Dibayar US$40 Ribu per Bulan, Ini Alasan PSSI Pilih John Herdman

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia langsung menarik perhatian publik.

Terutama terkait besaran gaji yang diterimanya. Sejumlah media internasional melaporkan pelatih asal Inggris tersebut akan menerima bayaran sekitar US$40 ribu per bulan.

Angka yang dinilai lebih rendah, dibandingkan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

Meski demikian, PSSI menegaskan bahwa nilai kontrak bukan tolok ukur utama.

Rekam jejak Herdman yang pernah membawa tim nasional putra dan putri ke Piala Dunia justru menjadi pertimbangan terbesar dalam penunjukan ini.

PSSI secara resmi mengumumkan Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Sekaligus menandai dimulainya era baru sepak bola nasional pasca perjalanan Garuda di Piala Dunia 2026.

Kontrak Hingga 2027, Ada Opsi Perpanjangan

Dalam keterangan resmi, PSSI tidak mengungkap secara detail durasi dan nilai kontrak Herdman.

Namun laporan dari media luar negeri menyebutkan bahwa Herdman dikontrak hingga 2027.

Mengikuti masa kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dengan opsi perpanjangan hingga 2030.

Selain menangani Timnas Indonesia senior, Herdman juga akan bertanggung jawab atas Timnas U-23, sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan PSSI.

“PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Kehadirannya menandai era baru sepak bola nasional. Herdman adalah pelatih dengan pengalaman membawa tim ke Piala Dunia,” tulis PSSI melalui pernyataan resminya.

Rekam Jejak Jadi Jaminan Kualitas

Meski menerima gaji yang relatif lebih rendah, Herdman memiliki reputasi global.

Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional pria dan wanita dari satu negara lolos ke Piala Dunia.

Ia sukses menangani Timnas Wanita Kanada pada periode 2011–2018, dengan prestasi dua medali perunggu Olimpiade serta perempat final Piala Dunia Wanita 2015.

Setelah itu, ia membawa Timnas Pria Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun.

PSSI menilai pengalaman tersebut sejalan dengan visi jangka panjang pengembangan Timnas Indonesia.

Agenda Perdana Bersama Timnas Indonesia

Setelah penunjukan resmi ini, Herdman langsung dihadapkan pada agenda padat.

Tugas perdananya adalah memimpin Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Selanjutnya, ia akan menangani Timnas Indonesia pada agenda FIFA bulan Juni, September, Oktober, dan November.

Serta memimpin skuad Garuda di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 25 Juli 2026.(*)




Profil John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia Berpengalaman Piala Dunia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, menandai dimulainya babak baru sepak bola nasional pasca keberhasilan skuad Garuda tampil di Piala Dunia 2026 di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert.

Pengumuman tersebut disampaikan PSSI pada Sabtu, 3 Januari 2026.

tidak mengungkap secara rinci nilai maupun durasi kontrak, kehadiran pelatih asal Inggris ini dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang dalam pembangunan tim nasional.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan Herdman dikontrak hingga 2027, mengikuti masa kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dengan opsi perpanjangan hingga 2030.

Gaji Herdman disebut berada di kisaran US$40 ribu per bulan, lebih rendah dibandingkan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

Rekam Jejak John Herdman Jadi Alasan Utama

PSSI menilai Herdman bukan sekadar pelatih biasa.

Ia memiliki reputasi global sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia.

“PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Penunjukan ini menandai era baru sepak bola nasional. Herdman adalah arsitek berpengalaman yang telah membawa tim ke panggung Piala Dunia,” tulis PSSI dalam pernyataan resminya.

Karier Herdman mencuat saat menangani Timnas Wanita Kanada pada periode 2011–2018.

Di bawah asuhannya, Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade (2012 dan 2016) serta mencapai perempat final Piala Dunia Wanita 2015.

Kesuksesan itu berlanjut ketika ia dipercaya melatih Timnas Pria Kanada, yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun.

Tangani Timnas Senior hingga U-23

Dalam struktur kepelatihan baru, Herdman tidak hanya bertanggung jawab atas Timnas Indonesia senior.

Tetapi juga akan menangani Timnas U-23, guna memastikan kesinambungan pembinaan pemain dari level usia muda ke tim utama.

PSSI menegaskan bahwa, pendekatan Herdman yang berbasis mentalitas, disiplin, dan identitas permainan menjadi nilai tambah penting bagi sepak bola Indonesia.

“Rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Ia memiliki pengalaman nyata membangun tim dari fondasi hingga mampu bersaing di level tertinggi,” lanjut pernyataan PSSI.

Agenda Perdana John Herdman Bersama Timnas Indonesia

Setelah kegagalan melaju ke fase lanjutan Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani sejumlah agenda internasional sepanjang tahun ini.

Tugas pertama Herdman adalah memimpin Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Setelah itu, ia akan memimpin skuad Garuda pada kalender FIFA bulan Juni, September, Oktober, dan November, serta menghadapi Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

PSSI berharap kehadiran John Herdman mampu membawa stabilitas, identitas permainan yang jelas, serta konsistensi prestasi Timnas Indonesia di level Asia dan dunia.(*)




Rizky Ridho hingga Kevin Diks Masuk Nominasi Pemain Terbaik PSSI Awards 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PSSI resmi mengumumkan daftar kandidat Pemain Terbaik pada ajang PSSI Awards 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis (25/12/2025), dengan lima pemain masuk nominasi untuk memperebutkan penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola nasional.

Kelima pemain yang terpilih dinilai tampil menonjol sepanjang periode penilaian, baik bersama klub masing-masing maupun saat membela Timnas Indonesia.

Mereka adalah Rizky Ridho, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Yakob Sayuri.

Rizky Ridho menjadi salah satu kandidat terkuat berkat performa konsisten dan kepemimpinannya di lini pertahanan Timnas Indonesia.

Bek berusia 24 tahun tersebut juga memegang peran krusial bersama Persija Jakarta di kompetisi domestik.

Nama Jay Idzes turut menghiasi daftar nominasi setelah dipercaya mengenakan ban kapten Timnas Indonesia sejak tahun lalu.

Pemain berusia 25 tahun itu kini berkarier di Serie A Italia bersama Sassuolo, menambah nilai plus dalam penilaian.

Calvin Verdonk juga masuk nominasi berkat kemampuannya bermain di berbagai posisi.

Pemain LOSC Lille itu kerap mengisi peran sebagai bek kiri, bek tengah kiri, hingga gelandang, dan menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia.

Sementara itu, Kevin Diks menjadi representasi Indonesia yang tampil di Bundesliga bersama Borussia Monchengladbach.

Pengalaman serta konsistensinya bermain di level tertinggi Eropa membuat namanya layak diperhitungkan dalam perebutan gelar pemain terbaik.

Yakob Sayuri melengkapi daftar kandidat setelah menunjukkan performa impresif sebagai pemain serbabisa.

Pemain Malut United tersebut mampu bermain sebagai bek sayap maupun penyerang sayap dengan kontribusi nyata bagi timnya.

Pemenang kategori Pemain Terbaik PSSI Awards 2026 akan ditentukan melalui mekanisme voting terbuka.

Proses pemungutan suara dijadwalkan mulai dibuka pada 6 Januari 2026 melalui situs resmi PSSI.

Secara keseluruhan, PSSI Awards 2026 akan mempertandingkan 17 kategori penghargaan.

Sembilan kategori masuk dalam kelompok performance awards yang ditentukan melalui voting publik.

Kategori performance awards mencakup pemain terbaik pria dan wanita, penjaga gawang terbaik pria dan wanita, pemain muda terbaik pria dan wanita, gol terbaik, assist terbaik, serta penyelamatan terbaik.

Selain itu, terdapat delapan kategori special recognition awards yang pemenangnya ditentukan langsung oleh internal PSSI tanpa melalui voting.

Kategori ini meliputi wasit terbaik, asisten wasit terbaik, legenda sepak bola, Asprov terbaik, pembinaan usia muda terbaik, program pengembangan sepak bola terbaik, suporter terbaik, serta sosok di balik jersey terbaik.((*)_




SEA Games 2025: Terus Semangat! Indonesia Sudah Capai Target 80 Emas

THAILAND, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Indonesia resmi mencapai target 80 medali emas di SEA Games 2025 Thailand setelah tim putri kabaddi berhasil keluar sebagai juara pada nomor women three stars finals.

Pada partai final yang berlangsung ketat, Indonesia menaklukkan Malaysia dengan skor tipis 24-23.

Tim kabaddi putri Indonesia diperkuat oleh Ni Komang Tri Meiyoni, Yuni Amirta, Ni Luh Happy Restia, Oktavia Riska Della, dan Ni Kadek Ari Wartini.

Sebelum tambahan emas dari kabaddi, Indonesia sudah meraih beberapa medali emas pada Kamis pagi.

Cabang triathlon membuka koleksi emas melalui nomor beregu, yang diperoleh oleh Eva Desiana, Martina Ayu Pratiwi, dan Zahra Bulan Aprillian Putri.

Selanjutnya, emas lain diraih dari nomor mixed team relay duathlon.

Cabang panahan juga menambah medali emas Indonesia melalui nomor women’s team compound dan women’s individual compound.

Tak ketinggalan, cabang perahu naga menyumbang dua emas dari nomor men small boat 200 meter dan mixed small boat 200 meter.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para atlet atas pencapaian ini.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menembus target 80 emas merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim.

“Alhamdulillah, Indonesia sukses menembus target 80 emas. Semua berkat perjuangan para atlet yang gigih dan tak kenal menyerah. Terima kasih, kalian adalah pahlawan olahraga yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya terus berkumandang di SEA Games,” ujar Erick Thohir.

Erick juga mengapresiasi ofisial dan ketua federasi yang terus mendukung atlet sejak persiapan hingga pelaksanaan SEA Games.

Ia menambahkan, capaian ini menempatkan Indonesia sementara di peringkat kedua, sebuah prestasi terbaik sejak 1995.

Meskipun bangga dengan capaian ini, Erick Thohir mengingatkan agar para atlet dan pelatih tetap fokus, karena Asian Games 2026 sudah menanti.

“Kita boleh berbangga atas pencapaian saat ini, tapi jangan tenggelam dalam euforia. Segera rapatkan barisan, fokus, dan jalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” imbuhnya.(*)




Timnas Indonesia Segera Punya Pelatih Baru, PSSI Tunggu Waktu yang Tepat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan akan menetapkan pelatih baru Timnas Indonesia sebelum agenda FIFA Match Day (FMD) pada Maret 2026.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menyampaikan hal itu saat menghadiri turnamen mini soccer antar media bertajuk Media Cup 2025 di Pendekar Goozone Mini Soccer, Cibis, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

“FIFA Matchday berikutnya kan Maret. Sekarang yang November dipakai untuk tim U-22 SEA Games. Jadi kebutuhan kita nanti di Maret. Kita cari dulu (pelatihnya). Seperti kata Pak Ketum PSSI, kita harus memperbaiki dulu citra di luar karena banyak yang bully terhadap mantan pelatih,” ujar Arya.

Arya menjelaskan, keputusan memilih pelatih baru sebelum Maret 2026 dilakukan agar proses berjalan tenang dan matang.

“Kalau mau memilih sesuatu, jangan pas lagi bahagia-bahagianya, jangan juga pas lagi sebel-sebelnya. Jadi pilih saat tenang, supaya objektif,” tambahnya.

Setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, suasana sepak bola nasional disebut masih panas.

Indonesia tersingkir di babak kualifikasi putaran keempat setelah kalah dari Arab Saudi (2–3) dan Irak (0–1).

Kegagalan itu membuat PSSI memutus kerja sama dengan pelatih kepala Patrick Kluivert dan jajaran tim asal Belanda, seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, serta Gerald Vanenburg.

Arya menegaskan hingga kini belum ada rapat resmi Exco PSSI yang membahas pelatih baru.

“Kalau ada isu katanya Exco sudah setuju atau tidak setuju, itu nggak benar. Rapat aja belum ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ketua Umum PSSI dan Direktur Teknik kini sedang mengumpulkan daftar calon pelatih.

Setelah itu, hasilnya akan dibahas bersama dalam rapat Exco untuk diputuskan secara resmi.

“Pak Ketum sudah komunikasi dengan Direktur Teknik. Mereka lagi kumpulkan nama pelatih dulu, nanti baru dibawa ke rapat Exco untuk diputuskan,” jelas Arya.

Dengan demikian, publik diperkirakan baru akan mengetahui siapa pelatih baru Timnas Indonesia pada awal 2026 sebelum skuad Garuda kembali berlaga di FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.(*)




Jelang Duel Kontra Korea Utara, Timnas U-17 Digenjot Perbaikan Passing dan Taktik

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia U-17 terus melakukan pembenahan jelang duel krusial melawan Korea Utara di perempat final Piala Asia U-17 2025. Meskipun tampil impresif di fase grup dengan tiga kemenangan beruntun, pelatih Nova Arianto mengakui bahwa performa anak asuhnya masih belum sempurna.

Dalam evaluasi internal, Nova menyoroti dua hal utama yang harus dibenahi: akurasi passing dan pengambilan keputusan di lapangan.

“Evaluasi memang sudah kita lakukan. Kita lihat masalah terbesar masih soal passing dan pengambilan keputusan. Saat lawan Afghanistan, banyak momen di mana pemain terlambat mengambil keputusan,” ujar Nova dalam wawancara yang dirilis oleh PSSI.

Menurut Nova, masalah pengambilan keputusan seperti kapan harus menembak dan kapan harus mengoper, menjadi krusial di level pertandingan seperti ini.

“Eksekusi bola penting: kapan harus shooting, kapan harus passing. Mudah-mudahan dalam dua hari ini kita bisa maksimalkan latihan, dan lawan Korea Utara nanti pemain bisa tampil lebih baik,” tambahnya.

Lawan yang akan dihadapi bukan tim sembarangan. Korea Utara U-17 dikenal punya kualitas permainan solid dan kekuatan fisik yang konsisten.

“Mereka tim kuat dengan kualitas bagus. Tapi kita akan fight untuk bisa lolos ke semifinal,” tegas Nova.

Pertandingan ini akan menjadi penentu langkah Garuda Asia ke babak semifinal, di mana mereka akan berhadapan dengan pemenang dari laga antara Uzbekistan vs Uni Emirat Arab.

Dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi, Timnas U-17 diharapkan mampu mengukir sejarah dan terus melaju di ajang bergengsi ini.




Jelang Indonesia vs Bahrain: Skuad Garuda Siap Bangkit di GBK!

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akan menghadapi Bahrain dalam laga kedelapan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 25 Maret 2026 pukul 20.45 WIB.

Skuad Garuda bertekad bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Jay Idzes dan kawan-kawan menargetkan kemenangan demi menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, Bahrain juga datang dengan kondisi kurang ideal setelah dikalahkan Jepang 0-2 pada pertandingan sebelumnya.

Tim tamu berambisi meredam semangat juang Timnas Indonesia yang kini tengah beradaptasi dengan pelatih anyar asal Belanda, Patrick Kluivert.

Selain laga Indonesia vs Bahrain, pertandingan Grup C lainnya mempertemukan Jepang melawan Arab Saudi di Stadion Saitama pukul 17.35 WIB.

Jepang yang telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 akan bermain tanpa beban, sementara Arab Saudi berusaha mengamankan posisi kedua demi tiket otomatis ke turnamen dunia.

Di pertandingan lain, China akan menjamu Australia di Stadion Changzhou pukul 18.00 WIB.

The Socceroos, yang belum terkalahkan dalam enam laga terakhir, berusaha mengamankan tiket ke Piala Dunia setelah kemenangan besar atas Indonesia.

Sementara itu, China kehilangan gelandang andalannya, Lin Liangming, akibat hukuman akumulasi kartu merah.

Timnas Indonesia harus tampil maksimal jika ingin mengamankan tiga poin melawan Bahrain.

Kemenangan akan sangat berarti dalam menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.

Dukungan penuh dari suporter di Stadion Gelora Bung Karno diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi Skuad Garuda.

Jangan lewatkan laga sengit Indonesia vs Bahrain besok malam! (*)




Kualifikasi Piala Dunia 2026: 4 Tim Asia Bisa Lolos Lebih Awal, Berikut Skenarionya

SEPUCUKJAMBI.ID – Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia semakin mendekati babak akhir.

Saat ini, masih tersisa empat pertandingan di babak ketiga. Namun, ada empat tim yang berpeluang besar memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 pada bulan Maret.

Di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, hanya dua tim teratas dari masing-masing grup yang akan otomatis meraih tiket ke putaran final.

Sementara itu, tim yang finis di posisi ketiga dan keempat harus melalui babak keempat untuk melanjutkan perjuangan mereka.

Baca juga:  Dihajar Australia 5-1, Indonesia Terpuruk di Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026

Baca juga:  Kualifikasi Piala Dunia 2026: Laga Perdana Patrick Kluivert! Berikut Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Australia

Berikut adalah empat tim Asia yang bisa memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 pada Maret:

1. Jepang

Jepang menjadi tim Asia yang paling dekat dengan tiket Piala Dunia 2026. Saat ini, Samurai Biru mengoleksi 16 poin, unggul 10 angka dari Indonesia yang berada di posisi ketiga.

Jika Jepang berhasil mengalahkan Bahrain pada 20 Maret, mereka akan mengumpulkan 19 poin. Jumlah ini sudah cukup untuk mengamankan posisi dua besar, sekaligus memastikan kelolosan mereka ke Piala Dunia 2026.

2. Iran

Iran juga berpeluang mengamankan tiket ke Piala Dunia setelah menjalani dua laga penting di bulan Maret.

Namun, tantangan Iran cukup berat karena harus menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) pada 20 Maret dan Uzbekistan pada 25 Maret.

Baca juga:  Alasan Cidera, Neymar Terpaksa Dicoret dari Skuad Timnas Brasil

Baca juga:  Persaingan Bek Timnas Indonesia Makin Ketat, Menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

Saat ini, Iran mengumpulkan 16 poin, unggul tiga angka dari Uzbekistan dan enam poin dari UEA. Untuk bisa memastikan tiket Piala Dunia pada Maret, Iran harus:

✅ Mengalahkan UEA
✅ Minimal bermain imbang melawan Uzbekistan

Jika skenario tersebut terjadi, Iran akan mengoleksi 20 poin, yang membuat mereka tak mungkin lagi dikejar oleh UEA, Qatar, Kirgizstan, dan Korea Utara. Jika Iran menang di kedua laga, mereka juga akan otomatis menjadi juara Grup A.

3. Korea Selatan

Korea Selatan saat ini memimpin Grup B dengan 14 poin, diikuti Irak (11 poin), Yordania (9 poin), dan Oman (6 poin).

Untuk mengamankan tiket ke Piala Dunia pada Maret, Taeguk Warriors harus memenangkan dua laga penting:

Baca juga:  Tanpa Messi & Dybala, Begini Prediksi Performa Argentina Lawan Uruguay & Brasil

Baca juga:  AC Milan Tumbang dari Bologna, Terpuruk di Posisi Kedelapan Serie A


📅 Melawan Oman (20 Maret)
📅 Melawan Yordania (25 Maret)

Jika berhasil menang di dua pertandingan tersebut, Korea Selatan akan mengunci posisi dua besar, sekaligus mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

4. Irak

Irak, yang saat ini berada di posisi kedua Grup B, juga berpeluang besar untuk lolos ke Piala Dunia pada Maret.

Syaratnya, Irak harus:
✅ Menang atas Kuwait (20 Maret)
✅ Menang atas Palestina (25 Maret)

Selain itu, Irak juga berharap:
➡️ Korea Selatan memenangkan dua laga di bulan Maret
➡️ Yordania gagal mengalahkan Palestina

Jika semua kondisi ini terpenuhi, Irak akan mengoleksi 17 poin, yang tidak bisa lagi dikejar oleh Yordania atau Oman.

Meski hanya finis di peringkat kedua, hal itu sudah cukup untuk memastikan Irak lolos langsung ke Piala Dunia 2026.(*)




Persaingan Bek Timnas Indonesia Makin Ketat, Menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia telah merilis daftar pemain yang akan memperkuat skuad Garuda dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Persaingan di lini belakang menjadi sorotan utama, dengan banyaknya pemain berkualitas yang siap bersaing untuk mendapatkan tempat di starting eleven.

Posisi full back kiri menjadi yang paling banyak diisi pemain berpotensi. Terdapat beberapa nama yang sudah terbiasa bermain di posisi ini, seperti Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, dan Pratama Arhan.

Selain itu, ada juga Nathan Tjoe-A-On yang meski lebih sering dimainkan sebagai gelandang tengah, masih memiliki kemampuan di posisi full back kiri.

Baca juga:  Tiket Indonesia vs Bahrain Sold Out, Erick Thohir Ucapkan Terima Kasih untuk Dukungan Suporter

Baca juga:  TiKay, Maskot Piala Dunia Sepak Bola Pantai 2025 Seychelles, Diperkenalkan FIFA

Kehadiran Dean James yang sedang menunggu proses sumpah pewarganegaraan pada Senin (10/3) juga menambah ketatnya persaingan di posisi ini.

Di sisi kanan, terdapat nama-nama seperti Sandy Walsh, Kevin Diks, dan Eliano Reijnders yang siap berkompetisi.

Tidak hanya sebagai full back, Kevin Diks dan Sandy Walsh juga bisa ditempatkan sebagai bek tengah jika dibutuhkan oleh pelatih.

Posisi bek tengah juga dipenuhi oleh pemain-pemain berkualitas. Jay Idzes, Mees Hilgers, Rizky Ridho, Justin Hubner, Muhammad Ferarri, dan Jordi Amat akan saling bersaing untuk mendapatkan tempat di lini belakang.

Baca juga:  AC Milan Tumbang dari Bologna, Terpuruk di Posisi Kedelapan Serie A

Baca juga:  Kalah Menyakitkan di Kandang, Atalanta Tersingkir dari Liga Champions 2024/202

Namun, pada laga kontra Australia, Justin Hubner dipastikan absen akibat hukuman kartu merah yang diterimanya dalam pertandingan melawan Arab Saudi.

Persaingan di posisi bek tengah nantinya akan bergantung pada formasi yang dipilih oleh pelatih Kluivert. Jika Kluivert memutuskan untuk menggunakan formasi tiga bek, persaingan bisa sedikit lebih ringan.

Namun, jika menggunakan formasi dua bek tengah sejajar, persaingan akan semakin ketat.

Penggunaan formasi tiga bek tengah masih menjadi opsi yang terbuka lebar, terlebih pada laga tandang melawan Australia. Formasi ini memungkinkan Timnas Indonesia memiliki lebih banyak pilihan di lini belakang untuk mengantisipasi serangan lawan.

Baca juga:  Walikota Maulana Hadiri Puncak Byon Fest #Ramadhan Jadi Mudah Bank Syariah Indonesia

Baca juga:  Status Banjir Siaga II, Dinas Damkar dan Pemyelamatan Kota Jambi Imbau Masyarakat Waspada

Saat ini, Timnas Indonesia berada di posisi ketiga Grup C dengan perolehan enam poin, hanya tertinggal satu angka dari Australia yang menempati posisi kedua.

Dua tim teratas di akhir klasemen grup C akan lolos langsung ke Piala Dunia 2026, sementara tim peringkat tiga dan empat akan melanjutkan perjuangan mereka ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dengan persaingan yang semakin ketat di berbagai posisi, laga-laga mendatang akan menjadi ajang penting bagi skuad Garuda untuk meraih tiket ke Piala Dunia 2026.(*)