Terbang ke Jakarta, Yogyakarta, dan Medan!Jangan Ketinggalan, Berikut Jadwal Penerbangan di Bandara Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bandara Sultan Thaha Jambi dengan kode DJB akan melayani sebanyak 10 jadwal penerbangan komersial pada Jumat, 25 April 2025.

Keberangkatan menuju sejumlah destinasi populer seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Medan dijadwalkan mulai pukul 06.10 WIB hingga 18.30 WIB.

Berikut daftar lengkap jadwal keberangkatan Bandara Sultan Thaha Jambi (DJB):

  1. Lion Air JT 601 tujuan Jakarta (CGK) – 06:10 WIB

  2. Super Air Jet IU 377 tujuan Yogyakarta (YIA) – 09:00 WIB

  3. Super Air Jet IU 987 tujuan Medan (KNO) – 10:15 WIB

  4. Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK) – 11:05 WIB

  5. Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (CGK) – 11:25 WIB

  6. Super Air Jet IU 843 tujuan Jakarta (CGK) – 12:25 WIB

  7. Citilink QG 967 tujuan Jakarta (CGK) – 15:40 WIB

  8. Super Air Jet IU 847 tujuan Jakarta (CGK) – 18:30 WIB

  9. Garuda Indonesia GA 135 tujuan Jakarta (CGK) – 17:45 WIB

  10. Batik Air ID 6803 tujuan Jakarta (CGK) – 18:10 WIB

Jam operasional Bandara Sultan Thaha Jambi sendiri dibuka mulai pukul 06.00 hingga 19.00 WIB.

Masyarakat yang akan melakukan penerbangan dari Bandara DJB diimbau untuk tiba lebih awal di bandara guna menghindari antrean dan memastikan seluruh proses pre-flight berjalan lancar.(*)




Jelang MTQ Provinsi, Kota Jambi Fokus Asah Prestasi Kafilah Dengan TC Terpadu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi kembali meneguhkan komitmennya dalam memuliakan Al-Qur’an dan mencetak prestasi. Setidaknya hal itu tampak saat Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, secara resmi membuka Training Center Terpadu bagi Kafilah Kota Jambi, sebagai persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-54 Tingkat Provinsi Jambi, yang akan digelar di Kabupaten Muaro Jambi.

Acara pembukaan berlangsung khidmat di V Hotel, Jln. Pattimura, Simpang Rimbo, Kamis (24/4/2025). Di hadapan 159 peserta yang tergabung dalam kafilah, Wawako Diza menegaskan bahwa keikutsertaan mereka bukan hanya tentang lomba, tetapi membawa misi besar menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Kalian bukan hanya peserta, tapi duta-duta Qur’ani. Kafilah Kota Jambi adalah insan pilihan yang mendapat amanah besar untuk memuliakan Kalam Ilahi, dan menginspirasi lewat prestasi,” tegas Diza.

Training Center yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 23 hingga 26 April 2025, diikuti oleh 75 peserta MTQ, didampingi 28 pelatih, 10 pengawas, 28 pendamping, dan 17 anggota tim kerja. Mengusung tema “Kota Jambi Siap Mempertahankan Juara Umum”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada latihan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas peserta.

“Di sini, bukan hanya tilawah, tahfiz, syarhil, fahmil, maupun khat yang diasah, tapi juga keikhlasan, mental juang, dan niat yang tulus untuk menjunjung tinggi Al-Qur’an,” ucap Diza, memotivasi para peserta.

Diza juga menyampaikan optimisme bahwa Kota Jambi mampu kembali merebut gelar Juara Umum MTQ tingkat Provinsi Jambi, sebagaimana keberhasilan tiga tahun berturut-turut sebelumnya.

“Prestasi yang telah kita raih harus menjadi motivasi. Kita ingin menorehkan sejarah, mengangkat nama Kota Jambi sebagai kota Qur’ani. Bukan hanya menang, tapi membawa berkah,” ujar Diza penuh semangat.

Ia juga mengapresiasi peran para pelatih, pengawas, dan pendamping yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina kafilah Kota Jambi.

“Bimbingan kalian akan jadi kunci sukses anak-anak kita. Mari kita kawal mereka menuju prestasi yang membanggakan, sekaligus membentuk pribadi yang Qur’ani dan berakhlak mulia,” pesannya.

Pembukaan Training Center ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesra Kamal Firdaus, Sekretaris Umum LPTQ Muhammad Sayuti, serta seluruh peserta dan pendamping kafilah.

Dengan persiapan yang matang dan semangat yang membara, Kota Jambi menatap MTQ ke-54 dengan keyakinan penuh: mempertahankan juara bukan sekadar ambisi, tapi bagian dari upaya memuliakan Al-Qur’an.(*)




Wali Kota Maulana Serahkan Santunan Kematian Korban Bencana Alam Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Kepedulian pemerintah terhadap warganya yang tertimpa musibah kembali diwujudkan secara nyata. Wali Kota Jambi, dr. Maulana, didampingi Kepala Dinas Sosial Yunita Indrawati, menyerahkan bantuan uang duka dari Kementerian Sosial RI kepada keluarga korban akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Jambi.

Penyerahan dilakukan langsung di ruang kerja Wali Kota Jambi, Kamis siang (24/4/2025), kepada tiga ahli waris korban, yakni Siti Romlah, Muhammad Buang, dan Sulaiman, yang keluarganya menjadi korban meninggal dunia akibat bencana tenggelam.

“Bantuan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, tidak tinggal diam ketika masyarakat menghadapi musibah. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban duka dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga,” ujar Wali Kota Maulana.

Bantuan uang duka dari Kementerian Sosial RI disalurkan sebesar Rp15 juta untuk masing-masing ahli waris, melalui fasilitasi Pemerintah Kota Jambi. Sebelumnya, Pemkot Jambi juga telah memberikan bantuan serupa melalui Dinas Sosial Kota Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana yang bisa datang kapan saja, terutama banjir dan kebakaran yang kerap terjadi di Kota Jambi. Ia menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko tersebut.

“Tugas kita bersama adalah meminimalisir dampak bencana. Waspada dan saling mengingatkan, itu kunci utamanya,” tegas Maulana.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan langkah strategis ke depan dalam penanggulangan bencana di Kota Jambi. Pemerintah Kota tengah mengusulkan pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang saat ini prosesnya sedang diajukan ke DPRD dalam bentuk rancangan Peraturan Daerah.

“Nantinya, BPBD ini akan jadi badan khusus yang menangani semua aspek kebencanaan, mulai dari edukasi, mitigasi, penanganan hingga pascabencana. Ini juga membuka peluang bantuan lebih luas dari BNPB,” tutup Maulana.

Langkah ini menandai keseriusan Pemkot Jambi dalam memperkuat sistem perlindungan dan respons bencana yang lebih tangguh, demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.(*)




Verfikasi Lapangan KemenPPPA, Kota Jambi Siap Jadi Role Model KLA dan Sukseskan Indonesia Layak Anak 2030

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan berpihak kepada anak. Kamis pagi (24/4/2025), Wali Kota Jambi, dr. Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, memimpin langsung proses verifikasi lapangan secara daring dalam rangka evaluasi Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota tersebut merupakan bagian penting dari proses penilaian nasional terhadap kinerja daerah dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak. Turut hadir mendampingi, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, serta para kepala perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas KLA Kota Jambi, termasuk perwakilan lembaga mitra yang aktif dalam isu perlindungan anak.
Dari pihak pusat, hadir secara daring Deputi Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum dan Asdep Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Dwi Jalu Atmanto, yang memberikan arahan serta apresiasi atas kinerja Pemkot Jambi dalam mendorong sistem pembangunan yang ramah anak.
Komitmen Kuat dan Capaian Meningkat
Dalam pemaparannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kota Jambi terhadap KLA bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari strategi pembangunan SDM jangka panjang.
“Kami ingin melahirkan generasi unggul, agen perubahan masa depan, yang tumbuh di lingkungan yang aman dan berdaya. KLA adalah salah satu pilar pentingnya,” tegas Maulana.
Ia juga menyebutkan, berdasarkan asesmen Tim Gugus Tugas KLA Provinsi, Kota Jambi telah mencetak skor tinggi sebesar 938 poin, menandai peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
“Sekarang saatnya kita membuktikan angka itu dengan data otentik dan praktik nyata di lapangan,” ujarnya penuh optimisme.
Sinergi dan Inovasi Jadi Kunci
Maulana menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi lintas sektor: mulai dari lembaga hukum seperti Bapas, Kementerian Agama, hingga komunitas pendidikan dan perlindungan anak. Salah satu bentuk konkret sinergi itu adalah Forum Anak Bumi Angso Duo serta inovasi edukatif seperti Program Pita Molin, yang secara aktif memberikan penyuluhan tentang kekerasan anak langsung ke sekolah-sekolah.
Tak hanya itu, berbagai kebijakan progresif juga telah diterbitkan untuk mendukung Kota Layak Anak, seperti Perda Perlindungan Anak, Kawasan Tanpa Rokok, hingga Perwal tentang Penurunan Stunting dan Perlindungan Anak dari Radikalisme.
Fasilitas dan Kelembagaan Anak Terus Diperkuat
Kota Jambi kini telah memiliki:
•Informasi Layak Anak melalui perpustakaan umum, mobil keliling, dan pojok baca di ruang publik.
•Forum Anak yang aktif dalam musrenbang dan kegiatan pelopor-pelapor di 11 kecamatan dan seluruh kelurahan.
•Sekolah Ramah Anak sebanyak 435 satuan pendidikan dari jenjang TK hingga SMP.
•20 Puskesmas Ramah Anak dengan akreditasi tinggi.
•Serta berbagai bentuk kemitraan strategis dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Deputi Woro Sulistyaningrum dari Kemenko PMK mengapresiasi kerja keras Kota Jambi dan berharap evaluasi KLA ini menjadi lebih dari sekadar penilaian administratif.
“Ini bukan hanya soal nilai, tapi refleksi bersama. Kami harap Kota Jambi bisa menjadi role model untuk daerah lain menuju Indonesia Layak Anak 2030,” ujar Woro.
Sebagai informasi, tahun ini terdapat 8 kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang mengikuti proses evaluasi KLA. Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi diharapkan mampu menjadi pionir sekaligus penggerak komitmen bersama untuk masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah.(*)



Diterjang Hujan Deras, Pagar SMAN 5 Kota Jambi Ambruk ke Rumah Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pagar tembok bagian belakang SMAN 5 Kota Jambi di kawasan Jalan Kaca Piring II, Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, roboh akibat hujan deras pada Minggu (31/3/2025). Robohnya pagar ini membuat warga yang tinggal di sekitar sekolah merasa khawatir akan potensi kejadian serupa, terlebih karena bongkahan pagar masih bersandar ke dinding rumah warga.

Muhammad Salim, Kepala SMAN 5 Kota Jambi, mengonfirmasi bahwa robohnya pagar sekolah tersebut disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah tua, diperparah dengan faktor cuaca ekstrem dan pengikisan tanah.

“Pagar ini memang sudah cukup lama usianya, dan kondisi tanah yang terkikis oleh hujan menyebabkan tembok miring lalu roboh. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke dinas terkait agar dilakukan langkah-langkah konkrit,” ujarnya, Selasa (22/4/2025).

Meski pihak sekolah sudah mengajukan laporan, Salim menjelaskan bahwa perbaikan belum bisa dilakukan cepat karena adanya keterbatasan anggaran.

Namun, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi telah memberikan sinyal akan mengalokasikan anggaran perbaikan baik pada APBD murni maupun perubahan.

“Untuk bagian pagar yang sudah roboh akan segera kami bersihkan, dan kami akan menggantinya sementara dengan pagar seng. Ini bentuk antisipasi karena kami khawatir terjadi hal-hal yang membahayakan, apalagi sebelumnya pernah terjadi kejadian fatal di Kota Jambi,” jelas Salim.

Sementara itu, Agung, warga sekaligus penyewa rumah yang berada tepat di belakang SMAN 5 Kota Jambi, mengaku khawatir dengan kondisi saat ini. Ia menyaksikan langsung pagar roboh saat hujan deras mengguyur Kota Jambi.

“Kejadiannya waktu hujan deras. Sekarang bongkahan pagar masih bersandar ke dinding rumah kami. Kami takut kalau ada susulan atau bongkahan lain yang jatuh,” ujar Agung.

Warga berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah.(*)




Patah Hati? Ini Cara Pulih Tanpa Menyiksa Diri

lustrasi seseorang yang sedang mengalami patah hati

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah nggak sih kamu merasa sudah sangat sayang sama seseorang, eh… malah ditinggal begitu saja? Rasanya nggak adil banget, apalagi saat kita sedang berada di titik paling dalam mencintai. Patah hati bukan sekadar masalah perasaan tapi juga bisa berdampak ke fisik, rutinitas, bahkan cara kita memandang diri sendiri. Saat cinta berakhir di tengah rasa sayang yang masih penuh, tak jarang muncul pertanyaan: kenapa kita ditinggal di saat lagi cinta-cintanya? Meski menyakitkan, fase ini bukan akhir segalanya. Justru, ini bisa jadi momen penting untuk mengenal dan merawat diri lebih dalam. Nah, berikut beberapa cara move on yang sehat dan penuh kasih pada diri sendiri, supaya kamu nggak terjebak terlalu lama di dalam luka.

1. Perasaan Itu Subjektif

Hal pertama yang perlu kamu pahami: perasaan setiap orang itu subjektif. Saat kamu merasa hubungan lagi di puncaknya, belum tentu dia merasakan hal yang sama. Bisa jadi kamu merasa kalian dekat, kompak, penuh cinta—tapi ternyata dia sudah merasa menjauh jauh sebelum kamu sadar.

Terkadang, kita terlalu banyak berasumsi. Alih-alih bertanya dan mengomunikasikan perasaan, kita malah sibuk menebak-nebak isi hati orang lain. Inilah awal dari miskomunikasi yang berujung pada patah hati.

2. Patah Hati Sakitnya Nyata, Seperti Sakit Fisik

Menurut penelitian, sakit hati akibat patah cinta bisa terasa sama menyakitkannya dengan sakit fisik. Bahkan otak merespons rasa sakit emosional di area yang sama ketika kita terluka secara fisik—seperti tertusuk pisau atau cedera parah. Jadi, jangan remehkan rasa sakit hati. Itu bukan lebay, tapi benar-benar menyakitkan secara ilmiah.

3. Emosi Itu Normal, Jangan Ditolak

Setelah putus atau ditolak, kamu mungkin akan masuk ke fase-fase emosi seperti penyangkalan (denial), kesedihan, lalu marah. Wajar banget kalau kamu bertanya-tanya, “Aku kurang apa?” atau membandingkan diri dengan orang ketiga. Tapi ingat: semua emosi itu valid. Jangan buru-buru mengusirnya—biarkan dirimu merasakan dan menerima setiap emosi.

4. Rawat Diri Sendiri, Jangan Lupa Peduli Diri

Seringkali saat patah hati, kita lupa untuk menjaga diri sendiri. Makan jadi nggak teratur, tidur terganggu, olahraga terabaikan. Padahal, perawatan diri adalah langkah penting untuk proses penyembuhan. Makan cukup, tidur cukup, jalan-jalan, atau kembali ke hobi bisa membantu kamu keluar dari zona gelap patah hati.

5. Cerita ke Orang Lain, Jangan Dipendam Sendiri

Bicaralah ke teman terpercaya, keluarga, atau bahkan profesional seperti psikolog. Mendengar nasihat dari orang yang tepat bisa jadi turning point. Mereka bisa memberi perspektif yang belum kamu pikirkan sebelumnya.

6. Percaya Ini Semua Adalah Proses

Yang terakhir dan paling penting: percaya bahwa semua ini adalah proses. Menurut riset, butuh waktu sekitar 3 bulan untuk seseorang benar-benar mulai pulih dari patah hati. Sekitar 71% responden penelitian mengaku bisa mengambil pelajaran positif setelah 11 minggu sejak putus cinta. Jadi, percayalah, kamu juga bisa melewati ini.

Ditinggal saat lagi cinta-cintanya memang menyakitkan, tapi itu bukan akhir dari segalanya. Ada pelajaran berharga yang bisa kamu petik dari rasa sakit ini. Luangkan waktu untuk sembuh, kenali emosi yang muncul, dan jangan lupa dirimu tetap berharga, meski tanpa dia. (*)




Menjadi Orang Tua yang Peduli, Bukan Sekadar Menjalankan Kewajiban

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang tua merasa bahwa mereka telah menjalankan perannya dengan baik hanya karena telah memberi makan, membesarkan, dan menyekolahkan anak. Memang, semua itu adalah bagian penting dari tanggung jawab orang tua. Namun, apakah itu cukup? Apakah itu sudah mencerminkan kepedulian yang sejati terhadap anak?

Memberi makan, membesarkan, dan menyekolahkan anak adalah bentuk tanggung jawab yang secara naluriah maupun sosial melekat pada peran orang tua. Namun, kepedulian adalah sesuatu yang lebih dalam. Kepedulian melibatkan emosi, perhatian, dan kehadiran.

Kepedulian hadir dalam bentuk yang sederhana namun bermakna: seperti ketika anak pulang sekolah, orang tua bertanya, “Bagaimana tadi sekolahnya? Ada pelajaran yang sulit? Gurumu bisa menjelaskan dengan baik? Mau dibantu?” Kalimat-kalimat seperti ini mungkin terdengar sepele, namun dampaknya sangat besar bagi perkembangan emosional anak.

Sayangnya, banyak hubungan antara orang tua dan anak yang berjalan dengan pola transaksional. “Aku sudah membesarkanmu, menyekolahkanmu, memberi makanmu—masih juga kamu tidak tahu balas budi.” Kalimat ini sering muncul sebagai bentuk kekecewaan orang tua, tetapi pada saat yang sama, kalimat ini bisa menjadi tembok yang memisahkan orang tua dan anak.

Baca juga:  Mindset dan Takdir: Cara Pikiran Membentuk Hidup Kita

Anak bukanlah investasi yang harus memberikan return. Pola pikir seperti ini membuat hubungan menjadi kaku, penuh tekanan, dan menjauhkan anak dari orang tuanya. Yang seharusnya terbangun adalah relasi emosional yang hangat, penuh kepercayaan dan keterbukaan.

Kepedulian tidak selalu dalam bentuk pemberian materi atau perabotan. Justru hal-hal kecil yang sering diabaikan memiliki arti yang jauh lebih besar bagi anak. Duduk bersama anak, mendengarkan ceritanya tanpa menghakimi, memberikan tanggapan yang lembut, dan hadir secara penuh saat anak membutuhkan, itu adalah bentuk kepedulian yang hakiki.

Baca juga:  Mau Hubungan Langgeng? Ini Kuncinya Menurut Psikolog Cinta

Menjadi pendengar yang baik, bukan penghakim. Menjadi tempat anak pulang, bukan tempat yang hanya menuntut. Anak yang merasa dipedulikan secara emosional akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, penuh empati, dan tak segan untuk memberi kembali dengan cara-cara yang tak pernah kita duga.

Sudah Pantaskah Kita Menjadi Orang Tua?

Pertanyaan ini penting untuk direnungkan. Menjadi orang tua bukan hanya soal melahirkan dan membesarkan, tapi tentang bagaimana kita membangun ikatan emosional yang sehat dengan anak-anak kita. Sudahkah kita hadir secara utuh dalam kehidupan mereka? Sudahkah kita mendengarkan mereka dengan hati, bukan hanya telinga?

Jika kita benar-benar peduli, anak akan merasakan itu. Mereka akan membalas bukan karena kewajiban, tapi karena cinta. Mereka akan memberi, bukan karena diminta, tapi karena mereka ingin.

Menjadi orang tua bukan tentang memiliki anak, tapi tentang merawat jiwa. Mari menjadi orang tua yang tak hanya memenuhi kewajiban, tapi juga menunjukkan kepedulian sejati. Karena pada akhirnya, yang dikenang anak bukan seberapa banyak materi yang kita berikan, tapi seberapa dalam kasih sayang dan perhatian yang mereka rasakan. (*)




Tim Kuda Hitam Polres Batanghari Amankan Residivis Pengedar Sabu, Ini Barang Bukti yang Diamankan

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Kuda Hitam SatRes Narkoba Polres Batanghari berhasil menangkap seorang pria Suprianto (40) yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kecamatan Muara Bulian.

Suprianto, yang merupakan residivis dan baru saja keluar dari penjara dengan kasus yang sama, kembali terjerat dalam peredaran narkotika.

Kasat Narkoba Polres Batanghari, Iptu Al-Imron, membenarkan penangkapan tersebut yang dilakukan pada 22 April 2025 sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Tenam, RT 01, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

Saat pelaku diciduk, tim Kuda Hitam SatRes Narkoba melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa dua paket kecil narkotika jenis sabu seberat 0.17 gram beserta alat-alat yang digunakan untuk mengkonsumsi narkoba.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi:

  • 2 paket kecil plastik klip berisi sabu

  • 1 buah kaca pirek berisi sabu

  • 4 buah plastik klip kosong

  • 1 sendok sabu dari pipet sedot

  • 1 jarum warna putih

  • 1 korek api mancis ungu

  • 1 bong sabu dari botol kaca

  • 1 kotak plastik warna putih

  • 1 dompet warna hitam kuning

  • 1 unit handphone OPPO A18

Setelah dilakukan interogasi, Suprianto mengakui kepemilikan barang bukti tersebut dan menyebut bahwa ia membeli narkoba tersebut seharga Rp 500.000 secara tunai.

Tindak lanjut dari penangkapan ini adalah membawa pelaku dan barang bukti ke Sat Resnarkoba Polres Batanghari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku disangkakan dengan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.(*)




Wawako Diza : Finalis Bujang Gadis Harus Jadi Jembatan Budaya dan Informasi Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semarak budaya dan semangat muda mewarnai malam penyisihan ajang Bujang Gadis Kota Jambi 2025, yang digelar Rabu malam (23/4/2025) di Atrium Mall WTC Batanghari. Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, hadir bersama istri yang juga Ketua GOW Kota Jambi, Marsha Lystia, menyaksikan langsung parade bakat dari 50 besar semifinalis.

Tak sekadar ajang kontes kecantikan, Pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi merupakan upaya strategis Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, berbudaya, dan siap menjadi duta wisata serta agen promosi daerah ke kancah provinsi, nasional bahkan internasional.

Mengusung tema “Guardians of Cultural Euphoria”, ajang tahun ini menekankan peran pemuda sebagai pelestari budaya lokal yang dinamis dan inovatif. Acara dibuka dengan Tari Jejak Batu oleh Tim Kesenian Ikatan Bujang Gadis Kota Jambi, dan disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah, dewan juri, serta ratusan masyarakat yang memadati atrium.

Malam itu, diumumkan 11 pasang finalis yang akan melaju ke Grand Final pada 1 Mei 2025 mendatang di Swiss-Belhotel Jambi. Para finalis menerima selempang dari Wakil Wali Kota Jambi sebagai simbol kesiapan mereka melangkah ke tahap akhir.

Dalam sambutannya, Wawako Diza menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyukseskan ajang bergengsi ini. Ia menekankan bahwa seluruh peserta adalah pemenang sejati.

“Yang belum lolos jangan berkecil hati. Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang mewujudkan mimpi. Kepada para finalis, tunjukkan kualitas sebagai generasi muda Kota Jambi yang unggul dan berbudaya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ragam bakat yang ditampilkan para semifinalis, mulai dari seni bela diri, musik, puisi berbahasa Inggris hingga tilawah Al-Qur’an. Bagi Diza, kemampuan tersebut harus dikembangkan agar para Bujang Gadis bisa menjadi influencer positif bagi pemuda lainnya.

“Mereka harus jadi jembatan informasi, menyampaikan nilai-nilai budaya dan program Kota Jambi Bahagia, baik secara langsung maupun lewat media sosial,” tambahnya.

Diza juga menggarisbawahi pentingnya peran pemuda dalam pembangunan. Dengan lebih dari 52 persen penduduk Kota Jambi adalah kaum muda, ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk membentuk SDM unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Lewat ajang ini, kita harap tercipta generasi yang mampu menjembatani dunia tradisional dengan budaya modern, tanpa kehilangan identitas,” tegasnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan pesan kuat: “Kalianlah penjaga budaya Jambi. Jangan sampai warisan ini hilang ditelan zaman,” tutupnya.

Tahapan pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi 2025 sendiri telah dimulai sejak 14 April lalu, mencakup seleksi administrasi, psikotes, wawancara, hingga lomba stand-up comedy Bahasa Jambi bertema Bahagia Berbudaya. Finalis yang terpilih nantinya akan menjalani pembekalan intensif terkait kepariwisataan, keberlanjutan, serta isu-isu sosial kekinian.

Sebagai bentuk apresiasi, pemenang ajang ini akan membawa pulang hadiah dengan total Rp110 juta, sekaligus menyandang tanggung jawab sebagai wajah muda Kota Jambi dalam berbagai agenda promosi budaya dan pariwisata.(*)




Belum Kantongi Izin, DPRD Sungai Penuh Minta Villa Bukit Diza Ditutup

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh mendesak agar operasional Villa Bukit Diza dihentikan sementara karena belum mengantongi izin resmi.

Hal ini mencuat setelah terungkap bahwa villa yang terletak di kawasan pemukiman tersebut belum mengajukan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, menyatakan bahwa setiap bangunan usaha harus mengantongi izin lengkap sesuai regulasi.

“Jika tidak, maka itu ilegal. Kami dorong agar pemilik segera mengurus izin dan pemerintah harus tegas menutup sementara villa tersebut,” ujarnya.

Kabid Tata Ruang Dinas PUPR, Teguh T., menambahkan bahwa lokasi Villa Bukit Diza berada di zona pemukiman.

Meski boleh dimanfaatkan untuk usaha, namun harus memenuhi syarat ketat seperti luas lahan, ruang terbuka hijau, dan lainnya.

Hingga kini belum ada pengajuan izin resmi terkait PKKPR dari pemilik villa tersebut.

Pemerintah Kota Sungai Penuh pun diharapkan bersikap tegas untuk menghindari pelanggaran tata ruang dan perlindungan lingkungan.(*)