Satu Rumah Semi Permanen di Jambi Dilalap Api, Dugaan Awal Berasal dari Peralatan Komputer

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satu unit rumah semi permanen di Jalan Kenari 4 RT 08 No. 30, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, terbakar pada Kamis 11 Juni 2026 siang.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari peralatan elektronik yang masih terhubung saat rumah dalam keadaan kosong.

Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi pada pukul 12.31 WIB.

Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi dua menit setelah laporan diterima dan tiba di tempat kejadian pada pukul 12.43 WIB, dengan waktu respons 12 menit dari Posyankar Kotabaru.

Dalam proses pemadaman, Damkartan Kota Jambi mengerahkan 30 personel gabungan dari Mako dan Posyankar Kotabaru.

Tiga unit armada tempur, satu unit armada suplai, serta satu unit komando turut dikerahkan untuk menjinakkan api.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, menyampaikan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara terkoordinasi bersama berbagai pihak agar api tidak meluas ke bangunan lain.

“Berkat respons cepat petugas dan dukungan lintas instansi, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah di sekitarnya. Proses penanganan berjalan aman dan terkendali,” ujar Mustari Affandy.

Petugas sempat menghadapi kendala di lapangan, terutama akses jalan menuju lokasi yang sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam untuk menjangkau titik kebakaran.

Selain itu, kerumunan warga yang menyaksikan kejadian juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.

Sebelum pemadaman dilakukan, petugas berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik di lokasi kejadian.

Pengamanan area juga dibantu oleh Polsek Kotabaru, serta pendataan korban dilakukan bersama pihak kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan RT setempat.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada colokan komputer yang masih terhubung saat rumah ditinggalkan kosong.

Percikan api kemudian merambat ke instalasi listrik plafon dan menyambar sejumlah barang mudah terbakar seperti kasur, kursi, meja, kulkas, dan kipas angin.

Peristiwa ini berdampak pada dua kepala keluarga dengan total lima jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar satu jam dengan penggunaan air kurang lebih 13.000 liter.

Setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya, seluruh personel kembali ke markas pada pukul 13.54 WIB.

Damkartan Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik rumah tangga, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.(*)




Tewas Saat Menyelam, Pekerja PETI di Bungo Ditemukan Tertimbun Tanah

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang penambang emas tanpa izin (PETI) dilaporkan tewas saat melakukan penyelaman di Sungai Pantai, Dusun Lubuk Niur, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (5/7/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban diketahui bernama Willy Mandala Putra (25), warga Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo. Ia dilaporkan meninggal dunia saat menyelam menggunakan mesin Robin dalam aktivitas penambangan ilegal.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono melalui Kasi Humas AKP M. Nur membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada kecelakaan kerja saat aktivitas PETI. Korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga,” kata AKP M. Nur dalam keterangan resminya.

Menurut keterangan rekan korban bernama Robi, peristiwa bermula saat ia melihat selang oksigen korban mengapung di permukaan, namun korban tak kunjung muncul. Robi bersama beberapa pekerja lainnya segera menyelam untuk mencari korban.

Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan. Pemakaman dilakukan pada Minggu (6/7/2025).

“Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda kekerasan. Diduga korban meninggal karena tertimbun tanah saat menyelam,” tambah AKP M. Nur.

Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak autopsi lebih lanjut.

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bungo memang telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati sebelumnya telah menginstruksikan para camat, kepala dusun (Rio), dan perangkat desa untuk mengawasi dan menekan praktik PETI yang merusak lingkungan dan membahayakan jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dan rumah duka dalam kondisi aman dan kondusif. Aparat keamanan masih melakukan pemantauan untuk mencegah insiden serupa dan meminimalisir aktivitas PETI di wilayah tersebut.(*)




Aksi Cepat Kemas Faried! Jalan Rusak di Lorong Gotong Royong Segera Diaspal

SEPUCUKJAMBI.IDMasyarakat Lorong Gotong Royong, Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, akhirnya mendapat kepastian perbaikan jalan rusak. Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, turun langsung meninjau kondisi jalan dan langsung berkoordinasi dengan Dinas PU. Hasilnya, jalan ini akan segera diaspal bulan depan!

Kamis (23/1/2025) pagi, Kemas Faried datang untuk mengapresiasi swadaya warga yang secara mandiri menimbun jalan rusak dengan batu split. Warga dari RT 23, 24, 25, 26, dan 27 bahu-membahu mengumpulkan dana dan membeli material demi perbaikan akses jalan yang sudah lama rusak.

“Saya salut dengan semangat gotong royong warga di sini. Ini bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, saya langsung berkoordinasi dengan Dinas PU agar jalan ini segera diperbaiki secara permanen,” ujar Kemas Faried.

Sekretaris RT 23, Tri Yulianto, mengatakan bahwa jalan ini sering tergenang air saat hujan, bahkan menyebabkan banjir.

Baca juga:  Kemas Faried Perjuangkan Perbaikan Infrastruktur, Dampingi Warga Telanaipura ke Dinas PUPR Jambi

Baca juga:  Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Perjuangkan Tambahan 13.000 Sambungan Jargas di Kementerian ESDM

“Kami warga iuran untuk beli batu split supaya jalan ini bisa dilewati. Tapi harapan kami, pemerintah bisa segera memperbaikinya dengan aspal,” ungkapnya.

Ketua Forum RT Kelurahan Selamat, M. Chudori, juga mengapresiasi gerak cepat Kemas Faried dalam merespons keluhan warga.

“Tindakan cepat Ketua DPRD ini sangat patut diapresiasi. Dengan adanya dorongan dari beliau, aspirasi masyarakat bisa segera terealisasi,” katanya.

Melihat kondisi ini, Kemas Faried langsung menghubungi Dinas PU Kota Jambi untuk menurunkan alat berat agar jalan yang sudah ditimbun warga bisa dipadatkan.

“Insya Allah bulan depan jalan ini akan diaspal. Saat ini kita lakukan pengerasan dulu agar jalan lebih kuat sebelum diaspal,” jelasnya.

Tak hanya itu, Kemas Faried juga meminta Pemerintah Kota Jambi untuk segera menginventarisir jalan-jalan rusak yang menjadi kewenangan kota.

“Banyak jalan di Kota Jambi yang perlu perhatian serius. Seperti di Jalan Jenderal Sudirman Thehok depan Mal JPM Trona yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Laporan masyarakat sudah kami teruskan, dan dalam waktu dekat akan segera diperbaiki,” tegasnya.

Dengan aksi cepat ini, warga Lorong Gotong Royong kini bisa bernafas lega karena perbaikan jalan yang selama ini mereka harapkan akan segera terealisasi. (*)