Harga Cabai Fluktuatif, Disperindag Kota Jambi Pastikan Stok Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fluktuasi harga cabai kembali terjadi di pasar tradisional Kota Jambi dalam sepekan terakhir.

Setelah sempat menyentuh Rp40 ribu per kilogram, harga cabai merah kini berangsur turun dan stabil di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Kondisi ini masih tergolong terkendali menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi.

Lonjakan harga dianggap bersifat sementara, dipicu faktor distribusi dan pasokan harian di tingkat pedagang.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, menjelaskan pihaknya rutin memantau langsung pasar tradisional untuk memastikan stok kebutuhan pokok aman dan harga tidak melonjak signifikan.

“Kenaikan harga hanya berlangsung sekitar dua hari. Saat ini harga sudah kembali normal di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Kami terus memantau pergerakan harga dan memastikan distribusi lancar,” ujarnya.

Menurut Nella, fluktuasi harga cabai merupakan hal lazim karena dipengaruhi cuaca, kelancaran distribusi, dan pasokan dari daerah penghasil.

Untuk menjaga kestabilan, Pemkot Jambi menjalin kerja sama dengan penghasil cabai di Magelang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

“Pasokan tambahan dari luar daerah menjadi langkah antisipasi agar stok tetap tersedia di pasar. Meski ada biaya transportasi, cara ini efektif menahan gejolak harga di konsumen,” jelasnya.

Disperindag juga mengimbau pedagang untuk tidak menimbun cabai yang bisa memicu kelangkaan dan lonjakan harga.

Dengan sinergi antara pemerintah, distributor, dan pedagang, harga cabai di Kota Jambi diharapkan tetap stabil beberapa pekan ke depan.)(*)




Disperindag Kota Jambi Intensifkan Operasi Pasar Murah Jelang Ramadan 1447 H

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah pada Tahun Anggaran 2026.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan sebanyak 4.000 paket sembako bersubsidi yang akan disalurkan kepada masyarakat di seluruh kecamatan.

Pada tahap awal, Disperindag telah menyalurkan 703 paket kepada warga di Kecamatan Jambi Timur.

Nella menjelaskan, seluruh penerima manfaat ditetapkan berdasarkan data ekonomi nasional yang kemudian diverifikasi ulang oleh pemerintah kecamatan.

Proses verifikasi dilakukan secara berlapis guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Verifikasi kami lakukan dua kali agar penerima benar-benar sesuai dengan kriteria dan program ini berjalan efektif,” kata Nella.

Setiap paket sembako mendapatkan subsidi sebesar Rp50.000 dari Pemerintah Kota Jambi. Dengan total nilai paket Rp162.000, masyarakat hanya perlu membayar Rp112.000.

Paket tersebut berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta satu kaleng susu kental manis.

Menurut Nella, operasi pasar murah ini dibiayai melalui APBD Kota Jambi pada Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 24 Februari 2026 dan menyasar 11 kecamatan se-Kota Jambi.

“Melalui operasi pasar murah ini, Disperindag berupaya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan barang di pasaran menjelang Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran Disperindag tidak hanya sebatas penyaluran paket sembako, tetapi juga melakukan pemantauan harga dan pasokan di tingkat distributor dan pedagang untuk mencegah lonjakan harga.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyatakan dukungannya terhadap langkah Disperindag dalam menjaga stabilitas harga.

Menurutnya, intervensi pasar seperti ini sangat dibutuhkan menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat.

“Operasi pasar murah yang dilaksanakan Disperindag ini sangat membantu masyarakat dan menjadi salah satu upaya efektif menekan inflasi daerah,” ujar Maulana.

Ia berharap, distribusi sembako bersubsidi dapat berjalan lancar hingga seluruh kecamatan, sehingga masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok tetap terjangkau.(*)




Jelang Ramadan, Disperindag Kota Jambi Perketat Distribusi Minyakita di Pasar Tradisional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah pasar tradisional menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan serta menekan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan dan Stabilisasi Bahan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) Disperindag Kota Jambi, Dadan Sulaiman, menyebutkan bahwa pengawasan diprioritaskan di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.

Menurutnya, Disperindag juga telah menjalin koordinasi intensif dengan Perum Bulog Jambi untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar dan terjadwal.

“Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri, distribusi Minyakita ditambah menjadi dua kali dalam sepekan ke seluruh pasar tradisional di Kota Jambi,” kata Dadan, Selasa.

Ia menegaskan, harga Minyakita di tingkat pengecer tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Selain itu, penjualan dilakukan dalam kemasan sesuai ketentuan guna mencegah penyimpangan distribusi.

Hingga saat ini, Disperindag belum menemukan pelanggaran oleh pedagang terkait harga maupun takaran. Stabilitas harga minyak goreng juga masih terpantau aman tanpa lonjakan signifikan.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya keterbatasan stok di sejumlah kios.

Salah seorang pedagang di Pasar Angso Duo, Anisa, mengaku pasokan Minyakita di lapaknya telah habis sejak beberapa waktu terakhir akibat meningkatnya permintaan.

Menanggapi hal tersebut, Disperindag Kota Jambi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Pemerintah memastikan pasokan Minyakita akan terus disalurkan secara bertahap ke seluruh pasar tradisional guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.(*)




Jelang Ramadan, Disperindag Kota Jambi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi memastikan ketersediaan bahan pokok terjaga dan harga tetap stabil.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, menegaskan pihaknya terus memantau harga cabai dan komoditas lainnya di pasar tradisional.

“Menjelang Ramadan, kami berupaya maksimal agar stok bahan pokok cukup dan harga tidak melonjak terlalu tinggi maupun turun terlalu rendah,” ujar Nella Ervina.

Menurut Nella, fluktuasi harga cabai saat ini masih terjadi. Cabai rawit merah tercatat di Pasar Talang Banjar sekitar Rp58 ribu per kilogram, sedangkan di Pasar Angso Duo sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Sementara cabai rawit hijau justru mengalami penurunan sekitar Rp2 ribu per kilogram, dan cabai merah turun signifikan di beberapa pasar.

“Penurunan cabai merah disebabkan panen serentak di beberapa daerah penghasil. Sebaliknya, kenaikan cabai rawit dipicu pasokan terbatas dan biaya distribusi yang meningkat,” jelas Nella.

Disperindag Kota Jambi menyiapkan langkah antisipasi, termasuk kemungkinan intervensi pasar jika diperlukan, untuk menjaga stabilitas harga komoditas penting.

“Kami akan terus memantau perkembangan harga dalam beberapa hari ke depan. Langkah antisipasi selalu siap diterapkan agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar menjelang Ramadan,” tutup Nella Ervina.(*)




Harap Ada Solusi Baru Lewat Kepemimpinan Wali Kota Maulana, Atasi Pasar Talang Banjar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Disperindag Kota Jambi sedang mengupayakan solusi terkait permasalahan yang dihadapi Pasar Talang Banjar, Kota Jambi.

Dengan adanya kepemimpinan baru Wali Kota Maulana, diharapkan dapat membuka jalan bagi penyelesaian isu-isu di pasar yang merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Kota Jambi ini.

Kabid Sarpras Disperindag Kota Jambi, Budi Setiawan mengatakan, Wali Kota Maulana, bersama dengan OPD terkait, dimungkinkan akan melakukan pertemuan guna merumuskan kebijakan dan strategi yang efektif untuk mengatasi masalah yang ada di Pasar Talang Banjar.

Salah satu opsi yang kini tengah dipertimbangkan adalah pembelian tanah di sekitar Pasar Talang Banjar.

Baca juga: BKSDA Jambi Ingatkan Warga Waspadai Kemunculan Buaya di Sungai Batanghari

Baca juga: Polda Jambi Musnahkan 13 Kg Sabu Jelang Ramadan, Amankan 92 Tersangka

“Tujuannya adalah untuk memperluas kawasan pasar, sehingga Pasar Talang Banjar dapat menjadi pasar terpanjang di Kota Jambi dan lebih terbuka bagi pengunjung.” Kata dia.

Pihak Disperindag mengungkapkan bahwa solusi yang ditawarkan tidak hanya terbatas pada pembelian lahan.

Tampak PKL di Pasar Talang Banjar sedang melayani pembeli

Namun juga mencakup kebijakan konkret yang akan menguntungkan pedagang dan masyarakat.

Hal ini akan memungkinkan Pasar Talang Banjar berkembang menjadi pasar yang lebih modern dan nyaman bagi semua pihak.

Baca juga: Jelang Pelantikan 20 Februari, Maulana dan Wakilnya Jalani Gladi di Istana Kepresidenan

Baca juga: Waduh! Imbas Efisiensi Anggaran, 5 Mobil Dinas KPU Bungo Ditarik

Dengan kerja sama antara pemerintah dan pedagang, Disperindag berharap bisa menemukan formula terbaik yang bisa meningkatkan kualitas pasar dan mendukung perekonomian masyarakat di sekitar kawasan tersebut.(*)