Pascabencana Aceh Tamiang, Hutama Karya Fokus Huntara dan Akses Infrastruktur

ACEH, SEPUCUKJAMBI.ID PT Hutama Karya (Persero) menegaskan komitmennya mendukung arahan Danantara Indonesia dalam memperkuat respons kemanusiaan melalui program BUMN Peduli bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dukungan difokuskan pada pemulihan konektivitas wilayah serta pembangunan hunian sementara (huntara) guna mendukung proses pemulihan warga secara bertahap dan berkelanjutan.

Pelaksanaan bantuan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, posko kebencanaan, serta pemangku kepentingan teknis agar penanganan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Chief Operational Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan kehadiran Danantara Indonesia bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN sebagai bentuk pendampingan bagi warga terdampak selama masa pemulihan.

Ia menyampaikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama agar proses pemulihan berjalan secara manusiawi dan bertahap.

Dukungan Pembangunan Huntara Aceh Tamiang

Sebagai bagian dari fase pemulihan pascabencana, Hutama Karya mendapat amanah mendukung pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang.

Program ini bertujuan memastikan warga terdampak memperoleh tempat tinggal layak selama masa transisi.

Sebanyak 600 unit huntara akan dibangun oleh tujuh BUMN konstruksi, dengan kontribusi Hutama Karya sebanyak 120 unit di atas lahan seluas 52.581 meter persegi.

Lokasi pembangunan berada di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tim proyek Hutama Karya telah melakukan peninjauan lapangan awal yang menunjukkan perlunya pembersihan lumpur, perataan lahan, serta penyiapan akses menuju area terdampak.

Huntara dirancang menggunakan metode rangka baja ringan yang cepat dibangun, tahan lama, dan aman.

Material seperti papan semen, multiplek lantai, serta atap zincalume digunakan untuk memastikan hunian siap huni dalam waktu singkat.

Setiap unit huntara memiliki luas sekitar 12 hingga 30 meter persegi dan dilengkapi fasilitas bersama, meliputi dapur umum, area cuci, mushola, serta sanitasi yang memadai.

Pemulihan Akses dan Konektivitas Warga

Selain pembangunan huntara, Hutama Karya turut berperan aktif dalam pemulihan akses dan konektivitas wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Sejumlah ruas jalan tertutup lumpur, kayu hanyutan, dan sedimen sehingga menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan.

Sebagai bagian dari kerja kolektif BUMN Peduli, Hutama Karya mengerahkan berbagai sumber daya operasional.

Antara lain empat unit excavator, satu unit excavator PC75, dua unit dump truck, serta satu unit tangki solar untuk mendukung pembersihan material pascabanjir.

Tak hanya itu, Hutama Karya juga memobilisasi dukungan konektivitas dengan menyediakan Jembatan Bailey, terdiri dari satu unit bentang 43 meter dan dua unit bentang 48 meter.

Dukungan tambahan meliputi tujuh unit excavator PC-200, satu unit crane 80 ton, operator alat berat, serta pasokan bahan bakar untuk menjamin kelancaran operasional di lapangan.

Seluruh kegiatan dilakukan dengan mengutamakan standar keselamatan kerja dan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat agar penanganan berjalan efektif dan tidak beririsan dengan instansi lain.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pemulihan jalur penghubung menjadi prioritas awal sebelum pembangunan huntara dilanjutkan

Ia menegaskan kehadiran Hutama Karya bersama BUMN infrastruktur lain merupakan bentuk komitmen mendukung pemulihan masyarakat Aceh Tamiang secara menyeluruh.(*)




Arus Mudik 2025: Jembatan Bailey di Sumatera Mulai Padat

Muara Bungo, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, arus mudik di Jalan Lintas Sumatera terus mengalami peningkatan, terutama di Jembatan Bailey yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Jambi. Jembatan darurat ini mulai digunakan sejak 8 Maret 2025, setelah akses sebelumnya terputus akibat kerusakan pada 2 Maret 2025.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kendaraan pribadi pemudik mulai memadati jembatan tersebut. Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, pihak kepolisian bersama warga setempat memberlakukan sistem buka-tutup, mengingat kapasitas jembatan Bailey yang terbatas.

“Kami sangat bersyukur atas pemasangan jembatan Bailey ini. Kalau tidak ada jembatan ini, kami terpaksa harus memutar lewat jalur alternatif yang lebih jauh. Walaupun ada sistem buka-tutup, setidaknya perjalanan kami menjadi lebih lancar,” ujar Edi, salah satu pemudik yang melintas.

Pihak Balai PUPR tampak terus memantau kondisi jembatan, meskipun belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah-langkah selanjutnya untuk infrastruktur tersebut. Sementara itu, guna menjaga keamanan dan kelayakan jembatan, Polres Bungo menetapkan aturan ketat bagi kendaraan yang melintas. Kendaraan dengan berat lebih dari 20 ton dilarang melewati jembatan Bailey dan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif melalui Solok Selatan atau Kerinci.

Baca juga:  Longsor Ancam Akses Dusun Tapiandanto Bungo, Jalan Tinggal 1 Meter!

Baca juga:  Warga Sei Pinang Hanyut di Sungai Batang Bungo, Pencarian Masih Berlangsung

Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri, arus mudik diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Para pemudik diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan serta kelancaran perjalanan menuju kampunghalaman.

 




Proyek Jembatan Bailey di Bungo Molor, Kemacetan Meningkat di Jalan Lintas Sumatera

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan jembatan Bailey darurat di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di KM 60, yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Sumatera Barat, mengalami sedikit keterlambatan.

Proyek yang sebelumnya dijadwalkan selesai pada Minggu (9/3), terpaksa molor satu hari akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Jembatan Bailey ini dibangun setelah akses utama putus akibat longsor pada Minggu (2/3), sehingga mempengaruhi jalur transportasi antara kedua provinsi.

Meskipun demikian, pada Senin (10/3), para pekerja konstruksi masih terlihat aktif menyelesaikan pengerjaan, termasuk pemasangan komponen lantai dan penambahan elemen lainnya untuk menyelesaikan jembatan darurat tersebut.

Baca juga:  Bupati BBS Instruksikan Perbaikan Jembatan Desa Suko Awin Jaya untuk Lancarkan Ekonomi

Baca juga:  Jembatan Gantung di Kecamatan Pelawan Terancam Roboh, Bupati H Hurmin Siapkan Langkah Darurat

Koordinator Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Provinsi Jambi, Diaz Sodiq, yang memantau langsung proyek ini, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pengerjaan jembatan telah mencapai 70 persen dan diperkirakan akan selesai pada sore hari ini.

Diaz menjelaskan bahwa keterlambatan ini terjadi karena faktor cuaca buruk yang memperlambat proses konstruksi.

“Pengerjaan sedikit molor dari jadwal karena cuaca, sehingga mundur satu hari. Mudah-mudahan sore ini sudah selesai,” ujar Diaz Sodiq saat dihubungi.

Dia juga menghimbau agar masyarakat tidak mendekati lokasi proyek untuk menjaga keselamatan, mengingat adanya alat berat yang sedang beroperasi di area tersebut.

Baca juga:  Jalan Alternatif Muara Bungo Terancam Putus, Pengendara Diminta Waspada

Baca juga:  Desak Perbaikan Jalan Nasional di Bungo, Ketua DPRD Jambi Hafiz Fattah: Sebelum Mudik Lebaran Harus Selesai

“Kami sudah memasang rambu-rambu agar masyarakat tidak mendekati lokasi kegiatan, karena ada alat berat yang sedang bekerja,” tambah Diaz.

Akibat penutupan sementara jalur utama, kemacetan panjang terjadi di sekitar lokasi proyek, dengan antrean kendaraan yang mencapai 5 kilometer.

Pengendara yang hendak melintasi jalur tersebut diminta untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar situasi lalu lintas dapat kembali terkelola dengan baik.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap pembangunan jembatan Bailey ini segera selesai dan dapat segera digunakan, sehingga akses transportasi antara Jambi dan Sumatera Barat dapat kembali normal.

Baca juga:  Terminal Rawasari dan Pasar Bakal Direvitalisasi, Walikota Maulana: Dukung Ekonomi dan Kreativitas Anak Muda

Baca juga:  OJK Resmi Terapkan POJK Baru, tentang Derivatif Keuangan Berbasis Efek

Pembangunan jembatan darurat ini diharapkan menjadi solusi sementara untuk memperlancar mobilitas barang dan orang antarprovinsi, terutama setelah terputusnya akses akibat bencana longsor.(*)