Breaking News: Jalan Jambi-Sumbar Via Bungo Putus

Jalan lintas Sumatera Jambi – Sumbar putus berlubang sedalam 10 meter

 

 

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.IDJalan nasional Sumatera barat – Provinsi Jambi Lintas Sumatera (Jalinsum) di Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo,mengalami putus total pada Minggu (2/3/2025).

Putusnya jalan ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya, sehingga air deras memotong badan jalan hingga terputus.

Berdasarkan informasi di lapangan akibat air bah yang datang dari aliran sungai sekitar meluap dan menghantam jalan, menyebabkan longsor dan terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan Bungo dengan wilayah Sumatera Barat.

Jalan itu putus sekitar 10 meter ke dalaman lubangnya. Lokasi jalan yang putus berada tak jauh dari Hotel Bilqis, yang dikenal sebagai jalur vital bagi pengendara lintas provinsi.

“Kejadiannya, air deras langsung memotong jalan hingga badan jalan terbelah. Sekarang kendaraan tidak bisa melintas sama sekali,” ujar salah satu warga sekitar.

Kadis BPBD Kesbangpol Zainadi, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat.

“Saat ini kami sudah memasang garis pembatas dan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif. Tim Dinas PUPR juga sudah dihubungi untuk penanganan lebih lanjut,” kata Zainadi.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari arah Bungo menuju Sumatera Barat maupun sebaliknya lumpuh total.

Pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Jalur Sangir Solok Selatan

Kepala Dinas PUPR Bungo melalui Bidang Bina Marga, Dwi Herwindo.,S.T menginformasikan bahwasanya, memang benar jalan lintas Sumatera perbatasan Bungo-Jambi dengan Sungai Rumbai- Dharmasraya mengalami putus total.

“Jalan itu putus terjadi karena curah hujan begitu tinggi yang terjadi di Kabupaten Bungo, membuat jalan perbatasan Bungo dengan sungai rumbai mengalami putus total,” ujarnya.

Saat ini pihak PUPR sudah berkoordinasi dengan pihak Balai jalan Nasional.

” Saat ini kami sedang menuju lokasi jalan tersebut, sudah kami sampaikan ke pihak Balai Jalan Nasional, balai jalan nasional akan menyiapkan jembatan Bailey sebagai jembatan darurat,” kata dia.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin melewati jalan tersebut, tetap waspada, mengingat curah hujan begitu tinggi.

” Bagi masyarakat kami terutama yang ingin melewati jalan tersebut, tetap waspada, karena mengingat curah hujan masih begitu tinggi di KMaipaten Bungo,”Imbuhnya. (*




Sepekan Gas Melon di Tebo Sulit Dicari, Disperindag Tebo Pastikan Tetap Aman

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI – Sepekan terakhir, kelangkaan LPG 3 Kg atau gas melon terjadi di beberapa toko dan warung pengecer di Kecamatan Tebo Tengah dan beberapa kecamatan lainnya.

Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama pada bulan suci Ramadan, yang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan gas subsidi.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Kabupaten Tebo, Edi Sopian, mengonfirmasi adanya kelangkaan gas LPG 3 Kg.

Namun, Edi memastikan bahwa pasokan LPG di Kabupaten Tebo sudah kembali normal. Menurutnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan agen untuk memastikan kelancaran distribusi gas.

Baca juga: Waspada! Merangin hingga Tebo Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Siang Ini

Baca juga: Waduh! Gaji PPPK Tahun 2025 di Tebo Belum Dianggarkan

“Memang dalam beberapa hari kemarin sempat terjadi kelangkaan gas, tetapi pasokan LPG sudah normal sekarang. Saya akan berkoordinasi dengan pihak agen untuk memastikan agar pasokan tidak terhambat,” kata Edi.

Edi juga menjelaskan bahwa, pengiriman gas LPG 3 Kg di Kabupaten Tebo sudah sesuai jadwal, meski di beberapa daerah tetangga seperti Kabupaten Bungo sempat mengalami kelangkaan.

Pengiriman gas biasanya dilakukan sesuai jadwal yang bervariasi, bisa seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali, tergantung pada rekomendasi agen.

“Di Tebo Tengah, pasokan gas LPG sudah cukup, pengirimannya pun banyak. Untuk pangkalan di Tebo, ada yang seminggu sekali atau sebulan sekali. Semua pasokan disalurkan oleh agen-agen seperti Rimba Jaya, Sultan Tebo Energi, Gumiwang, dan Indah Jaya Mandiri,” tambah Edi.

Baca juga: Bersama Pemkab Tebo, Pertamina Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg Menyambut Ramadan

Baca juga: Komisi I DPRD Tebo Ajukan Permohonan PPPK Penuh Waktu ke Kemenpan RB

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Kabag Sumber Daya Alam (SDA), Heru Purnomo, mengingatkan agar agen dan pangkalan gas LPG 3 Kg memastikan pasokan tetap lancar menjelang Ramadan.

Peningkatan kebutuhan gas LPG selama bulan puasa diperkirakan cukup signifikan, dengan lonjakan konsumsi dari masyarakat dan pelaku UMKM.

“Pada bulan Ramadan, konsumsi gas LPG 3 Kg biasanya meningkat. Misalnya, kebutuhan rumah tangga yang biasanya 3 tabung bisa naik menjadi 4 tabung, sementara pelaku UMKM dari 5 tabung menjadi 6 tabung gas per bulan,” ujar Heru.

Heru menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi gas ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas di dapur, baik untuk persiapan berbuka puasa maupun sahur.

Baca juga: BPOM Jambi Berikan Tips untuk Masyarakat, Kenali Makanan Berbahaya di Pasar Bedug

Baca juga: 17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

Ia pun menegaskan, agar seluruh agen dan pangkalan gas LPG siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM agar tidak terjadi kelangkaan selama bulan Ramadan.

Dengan adanya upaya pengawasan dan koordinasi yang terus dilakukan, Pemkab Tebo berharap pasokan gas LPG 3 Kg tetap lancar dan tidak ada kelangkaan yang terjadi, terutama pada bulan Ramadan yang sebentar lagi tiba.(*)




BPOM Jambi Berikan Tips untuk Masyarakat, Kenali Makanan Berbahaya di Pasar Bedug

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi mengimbau masyarakat, untuk lebih waspada dan cermat dalam memeriksa keamanan makanan yang beredar, khususnya di pasar bedug.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, memberikan panduan tentang cara mengenali bahan berbahaya yang sering digunakan pada makanan, seperti rodamin B dan formalin, guna menjaga kesehatan konsumen.

Rodamin B, bahan pewarna yang biasa ditemukan pada makanan dengan warna pink cerah, dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

Sementara itu, formalin yang memiliki bau menyengat digunakan sebagai pengawet, tetapi sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: 17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

BPOM mengingatkan agar masyarakat dapat lebih teliti, dalam memilih dan memeriksa makanan yang mereka beli di pasar bedug.

“Untuk masyarakat, pastikan selalu memeriksa warna makanan yang mencolok, terutama yang berwarna pink cerah. Jika makanan terlihat bersinar atau terlalu cerah, bisa jadi mengandung rodamin B,” kata dia.

“Selain itu, bau menyengat pada makanan juga bisa menjadi indikasi adanya formalin,” ujar Veramika.

BPOM Jambi juga memberikan beberapa cara sederhana untuk mengenali makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya:

  1. Perhatikan Warna Makanan: Hindari membeli makanan yang berwarna mencolok atau terlalu cerah, terutama makanan yang berwarna pink atau merah terang.

  2. Cium Bau Makanan: Makanan yang mengandung formalin biasanya memiliki bau tajam atau menyengat. Jika tercium bau kimiawi yang kuat, sebaiknya hindari konsumsi makanan tersebut.

  3. Periksa Tekstur Makanan: Beberapa makanan yang mengandung bahan berbahaya cenderung memiliki tekstur yang tidak wajar, seperti terlalu kenyal atau keras.

Melalui imbauan ini, BPOM Jambi berharap masyarakat dapat lebih hati-hati saat berbelanja di pasar bedug selama bulan Ramadan.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

BPOM akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan produk makanan yang beredar bebas dari bahan berbahaya.

“Kami berharap masyarakat bisa merasa lebih aman saat berbelanja, dengan mengetahui cara-cara sederhana untuk mengenali makanan yang aman dikonsumsi. Kami akan terus melakukan pengawasan agar semua produk yang dijual di pasar bedug memenuhi standar keamanan pangan,” tambah Veramika.

Dengan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bahaya konsumsi makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya, serta menjaga kesehatan keluarga selama bulan Ramadan.(*)




17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi melakukan pengujian sampel produk makanan yang dijual di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa, produk-produk yang beredar di pasar tersebut bebas dari bahan berbahaya.

Seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow, yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil 17 sampel dari berbagai jenis produk yang dijual di pasar bedug, termasuk tahu, minuman, mie, pempek, dan lontong—makanan yang sering kali dicampur dengan bahan berbahaya.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

“Kami melakukan uji sampel untuk mendeteksi bahan-bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow. Hasilnya, semua sampel yang kami uji aman dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Veramika.

Pengujian ini merupakan bagian dari program pengawasan BPOM yang akan berlanjut hingga 12 Maret 2025.

Selama periode ini, pengawasan sampel akan dilakukan di beberapa titik di Kota Jambi untuk memastikan bahwa, produk yang dijual di pasar-pasar tradisional dan pasar bedug aman dikonsumsi.

“Pengawasan ini akan kami lakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang digunakan dalam produk makanan,” kata dia.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pembinaan kepada para pedagang agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan,” tambah Veramika.

Dengan pengawasan ini, BPOM Jambi bertujuan untuk, melindungi masyarakat dari konsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya dan memastikan bahwa makanan yang dijual di pasar-pasar Jambi aman dan berkualitas.

Veramika juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan memilih makanan yang terjamin keamanannya untuk kesehatan.(*)




Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut bulan Ramadan, Wali Kota Jambi, Maulana mengumumkan rencana untuk menggelar operasi pasar pada Selasa mendatang, 4 Maret 2025.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat selama bulan suci.

Dalam pernyataannya, Maulana menekankan bahwa. stabilitas harga dan pasokan bahan pangan harus dijaga agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah Kota Jambi terus memantau ketersediaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan gas LPG untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

“Kami memastikan semua bahan pangan tersedia dan harganya terjangkau. Insya Allah, Selasa depan akan ada operasi pasar dengan gerakan pangan murah untuk beras, gas LPG, dan bahan pokok lainnya,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, operasi pasar ini bertujuan untuk memberikan akses mudah kepada masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih stabil dan murah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah proaktif Pemkot Jambi dalam mengatasi potensi fluktuasi harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang Ramadan.

“Pemerintah akan terus mengawasi pasokan barang kebutuhan pokok agar tetap terjangkau dan cukup untuk masyarakat. Kami berharap dengan adanya operasi pasar, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar,” tambahnya.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Baca juga: MUI Prediksi Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2025, Tapi Lebaran Bisa Tetap Serentak

Operasi pasar yang akan diadakan pada Selasa, 4 Maret 2025 ini akan mencakup distribusi bahan pokok penting, termasuk beras, minyak goreng, gula, dan gas LPG.

Pemkot Jambi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan barang.

Rencana Operasi Pasar:

  • Tanggal: Selasa, 4 Maret 2025
  • Tujuan: Menjamin ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok selama bulan Ramadan
  • Bahan Pokok yang Diperjualbelikan: Beras, gas LPG, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya

Wali Kota Maulana berharap bahwa dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat Jambi dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa khawatir dengan lonjakan harga bahan pokok yang signifikan.

Pemkot Jambi berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan memastikan kesejahteraan masyarakat selama bulan suci.(*)




Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga cabai setan dan cabai merah keriting mengalami kenaikan di Pasar Tradisional Angso Duo Kota Jambi, menyusul berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa.

Hal ini ditemukan dalam pemantauan yang dilakukan oleh Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jambi pada hari kedua Bulan Ramadan, Minggu (2/3/2025).

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol DR Bambang Yugo Pamungkas, melalui Kasubdit I Indagsi AKBP Hernawan Rizky, menjelaskan bahwa pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok di pasar tradisional selama Bulan Suci Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri mendatang.

“Pada pemantauan hari ini, kami menemukan sedikit kenaikan harga pada cabai setan dan cabai merah keriting. Kenaikan harga cabai merah keriting disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa,” ungkap AKBP Hernawan Rizky.

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai merah keriting kini mencapai Rp 85.000/kg, sementara harga cabai setan/geprek naik menjadi Rp 120.000/kg.

Adapun harga cabai rawit kampung tetap berada pada angka Rp 40.000/kg, cabai rawit hijau pedas Rp 65.000/kg, dan cabai hijau seharga Rp 20.000/kg.

Sementara itu, harga bahan pokok lainnya di pasar tersebut masih relatif stabil. Seperti harga daging ayam broiler yang dijual seharga Rp 33.000/kg, daging sapi segar Rp 140.000/kg, dan daging beku yang bervariasi antara Rp 98.000/kg hingga Rp 118.000/kg.

Untuk beras, harga juga terpantau stabil dengan beras premium dijual seharga Rp 14.400/kg, beras medium Rp 12.400/kg, serta beberapa merek beras lainnya, seperti merek Naruto dengan harga kemasan 5 kg Rp 76.000, kemasan 10 kg Rp 146.000, dan kemasan 20 kg Rp 290.000.

Baca juga: Waspada! Merangin hingga Tebo Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Siang Ini

Baca juga: Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025, Fokus Kelancaran Arus Mudik

Selain itu, komoditas lain seperti minyak sayur, gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur ayam, telur bebek, dan telur ayam kampung tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Berikut adalah harga beberapa bahan pokok lainnya di pasar tradisional:

  • Minyak sayur curah: Rp 19.000/liter
  • Gula pasir curah: Rp 18.000/kg
  • Bawang merah: Rp 25.000 – Rp 30.000/kg
  • Bawang putih: Rp 38.000/kg
  • Telur ayam: Rp 1.500 – Rp 1.900/butir
  • Telur bebek: Rp 3.000/butir
  • Telur ayam kampung: Rp 2.500/butir

AKBP Hernawan Rizky menambahkan bahwa pemantauan harga bahan pokok ini akan terus dilakukan oleh Tim Satgas Pangan Polda Jambi sepanjang bulan Ramadhan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada praktik permainan harga atau penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.

“Tim Satgas Pangan Polda Jambi akan terus memantau harga di pasar tradisional dan memastikan ketersediaan bahan pokok sampai akhir Ramadhan. Kami berharap harga bahan pokok tetap terjangkau dan stabil selama Ramadan,” pungkasnya.

Dengan terus dipantaunya harga bahan pokok, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga yang signifikan.(*)




Waspada! Merangin hingga Tebo Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Siang Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Berdasarkan update terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi, peringatan dini cuaca di Provinsi Jambi menunjukkan potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 13:00 WIB.

Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga sekitar pukul 15:00 WIB.

Wilayah yang terdampak:

  1. Kabupaten Merangin: Bangko, Pamenang, Tabir Selatan, Pamenang Barat, Margo Tabir, Tabir Lintas.
  2. Kabupaten Sarolangun: Pelawan, Air Hitam, Bathin VIII.
  3. Kabupaten Muaro Jambi: Sekernan, Kumpeh, Maro Sebo, Kumpeh Ulu, Bahar Utara, Taman Rajo.
  4. Kabupaten Tanjab Barat: Pengabuan, Seberang Kota, Senyerang.
  5. Kabupaten Tanjab Timur: Muara Sabak Barat, Berbak.
  6. Kabupaten Tebo: Serai Serumpun, dan sekitarnya.

Selain itu, potensi cuaca ekstrem ini juga diperkirakan akan meluas ke sejumlah daerah lainnya, antara lain:

  • Kabupaten Merangin: Jangkat, Tabir, Tabir Ulu, Nalo Tatan, Batang Masumai, Renah Pamenang, Pamenang Selatan.
  • Kabupaten Sarolangun: Batang Asai, Limun, Sarolangun, Pauh, Mandiangin, Cermin Nan Gedang.
  • Kabupaten Batanghari: Pemayung, Bajubang.
  • Kabupaten Muaro Jambi: Jambi Luar Kota, Mestong, Sungai Bahar, Sungai Gelam.
  • Kabupaten Tanjab Barat: Tungkal Ulu, Tebing Tinggi, Batang Asam, Muara Papalik, Bram Itam.
  • Kabupaten Tanjab Timur: Dendang, Geragai.
  • Kabupaten Tebo: Tebo Ulu, Rimbo Bujang, Sumay, Rimbo Ulu, Rimbo Ilir, VII Koto Ilir.
  • Kota Jambi: Jambi Timur, Pelayangan, Danau Teluk, Paal Merah.

Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat.

Hujan yang disertai petir dan angin kencang dapat mengganggu aktivitas luar ruangan serta berpotensi menyebabkan gangguan transportasi dan kerusakan infrastruktur.

Pihak BMKG terus memantau perkembangan cuaca di seluruh wilayah Jambi dan akan memberikan update lebih lanjut jika diperlukan. Diharapkan masyarakat selalu memeriksa informasi terkini untuk menjaga keselamatan.

Peringatan dini ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan cuaca.(*)




Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki hari kedua Bulan Ramadan, Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jambi melakukan sidak serta pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok (BAPOK) di Pasar Tradisional Angso Duo Jambi, Minggu (2/3/2025).

Kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok selama Bulan Suci Ramadhan 2025.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok dan ketersediaan bahan pokok aman, dengan harga yang relatif masih stabil.

Namun, terdapat sedikit kenaikan harga pada beberapa jenis bahan pokok, terutama cabai setan/geprek dan cabai merah keriting.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Pastikan Kualitas BBM, Polda Jambi dan Pertamina Lakukan Pengecekan SPBU di Kota Jambi

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol DR Bambang Yugo Pamungkas, melalui Kasubdit I Indagsi AKBP Hernawan Rizky, menyampaikan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri mendatang.

“Pada pemantauan hari ini, kami menemukan sedikit kenaikan harga pada cabai setan dan cabai merah keriting. Kenaikan harga cabai merah keriting disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa,” ujar Hernawan Rizky.

Untuk bahan pokok lainnya, harga masih relatif stabil. Seperti harga daging ayam broiler yang dijual seharga Rp 33.000/kg, daging sapi segar Rp 140.000/kg, dan daging beku Rp 98.000/kg – Rp 118.000/kg.

Sementara itu, harga cabai merah keriting naik menjadi Rp 85.000/kg dan cabai setan/geprek menjadi Rp 120.000/kg.

Baca juga: Tim Supervisi Polda Jambi Tinjau Proyek Jagung Pakan di Polres Tanjab Barat

Baca juga: Viral Video Pungli Polisi di Tanjab Barat, Polda Jambi Lakukan Pemeriksaan

Adapun harga cabai rawit kampung masih berada di angka Rp 40.000/kg, cabai rawit hijau pedas Rp 65.000/kg, dan cabai hijau Rp 20.000/kg.

Untuk beras, harga masih stabil, seperti beras premium yang dijual seharga Rp 14.400/kg, beras medium Rp 12.400/kg, serta beberapa merek beras lainnya.

Misalnya, beras merek Naruto dengan kemasan 5 kg seharga Rp 76.000, kemasan 10 kg Rp 146.000, dan kemasan 20 kg Rp 290.000.

Minyak sayur, gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur ayam, telur bebek, dan telur ayam kampung juga masih stabil tanpa adanya kenaikan harga yang signifikan.

Baca juga: Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

Baca juga: Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025, Fokus Kelancaran Arus Mudik

Berikut harga beberapa bahan pokok lainnya:

  • Minyak sayur curah: Rp 19.000/liter
  • Gula pasir curah: Rp 18.000/kg
  • Bawang merah: Rp 25.000 – Rp 30.000/kg
  • Bawang putih: Rp 38.000/kg
  • Telur ayam: Rp 1.500 – Rp 1.900/butir
  • Telur bebek: Rp 3.000/butir
  • Telur ayam kampung: Rp 2.500/butir

Kasubdit Indagsi Polda Jambi, AKBP Hernawan Rizky, menambahkan bahwa kegiatan pemantauan ini akan terus dilakukan sepanjang bulan Ramadan untuk memastikan tidak adanya permainan harga pasar atau penimbunan barang.

“Tim Satgas Pangan Polda Jambi akan terus memantau harga di pasar tradisional dan memastikan ketersediaan bahan pokok sampai akhir Ramadhan,” pungkasnya. (*)




Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Jambi, Amran mengungkapkan bahwa, melalui Pasar Bedug yang baru-baru ini diresmikan, pihaknya berhasil meraup pendapatan retribusi sebesar 110 juta rupiah.

Pasar bedug ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi.

“Pasar bedug yang kami kelola ini memberikan dampak positif yang besar. Selain menjadi sarana transaksi ekonomi bagi masyarakat, pasar ini juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan daerah,” kata dia.

“Sebagai contoh, melalui pasar bedug ini kami telah meraih retribusi sebesar 110 juta rupiah,” ungkap Amran.

Baca juga: Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

Baca juga: Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025, Fokus Kelancaran Arus Mudik

Keberhasilan ini menegaskan bahwa pasar bedug bukan hanya tempat untuk berbelanja kebutuhan Ramadan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pasar bedug yang dikelola oleh Dinas Perindag diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian yang berkelanjutan di Kota Jambi.

“Pasar bedug ini diharapkan dapat semakin memajukan ekonomi lokal, serta mendorong berkembangnya UMKM yang ada di Kota Jambi,” sebutnya.

“Kami berharap ke depannya, pasar bedug akan terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” tambah Amran.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Pimpin Rakor OPD, Ajak Semua Pihak Dukung Program 100 Hari Kerja

baca juga: Diza Hazrah Aljosha Tekankan Peningkatan Kualitas Kesehatan dalam Program 100 Hari Kerja

Dengan adanya pasar bedug, Amran juga menekankan pentingnya melestarikan tradisi yang telah ada, serta memastikan bahwa pasar ini menjadi wadah yang produktif bagi pedagang dan konsumen selama bulan Ramadan.

Pemerintah Kota Jambi berharap pasar bedug akan terus berkembang, menjadi ajang transaksi yang aman dan menguntungkan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi, khususnya bagi pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam pasar ini.(*)




Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDWali Kota Jambi, Maulana, berharap Pasar Bedug yang baru saja diresmikan di kawasan Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama di bulan Ramadan.

Pasar Bedug ini tidak hanya dihadirkan sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan tradisi yang telah ada dan mendukung keberlangsungan UMKM di Kota Jambi.

“Pasar bedug ini adalah bentuk dari pelestarian tradisi Ramadan yang harus terus dijaga. Selain itu, kami berharap pasar ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang sangat membutuhkan dukungan di bulan suci ini,” ujar Maulana.

Wali Kota Maulana juga mengungkapkan harapannya agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat berpartisipasi dengan berbelanja di pasar bedug.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

Hal ini diharapkan tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga memberikan semangat bagi UMKM untuk terus berkembang.

“Kami ingin pasar bedug ini menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang tidak hanya meramaikan suasana, tetapi juga membawa manfaat bagi perekonomian Kota Jambi,” sebutnya.

“Kami mengajak ASN untuk berbelanja di sini sebagai bentuk dukungan langsung kepada UMKM,” tambahnya.

Maulana menambahkan, dengan adanya pasar bedug ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat ganda, baik dalam sisi ekonomi maupun sebagai sarana untuk melestarikan budaya Ramadan.

Baca juga: Keakraban Walikota Maulana dan Gibran Rakabuming dalam Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

Baca juga: Resmi Dilantik sebagai Wali dan Wakil Walikota Jambi, Maulana-Diza Siap Jalankan Amanah dengan Maksimal

Ia juga berharap bahwa pasar ini dapat memberi suasana yang kondusif bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah Ramadan dengan penuh ketenangan.

“Semoga pasar bedug ini dapat berjalan dengan lancar, membawa kebahagiaan, dan memberikan keberkahan bagi semua, terutama bagi pedagang dan masyarakat. Kami berharap suasana Ramadan di Kota Jambi tetap aman, nyaman, dan penuh berkah,” tutup Maulana.

Dengan harapan yang besar, Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin ini dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk mempererat kebersamaan dalam masyarakat, serta menghidupkan tradisi Ramadan yang memberi dampak positif bagi ekonomi lokal dan UMKM di Kota Jambi.(*)