Bupati Merangin Apresiasi Pengamanan Natal 2025, Lalu Lintas Dinilai Lancar

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, bersama Wakil Bupati A. Khafidh dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah gereja di Kota Bangko, Rabu (24/12) malam.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan perayaan dan ibadah Natal 2025 berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam rombongan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni, perwakilan Kementerian Agama, Kabinda, Kalapas Bangko, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.

Sedikitnya empat gereja dikunjungi, yakni satu gereja di kawasan Lapas Bangko serta tiga gereja yang berada di kawasan IBRD.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jemaat yang telah selesai mengikuti ibadah malam Natal.

Bupati Merangin, M. Syukur, menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama Forkopimda dalam menjamin kebebasan beribadah serta menjaga situasi keamanan selama perayaan Natal.

“Kami bersama Forkopimda meninjau langsung perayaan Natal di gereja-gereja yang ada di Kabupaten Merangin,” sebutnya.

“Tujuannya memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan umat dapat beribadah dengan tenang sesuai keyakinan masing-masing,” ujar Bupati.

Terkait kondisi lalu lintas, Bupati menilai langkah dan koordinasi yang dilakukan Polres Merangin sudah berjalan dengan baik, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik.

“Pengaturan lalu lintas yang dilakukan Pak Kapolres sudah cukup efektif. Secara umum aman dan lancar. Kita doakan juga masyarakat yang sedang bepergian liburan agar selalu diberi keselamatan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin A. Khafidh berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berlangsung penuh kedamaian dan kebersamaan.

“Semoga umat Kristiani di Kabupaten Merangin dapat merayakan Natal 2025 dengan lancar, aman, dan tetap menjaga kesehatan,” kata dia.

“Di sisi lain, kita juga turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mari kita doakan bersama agar mereka diberi kekuatan,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni, menambahkan bahwa selain gereja, rombongan Forkopimda juga meninjau Pos Pelayanan Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Mudah-mudahan dengan kunjungan ini, masyarakat Kota Bangko terus menjaga toleransi dan keberagaman sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Merangin tetap kondusif,” katanya.

Kapolres Merangin AKBP Kiky Firmansyah menjelaskan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru dilakukan secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas instansi.

Sebanyak 438 personel gabungan dari TNI, Polri, Senkom, Pemerintah Daerah, hingga Satpol PP dikerahkan dalam Operasi Lilin Nataru.

“Tidak hanya di Polres, jajaran Polsek juga bersinergi dengan instansi terkait untuk menjamin keamanan ibadah Natal hingga malam pergantian tahun,” jelas Kapolres.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai instruksi Kapolri, pihak kepolisian tidak memberikan izin penggunaan petasan maupun kembang api pada malam tahun baru.

Kebijakan tersebut diambil demi keamanan serta sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di sejumlah daerah.

“Kami berharap masyarakat mendukung kebijakan ini. Selain menjaga keamanan, ini juga sebagai wujud empati kita kepada saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang mengalami musibah,” tegas AKBP Kiky.(*)




Soroti Gaya Hidup ASN, Bupati Merangin Minta Hentikan Pamer Kemewahan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, menyoroti gaya hidup sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin yang dinilai tidak mencerminkan sikap sederhana dan etika sebagai pelayan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Evaluasi Laporan Perkembangan Pelaksanaan Kinerja (LPPK) di Lantai IV Kantor Bupati Merangin, Rabu (24/12)

Dalam arahannya, M. Syukur mengingatkan masih ada ASN yang bergaya hidup mewah, gemar memamerkan harta, serta mengenakan pakaian yang dinilai kurang pantas saat jam kerja.

“Masih saya lihat ada ASN yang bergaya hidup berlebihan, suka pamer harta, bahkan berpakaian ketat saat bekerja. Tolong mulai tahun depan, gaya hidup seperti itu dihentikan. Tidak elok dilihat dan bisa menimbulkan penilaian negatif dari masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga memberikan peringatan kepada para camat yang tidak menempati rumah dinas.

Menurutnya, hal tersebut berdampak langsung pada kinerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Camat wajib tinggal di rumah dinas. Kalau rumah dinas rusak, tahun 2026 akan kita perbaiki. Banyak rumah dinas camat rusak karena tidak ditempati, sehingga tidak terawat,” ujar M. Syukur.

Tak hanya itu, Bupati Merangin turut menyoroti sistem pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinilai belum sepenuhnya berbasis kinerja.

Ia menegaskan, penetapan TPP harus dievaluasi agar lebih adil dan proporsional.

“TPP itu seharusnya dibayarkan sesuai kinerja, tidak disamaratakan. Tidak adil kalau ASN yang jarang masuk mendapat TPP sama dengan yang rajin dan sering lembur. Ini harus dievaluasi,” katanya dengan tegas.

Bupati berharap melalui evaluasi tersebut, disiplin, profesionalisme, serta kualitas pelayanan ASN di lingkungan Pemkab Merangin dapat terus ditingkatkan.(*)




Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Bupati Merangin Launching Car Free Day

MERANGIN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, H. M. Syukur, didampingi Wakil Bupati H. A. Khafid dan Sekda Zulhifni, resmi melaunching Car Free Day di jalan dua jalur depan Kantor Dinas Kominfo Merangin, Minggu (21/12).

Acara ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan dihadiri ratusan masyarakat serta sejumlah pejabat daerah.

“Merangin kini memiliki ruang publik yang sehat sekaligus mendorong masyarakat untuk terbiasa hidup sehat dengan aktif berolahraga di Car Free Day,” ujar Bupati H. M. Syukur, didukung Wabup dan Sekda.

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan lari 5K tanpa batasan usia, kategori putra dilepas oleh Bupati dan putri oleh Wabup.

Rute lari menempuh Kantor Dinas Kominfo – Universitas Merangin – SMP Negeri 4 – Gedung DPRD – Kantor Bupati – Kantor Kementerian Agama – Pengadilan Negeri – SPBU – finis di Kantor Dinas Kominfo.

Selain lari, Bupati, Wabup, dan Sekda juga mengikuti Senam Sehat Bersama.

Bupati mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Car Free Day sebagai wadah menerapkan pola hidup sehat.

Kegiatan ini menjadi agenda rutin Pemkab Merangin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, mempererat kebersamaan, dan memantau beberapa proyek pembangunan fisik di Kota Bangko.

Meski pagi itu diguyur gerimis dingin, kegiatan jogging mengelilingi Kota Bangko tetap berlangsung meriah.(*)




Balitbang Coffee Corner 2025 di Bangko: UMKM dan Karya Pelajar Dapat Perlindungan HAKI

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, secara resmi membuka kegiatan Balitbang Coffee Corner 2025 yang digelar di jalur dua depan kantor bupati lama, Kamis (27/11).

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung meriah dengan kehadiran warga yang antusias.

Sejumlah warga memadati lokasi untuk menyaksikan hiburan rakyat, seni kreasi, serta mengunjungi stan bazar UMKM dan pameran hasil karya pelajar SMK.

Kemeriahan acara bertambah dengan hadirnya Bulog yang menggelar operasi pasar murah beras dan minyak goreng.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menekankan pentingnya inovasi daerah untuk menciptakan ikon baru yang menjadi ciri khas Kabupaten Merangin.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan mendukung penuh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

“Kalau bangsa ini mau maju, negeri ini mau maju, Balitbang itu anggarannya harus besar. Tidak mungkin kita bisa melakukan inovasi tanpa ada anggaran,” ujar Bupati M.

Syukur disambut tepuk tangan. Ia berjanji akan menyesuaikan anggaran pada perubahan sekitar bulan Februari mendatang untuk mendukung operasional Balitbang.

Sehingga lahir penelitian dan kreativitas baru yang berujung pada identitas daerah.

“Harapan saya, Merangin punya ikon dan nilai. Contohnya durian, kita punya banyak, tapi sulit mengklaim jenisnya. Saya ingin nanti ada satu produk, entah durian, duku, atau lainnya, yang betul-betul dikenal orang luar sebagai produk asli inovasi Merangin,” tegasnya.

Salah satu agenda penting Balitbang Coffee Corner 2025 adalah penyerahan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada akademisi, seniman, dan pelaku UMKM sebagai bentuk perlindungan hukum atas karya dan merek dagang warga Merangin.

Beberapa penerima Hak Cipta antara lain Mardalena dan Sarinah untuk karya tulis ilmiah, serta Yurda yang mendaftarkan empat lagu daerah, termasuk Lagu Pangkalan Jambu dan Kelapo Dencing.

Di bidang seni rupa, Erli Tri Santi menerima hak cipta untuk lima motif batik, di antaranya Motif Batik Ramo-ramo Bukit dan Motif Batik Kemunu Ikan Seluang.

Sertifikat Merek Dagang diberikan kepada pelaku UMKM kuliner, seperti Kelompok Usaha Gelamai Sungai Nilau, Keripik Pisang Eva Taufik, dan Kacang Tojin Waroeng Mak Bakoel.

“Bagi penerima sertifikat, ini adalah perlindungan hukum. Jika ada penyalahgunaan oleh pihak lain, saudara bisa melapor,” ujarnya.

Bupati M. Syukur juga mengajak masyarakat dan OPD mendukung program Kota Bangko Bersih, Indah, Nyaman, dan Hijau, khususnya dalam pengelolaan sampah dan penataan pedagang kaki lima.

“Dengan mengucapkan Bismillah, Balitbang Coffee Corner tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.(*)




Suasana Cair di Camping Jangkat, Bupati Syukur Terima Banyak Masukan Warga

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak saat Bupati Merangin H. M. Syukur bersama Ketua TP PKK Kabupaten Merangin Hj. Lavita Syukur menggelar kegiatan camping bersama masyarakat di tepi Sungai Tenang, Kecamatan Jangkat Timur, Sabtu (22/11).

Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi menjadi sarana untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.

Bupati dan istri dengan senang hati berdialog santai sambil menikmati keindahan alam Jangkat yang terkenal sejuk dan asri.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap masukan dari masyarakat benar-benar didengar dan ditindaklanjuti. Kegiatan seperti ini membuat kami bisa lebih dekat dan memahami kebutuhan warga secara nyata,” ujar Bupati Merangin.

Dalam sesi dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai usulan mulai dari perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga.

Semua aspirasi tersebut dicatat sebagai bahan penyusunan program pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Merangin, Hj. Lavita Syukur, turut berinteraksi dengan para ibu-ibu, remaja putri, dan kader desa.

Sebagai Bunda PAUD Merangin, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Di suasana seperti ini, warga lebih leluasa berbicara. Camping membuat pembicaraan lebih cair dan terbuka. Ini sangat membantu kami dalam merumuskan program yang tepat sasaran,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari itu juga diisi dengan sesi penyampaian saran pembangunan dan diskusi mengenai isu sosial kemasyarakatan.

Warga menyambut baik inisiatif tersebut karena dinilai membawa pemerintah lebih dekat dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan camping serap aspirasi ini, Pemerintah Kabupaten Merangin berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara pemerintah dan masyarakat serta mempercepat realisasi berbagai program pembangunan di wilayah tersebut.(*)




Bupati Merangin Sampaikan RPJMD 2025–2029, Ini 4 Misi Pembangunan Utama

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Merangin, Senin (4/8/2025).

Ranperda ini menjadi dokumen penting sebagai arah pembangunan Merangin lima tahun ke depan.

Bupati Merangin H. M. Syukur menyerahkan langsung dokumen RPJMD dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Merangin Muhammad Rivaldi, didampingi Wakil Ketua Herman Effendi dan Ahmad Fahmi.

Bupati menjelaskan, RPJMD merupakan bentuk penjabaran dari visi dan misi kepala daerah serta program prioritas yang akan dijalankan selama masa jabatan.

Dokumen tersebut mengatur strategi, kebijakan, serta program lintas perangkat daerah untuk mencapai target pembangunan.

“RPJMD disusun sesuai Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025,” ujar Bupati.

RPJMD Merangin 2025–2029 juga merujuk pada Perda Provinsi Jambi Nomor 12 Tahun 2024 tentang RPJPD Jambi 2025–2045, serta Perda Merangin Nomor 09 Tahun 2024 mengenai RPJPD Kabupaten Merangin 2025–2045.

Visi: Menuju Merangin Baru 2030, yang diwujudkan melalui semangat Berdaya Saing, Akuntabel, Reformis, dan Unggul.

Empat misi utama:

  1. Peningkatan kualitas SDM unggul dan berbudaya.

  2. Penguatan infrastruktur daerah.

  3. Pembangunan ekonomi inklusif berbasis ekonomi hijau (pertanian, pariwisata, UMKM).

  4. Tata kelola pemerintahan berbasis teknologi 5.0 yang bersih dan transparan.

Selain pengajuan RPJMD, dalam rapat tersebut DPRD Merangin juga mengusulkan enam Ranperda inisiatif dewan, antara lain:

  • Tata cara penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah daerah,

  • Penanganan gelandangan dan pengemis,

  • Penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan,

  • Mall pelayanan publik terpadu,

  • Pengelolaan perikanan di perairan umum daratan.

Semua usulan tersebut akan dibahas bersama dan disepakati untuk dijadikan Perda sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan partisipatif.(*)




RS Raudha Disebut Biang Longsor, Bupati Merangin Turun Tangan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin H M Syukur melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit (RS) Raudha di kawasan Bukit Tiung, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Selasa (6/5/2025) menjelang Magrib.

Kunjungan ini dilakukan setelah adanya laporan warga mengenai dugaan longsor yang terjadi di sekitar area bawah rumah sakit. Warga menduga, longsor dipicu oleh aliran air dari rumah sakit tersebut.

“Saya mendapat laporan dari warga bahwa ada rumah yang terkena longsor. Diduga penyebabnya dari saluran air rumah sakit. Saya langsung cek ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya,” ujar Bupati.

Di lokasi, Bupati didampingi oleh Manajer RS Raudha Ahmad Rohim dan Ketua RT 02 Rospan. Mereka langsung mengecek sistem saluran air di rumah sakit yang juga melayani pasien BPJS itu.

Hasil pengecekan awal menunjukkan bahwa air yang mengalir ke rumah warga kemungkinan berasal dari kucuran hujan di atap rumah sakit. Namun, belum bisa dipastikan apakah air tersebut juga membawa limbah medis atau bukan.

“Air dari kucuran hujan ini belum memiliki saluran pembuangan yang baik. Tidak ada got atau drainase yang mengarahkan aliran air, sehingga air langsung menuju rumah warga,” jelas Bupati.

Bupati meminta pihak RS Raudha segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Merangin untuk merancang sistem drainase guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menanggapi hal ini, Manajer RS Raudha Ahmad Rohim menyatakan kesiapannya untuk membenahi saluran air di rumah sakit tersebut.

“Kami akan pelajari terlebih dahulu desain got yang tepat. Manajemen rumah sakit berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitar,” kata Ahmad.

Sementara itu, Meli, warga pemilik rumah yang terdampak longsor, mengatakan bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya.

“Setiap musim hujan, kami selalu khawatir. Air yang datang deras, bukan bening seperti air hujan biasa, tapi keruh dan kadang membawa limbah medis. Sudah kami laporkan sejak 2020, tapi belum ada tindakan konkret,” ujar Meli.

Ia berharap pihak rumah sakit segera membangun drainase yang memadai agar kejadian serupa tak terus berulang.(*)




Bupati Merangin: 60 Persen Jalan Rusak, Pembangunan Harus Tepat Sasaran

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kemajuan suatu daerah tidak hanya bergantung pada besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi lebih kepada bagaimana kebijakan dan regulasi berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Merangin, H. M. Syukur, saat Safari Ramadhan 1446 H bersama Ketua TP PKK Merangin, Hj. Lavita Syukur, di Masjid Baitussalam, Desa Sungai Udang, Kecamatan Pamenang, pada Senin malam (17/3).

Dengan anggaran yang terbatas, tapi jika dialokasikan dengan tepat sasaran, Insya Allah sedikit demi sedikit permasalahan di Merangin dapat teratasi. Apalagi kondisi jalan kita yang mencapai 1.100 km, di mana hampir 60 persennya mengalami kerusakan berat,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa perbaikan jalan di Merangin harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar akses transportasi tetap lancar bagi seluruh masyarakat.

Baca juga:  Bupati Merangin Minta Mantan Pejabat Kembalikan Kendaraan Dinas, Ini Alasannya

Baca juga:  Bencana Longsor dan Banjir Melanda Merangin, Wabup Ajak Warga Waspada

“Jika masih ada jalan yang sedikit bergelombang, itu bukan masalah besar, yang terpenting jalan tetap bisa dilalui dan tidak sampai memutus akses warga keluar-masuk kampung,” tambahnya.

Ia juga berharap pada tahun 2025 akan ada pembangunan jalan yang melewati Desa Sungai Udang dan SPE, sehingga akses masyarakat semakin mudah.

Menurut Bupati H. M. Syukur, pembangunan Merangin bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak bisa hanya mengandalkan bupati, wakil bupati, atau kepala OPD saja. Semua elemen masyarakat harus turut serta dalam membangun Merangin agar lebih maju,” tegasnya.

Baca juga:  Bupati Merangin Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Merangin Menuju 2030

Baca juga:  Waspada! Merangin hingga Tebo Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Siang Ini

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Merangin juga menyalurkan bantuan CSR dari Bank 9 Jambi sebesar Rp10 juta untuk pembangunan masjid, serta santunan kepada 30 anak yatim.

Selain itu, bantuan alat kebersihan masjid juga diberikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Merangin, Arfandi Ibnu Hajar, yang turut hadir sebagai penceramah dalam acara tersebut.

Bupati berharap dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Merangin dapat terus berkembang meskipun dengan anggaran terbatas.(*)




Bupati Merangin Minta Mantan Pejabat Kembalikan Kendaraan Dinas, Ini Alasannya

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, H M Syukur, meminta para mantan pejabat Pemkab Merangin yang masih menggunakan kendaraan dinas (Randis) untuk kepentingan pribadi, agar segera mengembalikannya ke Bagian Aset Pemkab Merangin.

Hal ini disampaikan usai pertemuan dengan Bagian Aset Pemkab Merangin, yang turut dihadiri oleh Sekda Fajarman dan pejabat terkait pada Minggu (16/3/2025).

“Kami berterima kasih atas pengabdian para mantan pejabat. Namun, kami meminta dengan sangat agar kendaraan dinas yang masih dikuasai segera dikembalikan ke bagian aset,” ujar Bupati H. M. Syukur.

Bupati menegaskan bahwa saat ini, banyak dinas strategis di Pemkab Merangin yang kekurangan kendaraan operasional, salah satunya adalah Tim Liputan Dinas Kominfo Merangin.

Baca juga:  Bencana Longsor dan Banjir Melanda Merangin, Wabup Ajak Warga Waspada

Baca juga:  Bupati Merangin Soroti Penyimpanan Uang, Gubernur Jambi Apresiasi Kerja TPID

“Saat ini, Tim Liputan Dinas Kominfo Merangin masih belum memiliki kendaraan dinas, yang menyebabkan kendala saat menjalankan tugas, terutama saat mengikuti kegiatan pimpinan daerah hingga pelosok desa,” jelas Bupati.

Bukan hanya Dinas Kominfo, beberapa dinas lain juga mengalami kendala serupa akibat keterbatasan kendaraan operasional.

“Membeli kendaraan dinas baru bukan solusi saat ini, karena kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan,” tambahnya.

Bupati Merangin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika kendaraan dinas yang masih dikuasai mantan pejabat tidak segera dikembalikan dalam waktu sepekan.

Baca juga:  BBM Terkontaminasi Air di SPBU Merangin, Pertamina Segera Tanggapi Keluhan Masyarakat

Baca juga:  Safari Ramadhan MUI Provinsi Jambi, Merangin sebagai Pusat Lahirnya Ulama Hebat

“Kami harap kendaraan dinas segera dikembalikan. Jangan sampai menunggu ada pengembalian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,” tegasnya.

Jika dalam sepekan ke depan tidak ada itikad baik dari mantan pejabat maupun pensiunan ASN yang masih menguasai Randis, Pemkab Merangin akan melakukan penarikan paksa berdasarkan surat penarikan dari KPK RI.

Tidak hanya mantan pejabat, informasi terbaru menyebutkan bahwa beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah pensiun juga masih belum mengembalikan kendaraan dinasnya.

Pemkab Merangin meminta seluruh pihak yang masih menggunakan kendaraan dinas secara pribadi untuk segera menyerahkan kembali ke bagian aset sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.(*)




Bupati Merangin Soroti Penyimpanan Uang, Gubernur Jambi Apresiasi Kerja TPID

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi H. Al Haris memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, Jumat (14/3).

Pertemuan ini dihadiri oleh para bupati/walikota se-Provinsi Jambi.

Dalam rakor, Bupati Merangin H. M. Syukur menyampaikan kekhawatirannya terkait masyarakat yang cenderung menyimpan uang.

Hal ini membuat perputaran pasar cenderung stagnan.

Baca juga:  BBM Terkontaminasi Air di SPBU Merangin, Pertamina Segera Tanggapi Keluhan Masyarakat

Baca juga:  Safari Ramadhan MUI Provinsi Jambi, Merangin sebagai Pusat Lahirnya Ulama Hebat

Bupati Merangin juga mengungkapkan penurunan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia meminta bank untuk melakukan intervensi agar uang tidak menumpuk di bank.

Bupati Merangin melaporkan bahwa harga komoditi pokok di pasaran stabil dan cenderung turun, seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang.

Bupati Merangin menambahkan bahwa stok beras aman hingga Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga:  Mobil Pelaku Dimodifikasi, Polres Merangin Gagalkan Pengangkutan BBM Bersubsidi

Baca juga:  Bupati Merangin Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Merangin Menuju 2030

Namun, sebagian besar jalan di kabupaten rusak akibat musim hujan.

Gubernur Jambi mengapresiasi kerja keras TPID Provinsi Jambi dan seluruh TPID kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

“Harga yang stabil, mudah dijangkau, lancar distribusinya dan tidak ada kelangkaan-kelangkaaan, sehingga tidak menimbulkan kemahalan harga untuk masyarakat,”ujar Gubernur Jambi.

Tanpak hadir mendampingi bupati Merangin pada High Level Meeting TPID Provinsi Jambi tersebut, Plt Kepala Bapeda Kabupaten Merangin Zainal Abidan dan Kabag Ekonomi Setda Merangin Daryanto. ((*)