Gol Telat Martinelli Selamatkan Brasil, Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Jepang.

Sempat tertinggal lebih dulu, Selecao menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1 lewat gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Kemenangan ini membuat skuad besutan Carlo Ancelotti mengamankan tiket ke fase gugur.

Di babak 16 besar, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading kontra Norwegia.

Sejak peluit awal dibunyikan di Houston Stadium, kedua tim bermain hati-hati.

Brasil mendominasi penguasaan bola, tetapi disiplin lini belakang Jepang membuat Vinicius Junior dan kolega kesulitan menemukan ruang.

Peluang pertama Brasil lahir pada menit ke-14. Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha bergantian mengancam gawang Jepang, namun penyelesaian akhir keduanya belum tepat sasaran.

Jepang yang lebih banyak menunggu justru mampu memanfaatkan kelengahan lawan.

Setelah sempat mengancam melalui tandukan Ueda, Samurai Blue membuka keunggulan pada menit ke-29.

Kaishu Sano berhasil memotong aliran bola Brasil sebelum menggiring bola ke depan kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Alisson.

Gol tersebut membawa Jepang unggul 1-0 sekaligus membuat Brasil berada dalam tekanan.

Selecao berusaha merespons sebelum turun minum. Vinicius Junior sempat menguji refleks kiper Suzuki melalui tendangan jarak jauh, tetapi peluang itu berhasil diamankan.

Hingga babak pertama usai, Jepang tetap mempertahankan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Brasil langsung meningkatkan intensitas serangan tanpa melakukan pergantian pemain. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Berawal dari umpan silang Gabriel Magalhaes, Casemiro memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang Jepang. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.

Gol tersebut membuat tempo laga meningkat. Brasil semakin agresif mengejar kemenangan, sementara Jepang mulai keluar menyerang untuk mencari gol balasan melalui skema serangan balik.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Brasil justru menemukan momen penentunya.

Pada masa injury time, Bruno Guimaraes mengirim umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Gabriel Martinelli.

Lolos dari jebakan offside, Martinelli dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok gawang Jepang. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Brasil.

Jepang masih berusaha mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu yang ada. Namun pertahanan Brasil mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dengan penuh drama, sedangkan Jepang harus mengakhiri perjuangannya setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat mereka raih pada babak pertama.

Susunan Pemain

Brasil (4-3-3): Alisson; Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Matheus Cunha, Rayan.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Taniguchi, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Kaishu Sano, Doan; Maeda, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)




Brasil Wajib Waspada! Troussier Sebut Jepang Kini Sudah Setara Tim Elite Dunia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jepang memang tidak diunggulkan saat menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Namun, mantan pelatih Samurai Biru, Philippe Troussier, justru melihat peluang besar bagi wakil Asia itu untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen.

Laga Jepang kontra Brasil akan digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Januari 2026 dini hari WIB.

Brasil datang dengan status juara Grup C sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia, sedangkan Jepang melaju ke fase gugur tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Meski banyak prediksi mengunggulkan Selecao, Troussier menilai pertandingan fase gugur selalu membuka peluang bagi tim mana pun untuk membuat kejutan.

“Pada pertandingan seperti ini, segalanya bisa terjadi,” kata Troussier kepada AFP.

Jepang Dinilai Sudah Naik Level

Pelatih asal Prancis yang pernah membawa Jepang tampil di Piala Dunia 2002 itu menilai perkembangan Samurai Biru dalam dua dekade terakhir sangat signifikan.

Menurutnya, skuad racikan Hajime Moriyasu kini memiliki kualitas yang jauh lebih matang dibanding generasi yang pernah ia tangani.

Troussier menilai banyak pemain Jepang kini tampil reguler di kompetisi elite Eropa sehingga pengalaman dan mental bertanding mereka semakin kuat ketika menghadapi negara-negara besar.

“Jepang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan banyak pemain berkualitas. Pendekatan taktik mereka berkembang pesat, ditambah pengalaman para pemain yang berkarier di klub-klub besar Eropa,” ujarnya.

Brasil Diunggulkan, Tetapi Tidak Sempurna

Meski mengakui Brasil tetap menjadi favorit, Troussier menegaskan tim asuhan Carlo Ancelotti bukan tanpa celah.

Ia meyakini Jepang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kelemahan permainan Brasil apabila mampu menjalankan strategi dengan disiplin sepanjang pertandingan.

“Brasil memiliki pemain-pemain luar biasa dan memang lebih diunggulkan. Tetapi mereka tetap mempunyai beberapa kelemahan yang bisa dimanfaatkan Jepang,” tegasnya.

Jepang Punya Modal Kemenangan atas Brasil

Optimisme Troussier bukan tanpa alasan. Jepang pernah mengalahkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga uji coba internasional pada Oktober 2025.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Samurai Biru mampu bersaing dengan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Kini, mereka berharap dapat mengulang pencapaian serupa demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(*)




Jepang Mengamuk! Tunisia Dibantai 4-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jepang menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan Asia di Piala Dunia 2026.

Menghadapi Tunisia pada laga kedua Grup F, Samurai Biru tampil dominan dan menang telak 4-0 di Stadion Monterrey, Meksiko, Minggu 21 Juni 2026.

Ayase Ueda menjadi bintang kemenangan Jepang lewat dua gol yang dicetaknya. Sementara dua gol lainnya disumbangkan Daichi Kamada dan Junya Ito.

Hasil ini membuat Jepang naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup F dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan.

Sebaliknya, kekalahan telak tersebut memastikan langkah Tunisia terhenti dan gagal melaju ke babak 32 besar.

Jepang Langsung Menggebrak

Pertandingan baru berjalan empat menit ketika Jepang sukses membuka keunggulan.

Berawal dari pergerakan Keito Nakamura di sisi sayap, umpan silang yang dilepaskannya berhasil diselesaikan dengan baik oleh Daichi Kamada.

Gol cepat itu membuat Jepang semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Tunisia yang mencoba bangkit justru kesulitan keluar dari tekanan.

Jepang terus mendominasi penguasaan bola dan memaksa lawan lebih banyak bertahan.

Pada menit ke-10, Ayase Ueda sebenarnya sempat mencetak gol kedua.

Namun setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena bola dinilai belum sepenuhnya melewati garis gawang.

Meski demikian, Jepang akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-31.

Ueda melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan kiper Aymen Dahmen.

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Ueda Bersinar, Tunisia Tak Berkutik

Memasuki babak kedua, Tunisia mencoba mengubah situasi dengan melakukan sejumlah pergantian pemain.

Namun perubahan itu tidak banyak berpengaruh. Jepang tetap tampil lebih rapi, lebih cepat, dan lebih efektif dalam membangun serangan.

Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-69. Ayase Ueda kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengirim umpan matang kepada Junya Ito yang sukses menaklukkan Dahmen.

Unggul tiga gol tak membuat Jepang mengendurkan serangan.

Pada menit ke-83, Ueda melengkapi penampilan gemilangnya lewat gol kedua dalam pertandingan ini.

Striker Jepang tersebut menanduk bola hasil umpan silang dari Sano untuk mengubah skor menjadi 4-0.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Tunisia tidak mampu menemukan jawaban atas dominasi Jepang.

Tunisia Jadi Tim Pertama yang Tersingkir dari Grup F

Kekalahan kedua secara beruntun membuat Tunisia dipastikan gagal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Sebaliknya, Jepang kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk merebut tiket ke fase gugur dan menjaga asa membawa Asia berbicara banyak di turnamen terbesar dunia tersebut.

Susunan Pemain

Tunisia (5-3-2): Dahmen; Abdi, Bronn, Talbi, Rekik, Valery; Slimane, Skhiri, Mejbri; Tounekti, Saad.

Pelatih: Herve Renard.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Itakura, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Tanaka, Doan; Sano, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)




Jepang Tampil Heroik dan Paksa Belanda Bermain Imbang

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jepang menunjukkan mentalitas luar biasa saat memaksa Belanda bermain imbang 2-2 pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Senin 15 Juni 2026 dini hari WIB.

Gol telat Daichi Kamada pada penghujung pertandingan menggagalkan kemenangan yang sudah berada di depan mata skuad Oranje.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Belanda yang sempat dua kali memimpin pertandingan.

Sebaliknya, Jepang pulang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu bangkit dari tekanan salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.

Sejak menit awal, Belanda tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Donyell Malen langsung mengancam ketika laga baru berjalan tiga menit.

Namun penampilan gemilang kiper Jepang, Zion Suzuki, membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.

Tekanan Belanda terus berlanjut sepanjang babak pertama. Malen kembali memperoleh peluang emas melalui sundulan hasil sepak pojok Tijjani Reijnders pada menit ke-34.

Lagi-lagi Suzuki tampil sigap untuk menjaga gawang Jepang tetap perawan.

Meski lebih banyak bertahan, Jepang bukan tanpa peluang. Menjelang turun minum, Shunsuke Nakamura dan Ayase Ueda sempat mengancam pertahanan Belanda.

Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat drastis.

Belanda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-50. Berawal dari umpan matang Ryan Gravenberch, kapten tim Virgil van Dijk sukses menuntaskan peluang dan membawa Oranje unggul 1-0.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit.

Jepang merespons cepat melalui serangan balik yang efektif. Takefusa Kubo menjadi motor serangan sebelum melepaskan tembakan yang berubah arah setelah mengenai Keito Nakamura.

Bola mengecoh kiper Belanda dan membuat skor kembali imbang 1-1 pada menit ke-57.

Belanda kembali menunjukkan kualitasnya pada menit ke-64. Crysencio Summerville menjadi aktor utama lewat aksi individu impresif dari sisi kiri serangan.

Setelah menusuk ke dalam kotak penalti, pemain muda tersebut melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan Zion Suzuki.

Gol itu membuat Belanda kembali memimpin 2-1 dan terlihat berada di jalur kemenangan.

Namun Jepang belum menyerah.

Pelatih Hajime Moriyasu melakukan sejumlah perubahan dengan memasukkan Junya Ito, Yukinari Sugawara, dan Koki Ogawa untuk meningkatkan daya gedor tim. Keputusan tersebut terbukti tepat.

Saat pertandingan memasuki menit ke-89, Daichi Kamada muncul sebagai pahlawan.

Gelandang kreatif Jepang itu berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Belanda untuk mencetak gol penyama kedudukan dan membungkam pendukung Oranje di Dallas.

Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Belanda, hasil ini menjadi alarm bahwa dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang belum cukup untuk mengamankan tiga poin.

Sementara Jepang kembali menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit ditaklukkan, terutama dalam situasi tertekan.

Satu poin yang diraih Samurai Biru bisa menjadi modal berharga dalam persaingan ketat Grup F.

Sedangkan Belanda harus segera memperbaiki efektivitas permainan jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(*)




Belanda Paling Diunggulkan di Grup F, Ini Komposisi Lengkap Skuad Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Grup F Piala Dunia 2026 menjadi salah satu grup yang paling menarik perhatian karena dihuni oleh empat tim dengan karakter permainan yang sangat berbeda.

Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia sama-sama membawa komposisi skuad yang solid.

Berisi kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman yang sudah matang di level Eropa maupun dunia.

Belanda: Kedalaman Skuad dan Kualitas Individu yang Merata

Belanda kembali tampil sebagai salah satu tim dengan skuad paling seimbang di Eropa.

Belanda kembali tampil sebagai salah satu tim dengan skuad paling seimbang di Eropa.

Di sektor penjaga gawang, mereka memiliki Bart Verbruggen (Brighton) yang mulai menjadi pilihan utama, serta Mark Flekken (Bayer Leverkusen) dan Robin Roefs (Sunderland) sebagai pelapis.

Lini belakang Belanda terlihat sangat kokoh dengan nama besar seperti Virgil van Dijk (Liverpool) sebagai pemimpin pertahanan.

Ia didukung oleh Nathan Aké (Manchester City), Denzel Dumfries (Inter Milan), serta generasi baru seperti Jorrel Hato (Chelsea) dan Jurrien Timber (Arsenal).

Di lini tengah, Belanda memiliki kombinasi kreativitas dan fisik melalui Frenkie de Jong (Barcelona), Ryan Gravenberch (Liverpool), Teun Koopmeiners (Juventus), hingga Tijjani Reijnders (Manchester City).

Sementara di lini depan, Belanda dikenal memiliki banyak opsi tajam seperti Cody Gakpo (Liverpool), Memphis Depay (Corinthians), Donyell Malen (Roma), hingga Noa Lang (Galatasaray).

Kedalaman skuad ini membuat Belanda menjadi salah satu favorit kuat di grup ini.

Jepang: Generasi Emas yang Semakin Matang di Eropa

Jepang datang dengan skuad yang semakin kuat dan berpengalaman di level klub top Eropa.

Jepang datang dengan skuad yang semakin kuat dan berpengalaman di level klub top Eropa.

Di posisi kiper, Zion Suzuki (Parma) menjadi salah satu nama yang diproyeksikan sebagai masa depan tim.

Lini pertahanan Jepang diperkuat oleh pemain-pemain seperti Takehiro Tomiyasu (Ajax), Hiroki Ito (Bayern Munich), dan Ko Itakura (Ajax) yang dikenal disiplin dan konsisten.

Di lini tengah, Jepang memiliki banyak pemain kreatif dan dinamis seperti Wataru Endo (Liverpool), Daichi Kamada (Crystal Palace), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), hingga Takefusa Kubo (Real Sociedad) yang menjadi motor serangan utama.

Di lini depan, Jepang mengandalkan kecepatan dan efektivitas melalui Daizen Maeda (Celtic) dan Ayase Ueda (Feyenoord). Jepang kerap disebut sebagai tim yang bisa memberikan kejutan di turnamen besar.

Swedia: Kekuatan Fisik dan Lini Depan yang Mematikan

Swedia dikenal sebagai tim dengan kekuatan fisik dan organisasi permainan yang rapi.

Swedia dikenal sebagai tim dengan kekuatan fisik dan organisasi permainan yang rapi.

Di bawah mistar, ada Viktor Johansson (Stoke City) yang menjadi andalan.

Di lini belakang, Swedia memiliki pemain berpengalaman seperti Victor Lindelof (Aston Villa), Isak Hien (Atalanta), dan Emil Holm (Bologna) yang memberikan stabilitas pertahanan.

Lini tengah Swedia diisi generasi muda seperti Lucas Bergvall (Tottenham Hotspur) dan Yasin Ayari (Brighton) yang membawa energi baru dalam permainan.

Namun kekuatan utama Swedia terletak pada lini depan. Duet Alexander Isak (Liverpool) dan Viktor Gyökeres (Arsenal) menjadi salah satu kombinasi striker paling berbahaya di Eropa saat ini.

Ditambah Anthony Elanga (Newcastle United), Swedia punya kecepatan dan penyelesaian akhir yang sangat berbahaya.

Tunisia: Kolektivitas dan Disiplin Jadi Senjata Utama

Tunisia mungkin tidak memiliki banyak nama besar, tetapi mereka dikenal sebagai tim yang solid secara kolektif.

Tunisia mungkin tidak memiliki banyak nama besar, tetapi mereka dikenal sebagai tim yang solid secara kolektif.

Di posisi penjaga gawang, terdapat Aymen Dahman (CS Sfaxien) dan Sabri Ben Hessen (Etoile Sahel).

Lini belakang Tunisia diperkuat oleh Montassar Talbi (Lorient) dan Dylan Bronn (Servette Geneva) yang menjadi tumpuan utama pertahanan.

Di lini tengah, Tunisia mengandalkan pemain berpengalaman seperti Ellyes Skhiri (Eintracht Frankfurt) serta Hannibal Mejbri (Burnley) yang memiliki kreativitas tinggi dalam membangun serangan.

Di lini depan, Tunisia mengandalkan pemain seperti Elias Achouri (FC Copenhagen) dan Elias Saad (Hannover 96) yang bekerja keras dan cepat dalam transisi serangan.

Analisis Grup F Piala Dunia 2026

Grup F menghadirkan empat gaya sepak bola yang berbeda:

  • Belanda: teknis, seimbang, dan penuh pemain bintang
  • Jepang: disiplin, cepat, dan sangat terorganisir
  • Swedia: fisik kuat dengan striker kelas dunia
  • Tunisia: kolektivitas tinggi dan permainan efektif

Belanda tetap menjadi unggulan utama, namun Jepang dan Swedia berpotensi memberikan tekanan serius.

Tunisia bisa menjadi tim “kuda hitam” yang menyulitkan lawan jika mampu bermain disiplin.

Grup ini diprediksi akan berlangsung ketat hingga laga terakhir karena tidak ada tim yang bisa dianggap benar-benar mudah dikalahkan.(*)




Kualifikasi Piala Dunia 2026: 4 Tim Asia Bisa Lolos Lebih Awal, Berikut Skenarionya

SEPUCUKJAMBI.ID – Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia semakin mendekati babak akhir.

Saat ini, masih tersisa empat pertandingan di babak ketiga. Namun, ada empat tim yang berpeluang besar memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 pada bulan Maret.

Di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, hanya dua tim teratas dari masing-masing grup yang akan otomatis meraih tiket ke putaran final.

Sementara itu, tim yang finis di posisi ketiga dan keempat harus melalui babak keempat untuk melanjutkan perjuangan mereka.

Baca juga:  Dihajar Australia 5-1, Indonesia Terpuruk di Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026

Baca juga:  Kualifikasi Piala Dunia 2026: Laga Perdana Patrick Kluivert! Berikut Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Australia

Berikut adalah empat tim Asia yang bisa memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 pada Maret:

1. Jepang

Jepang menjadi tim Asia yang paling dekat dengan tiket Piala Dunia 2026. Saat ini, Samurai Biru mengoleksi 16 poin, unggul 10 angka dari Indonesia yang berada di posisi ketiga.

Jika Jepang berhasil mengalahkan Bahrain pada 20 Maret, mereka akan mengumpulkan 19 poin. Jumlah ini sudah cukup untuk mengamankan posisi dua besar, sekaligus memastikan kelolosan mereka ke Piala Dunia 2026.

2. Iran

Iran juga berpeluang mengamankan tiket ke Piala Dunia setelah menjalani dua laga penting di bulan Maret.

Namun, tantangan Iran cukup berat karena harus menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) pada 20 Maret dan Uzbekistan pada 25 Maret.

Baca juga:  Alasan Cidera, Neymar Terpaksa Dicoret dari Skuad Timnas Brasil

Baca juga:  Persaingan Bek Timnas Indonesia Makin Ketat, Menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

Saat ini, Iran mengumpulkan 16 poin, unggul tiga angka dari Uzbekistan dan enam poin dari UEA. Untuk bisa memastikan tiket Piala Dunia pada Maret, Iran harus:

✅ Mengalahkan UEA
✅ Minimal bermain imbang melawan Uzbekistan

Jika skenario tersebut terjadi, Iran akan mengoleksi 20 poin, yang membuat mereka tak mungkin lagi dikejar oleh UEA, Qatar, Kirgizstan, dan Korea Utara. Jika Iran menang di kedua laga, mereka juga akan otomatis menjadi juara Grup A.

3. Korea Selatan

Korea Selatan saat ini memimpin Grup B dengan 14 poin, diikuti Irak (11 poin), Yordania (9 poin), dan Oman (6 poin).

Untuk mengamankan tiket ke Piala Dunia pada Maret, Taeguk Warriors harus memenangkan dua laga penting:

Baca juga:  Tanpa Messi & Dybala, Begini Prediksi Performa Argentina Lawan Uruguay & Brasil

Baca juga:  AC Milan Tumbang dari Bologna, Terpuruk di Posisi Kedelapan Serie A


📅 Melawan Oman (20 Maret)
📅 Melawan Yordania (25 Maret)

Jika berhasil menang di dua pertandingan tersebut, Korea Selatan akan mengunci posisi dua besar, sekaligus mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

4. Irak

Irak, yang saat ini berada di posisi kedua Grup B, juga berpeluang besar untuk lolos ke Piala Dunia pada Maret.

Syaratnya, Irak harus:
✅ Menang atas Kuwait (20 Maret)
✅ Menang atas Palestina (25 Maret)

Selain itu, Irak juga berharap:
➡️ Korea Selatan memenangkan dua laga di bulan Maret
➡️ Yordania gagal mengalahkan Palestina

Jika semua kondisi ini terpenuhi, Irak akan mengoleksi 17 poin, yang tidak bisa lagi dikejar oleh Yordania atau Oman.

Meski hanya finis di peringkat kedua, hal itu sudah cukup untuk memastikan Irak lolos langsung ke Piala Dunia 2026.(*)