JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi RSUD Abdul Manap Kota Jambi saat ini menjadi sorotan publik.
Lebih dari setengah ruang rawat inap rumah sakit tidak bisa digunakan akibat kerusakan yang cukup parah.
Situasi ini mendorong Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, mengambil langkah tegas dengan menetapkan rehabilitasi total rumah sakit sebagai prioritas utama Pemkot Jambi.
Langkah ini merupakan respons atas pernyataan Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, yang menilai kondisi RSUD Abdul Manap sangat memprihatinkan dan tidak layak hanya mendapatkan perbaikan tambal sulam.
“Kondisinya sangat memprihatinkan, dan perlu direhabilitasi total, bukan sekadar perbaikan ringan,” tegas Faried.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa eksekutif dan legislatif kini telah sepakat untuk mempercepat proses rehabilitasi rumah sakit.
“Prioritas kami adalah perbaikan total infrastruktur ruang layanan. DPRD sudah mendukung penuh, tinggal kami susun perencanaannya,” kata Maulana, Senin (18/8/2025).
Pemkot Jambi akan mulai dengan kajian teknis dan perencanaan ulang secara menyeluruh di tahun 2025, yang didanai melalui APBD Perubahan 2025.
Pembangunan fisik dijadwalkan dimulai secara bertahap pada 2026.
Langkah ini juga penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi penerapan layanan BPJS Kesehatan kelas standar, yang menuntut fasilitas medis yang memadai dan berkualitas.
Sementara itu, masalah lain yang turut mendesak adalah kondisi keuangan RSUD Abdul Manap yang masih mengalami kerugian.
Meski berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), rumah sakit ini baru meraih pendapatan Rp 30 miliar dari target Rp 40 miliar per tahun.
Defisit ini masih harus ditutup dengan subsidi dari APBD Kota Jambi.
Dengan dukungan DPRD, Pemkot optimistis rehabilitasi ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menyelamatkan keberlanjutan kerja sama vital dengan BPJS Kesehatan.(*)
Tinggalkan Balasan