Update TMA Tanggo Rajo Jambi, BPBD Sebut Kondisi Sungai Batanghari Terkendali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batanghari di Kota Jambi terpantau masih dalam kondisi aman.

Berdasarkan hasil pengamatan terbaru Pos Duga Air Tanggo Rajo pada Selasa, 23 Desember 2025, yang berada di kawasan Ancol Kota Jambi, ketinggian air berada jauh di bawah batas status siaga.

Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa hasil pemantauan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI menunjukkan tren penurunan di sebagian besar titik pantau yang tersebar di wilayah Sungai Batanghari.

“Untuk Pos Pantau Tanggo Rajo Kota Jambi, TMA tercatat berada pada ketinggian 12,50 meter, masih di bawah batas elevasi Siaga III yakni 13,87 meter, dengan selisih sekitar 1,37 meter,” ujar Doni.

Berdasarkan laporan BWS Sumatera VI, dari total 43 titik pantau yang diamati, tidak ditemukan adanya kenaikan Tinggi Muka Air secara kumulatif yang signifikan atau lebih dari satu meter.

Sebaliknya, mayoritas titik pantau justru mengalami penurunan muka air.

Secara rinci, kondisi fluktuasi TMA pada hari pengamatan menunjukkan 9 lokasi mengalami kenaikan, 4 lokasi dalam kondisi tetap, dan 24 lokasi mengalami penurunan.

Sementara itu, terdapat satu lokasi, yakni Rimbo Bujang, yang tercatat mencapai batas muka air banjir.

Selain itu, BPBD juga mencatat adanya kendala data dari beberapa titik pantau. Sebanyak tiga lokasi belum menyampaikan data, serta tiga lokasi lainnya memiliki data yang tidak lengkap.

Meski kondisi Sungai Batanghari di wilayah Kota Jambi masih terkendali, BPBD Kota Jambi tetap mengimbau masyarakat.

Khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi resmi terkait kondisi Tinggi Muka Air.(*)




TMA Tanggo Rajo Naik 50 Cm! BPBD Kota Jambi Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Kenaikan Debit Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih kerap terjadi.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyusul kondisi cuaca dan dinamika tinggi muka air di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.

Doni meminta masyarakat agar berhati-hati saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Ia secara khusus mengingatkan warga untuk menghindari saluran drainase yang meluap, karena berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika hujan lebat terjadi, hindari berada di sekitar drainase atau aliran air yang meluap,” kata dia.

“Orang tua juga diminta menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak mendekat ke aliran air,” ujar Doni.

Hasil Pengamatan Tinggi Muka Air

Berdasarkan hasil pengamatan pada Jumat, 19 Desember 2025, terhadap Tinggi Muka Air (TMA) di Pos Duga Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI yang tersebar di Wilayah Sungai (WS) Batanghari, dari total 43 titik pantau, diperoleh kondisi sebagai berikut:

  1. Terdapat 3 lokasi pos duga air dengan kenaikan TMA kumulatif signifikan, yakni kenaikan lebih dari 1 meter.

  2. Sebagian besar titik pantau menunjukkan kondisi TMA mengalami penurunan.

  3. Secara fluktuatif, tercatat 15 lokasi mengalami kenaikan TMA, 0 lokasi tetap, dan 21 lokasi mengalami penurunan.

  4. Terdapat 1 lokasi dengan TMA mencapai batas Muka Air Banjir, yakni di Rimbo Bujang.

  5. Untuk Sungai Batanghari di Kota Jambi, pengamatan di Pos Tanggo Rajo menunjukkan TMA berada di ketinggian 12,20 meter, masih di bawah batas Siaga III (13,87 meter) dengan selisih 1,57 meter.

  6. Diketahui pula 1 lokasi belum menyampaikan data dan 7 lokasi memiliki data yang tidak lengkap.

BPBD Kota Jambi memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan segera melapor jika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.(*)




Update TMA Sungai Batanghari: BPBD Kota Jambi Imbau Warga Waspada Fluktuasi Tinggi Muka Air Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, kembali mengingatkan warga, khususnya yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), untuk tetap waspada terhadap kondisi air sungai Batanghari.

Berdasarkan hasil pengamatan terbaru pada Kamis, 18 Desember 2025, tinggi muka air (TMA) di Pos Duga Air BWS Sumatera VI yang tersebar di wilayah Sungai Batanghari menunjukkan kondisi sebagai berikut:

  • TMA rata-rata naik 61 cm dibandingkan hari sebelumnya (Rabu, 17 Desember 2025).

  • Dari 43 titik pantau, terdapat 1 lokasi dengan kenaikan TMA kumulatif signifikan (lebih dari 1 meter).

  • Sebagian besar titik pantau mengalami penurunan TMA, sementara 15 lokasi naik, 2 lokasi tetap stabil, dan 20 lokasi mengalami penurunan.

  • Satu lokasi, yaitu Rimbo Bujang, telah mencapai batas muka air banjir.

  • Pengamatan TMA di Pos Tanggo Rajo Sungai Batanghari – Kota Jambi menunjukkan ketinggian air 11,70 meter, masih 2,78 meter di bawah batas Siaga III (13,87 meter).

  • Terdapat 3 lokasi yang belum menyampaikan data dan 3 lokasi dengan data tidak lengkap.

Doni Sumatriadi menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama di kawasan rawan banjir.

Serta dirinya mengimbau warga, agar selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD Kota Jambi untuk mengantisipasi risiko bencana.

“Meski sebagian besar titik pantau menunjukkan penurunan, fluktuasi TMA masih terjadi. Warga dihimbau tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batanghari,” ujar Doni.

BPBD Kota Jambi terus memantau perkembangan TMA secara real-time dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan banjir.(*)




Curah Hujan Tinggi di Hulu Sungai Batanghari dan Batang Tebo, Pemkab Minta Warga Waspada

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo memperketat pemantauan terhadap sungai Batanghari dan Batang Tebo menyusul tingginya curah hujan di wilayah hulu kedua sungai tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo, Joko Ardiawan, Sp, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan intensif baik langsung di lapangan maupun melalui satelit.

“Berdasarkan pantauan, curah hujan di hulu kedua sungai masih tinggi. Oleh karena itu, kami menghimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk siaga menghadapi banjir kiriman,” ujar Joko saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/12/2025).

Joko menjelaskan bahwa himbauan ini juga didukung langkah-langkah antisipatif dari Pemkab Tebo.

Bupati Tebo telah mengirimkan surat kepada seluruh kepala OPD, camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Tebo untuk meningkatkan kewaspadaan serta koordinasi dalam menghadapi potensi bencana hidro-meteorologi.

“Seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, termasuk relawan, diminta siaga dan memperkuat koordinasi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tambah Joko.

Selain itu, masyarakat juga diminta aktif melakukan gotong royong membersihkan parit dan saluran air di lingkungan masing-masing untuk mencegah genangan dan penyumbatan.

Joko juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap curah hujan ekstrem, potensi tanah longsor, angin puting beliung, serta menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca yang cepat.

“Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana dan menjaga keselamatan,” pungkas Joko.(*)




Turap Pagar Senilai Rp20,5 Miliar Belum Rampung, BPBD Tebo Pastikan Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo memastikan akan menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Tebo bersama masyarakat Desa Pagar Puding, pelaksana proyek, serta Dinas PUPR.

RDP tersebut membahas laporan masyarakat terkait proyek pembangunan turap penahan tebing Sungai Batanghari yang belum rampung, meski dibiayai dari dana hibah BNPB Pusat senilai Rp20,4 miliar.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tebo, Joko Ardiawan, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti hasil rekomendasi DPRD sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Berdasarkan berita acara RDP akan kita tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Joko.

Joko berharap pembangunan turap di Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, dapat selesai tepat waktu dan berfungsi optimal sebagai pengaman pinggiran Sungai Batanghari.

Sementara itu, Anjil Fitri, Konsultan Pengawas dari Supervisi Engineering PT Dinar Rianda, menjelaskan bahwa keterlambatan pekerjaan disebabkan faktor cuaca buruk dan meningkatnya debit air Sungai Batanghari.

“Strategi kami sekarang fokus menyelesaikan bagian bawah dan menutup lining beton terlebih dahulu,” kata Anjil.

Ia menambahkan, progres pembangunan turap saat ini telah mencapai sekitar 82,97 persen, dan pihaknya menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat.

Masyarakat Desa Pagar Puding pun berharap pekerjaan turap segera rampung agar dapat melindungi wilayah mereka dari ancaman erosi dan banjir di sekitar Sungai Batanghari.(*)




Dukung Program Baharkam Polri, Ditpolairud Jambi Gelar Klinik Terapung di Pelabuhan Pasir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mendukung Program Unggulan Baharkam Polri, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi melalui personel Marnit Agso Duo kembali menggelar kegiatan Kapal Klinik Terapung, menggunakan armada KP. XXVI-2005 (LCT).

Kali ini, Kapal Klinik bersandar di Pelabuhan Pasir, Kota Jambi, dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat pesisir Sungai Batanghari, khususnya di Kelurahan Kasang Jaya.

Kegiatan berlangsung pada Kamis (7/8/2025) dari pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.

Sebanyak 15 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan dari Klinik Azimah Kasang.

“Kapal Klinik Terapung ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri, khususnya Ditpolairud, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah perairan yang sulit mengakses fasilitas kesehatan,” ujar Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga menerima bingkisan berupa minyak goreng, sebagai bentuk kepedulian sosial dari Ditpolairud terhadap kebutuhan pokok masyarakat pesisir.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dan sambutan positif dari warga, yang merasa terbantu dengan kehadiran layanan medis langsung di lingkungan mereka.(*)




Dalam Rangka Hari Bhayangkara, Polda Jambi Bantu Warga Pesisir Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Masih dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat pesisir.

Pada Jumat (4/7/2025), Dirpolairud Kombes Pol Agus Tri Waluyo menyambangi warga Desa Sukaramai RT 06, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, yang terletak di tepi Sungai Batanghari.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penyaluran bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan, khususnya kepada Mbah Mukinem, seorang lansia berusia 116 tahun.

Dalam kunjungan tersebut, Kombes Pol Agus Tri memberikan bantuan sembako dan tali asih kepada Mbah Mukinem.

“Masih dalam suasana Hari Bhayangkara dan bulan Muharram, kita hadir untuk bersilaturahmi dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya di kota, tapi juga hingga ke pelosok desa, termasuk wilayah pesisir sungai dan pantai.

“Kami hadir menyambangi masyarakat selain memberikan bantuan sosial juga turut mendengarkan aspirasi dari masyarakat pesisir sungai,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Sukaramai dan warga setempat. Dalam sambutannya, Kepala Desa mengucapkan terima kasih atas kepedulian Polda Jambi.

“Kami mendoakan semoga Polri selalu dicintai masyarakat dan senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujarnya.

Silaturahmi ini ditutup dengan makan bersama masyarakat menggunakan tradisi lokal, di mana nasi dan lauk pauk disajikan di atas daun pisang sebagai simbol kebersamaan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Muara Tembesi Iptu Sugeng beserta anggota, Kades Sukaramai, anggota Koramil Muara Tembesi, serta tokoh masyarakat setempat.(*)




Polairud Polda Jambi Imbau Warga, Waspada Kenaikan Debit Sungai Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Masyarakat di sekitar Sungai Batanghari diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya debit air yang berpotensi memicu bencana banjir.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, saat melakukan patroli dan memberikan himbauan, Rabu (23/4/2025).

“Kami mengimbau warga, nelayan, hingga pengguna transportasi sungai untuk berhati-hati. Tingginya debit air bisa membahayakan, terutama di daerah bantaran,” ujar Kombes Pol Agus.

Dirpolairud juga memastikan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik rawan dan menyiapkan personel serta peralatan jika sewaktu-waktu terjadi bencana di perairan.

“Pemantauan terus dilakukan. Kami telah menyiagakan tim dan sarana untuk respons cepat apabila terjadi keadaan darurat,” tambahnya.

Kepolisian Perairan Polda Jambi kini memperkuat patroli dan pengawasan sungai sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap kemungkinan banjir dan kejadian lain yang membahayakan masyarakat.(*)




Cegah Sampah Menumpuk, Polairud Polda Jambi Operasi Bersih Sampah di Sungai Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, Dirpolairud)Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, bersama anggota melakukan kegiatan peduli lingkungan di sepanjang Sungai Batanghari, pada Selasa (04/03/2025).

Kondisi Sungai Batanghari saat ini sedang mengalami kenaikan debit air, yang menyebabkan sampah-sampah yang terdapat di tepi sungai terbawa arus.

Sampah-sampah ini meliputi berbagai jenis, mulai dari sampah organik hingga anorganik, yang mengalir bersama air sungai.

Sampah yang terbawa arus ini kemudian tersangkut pada berbagai bangunan yang ada di sekitar sungai, seperti keramba ikan milik warga dan dermaga-dermaga kapal yang ada di sepanjang aliran Batanghari.

Baca juga:  Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Pembinaan Tradisi

Baca juga:  Banjir Terjang Kelurahan Jelutung, Ditpolairud Polda Jambi Turunkan Tim SAR untuk Evakuasi

Salah satu dermaga yang terkena dampaknya adalah Dermaga Kapal Polairud yang terletak di kawasan Pasar Angso Duo, Kota Jambi.

Menanggapi hal tersebut, Kombes Pol Agus Tri Waluyo bersama tim segera melakukan pembersihan sampah yang menyumbat dermaga kapal tersebut.

“Jika sampah-sampah ini dibiarkan menumpuk dan tersangkut di dermaga, bisa menambah beban dan bahkan menyebabkan dermaga terancam hanyut terbawa arus,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat Jambi untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke Sungai Batanghari.

Baca juga:  Ditpolairud Polda Jambi Teken Pakta Integritas, Komitmen Wujudkan Zona Integritas Bebas Korupsi

“Kami berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah, baik yang organik maupun anorganik, di sepanjang sungai ini. Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Batanghari,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung kelestarian lingkungan serta mengurangi dampak negatif sampah terhadap ekosistem sungai dan kehidupan masyarakat sekitar.(*)




BKSDA Jambi Ingatkan Warga Waspadai Kemunculan Buaya di Sungai Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Batanghari, untuk lebih waspada setelah kemunculan buaya di kawasan tersebut.

Zuhratus Saleh, Humas BKSDA Jambi, mengungkapkan bahwa video penampakan buaya yang beredar luas di media sosial menjadi perhatian utama.

“Kami mengingatkan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di dekat sungai,” kata dia.

“Meskipun kami berharap tidak ada korban, namun langkah pencegahan ini penting untuk menghindari risiko,” ujarnya saat dihubungi di Jambi, Selasa.

Baca juga: Polda Jambi Musnahkan 13 Kg Sabu Jelang Ramadan, Amankan 92 Tersangka

Baca juga: YECVT, ABS, dan TCS, Fitur Canggih Yamaha untuk Pengalaman Touring Lebih Maksimal

BKSDA Jambi menjelaskan bahwa kemunculan buaya tersebut kemungkinan terkait dengan turunnya permukaan air Sungai Batanghari.

Hal ini memungkinkan buaya lebih mudah terlihat di sepanjang tepian sungai. Pihak BKSDA akan terus memantau situasi dan siap melakukan evakuasi jika terdapat laporan resmi yang mengkhawatirkan.

Namun, pihak BKSDA belum bisa memastikan asal-usul buaya yang muncul tersebut.

Mereka juga menambahkan bahwa Sungai Batanghari memiliki potensi menjadi habitat alami bagi buaya.

Baca juga: Jelang Pelantikan 20 Februari, Maulana dan Wakilnya Jalani Gladi di Istana Kepresidenan

Baca juga: Waduh! Imbas Efisiensi Anggaran, 5 Mobil Dinas KPU Bungo Ditarik

“Buaya merupakan satwa yang dilindungi. Meskipun jumlahnya di Jambi belum terdata secara pasti, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” tambah Zuhratus Saleh.

Menurut peraturan terbaru, penanganan buaya kini beralih kewenangan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Meski demikian, BKSDA masih menerima laporan masyarakat dan akan melakukan evakuasi jika buaya dianggap membahayakan.(*)