Lapas Kelas IIA Jambi Digeledah, Ini Komitmen Pemasyarakatan Jambi Cegah Gangguan Keamanan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya memperkuat sistem keamanan dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari gangguan ketertiban, Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Jambi, Hidayat, memimpin langsung kegiatan razia gabungan di Lapas Kelas IIA Jambi, Jumat (10/10/2025).

Razia ini melibatkan unsur Aparat Penegak Hukum (APH) dari TNI, Polri, serta jajaran Kanwil Ditjen Pemasyarakatan dan petugas Lapas Jambi.

Pelaksanaan razia dilakukan secara menyeluruh, menyasar blok hunian warga binaan, memeriksa isi kamar, dan mengamankan sejumlah barang tidak terpakai atau potensial melanggar aturan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjen Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya razia terpadu bersama APH sebagai langkah preventif untuk mencegah peredaran barang terlarang di dalam lapas serta menjaga stabilitas keamanan.

Baca juga:  Terpidana Penipuan Dibekuk Setelah Bertahun Buron, Kini Ditahan di Lapas Jambi

Baca juga:  Prestasi Lapas Perempuan Jambi, Masuk 4 Besar IKPA KPPN Jambi

“Razia ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk memastikan lembaga pemasyarakatan tetap menjadi tempat pembinaan yang aman dan tertib. Dukungan dari TNI dan Polri menjadi kunci dalam menjaga sinergi pengamanan,” ujar Hidayat, Kakanwil Ditjenpas Jambi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas instansi yang selama ini terus terjalin dengan baik.

“Kami akan terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan agar Lapas Jambi bebas dari praktik yang menyimpang. Kolaborasi ini akan terus diperkuat,” tambahnya.

Sementara itu, Plh Kalapas Kelas IIA Jambi, Dimas Krisna, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas pengawasan internal sekaligus bentuk penegakan aturan dan peningkatan disiplin di lingkungan lapas.

Baca juga:  Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-61: Hidayat dan Kanwil Ditjenpas Jambi Berbagi Semangat Baru

Baca juga:  Kakanwil Ditjenpas Jambi Apresiasi Petugas Lapas, Usai Gagalkan Upaya Penyelundupan Sabu

“Setiap hasil temuan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Ini komitmen kami untuk menjaga lingkungan lapas tetap kondusif dan bersih dari penyalahgunaan barang-barang terlarang,” jelas Dimas.

Razia malam itu berlangsung dalam suasana aman dan tertib.

Meskipun hanya ditemukan barang-barang tidak terpakai, kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat dan penguat semangat bersama dalam mewujudkan pemasyarakatan bersih dari narkoba dan barang terlarang.(*)




Lapas Muara Tebo Lakukan Tes Urine, Semua Peserta Negatif Narkoba

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Tebo melaksanakan kegiatan tes urine terhadap petugas dan warga binaan pada Rabu (3/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung di ruang kunjungan ini merupakan bagian dari Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, yang menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Sebanyak 12 peserta mengikuti tes urine, terdiri dari:

  • 3 petugas Lapas Muara Tebo

  • 4 petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas IIB Bungo

  • 5 warga binaan pemasyarakatan

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Kapolsek Tebo Tengah, AKP Robin Manulang, dua anggota Polres Tebo, serta seorang dokter dari Puskesmas Muara Tebo yang bertugas melakukan pemeriksaan medis.

Kepala Lapas Muara Tebo, Refin Tua Simanullang, menegaskan bahwa tes urine ini merupakan langkah nyata dalam menjaga integritas lembaga.

“Tes urine ini bukan hanya simbolik, tapi bukti tanggung jawab moral kami untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas narkoba,” tegasnya.

Senada dengan itu, AKP Robin Manullang juga mengapresiasi upaya Lapas dalam mewujudkan zona integritas bebas narkoba (ZIBN).

“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Ini adalah contoh sinergi yang baik antara aparat dan pemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan kesehatan di lingkungan Lapas,” ujarnya.

Seluruh sampel urine yang diperiksa menunjukkan hasil negatif narkoba, menandakan bahwa baik petugas maupun warga binaan berada dalam kondisi bebas dari penyalahgunaan zat terlarang.

Kegiatan berjalan lancar, transparan, dan menjadi bukti nyata komitmen bersama.(*)