Diterjang Hujan Deras, Pagar SMAN 5 Kota Jambi Ambruk ke Rumah Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pagar tembok bagian belakang SMAN 5 Kota Jambi di kawasan Jalan Kaca Piring II, Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, roboh akibat hujan deras pada Minggu (31/3/2025). Robohnya pagar ini membuat warga yang tinggal di sekitar sekolah merasa khawatir akan potensi kejadian serupa, terlebih karena bongkahan pagar masih bersandar ke dinding rumah warga.

Muhammad Salim, Kepala SMAN 5 Kota Jambi, mengonfirmasi bahwa robohnya pagar sekolah tersebut disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah tua, diperparah dengan faktor cuaca ekstrem dan pengikisan tanah.

“Pagar ini memang sudah cukup lama usianya, dan kondisi tanah yang terkikis oleh hujan menyebabkan tembok miring lalu roboh. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke dinas terkait agar dilakukan langkah-langkah konkrit,” ujarnya, Selasa (22/4/2025).

Meski pihak sekolah sudah mengajukan laporan, Salim menjelaskan bahwa perbaikan belum bisa dilakukan cepat karena adanya keterbatasan anggaran.

Namun, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi telah memberikan sinyal akan mengalokasikan anggaran perbaikan baik pada APBD murni maupun perubahan.

“Untuk bagian pagar yang sudah roboh akan segera kami bersihkan, dan kami akan menggantinya sementara dengan pagar seng. Ini bentuk antisipasi karena kami khawatir terjadi hal-hal yang membahayakan, apalagi sebelumnya pernah terjadi kejadian fatal di Kota Jambi,” jelas Salim.

Sementara itu, Agung, warga sekaligus penyewa rumah yang berada tepat di belakang SMAN 5 Kota Jambi, mengaku khawatir dengan kondisi saat ini. Ia menyaksikan langsung pagar roboh saat hujan deras mengguyur Kota Jambi.

“Kejadiannya waktu hujan deras. Sekarang bongkahan pagar masih bersandar ke dinding rumah kami. Kami takut kalau ada susulan atau bongkahan lain yang jatuh,” ujar Agung.

Warga berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah.(*)




Patah Hati? Ini Cara Pulih Tanpa Menyiksa Diri

lustrasi seseorang yang sedang mengalami patah hati

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah nggak sih kamu merasa sudah sangat sayang sama seseorang, eh… malah ditinggal begitu saja? Rasanya nggak adil banget, apalagi saat kita sedang berada di titik paling dalam mencintai. Patah hati bukan sekadar masalah perasaan tapi juga bisa berdampak ke fisik, rutinitas, bahkan cara kita memandang diri sendiri. Saat cinta berakhir di tengah rasa sayang yang masih penuh, tak jarang muncul pertanyaan: kenapa kita ditinggal di saat lagi cinta-cintanya? Meski menyakitkan, fase ini bukan akhir segalanya. Justru, ini bisa jadi momen penting untuk mengenal dan merawat diri lebih dalam. Nah, berikut beberapa cara move on yang sehat dan penuh kasih pada diri sendiri, supaya kamu nggak terjebak terlalu lama di dalam luka.

1. Perasaan Itu Subjektif

Hal pertama yang perlu kamu pahami: perasaan setiap orang itu subjektif. Saat kamu merasa hubungan lagi di puncaknya, belum tentu dia merasakan hal yang sama. Bisa jadi kamu merasa kalian dekat, kompak, penuh cinta—tapi ternyata dia sudah merasa menjauh jauh sebelum kamu sadar.

Terkadang, kita terlalu banyak berasumsi. Alih-alih bertanya dan mengomunikasikan perasaan, kita malah sibuk menebak-nebak isi hati orang lain. Inilah awal dari miskomunikasi yang berujung pada patah hati.

2. Patah Hati Sakitnya Nyata, Seperti Sakit Fisik

Menurut penelitian, sakit hati akibat patah cinta bisa terasa sama menyakitkannya dengan sakit fisik. Bahkan otak merespons rasa sakit emosional di area yang sama ketika kita terluka secara fisik—seperti tertusuk pisau atau cedera parah. Jadi, jangan remehkan rasa sakit hati. Itu bukan lebay, tapi benar-benar menyakitkan secara ilmiah.

3. Emosi Itu Normal, Jangan Ditolak

Setelah putus atau ditolak, kamu mungkin akan masuk ke fase-fase emosi seperti penyangkalan (denial), kesedihan, lalu marah. Wajar banget kalau kamu bertanya-tanya, “Aku kurang apa?” atau membandingkan diri dengan orang ketiga. Tapi ingat: semua emosi itu valid. Jangan buru-buru mengusirnya—biarkan dirimu merasakan dan menerima setiap emosi.

4. Rawat Diri Sendiri, Jangan Lupa Peduli Diri

Seringkali saat patah hati, kita lupa untuk menjaga diri sendiri. Makan jadi nggak teratur, tidur terganggu, olahraga terabaikan. Padahal, perawatan diri adalah langkah penting untuk proses penyembuhan. Makan cukup, tidur cukup, jalan-jalan, atau kembali ke hobi bisa membantu kamu keluar dari zona gelap patah hati.

5. Cerita ke Orang Lain, Jangan Dipendam Sendiri

Bicaralah ke teman terpercaya, keluarga, atau bahkan profesional seperti psikolog. Mendengar nasihat dari orang yang tepat bisa jadi turning point. Mereka bisa memberi perspektif yang belum kamu pikirkan sebelumnya.

6. Percaya Ini Semua Adalah Proses

Yang terakhir dan paling penting: percaya bahwa semua ini adalah proses. Menurut riset, butuh waktu sekitar 3 bulan untuk seseorang benar-benar mulai pulih dari patah hati. Sekitar 71% responden penelitian mengaku bisa mengambil pelajaran positif setelah 11 minggu sejak putus cinta. Jadi, percayalah, kamu juga bisa melewati ini.

Ditinggal saat lagi cinta-cintanya memang menyakitkan, tapi itu bukan akhir dari segalanya. Ada pelajaran berharga yang bisa kamu petik dari rasa sakit ini. Luangkan waktu untuk sembuh, kenali emosi yang muncul, dan jangan lupa dirimu tetap berharga, meski tanpa dia. (*)




Menjadi Orang Tua yang Peduli, Bukan Sekadar Menjalankan Kewajiban

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang tua merasa bahwa mereka telah menjalankan perannya dengan baik hanya karena telah memberi makan, membesarkan, dan menyekolahkan anak. Memang, semua itu adalah bagian penting dari tanggung jawab orang tua. Namun, apakah itu cukup? Apakah itu sudah mencerminkan kepedulian yang sejati terhadap anak?

Memberi makan, membesarkan, dan menyekolahkan anak adalah bentuk tanggung jawab yang secara naluriah maupun sosial melekat pada peran orang tua. Namun, kepedulian adalah sesuatu yang lebih dalam. Kepedulian melibatkan emosi, perhatian, dan kehadiran.

Kepedulian hadir dalam bentuk yang sederhana namun bermakna: seperti ketika anak pulang sekolah, orang tua bertanya, “Bagaimana tadi sekolahnya? Ada pelajaran yang sulit? Gurumu bisa menjelaskan dengan baik? Mau dibantu?” Kalimat-kalimat seperti ini mungkin terdengar sepele, namun dampaknya sangat besar bagi perkembangan emosional anak.

Sayangnya, banyak hubungan antara orang tua dan anak yang berjalan dengan pola transaksional. “Aku sudah membesarkanmu, menyekolahkanmu, memberi makanmu—masih juga kamu tidak tahu balas budi.” Kalimat ini sering muncul sebagai bentuk kekecewaan orang tua, tetapi pada saat yang sama, kalimat ini bisa menjadi tembok yang memisahkan orang tua dan anak.

Baca juga:  Mindset dan Takdir: Cara Pikiran Membentuk Hidup Kita

Anak bukanlah investasi yang harus memberikan return. Pola pikir seperti ini membuat hubungan menjadi kaku, penuh tekanan, dan menjauhkan anak dari orang tuanya. Yang seharusnya terbangun adalah relasi emosional yang hangat, penuh kepercayaan dan keterbukaan.

Kepedulian tidak selalu dalam bentuk pemberian materi atau perabotan. Justru hal-hal kecil yang sering diabaikan memiliki arti yang jauh lebih besar bagi anak. Duduk bersama anak, mendengarkan ceritanya tanpa menghakimi, memberikan tanggapan yang lembut, dan hadir secara penuh saat anak membutuhkan, itu adalah bentuk kepedulian yang hakiki.

Baca juga:  Mau Hubungan Langgeng? Ini Kuncinya Menurut Psikolog Cinta

Menjadi pendengar yang baik, bukan penghakim. Menjadi tempat anak pulang, bukan tempat yang hanya menuntut. Anak yang merasa dipedulikan secara emosional akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, penuh empati, dan tak segan untuk memberi kembali dengan cara-cara yang tak pernah kita duga.

Sudah Pantaskah Kita Menjadi Orang Tua?

Pertanyaan ini penting untuk direnungkan. Menjadi orang tua bukan hanya soal melahirkan dan membesarkan, tapi tentang bagaimana kita membangun ikatan emosional yang sehat dengan anak-anak kita. Sudahkah kita hadir secara utuh dalam kehidupan mereka? Sudahkah kita mendengarkan mereka dengan hati, bukan hanya telinga?

Jika kita benar-benar peduli, anak akan merasakan itu. Mereka akan membalas bukan karena kewajiban, tapi karena cinta. Mereka akan memberi, bukan karena diminta, tapi karena mereka ingin.

Menjadi orang tua bukan tentang memiliki anak, tapi tentang merawat jiwa. Mari menjadi orang tua yang tak hanya memenuhi kewajiban, tapi juga menunjukkan kepedulian sejati. Karena pada akhirnya, yang dikenang anak bukan seberapa banyak materi yang kita berikan, tapi seberapa dalam kasih sayang dan perhatian yang mereka rasakan. (*)




Tim Kuda Hitam Polres Batanghari Amankan Residivis Pengedar Sabu, Ini Barang Bukti yang Diamankan

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Kuda Hitam SatRes Narkoba Polres Batanghari berhasil menangkap seorang pria Suprianto (40) yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kecamatan Muara Bulian.

Suprianto, yang merupakan residivis dan baru saja keluar dari penjara dengan kasus yang sama, kembali terjerat dalam peredaran narkotika.

Kasat Narkoba Polres Batanghari, Iptu Al-Imron, membenarkan penangkapan tersebut yang dilakukan pada 22 April 2025 sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Tenam, RT 01, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

Saat pelaku diciduk, tim Kuda Hitam SatRes Narkoba melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa dua paket kecil narkotika jenis sabu seberat 0.17 gram beserta alat-alat yang digunakan untuk mengkonsumsi narkoba.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi:

  • 2 paket kecil plastik klip berisi sabu

  • 1 buah kaca pirek berisi sabu

  • 4 buah plastik klip kosong

  • 1 sendok sabu dari pipet sedot

  • 1 jarum warna putih

  • 1 korek api mancis ungu

  • 1 bong sabu dari botol kaca

  • 1 kotak plastik warna putih

  • 1 dompet warna hitam kuning

  • 1 unit handphone OPPO A18

Setelah dilakukan interogasi, Suprianto mengakui kepemilikan barang bukti tersebut dan menyebut bahwa ia membeli narkoba tersebut seharga Rp 500.000 secara tunai.

Tindak lanjut dari penangkapan ini adalah membawa pelaku dan barang bukti ke Sat Resnarkoba Polres Batanghari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku disangkakan dengan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.(*)




Wawako Diza : Finalis Bujang Gadis Harus Jadi Jembatan Budaya dan Informasi Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semarak budaya dan semangat muda mewarnai malam penyisihan ajang Bujang Gadis Kota Jambi 2025, yang digelar Rabu malam (23/4/2025) di Atrium Mall WTC Batanghari. Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, hadir bersama istri yang juga Ketua GOW Kota Jambi, Marsha Lystia, menyaksikan langsung parade bakat dari 50 besar semifinalis.

Tak sekadar ajang kontes kecantikan, Pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi merupakan upaya strategis Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, berbudaya, dan siap menjadi duta wisata serta agen promosi daerah ke kancah provinsi, nasional bahkan internasional.

Mengusung tema “Guardians of Cultural Euphoria”, ajang tahun ini menekankan peran pemuda sebagai pelestari budaya lokal yang dinamis dan inovatif. Acara dibuka dengan Tari Jejak Batu oleh Tim Kesenian Ikatan Bujang Gadis Kota Jambi, dan disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah, dewan juri, serta ratusan masyarakat yang memadati atrium.

Malam itu, diumumkan 11 pasang finalis yang akan melaju ke Grand Final pada 1 Mei 2025 mendatang di Swiss-Belhotel Jambi. Para finalis menerima selempang dari Wakil Wali Kota Jambi sebagai simbol kesiapan mereka melangkah ke tahap akhir.

Dalam sambutannya, Wawako Diza menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyukseskan ajang bergengsi ini. Ia menekankan bahwa seluruh peserta adalah pemenang sejati.

“Yang belum lolos jangan berkecil hati. Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang mewujudkan mimpi. Kepada para finalis, tunjukkan kualitas sebagai generasi muda Kota Jambi yang unggul dan berbudaya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ragam bakat yang ditampilkan para semifinalis, mulai dari seni bela diri, musik, puisi berbahasa Inggris hingga tilawah Al-Qur’an. Bagi Diza, kemampuan tersebut harus dikembangkan agar para Bujang Gadis bisa menjadi influencer positif bagi pemuda lainnya.

“Mereka harus jadi jembatan informasi, menyampaikan nilai-nilai budaya dan program Kota Jambi Bahagia, baik secara langsung maupun lewat media sosial,” tambahnya.

Diza juga menggarisbawahi pentingnya peran pemuda dalam pembangunan. Dengan lebih dari 52 persen penduduk Kota Jambi adalah kaum muda, ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk membentuk SDM unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Lewat ajang ini, kita harap tercipta generasi yang mampu menjembatani dunia tradisional dengan budaya modern, tanpa kehilangan identitas,” tegasnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan pesan kuat: “Kalianlah penjaga budaya Jambi. Jangan sampai warisan ini hilang ditelan zaman,” tutupnya.

Tahapan pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi 2025 sendiri telah dimulai sejak 14 April lalu, mencakup seleksi administrasi, psikotes, wawancara, hingga lomba stand-up comedy Bahasa Jambi bertema Bahagia Berbudaya. Finalis yang terpilih nantinya akan menjalani pembekalan intensif terkait kepariwisataan, keberlanjutan, serta isu-isu sosial kekinian.

Sebagai bentuk apresiasi, pemenang ajang ini akan membawa pulang hadiah dengan total Rp110 juta, sekaligus menyandang tanggung jawab sebagai wajah muda Kota Jambi dalam berbagai agenda promosi budaya dan pariwisata.(*)




Belum Kantongi Izin, DPRD Sungai Penuh Minta Villa Bukit Diza Ditutup

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh mendesak agar operasional Villa Bukit Diza dihentikan sementara karena belum mengantongi izin resmi.

Hal ini mencuat setelah terungkap bahwa villa yang terletak di kawasan pemukiman tersebut belum mengajukan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, menyatakan bahwa setiap bangunan usaha harus mengantongi izin lengkap sesuai regulasi.

“Jika tidak, maka itu ilegal. Kami dorong agar pemilik segera mengurus izin dan pemerintah harus tegas menutup sementara villa tersebut,” ujarnya.

Kabid Tata Ruang Dinas PUPR, Teguh T., menambahkan bahwa lokasi Villa Bukit Diza berada di zona pemukiman.

Meski boleh dimanfaatkan untuk usaha, namun harus memenuhi syarat ketat seperti luas lahan, ruang terbuka hijau, dan lainnya.

Hingga kini belum ada pengajuan izin resmi terkait PKKPR dari pemilik villa tersebut.

Pemerintah Kota Sungai Penuh pun diharapkan bersikap tegas untuk menghindari pelanggaran tata ruang dan perlindungan lingkungan.(*)




Polairud Polda Jambi Imbau Warga, Waspada Kenaikan Debit Sungai Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Masyarakat di sekitar Sungai Batanghari diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya debit air yang berpotensi memicu bencana banjir.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, saat melakukan patroli dan memberikan himbauan, Rabu (23/4/2025).

“Kami mengimbau warga, nelayan, hingga pengguna transportasi sungai untuk berhati-hati. Tingginya debit air bisa membahayakan, terutama di daerah bantaran,” ujar Kombes Pol Agus.

Dirpolairud juga memastikan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik rawan dan menyiapkan personel serta peralatan jika sewaktu-waktu terjadi bencana di perairan.

“Pemantauan terus dilakukan. Kami telah menyiagakan tim dan sarana untuk respons cepat apabila terjadi keadaan darurat,” tambahnya.

Kepolisian Perairan Polda Jambi kini memperkuat patroli dan pengawasan sungai sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap kemungkinan banjir dan kejadian lain yang membahayakan masyarakat.(*)




Keren! Operasi Kapal KP Anis Macan Gagalkan Peredaran Narkoba di Kuala Tungkal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ditpolairud Polda Jambi kembali membuktikan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya di wilayah perairan.

Dalam dua operasi terpisah, aparat berhasil mengamankan tiga pelaku penyalahgunaan  sabu di Kabupaten Tanjab Barat dan Kuala Tungkal.

Pengungkapan pertama dilakukan di wilayah Sungai Pengabuan, Pelabuhan Marina Tanjab Barat, Selasa (22/4/2025).

im Subdit Gakkum Ditpolairud yang tengah melakukan patroli mencurigai gerak-gerik dua pemuda berinisial W (22) dan AS (19) yang sedang mengendarai sepeda motor.

aat digeledah, ditemukan empat paket sabu dalam penguasaan keduanya.

“Penindakan ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat dan bagian dari program 100 Hari Kapolda Jambi dalam pemberantasan narkoba,” ungkap Kasubdit Gakkum, AKBP Ade Chandra, Rabu (23/4/2025).

Kasus kedua terjadi Sabtu (19/4/2025), di mana KP Anis Macan-4002 menerima informasi terkait transaksi narkoba di sekitar Jembatan Parit 1, Kuala Tungkal.

eorang pelaku berinisial Dana Warsa alias Bogel (43), buruh harian lepas, ditangkap setelah ditemukan dua paket sabu dari hasil penggeledahan.

Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol Agus Tri Waluyo menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggelar patroli serta edukasi pencegahan di wilayah perairan.

Para pelaku kini ditahan di Mako Ditpolairud untuk pemeriksaan lanjutan dan dijerat dengan Pasal 114, 112, dan 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(*)




Binmas Polri Didorong Aktif Cegah Narkoba dan Judi Online di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI. ID – Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas) di wilayah hukum Polda Jambi, Direktur Binmas Polda Jambi, AKBP Henky Poerwanto, S.I.K, M.M, melaksanakan kegiatan asistensi dan supervisi di Polres Muaro Jambi, Rabu (23/4/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Muaro Jambi, AKBP Heri Supriawan, S.I.K, M.H, beserta jajaran Kasat Binmas, para Kapolsek, Kanit Binmas, dan Bhabinkamtibmas.

Agenda ini menitikberatkan pada evaluasi pemahaman dan implementasi fungsi Binmas di lapangan, termasuk dalam mendukung visi dan misi Commander Wish Kapolda Jambi.

AKBP Henky Poerwanto menekankan pentingnya fungsi Binmas sebagai garda terdepan dalam mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat (harkamtibmas).

Ia juga menyoroti urgensi upaya preemtif dalam bentuk edukasi, sambang DDS (door to door system), dan pembinaan masyarakat desa oleh Bhabinkamtibmas.

“Polri harus mampu hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Melalui fungsi Binmas, kita perkuat deteksi dini, tangkal bahaya narkoba dan judi online yang mengancam generasi muda,” tegas Henky.

Dirinya juga mendorong penyelesaian masalah sosial masyarakat melalui metode problem solving yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan stakeholder lokal.

Binmas juga diminta berperan aktif mendukung program pemerintah seperti Ketahanan Pangan dan Pekarangan Pangan Bergizi, sebagai bentuk kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

AKBP Henky menutup kegiatan dengan ajakan kepada seluruh personel untuk terus menjaga semangat dalam menjalankan tugas.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadilah agen perubahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(*)




Binmas Polda Jambi Gelar Penyuluhan Pencegahan Bullying dan Kekerasan Seksual di Sekolah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID -Direktorat Binmas Polda Jambi melalui Subdit Bintibsos kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan rutin dan cooling system untuk menjaga Harkamtibmas.

Kali ini, tema yang diangkat adalah “Pencegahan Bullying & Kekerasan Seksual di Lingkungan Satuan Pendidikan.”

Kegiatan yang dilaksanakan di SMA Islam Al-Falah Jambi pada Rabu pagi, 23 April 2025, ini diikuti oleh para siswa-siswi sebagai peserta utama.

Acara dipimpin oleh Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Jambi, AKBP Dr. Dadang Karyanto, M.H., M.Pd, bersama staf dan disambut hangat oleh pihak sekolah.

Waka Kesiswaan, Ibu Yanti Sulistiawati, membuka acara yang dilanjutkan dengan sambutan dari Dir Binmas AKBP Henky Poerwanto, SIK, MM.

Dalam sambutannya, Kasubdit Bintibsos mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

Ibu Asih Noprini, S.Psi, M.H bertindak sebagai narasumber, memberikan pemahaman mengenai perlindungan perempuan dan anak, serta pencegahan bullying dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, sosial, maupun bullying online.

AKBP Dr. Dadang Karyanto, M.H., M.Pd menegaskan bahwa bullying adalah bentuk kekerasan yang dapat menyebabkan trauma jangka panjang, depresi, menurunnya rasa percaya diri, hingga terganggunya prestasi belajar siswa.

Oleh karena itu, seluruh pihak—guru, siswa, dan orang tua—harus terlibat dalam menciptakan budaya anti-bullying di sekolah.

Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab, penyerahan sarana kontak, dan ditutup dengan doa serta pesan-pesan kamtibmas.

Suasana silaturahmi yang tercipta menambah semangat seluruh peserta dalam menyerap materi yang disampaikan.

Sebagai bentuk himbauan positif, Ditbinmas Polda Jambi mengajak seluruh elemen sekolah untuk:

  • Menumbuhkan empati dan saling menghargai sesama siswa,

  • Berani melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan bullying atau kekerasan,

  • Membangun komunikasi yang terbuka antara siswa, guru, dan orang tua,

  • Menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Polda Jambi mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

Mari jadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar dan berkembang.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar, mencerminkan sinergi positif antara kepolisian dan masyarakat pendidikan dalam menjaga ketertiban dan keamanan bersama.(*)