Gawat! Data ESDM Ungkap Banyak Tambang Galian C di Tanjab Barat Belum Punya Izin Lengkap

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID Aktivitas pertambangan galian C di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) kembali menuai sorotan.

Sejumlah perusahaan diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi alias ilegal, sehingga berpotensi merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menimbulkan kerusakan lingkungan.

Salah satu pihak yang disorot adalah seorang pengusaha berinisial HM, yang diketahui mengelola beberapa perusahaan galian C di wilayah Desa Lubuk Lawas, Kecamatan Batang Asam.

Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PT Tiga Sekawan Gunung Batu  di mana menguasai lahan seluas 49,5 hektare.

Baca juga:  Bakamla Tangkap Kapal Tak Berizin! Bawa 400 Karung Bawang Merah Tujuan Kuala Tungkal

Baca juga:  Keren! Operasi Kapal KP Anis Macan Gagalkan Peredaran Narkoba di Kuala Tungkal

Kemudian PT Berkah Gunung Batu Barajo, yang mengelola tiga lokasi yakni, 5,6 hektare, 19,65 hektare, dan 37,77 hektare.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa sebagian perusahaan tersebut menjalankan praktik pertambangan ilegal seperti jual beli tanah urug, batu split, dan material tambang lainnya tanpa menyetorkan pajak kepada daerah.

Selain itu, tidak ada aktivitas reklamasi pasca-tambang yang dilakukan, sehingga menyisakan kerusakan lingkungan serius di area bekas galian.

“Perusahaan milik HM itu satu manajemen. Satu legal, sisanya ilegal,” ungkap sumber terpercaya yang enggan disebut namanya.

Baca juga:  Viral Video Pungli Polisi di Tanjab Barat, Polda Jambi Lakukan Pemeriksaan

Baca juga:  Diskoperindag Tanjab Barat Usulkan Rp 26 Miliar, untuk Rencana Kerja Tahun 2026

Seperti yang dikutip dari berkabar.id , Upaya konfirmasi kepada HM telah dilakukan melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan meski pesan telah terbaca.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Tandry Adi Negara menyampaikan bahwa, berdasarkan data resmi, terdapat 33 perusahaan galian C/kuari yang terdaftar di Kabupaten Tanjab Barat.

Rinciannya yakni, 16 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi, 7 perusahaan dengan IUP Tahap Eksplorasi dan 10 perusahaan pemegang Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB).

Namun, dari 16 perusahaan yang sudah masuk tahap operasi produksi, baru 7 perusahaan yang mengantongi persetujuan RKAB (Rencana Kerja Anggaran dan Biaya).

Baca juga:  Investasi Jetty di Taman Raja Buka Peluang Kerja, Rian Muiz: Ini Masa Depan Ekonomi Daerah

Baca juga:  Perampokan Sadis di Jambi! Pelaku Terpantau Masuk Tol Sebapo Jambi Pakai Mobil Curian, Kabur ke Arah Sumsel

Sementara 9 lainnya masih menunggu evaluasi lanjutan dari ESDM dan Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

“Kami sudah menyurati semua perusahaan yang belum memiliki RKAB agar menghentikan kegiatan. Jika tetap beroperasi, akan dikenakan sanksi, mulai dari teguran hingga pencabutan izin,” tegas Tandry.

Berikut ini beberapa perusahaan galian C yang telah memenuhi seluruh persyaratan dan memiliki izin operasi resmi:

  1. Sentosa Batanghari Makmur

  2. Rajo Alam Sejati Jaya

  3. Raja Irawan Bernai

  4. Mulia Indo Prakarsa

  5. Joo Putra Pratama

  6. Raymond Suryadi / Berkah Gunung Batu Berajo

  7. Alam Berajo Permai – Lokasi di Dusun Kebun, Kecamatan Batang Asam

Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong perusahaan-perusahaan tambang di wilayah tersebut untuk tertib administrasi, patuh terhadap regulasi lingkungan, dan berkontribusi terhadap penerimaan daerah.(*)




PETI di Bungo: Excavator Diamankan, Pelaku Lari ke Semak

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian Resor (Polres) Bungo kembali melakukan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Dalam operasi pada Selasa, 6 Mei 2025 sekitar pukul 14.00 WIB, petugas berhasil mengamankan satu unit alat berat jenis excavator, namun para pelaku termasuk operator melarikan diri ke dalam semak belukar.

Penindakan bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas PETI di aliran sungai Batu Kerbau menggunakan excavator.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Pelepat Iptu Suzuki Gurning, SE bersama personel Polsek Pelepat yang dibackup Polres Bungo langsung menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, polisi menemukan excavator merek Liugong PC 200 warna kuning yang tengah digunakan untuk aktivitas ilegal.

Namun, kehadiran petugas membuat operator dan pelaku lainnya kabur meninggalkan lokasi.

Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa 1 unit excavator, 1 lembar karpet, 1 potong selang, 1 buah dulang, dan 6 galon minyak.

Barang-barang tersebut kini diamankan di Mapolres Bungo.

Kasi Humas Polres Bungo AKP M. Nur pada Rabu, 7 Mei 2025, membenarkan penertiban tersebut.

“Excavator sudah diamankan di Polres Bungo. Penindakan ini adalah bagian dari komitmen Kapolres untuk mewujudkan Bungo Zero PETI,” tegasnya.(*)