)




Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Bidik Final, Argentina Andalkan Magis Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Rivalitas panjang Inggris dan Argentina kembali tersaji di panggung terbesar sepak bola dunia.

Kedua tim akan bertarung memperebutkan satu tiket menuju final Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis WIB.

Laga ini bukan sekadar perebutan tempat di partai puncak. Pertemuan Inggris kontra Argentina membawa sejarah panjang, gengsi besar, serta pertarungan dua generasi pemain bintang.

Pemenang duel ini sudah ditunggu Spanyol yang lebih dulu memastikan tiket final setelah menyingkirkan Prancis dengan kemenangan 2-0 melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Inggris Datang dengan Mental Comeback

Perjalanan Inggris menuju semifinal tidak berjalan mudah. Tim asuhan Thomas Tuchel harus melewati fase gugur dengan sejumlah laga penuh tekanan.

The Three Lions mengawali fase knockout dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar.

Pada babak 16 besar, Inggris kembali menunjukkan mental juara setelah menundukkan tuan rumah Meksiko 3-2 meski harus bermain dengan 10 pemain.

Ujian berikutnya datang saat menghadapi Norwegia di perempat final.

Inggris sempat tertinggal sebelum Jude Bellingham tampil sebagai penyelamat lewat dua gol yang membawa kemenangan 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Kemampuan membalikkan keadaan menjadi salah satu kekuatan utama Inggris sepanjang turnamen.

Namun, Thomas Tuchel menyadari tantangan menghadapi Argentina membutuhkan performa yang lebih sempurna.

Kane dan Bellingham Jadi Senjata Utama Inggris

Produktivitas Inggris sejauh ini bertumpu pada dua pemain utama: Harry Kane dan Jude Bellingham.

Keduanya telah mencetak masing-masing enam gol atau berkontribusi terhadap 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.

Bellingham bahkan sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak empat gol dalam dua pertandingan terakhir.

Sementara Kane tetap menjadi ancaman utama di lini depan dengan pengalaman dan ketajamannya di pertandingan besar.

Argentina Masih Bergantung pada Magis Messi

Sebagai juara bertahan, Argentina juga tidak melangkah mudah menuju semifinal.

Pasukan Lionel Scaloni harus melewati laga-laga dramatis sejak fase gugur.

Argentina mengalahkan Tanjung Verde 3-2 melalui perpanjangan waktu pada babak 32 besar.

Pada babak berikutnya, La Albiceleste menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir 3-2.

Di perempat final, Argentina kembali harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan 3-1 atas Swiss melalui perpanjangan waktu.

Messi Jadi Ancaman Terbesar

Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian Argentina. Kapten berusia 39 tahun tersebut telah mencetak delapan gol dan berada dalam persaingan daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Meski tidak mencetak gol saat melawan Swiss, Messi tetap memainkan peran penting dengan memberikan assist untuk gol Alexis Mac Allister.

Namun, kekuatan Argentina tidak hanya bergantung pada Messi.

Sejumlah pemain lain juga sudah membuktikan mampu menjadi pembeda, dengan tujuh pemain Argentina lainnya turut mencetak gol sepanjang turnamen.

Sejarah Panjang Inggris vs Argentina

Pertandingan semifinal ini menjadi pertemuan keenam Inggris dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia.

Inggris memenangkan dua pertemuan awal pada 1962 dan 1966.

Argentina kemudian membalas pada Piala Dunia 1986 melalui aksi legendaris Diego Maradona di perempat final.

Pada Piala Dunia 1998, Argentina kembali mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti.

Sementara pertemuan terakhir di Piala Dunia 2002 menjadi milik Inggris dengan kemenangan 1-0 lewat penalti David Beckham.

Prediksi Laga: Efektivitas Jadi Kunci

Inggris memiliki modal kecepatan, fisik, serta ketajaman Kane dan Bellingham.

Di sisi lain, Argentina membawa pengalaman sebagai juara bertahan dan kreativitas Messi yang masih mampu mengubah jalannya pertandingan.

Dengan kedua tim sama-sama memiliki pengalaman memenangkan laga sulit melalui comeback dan perpanjangan waktu, semifinal ini berpotensi ditentukan oleh satu momen kecil: efektivitas penyelesaian akhir dan konsentrasi di menit-menit krusial.

Perkiraan Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1)
Jordan Pickford; Reece James, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.

Argentina (4-1-2-1-2)
Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Facundo Medina, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Enzo Fernandez; Julian Alvarez, Lionel Messi.(*)




“Argentina Dong, Kita Menang Nih”, Gubernur Al Haris Ungkap Alasan Dukung Albiceleste

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris punya pilihan sendiri dalam ajang Piala Dunia 2026.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi itu mengaku menjagokan Tim Nasional Argentina untuk meraih hasil terbaik pada turnamen sepak bola dunia tersebut.

Saat ditanya mengenai tim yang didukungnya, Al Haris langsung menyebut Argentina sebagai pilihannya.

“Argentina dong saya. Kita menang nih,” ujar Al Haris sambil tertawa, Rabu (15/7/2026).

Menurut Al Haris, alasan dirinya mendukung Argentina bukan hanya karena nama besar tim tersebut, tetapi juga karena perubahan gaya permainan yang dinilainya semakin menarik.

Ia melihat Argentina saat ini tidak lagi terlalu bergantung pada kemampuan individu pemain tertentu, melainkan lebih mengedepankan kerja sama tim.

“Saya senang mainnya. Iramanya bagus. Dulu mereka lebih ke individu, sekarang sudah berubah. Bukan lagi individual, tapi sudah kerja tim,” katanya.

Al Haris menilai permainan Argentina menjadi lebih efektif karena para pemain mampu berbagi peran dan tidak hanya mengandalkan satu sosok untuk mencetak gol.

“Mereka tidak egois, saling mengoper bola. Tidak hanya Messi yang bisa cetak gol, pemain lain juga bisa mencetak gol,” ujarnya.

Messi Tetap Jadi Pemain Favorit

Meski memuji kekuatan kolektif Argentina, Al Haris tetap memiliki pemain favorit yang menjadi idolanya, yakni Lionel Messi.

“Saya Messi. Itu masalahnya,” kata Al Haris singkat.

Menurutnya, pengalaman dan kualitas Messi tetap menjadi salah satu faktor penting yang membuat Argentina memiliki daya tarik tersendiri di pentas sepak bola internasional.

Prediksi Skor dan Target Final

Saat diminta memprediksi hasil pertandingan Argentina, Al Haris mengaku tidak mudah menebak skor akhir.

Namun, ia memperkirakan pertandingan yang dijalani Argentina akan berlangsung ketat dengan selisih gol tipis.

“Prediksi kita ini payah. Paling 3-2, 2-1, atau 1-0, paling begitu lah,” katanya.

Meski tidak ingin memberikan prediksi pasti, Al Haris optimistis Argentina mampu melangkah jauh dan mencapai partai puncak Piala Dunia 2026.

“Insyaallah final,” pungkasnya.(*)




Argentina Susul Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Swiss Tumbang 3-1 di Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 pada laga perempat final yang berlangsung di Kansas City Stadium.

Pertandingan harus diselesaikan hingga babak tambahan waktu sebelum La Albiceleste mengunci kemenangan.

Alexis Mac Allister lebih dulu membawa Argentina unggul pada babak pertama. Swiss kemudian memaksa laga berlanjut ke extra time melalui gol Dan Ndoye.

Namun keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Argentina yang akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.

Hasil ini mempertemukan Argentina dengan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, setelah The Three Lions lebih dulu mengamankan tiket usai menyingkirkan Norwegia.

Argentina Awali Laga dengan Gol Cepat

Kedua tim langsung bermain terbuka sejak peluit pertama dibunyikan.

Argentina tampil agresif, sementara Swiss memilih tetap berani meladeni permainan cepat yang diperagakan skuad Lionel Scaloni.

Keunggulan Argentina datang saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Lionel Messi mengirim sepak pojok akurat yang disambut sundulan Alexis Mac Allister tanpa mampu dihalau Gregor Kobel.

Gol tersebut membuat La Albiceleste memimpin 1-0.

Swiss tidak kehilangan keberanian meski tertinggal.

Djibril Sow sempat mengancam melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Emiliano Martinez masih mampu mengamankan bola.

Setelah gol pembuka, pertandingan berubah menjadi lebih keras.

Kedua tim saling melancarkan tekel demi memutus aliran serangan lawan sehingga peluang bersih semakin jarang tercipta.

Hingga turun minum, Argentina tetap mempertahankan keunggulan tipis 1-0.

Swiss Bangkit, Embolo Diusir Wasit

Memasuki babak kedua, Swiss meningkatkan tekanan.

Dan Ndoye nyaris menyamakan kedudukan, tetapi tekel krusial Lisandro Martinez menggagalkan peluang emas tersebut.

Tak lama berselang, Breel Embolo juga hampir mencetak gol melalui sundulan, namun Emiliano Martinez kembali tampil sigap menjaga gawang Argentina.

Upaya Swiss akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67.

Dan Ndoye memanfaatkan kombinasi umpan dengan Ricardo Rodriguez sebelum melepaskan penyelesaian dari sudut sempit yang sukses menaklukkan Emiliano Martinez.

Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum Swiss berubah drastis beberapa menit kemudian.

Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dinilai melakukan diving di dalam kotak penalti.

Kartu merah itu memaksa Swiss menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Lionel Scaloni mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan.

Messi bahkan memperoleh peluang emas pada masa injury time, tetapi tembakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Skor imbang bertahan hingga 90 menit sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Alvarez dan Lautaro Kunci Kemenangan

Di babak extra time, Argentina terus mendominasi permainan.

Thiago Almada yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi warna baru di lini depan dan sempat menggetarkan tiang gawang Swiss.

Ketika pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina akhirnya menemukan celah.

Pada menit ke-112, Julian Alvarez menyambar umpan Jose Manuel Lopez untuk membawa La Albiceleste kembali unggul 2-1.

Swiss yang mulai kehabisan tenaga kesulitan memberikan respons.

Menjelang pertandingan berakhir, Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina melalui gol ketiga yang sekaligus mengakhiri perlawanan tim asuhan Murat Yakin.

Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Argentina pun melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Inggris dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Zakaria, Akanji, Elvedi, Ricardo Rodriguez; Granit Xhaka, Freuler; Djibril Sow, Fabian Rieder, Dan Ndoye; Breel Embolo.

Pelatih: Murat Yakin.(*)




Argentina Bangkit dari Maut! Messi Pimpin Comeback Gila, Mesir Tersingkir Dramatis 3-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol dari Mesir, La Albiceleste membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 dalam laga babak 16 besar di Atlanta Stadium, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB.

Lionel Messi kembali menjadi tokoh utama di balik kebangkitan sang juara bertahan.

Mesir membuka pertandingan dengan penuh percaya diri.

Tim asuhan Hossam Hassan langsung memberikan tekanan dan berhasil memimpin lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi bola mati.

Gol tersebut membuat Argentina berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.

Meski tertinggal, Argentina sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Kesempatan terbaik hadir lewat titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di area terlarang.

Namun, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil dimentahkan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama.

Shobeir berkali-kali menjadi penyelamat timnya.

Ia sukses menggagalkan sundulan Alexis Mac Allister dan juga menepis peluang berbahaya dari Julian Alvarez.

Berkat penampilan gemilang sang kiper, Mesir menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Mesir sempat mencetak gol melalui Mostafa Zico.

Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Tekanan Mesir akhirnya benar-benar membuahkan hasil pada menit ke-67.

Mostafa Zico kembali menjebol gawang Emiliano Martinez dan kali ini gol disahkan.

Keunggulan 2-0 membuat Mesir semakin dekat dengan tiket menuju perempat final sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dalam situasi tertekan, Argentina menunjukkan mental juara.

Lionel Scaloni melakukan perubahan strategi yang membuat intensitas serangan La Albiceleste meningkat drastis.

Gol kebangkitan akhirnya lahir pada menit ke-79.

Berawal dari umpan matang Lionel Messi, Cristian Romero sukses menanduk bola ke dalam gawang Mesir dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Empat menit berselang, Messi menebus kegagalannya dari titik penalti.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang kapten melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Mostafa Shobeir.

Skor berubah menjadi 2-2 dan momentum sepenuhnya beralih ke kubu Argentina.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru memberikan pukulan telak kepada Mesir.

Pada menit 90+2, serangan balik cepat yang dibangun Lautaro Martinez diselesaikan dengan sundulan akurat Enzo Martinez.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2.

Hasil ini mengantar Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Swiss melawan Kolombia.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Mesir (4-4-2): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour, Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Haissem Hassan; Mohamed Salah, Mostafa Zico.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)