Jelang Duel Hidup Mati AFF 2026, Ini Rekor Timnas Indonesia Saat Bertamu ke Singapura

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akan menjalani laga paling menentukan di fase Grup A Piala AFF 2026 saat menantang Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat 7 Agustus 2026 malam WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi penentu nasib Garuda untuk melangkah ke babak semifinal.

Skuad besutan John Herdman datang dengan tekanan besar setelah kekalahan 0-3 dari Vietnam membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara.

Kondisi tersebut membuat kemenangan menjadi satu-satunya hasil yang bisa menjaga asa Garuda tetap hidup.

Meski optimisme tetap terjaga, Indonesia juga dibayangi catatan kurang bersahabat saat bermain di kandang Singapura.

Statistik pertemuan menunjukkan Tim Merah Putih lebih sering pulang tanpa kemenangan ketika bertandang ke Negeri Singa.

Berdasarkan data 11v11, Indonesia sebenarnya pernah mengawali sejarah pertemuan di kandang Singapura dengan sangat impresif.

Pada 15 Agustus 1968, Garuda menang telak 4-0 di ajang Piala Merdeka.

Beberapa bulan kemudian, Indonesia kembali menunjukkan dominasinya dengan kemenangan besar 7-1 di King’s Cup.

Tren positif itu berlanjut lewat kemenangan 4-0 pada Kualifikasi Piala Dunia 1977, sebelum kembali berpesta 6-1 di Lion City Cup 1981.

Namun, setelah periode tersebut peta persaingan mulai berubah.

Singapura bangkit dan perlahan mengambil alih dominasi setiap kali tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Tim Singa mengawali kebangkitan dengan kemenangan 2-0 pada King’s Cup 1981.

Setelah itu, Indonesia kembali menelan kekalahan 0-5 di Merlion Cup 1983 dan 0-4 pada edisi 1985.

Salah satu hasil yang paling dikenang terjadi di Merlion Cup 1986 ketika Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 1-8.

Garuda sempat memutus tren negatif lewat kemenangan 2-1 pada Kualifikasi Piala Asia 1992 di Kallang.

Namun, Singapura kembali unggul dalam dua pertemuan berikutnya yang berlangsung pada 1993.

Memasuki era 2000-an, persaingan kedua negara berlangsung lebih seimbang.

Indonesia bermain imbang 1-1 di Tiger Beer Challenge Trophy 2002 sebelum kalah melalui adu penalti.

Pada final Piala AFF 2004, Garuda kembali takluk 1-2 di leg kedua yang berlangsung di Singapura.

Duel berikutnya menghasilkan hasil yang beragam. Indonesia bermain imbang 2-2 pada Piala AFF 2007, kalah 1-3 dalam laga persahabatan 2009, lalu berhasil membalas dengan kemenangan 2-1 pada Piala AFF 2016.

Secara keseluruhan, rekor Indonesia saat bermain di markas Singapura masih belum menguntungkan.

Dari 18 pertandingan, Garuda mencatat enam kemenangan, dua hasil imbang, dan 10 kekalahan.

Statistik tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Jay Idzes dan kolega.

Di sisi lain, laga Piala AFF 2026 juga menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk memperbaiki rekor tandang sekaligus mengamankan tiket menuju babak semifinal.(*)




Cahya Supriadi Diprediksi Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia, Pelatih PSIM Bongkar Alasannya

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Penampilan konsisten Cahya Supriadi bersama PSIM Yogyakarta terus menuai pujian.

Penjaga gawang muda itu kini bahkan diprediksi memiliki peluang besar menjadi kiper utama Timnas Indonesia pada masa mendatang.

Keyakinan tersebut disampaikan langsung oleh pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu menilai perkembangan Cahya Supriadi berlangsung sangat pesat dan masih menyimpan potensi besar untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.

Menurut Van Gastel, usia muda menjadi salah satu modal penting yang dimiliki Cahya.

Dengan proses pembinaan dan jam terbang yang terus bertambah, ia optimistis sang kiper mampu bersaing menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Timnas Indonesia.

“Saya pikir di masa depan dia mungkin bisa menjadi kiper utama tim nasional,” ujar Van Gastel.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas kepercayaan penuh yang diberikan PSIM kepada Cahya Supriadi.

Belakangan sempat muncul kabar klub promosi Liga 1 itu akan mendatangkan penjaga gawang asing, namun isu tersebut langsung dibantah oleh sang pelatih.

Van Gastel memastikan manajemen dan tim pelatih tidak memiliki rencana mengganti Cahya.

Menurutnya, performa yang ditunjukkan kiper asal Karawang itu sudah cukup membuktikan kualitasnya sebagai pilihan utama PSIM.

“Saya mendengar ada rumor bahwa kami akan mendatangkan kiper asing, tetapi bukan itu yang akan kami lakukan. Kami akan mempertahankan Cahya karena kami percaya kepadanya,” tegas Van Gastel.

Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut juga menilai kemampuan Cahya mulai menarik perhatian sejumlah klub besar di kompetisi domestik.

Meski demikian, ia menegaskan fokus PSIM saat ini adalah mempertahankan pemain berusia muda tersebut sebagai bagian penting dari proyek tim.

Van Gastel mengakui ketertarikan klub lain merupakan hal yang wajar mengingat perkembangan Cahya dalam beberapa musim terakhir.

Namun, ia memastikan belum ada rencana melepas sang penjaga gawang.

“Sudah jelas dia akan diminati klub-klub yang lebih besar di liga ini. Akan sangat menarik bagi mereka, tetapi untuk saat ini dia tetap bersama kami,” katanya.

Ia kembali menepis rumor mengenai perekrutan penjaga gawang asing.

Baginya, Cahya telah menunjukkan kapasitas sebagai kiper utama sehingga tidak ada alasan mencari pengganti dari luar negeri.

“Mendatangkan kiper asing untuk menggantikan Cahya? Tidak. Saya tidak tahu dari mana rumor itu berasal, tetapi saya tidak akan mendatangkan kiper asing. Cahya tetap menjadi pilihan utama kami,” ujar Van Gastel.

Kepercayaan dari pelatih PSIM menjadi modal berharga bagi Cahya Supriadi yang saat ini juga tengah memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026

Penampilan konsisten bersama klub maupun tim nasional membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu penjaga gawang muda paling menjanjikan di Indonesia.(*)




Hitung-hitungan Peluang Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026, Menang atas Singapura Harga Mati

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam memang membuat langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 semakin berat.

Namun, peluang Garuda untuk melaju ke babak semifinal belum sepenuhnya tertutup.

Hasil di Stadion Pakansari, Bogor, membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin.

Sementara Vietnam mengambil alih puncak klasemen dengan tujuh poin, unggul selisih gol atas Singapura yang menempati posisi kedua dengan jumlah poin sama.

Situasi tersebut membuat laga terakhir Grup A menjadi pertandingan hidup-mati bagi skuad asuhan John Herdman.

Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat 7 Agustus 2026, dalam duel yang akan menentukan nasib kedua tim.

Tidak ada lagi ruang untuk kehilangan poin. Kemenangan menjadi satu-satunya hasil yang dapat menjaga asa Garuda menuju babak empat besar.

Apabila berhasil mengalahkan Singapura, Indonesia akan mengumpulkan sembilan poin.

Raihan tersebut berpeluang mengantarkan Garuda finis di dua besar klasemen Grup A sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.

Sebaliknya, hasil imbang maupun kekalahan dipastikan mengakhiri perjalanan Indonesia di fase grup.

Tambahan satu poin tidak cukup untuk mengejar Singapura yang saat ini berada di atas Indonesia, sehingga peluang lolos otomatis tertutup.

Di sisi lain, Vietnam berada dalam posisi yang lebih nyaman. Tim berjuluk The Golden Star Warriors itu masih akan menghadapi Kamboja pada laga terakhir.

Jika mampu meraih hasil positif, Vietnam diperkirakan tetap bertahan di posisi teratas klasemen.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia praktis tidak perlu bergantung pada hasil pertandingan lain.

Fokus utama Garuda adalah mengamankan tiga poin saat menghadapi Singapura.

Persaingan di Grup A memang masih berlangsung ketat. Vietnam memimpin klasemen dengan tujuh poin dan selisih gol +10.

Singapura berada tepat di bawahnya dengan tujuh poin dan selisih gol +3.

Indonesia menempati posisi ketiga dengan enam poin serta selisih gol +4. Di bawahnya, Kamboja mengoleksi tiga poin, sedangkan Timor Leste belum meraih satu poin pun sepanjang turnamen.

Melihat peta persaingan tersebut, duel melawan Singapura menjadi laga paling menentukan bagi Timnas Indonesia.

Kemenangan akan menjaga mimpi Garuda untuk terus bersaing memperebutkan gelar Piala AFF 2026.

Sebaliknya, apabila gagal membawa pulang tiga poin dari Kallang, langkah Indonesia dipastikan terhenti di fase grup dan harus mengubur harapan melangkah ke semifinal.(*)




Comeback Elkan Baggott Langsung Diuji, Duel Panas Lawan Saint Kitts

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Kembalinya Elkan Baggott ke skuad Timnas Indonesia langsung menghadirkan tantangan berat.

Bek berpostur 196 cm itu diprediksi akan menghadapi ujian fisik saat melawan Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026.

Pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (27/3) ini diperkirakan menyajikan duel menarik, khususnya di lini pertahanan Indonesia.

Baggott kemungkinan besar akan berhadapan langsung dengan Jordan Bowery, striker berpengalaman yang pernah merumput di berbagai klub Inggris.

Duel udara dan adu fisik diprediksi menjadi sorotan utama dalam laga ini.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai pertandingan ini sebagai ujian penting bagi lini belakang Garuda yang kini dihuni kombinasi pemain diaspora dan talenta lokal.

Menurutnya, pengalaman pemain yang berkarier di Eropa menjadi modal penting untuk menghadapi lawan dengan karakter permainan cepat dan fisik kuat.

Selain Baggott, sektor pertahanan Indonesia juga diperkuat oleh nama-nama seperti Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho yang menambah kedalaman skuad.

Di sisi lawan, Saint Kitts and Nevis juga membawa sejumlah pemain yang berkarier di Inggris, termasuk Tyrese Shade yang dikenal memiliki kecepatan dalam serangan balik.

Laga ini menjadi momen penting bagi Baggott setelah hampir dua tahun absen membela timnas.

FIFA Series 2026 pun menjadi panggung pembuktian bagi dirinya untuk kembali menunjukkan kualitas di level internasional.

Tak hanya itu, pertandingan ini juga memiliki arti strategis karena berstatus FIFA Grade A yang berpengaruh terhadap perolehan poin ranking dunia.

Saat ini, Indonesia masih berada di posisi ke-121 dunia dan berpeluang memperbaiki peringkat jika meraih hasil positif.

Dengan duel sengit yang diprediksi terjadi, laga ini tidak hanya menjadi ajang uji coba, tetapi juga kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan di kancah internasional.(*)




Dibayar US$40 Ribu per Bulan, Ini Alasan PSSI Pilih John Herdman

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia langsung menarik perhatian publik.

Terutama terkait besaran gaji yang diterimanya. Sejumlah media internasional melaporkan pelatih asal Inggris tersebut akan menerima bayaran sekitar US$40 ribu per bulan.

Angka yang dinilai lebih rendah, dibandingkan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

Meski demikian, PSSI menegaskan bahwa nilai kontrak bukan tolok ukur utama.

Rekam jejak Herdman yang pernah membawa tim nasional putra dan putri ke Piala Dunia justru menjadi pertimbangan terbesar dalam penunjukan ini.

PSSI secara resmi mengumumkan Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Sekaligus menandai dimulainya era baru sepak bola nasional pasca perjalanan Garuda di Piala Dunia 2026.

Kontrak Hingga 2027, Ada Opsi Perpanjangan

Dalam keterangan resmi, PSSI tidak mengungkap secara detail durasi dan nilai kontrak Herdman.

Namun laporan dari media luar negeri menyebutkan bahwa Herdman dikontrak hingga 2027.

Mengikuti masa kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dengan opsi perpanjangan hingga 2030.

Selain menangani Timnas Indonesia senior, Herdman juga akan bertanggung jawab atas Timnas U-23, sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan PSSI.

“PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Kehadirannya menandai era baru sepak bola nasional. Herdman adalah pelatih dengan pengalaman membawa tim ke Piala Dunia,” tulis PSSI melalui pernyataan resminya.

Rekam Jejak Jadi Jaminan Kualitas

Meski menerima gaji yang relatif lebih rendah, Herdman memiliki reputasi global.

Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional pria dan wanita dari satu negara lolos ke Piala Dunia.

Ia sukses menangani Timnas Wanita Kanada pada periode 2011–2018, dengan prestasi dua medali perunggu Olimpiade serta perempat final Piala Dunia Wanita 2015.

Setelah itu, ia membawa Timnas Pria Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun.

PSSI menilai pengalaman tersebut sejalan dengan visi jangka panjang pengembangan Timnas Indonesia.

Agenda Perdana Bersama Timnas Indonesia

Setelah penunjukan resmi ini, Herdman langsung dihadapkan pada agenda padat.

Tugas perdananya adalah memimpin Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Selanjutnya, ia akan menangani Timnas Indonesia pada agenda FIFA bulan Juni, September, Oktober, dan November.

Serta memimpin skuad Garuda di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 25 Juli 2026.(*)




Profil John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia Berpengalaman Piala Dunia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, menandai dimulainya babak baru sepak bola nasional pasca keberhasilan skuad Garuda tampil di Piala Dunia 2026 di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert.

Pengumuman tersebut disampaikan PSSI pada Sabtu, 3 Januari 2026.

tidak mengungkap secara rinci nilai maupun durasi kontrak, kehadiran pelatih asal Inggris ini dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang dalam pembangunan tim nasional.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan Herdman dikontrak hingga 2027, mengikuti masa kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dengan opsi perpanjangan hingga 2030.

Gaji Herdman disebut berada di kisaran US$40 ribu per bulan, lebih rendah dibandingkan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

Rekam Jejak John Herdman Jadi Alasan Utama

PSSI menilai Herdman bukan sekadar pelatih biasa.

Ia memiliki reputasi global sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia.

“PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Penunjukan ini menandai era baru sepak bola nasional. Herdman adalah arsitek berpengalaman yang telah membawa tim ke panggung Piala Dunia,” tulis PSSI dalam pernyataan resminya.

Karier Herdman mencuat saat menangani Timnas Wanita Kanada pada periode 2011–2018.

Di bawah asuhannya, Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade (2012 dan 2016) serta mencapai perempat final Piala Dunia Wanita 2015.

Kesuksesan itu berlanjut ketika ia dipercaya melatih Timnas Pria Kanada, yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun.

Tangani Timnas Senior hingga U-23

Dalam struktur kepelatihan baru, Herdman tidak hanya bertanggung jawab atas Timnas Indonesia senior.

Tetapi juga akan menangani Timnas U-23, guna memastikan kesinambungan pembinaan pemain dari level usia muda ke tim utama.

PSSI menegaskan bahwa, pendekatan Herdman yang berbasis mentalitas, disiplin, dan identitas permainan menjadi nilai tambah penting bagi sepak bola Indonesia.

“Rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Ia memiliki pengalaman nyata membangun tim dari fondasi hingga mampu bersaing di level tertinggi,” lanjut pernyataan PSSI.

Agenda Perdana John Herdman Bersama Timnas Indonesia

Setelah kegagalan melaju ke fase lanjutan Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani sejumlah agenda internasional sepanjang tahun ini.

Tugas pertama Herdman adalah memimpin Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Setelah itu, ia akan memimpin skuad Garuda pada kalender FIFA bulan Juni, September, Oktober, dan November, serta menghadapi Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

PSSI berharap kehadiran John Herdman mampu membawa stabilitas, identitas permainan yang jelas, serta konsistensi prestasi Timnas Indonesia di level Asia dan dunia.(*)




Rizky Ridho hingga Kevin Diks Masuk Nominasi Pemain Terbaik PSSI Awards 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PSSI resmi mengumumkan daftar kandidat Pemain Terbaik pada ajang PSSI Awards 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis (25/12/2025), dengan lima pemain masuk nominasi untuk memperebutkan penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola nasional.

Kelima pemain yang terpilih dinilai tampil menonjol sepanjang periode penilaian, baik bersama klub masing-masing maupun saat membela Timnas Indonesia.

Mereka adalah Rizky Ridho, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Yakob Sayuri.

Rizky Ridho menjadi salah satu kandidat terkuat berkat performa konsisten dan kepemimpinannya di lini pertahanan Timnas Indonesia.

Bek berusia 24 tahun tersebut juga memegang peran krusial bersama Persija Jakarta di kompetisi domestik.

Nama Jay Idzes turut menghiasi daftar nominasi setelah dipercaya mengenakan ban kapten Timnas Indonesia sejak tahun lalu.

Pemain berusia 25 tahun itu kini berkarier di Serie A Italia bersama Sassuolo, menambah nilai plus dalam penilaian.

Calvin Verdonk juga masuk nominasi berkat kemampuannya bermain di berbagai posisi.

Pemain LOSC Lille itu kerap mengisi peran sebagai bek kiri, bek tengah kiri, hingga gelandang, dan menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia.

Sementara itu, Kevin Diks menjadi representasi Indonesia yang tampil di Bundesliga bersama Borussia Monchengladbach.

Pengalaman serta konsistensinya bermain di level tertinggi Eropa membuat namanya layak diperhitungkan dalam perebutan gelar pemain terbaik.

Yakob Sayuri melengkapi daftar kandidat setelah menunjukkan performa impresif sebagai pemain serbabisa.

Pemain Malut United tersebut mampu bermain sebagai bek sayap maupun penyerang sayap dengan kontribusi nyata bagi timnya.

Pemenang kategori Pemain Terbaik PSSI Awards 2026 akan ditentukan melalui mekanisme voting terbuka.

Proses pemungutan suara dijadwalkan mulai dibuka pada 6 Januari 2026 melalui situs resmi PSSI.

Secara keseluruhan, PSSI Awards 2026 akan mempertandingkan 17 kategori penghargaan.

Sembilan kategori masuk dalam kelompok performance awards yang ditentukan melalui voting publik.

Kategori performance awards mencakup pemain terbaik pria dan wanita, penjaga gawang terbaik pria dan wanita, pemain muda terbaik pria dan wanita, gol terbaik, assist terbaik, serta penyelamatan terbaik.

Selain itu, terdapat delapan kategori special recognition awards yang pemenangnya ditentukan langsung oleh internal PSSI tanpa melalui voting.

Kategori ini meliputi wasit terbaik, asisten wasit terbaik, legenda sepak bola, Asprov terbaik, pembinaan usia muda terbaik, program pengembangan sepak bola terbaik, suporter terbaik, serta sosok di balik jersey terbaik.((*)_




SEA Games 2025: Terus Semangat! Indonesia Sudah Capai Target 80 Emas

THAILAND, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Indonesia resmi mencapai target 80 medali emas di SEA Games 2025 Thailand setelah tim putri kabaddi berhasil keluar sebagai juara pada nomor women three stars finals.

Pada partai final yang berlangsung ketat, Indonesia menaklukkan Malaysia dengan skor tipis 24-23.

Tim kabaddi putri Indonesia diperkuat oleh Ni Komang Tri Meiyoni, Yuni Amirta, Ni Luh Happy Restia, Oktavia Riska Della, dan Ni Kadek Ari Wartini.

Sebelum tambahan emas dari kabaddi, Indonesia sudah meraih beberapa medali emas pada Kamis pagi.

Cabang triathlon membuka koleksi emas melalui nomor beregu, yang diperoleh oleh Eva Desiana, Martina Ayu Pratiwi, dan Zahra Bulan Aprillian Putri.

Selanjutnya, emas lain diraih dari nomor mixed team relay duathlon.

Cabang panahan juga menambah medali emas Indonesia melalui nomor women’s team compound dan women’s individual compound.

Tak ketinggalan, cabang perahu naga menyumbang dua emas dari nomor men small boat 200 meter dan mixed small boat 200 meter.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para atlet atas pencapaian ini.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menembus target 80 emas merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim.

“Alhamdulillah, Indonesia sukses menembus target 80 emas. Semua berkat perjuangan para atlet yang gigih dan tak kenal menyerah. Terima kasih, kalian adalah pahlawan olahraga yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya terus berkumandang di SEA Games,” ujar Erick Thohir.

Erick juga mengapresiasi ofisial dan ketua federasi yang terus mendukung atlet sejak persiapan hingga pelaksanaan SEA Games.

Ia menambahkan, capaian ini menempatkan Indonesia sementara di peringkat kedua, sebuah prestasi terbaik sejak 1995.

Meskipun bangga dengan capaian ini, Erick Thohir mengingatkan agar para atlet dan pelatih tetap fokus, karena Asian Games 2026 sudah menanti.

“Kita boleh berbangga atas pencapaian saat ini, tapi jangan tenggelam dalam euforia. Segera rapatkan barisan, fokus, dan jalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” imbuhnya.(*)




Timnas Indonesia Segera Punya Pelatih Baru, PSSI Tunggu Waktu yang Tepat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan akan menetapkan pelatih baru Timnas Indonesia sebelum agenda FIFA Match Day (FMD) pada Maret 2026.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menyampaikan hal itu saat menghadiri turnamen mini soccer antar media bertajuk Media Cup 2025 di Pendekar Goozone Mini Soccer, Cibis, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

“FIFA Matchday berikutnya kan Maret. Sekarang yang November dipakai untuk tim U-22 SEA Games. Jadi kebutuhan kita nanti di Maret. Kita cari dulu (pelatihnya). Seperti kata Pak Ketum PSSI, kita harus memperbaiki dulu citra di luar karena banyak yang bully terhadap mantan pelatih,” ujar Arya.

Arya menjelaskan, keputusan memilih pelatih baru sebelum Maret 2026 dilakukan agar proses berjalan tenang dan matang.

“Kalau mau memilih sesuatu, jangan pas lagi bahagia-bahagianya, jangan juga pas lagi sebel-sebelnya. Jadi pilih saat tenang, supaya objektif,” tambahnya.

Setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, suasana sepak bola nasional disebut masih panas.

Indonesia tersingkir di babak kualifikasi putaran keempat setelah kalah dari Arab Saudi (2–3) dan Irak (0–1).

Kegagalan itu membuat PSSI memutus kerja sama dengan pelatih kepala Patrick Kluivert dan jajaran tim asal Belanda, seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, serta Gerald Vanenburg.

Arya menegaskan hingga kini belum ada rapat resmi Exco PSSI yang membahas pelatih baru.

“Kalau ada isu katanya Exco sudah setuju atau tidak setuju, itu nggak benar. Rapat aja belum ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ketua Umum PSSI dan Direktur Teknik kini sedang mengumpulkan daftar calon pelatih.

Setelah itu, hasilnya akan dibahas bersama dalam rapat Exco untuk diputuskan secara resmi.

“Pak Ketum sudah komunikasi dengan Direktur Teknik. Mereka lagi kumpulkan nama pelatih dulu, nanti baru dibawa ke rapat Exco untuk diputuskan,” jelas Arya.

Dengan demikian, publik diperkirakan baru akan mengetahui siapa pelatih baru Timnas Indonesia pada awal 2026 sebelum skuad Garuda kembali berlaga di FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.(*)




Jelang Duel Kontra Korea Utara, Timnas U-17 Digenjot Perbaikan Passing dan Taktik

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia U-17 terus melakukan pembenahan jelang duel krusial melawan Korea Utara di perempat final Piala Asia U-17 2025. Meskipun tampil impresif di fase grup dengan tiga kemenangan beruntun, pelatih Nova Arianto mengakui bahwa performa anak asuhnya masih belum sempurna.

Dalam evaluasi internal, Nova menyoroti dua hal utama yang harus dibenahi: akurasi passing dan pengambilan keputusan di lapangan.

“Evaluasi memang sudah kita lakukan. Kita lihat masalah terbesar masih soal passing dan pengambilan keputusan. Saat lawan Afghanistan, banyak momen di mana pemain terlambat mengambil keputusan,” ujar Nova dalam wawancara yang dirilis oleh PSSI.

Menurut Nova, masalah pengambilan keputusan seperti kapan harus menembak dan kapan harus mengoper, menjadi krusial di level pertandingan seperti ini.

“Eksekusi bola penting: kapan harus shooting, kapan harus passing. Mudah-mudahan dalam dua hari ini kita bisa maksimalkan latihan, dan lawan Korea Utara nanti pemain bisa tampil lebih baik,” tambahnya.

Lawan yang akan dihadapi bukan tim sembarangan. Korea Utara U-17 dikenal punya kualitas permainan solid dan kekuatan fisik yang konsisten.

“Mereka tim kuat dengan kualitas bagus. Tapi kita akan fight untuk bisa lolos ke semifinal,” tegas Nova.

Pertandingan ini akan menjadi penentu langkah Garuda Asia ke babak semifinal, di mana mereka akan berhadapan dengan pemenang dari laga antara Uzbekistan vs Uni Emirat Arab.

Dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi, Timnas U-17 diharapkan mampu mengukir sejarah dan terus melaju di ajang bergengsi ini.