Dukung Ekonomi Hijau, BPPRD Kota Jambi Jalankan Program Sampah Bernilai Emas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Inovasi terus dilakukan Pemerintah Kota Jambi melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).

Kali ini, BPPRD Kota Jambi menghadirkan program kreatif dengan mengonversi sampah menjadi tabungan emas, bekerja sama dengan Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia dan Pegadaian.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Ardi, menjelaskan bahwa pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi pengelolaan sampah di lingkungan kerja BPPRD dengan menggandeng berbagai pihak.

Hasil pengumpulan sampah nantinya akan disalurkan ke Bank Sampah Dream dan sejumlah bank sampah lain di sekitar kantor.

“Kami melakukan sosialisasi bagaimana menangani sampah dengan dukungan Pegadaian. Ini menjadi terobosan baru bahwa sampah bisa dikonversi menjadi emas,” ujar Ardi, Selasa (21/10/2025).

Program ini menjadi bagian dari dukungan BPPRD terhadap Gerakan Indonesia Bersih serta langkah nyata mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia, Yudha, mengapresiasi langkah BPPRD Kota Jambi yang dianggap mampu menghadirkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.

“Kami menyiapkan sistem agar tabungan sampah dapat langsung dikonversikan menjadi tabungan emas. Ini bukan hanya tentang kebersihan, tapi juga edukasi ekonomi,” jelasnya.

Melalui program ini, BPPRD berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pegawai akan pentingnya pengelolaan sampah serta membuka peluang menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan di Kota Jambi.(*)




Dengan Semangat BALIKAT, Wali Kota Jambi Dorong Anak Muda Jadi Kreator Digital Handal

JAMBI  SEPUCUKJAMBI.ID Dalam upaya mendukung program strategis Kota Jambi Bahagia, Pemerintah Kota Jambi bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Jago Akademi menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Seminar Digital Marketing: Pelatihan Affiliate dan Livestreamer untuk Pemula”, yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pencari kerja, influencer pemula, hingga konten kreator lokal.

Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Jambi, Ahmad Alfaraby, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik) yang bertujuan meningkatkan kompetensi digital masyarakat serta memperkuat daya saing pelaku ekonomi lokal.

“Kami ingin membuka jalan bagi generasi muda dan masyarakat umum untuk bisa terjun ke dunia digital marketing, affiliate, dan livestreaming,” jelasnya.

“Potensinya sangat besar, dan bisa menjadi sumber penghasilan baru, terutama di era ekonomi digital saat ini,” ujar Alfaraby.

Kegiatan pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Jambi, Maulana, yang menekankan pentingnya membangun ekosistem kreatif dan digital yang sehat dan produktif di Kota Jambi.

“Kami menargetkan terciptanya lebih banyak konten kreator dan pelaku digital marketing lokal yang berdaya saing dan mampu bersaing di level nasional bahkan internasional,” sebutnya.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendorong transformasi digital sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” ungkap Maulana.

Dengan hadirnya pelatihan seperti ini, Pemerintah Kota Jambi berharap akan lahir lebih banyak talenta-talenta digital.

Baik dari lokal yang mampu memanfaatkan peluang di dunia maya, memperkuat perekonomian keluarga, dan mendorong pertumbuhan UMKM berbasis digital di masa depan.(*)




Prestasi Nasional, Pemkot Jambi Diganjar Penghargaan Kearsipan dari ANRI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Untuk keempat kalinya, Pemkot Jambi meraih penghargaan kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan nilai 94,65 dan predikat “AA” (Sangat Memuaskan).

Prestasi ini diraih dalam kegiatan Workshop Instrumen ASKI dan Penyerahan Sertifikat Akreditasi Kearsipan Tahun 2024, yang digelar ANRI di Gedung C, Lantai 2, Ruang Noerhadi Magetsari, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., hadir langsung menerima piagam penghargaan yang diserahkan oleh Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, M.Eng.

Penghargaan ini menjadikan Kota Jambi sebagai satu-satunya daerah kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang meraih predikat tertinggi dari ANRI tahun ini.

“Kami bersyukur atas pencapaian ini. Ini menjadi motivasi agar ke depan kami bisa semakin baik dan tertib dalam tata kelola kearsipan,” kata Wakil Wali Kota Diza usai menerima penghargaan.

Selain menerima penghargaan, Wawako Diza juga menyampaikan rencana Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat literasi sejarah melalui pembangunan museum diorama.

“Kami ingin membangun budaya literasi sejarah di Jambi. Arsip menjadi bagian penting dari pelestarian sejarah pemerintahan,” ujarnya.

Penghargaan dari ANRI ini juga menjadi bentuk komitmen Pemkot Jambi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan transparan, khususnya melalui penataan sistem kearsipan yang profesional.

Pada kesempatan yang sama, ANRI memberikan penghargaan kepada 52 instansi pemerintah dan 13 pimpinan lembaga yang telah terakreditasi.

Penghargaan ini merupakan bagian dari upaya ANRI untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan arsip yang tertib dan profesional.(*)




Tindaklanjuti Keluhan Sopir, Wali Kota Jambi Atur Teknis Pengisian BBM Subsidi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menindaklanjuti terkait dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Jambi Nomor 19 Tahun 2025 tentang Pengaturan Penggunaan Bahan Bakar Subsidi Jenis Solar Bagi Kendaraan Roda Enam atau Lebih, Pemkot Jambi resmi mengeluarkan petunjuk teknis cara pengisian terhadap kendaraan tersebut di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dalam wilayah Kota Jambi.

Kebijakan penyesuaian pengisian tersebut dilakukan setelah dilakukan audiensi antara Pemerintah Kota Jambi, Forkopimda Kota Jambi, bersama Aliansi Angkutan kendaraan roda enam atau lebih di Ruang Rapat Wali Kota Jambi, Senin (20/10/2025).

Dalam audiensi tersebut, dihadiri langsung Wali Kota Jambi Dr.dr. H. Maulana, M.K.M, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, Sekda A Ridwan beserta jajaran terkait dilingkungan Pemkot Jambi, serta para perwakilan sopir bus dan angkutan kota (material).

Hal ini dilakukan agar mekanisme distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan roda enam atau lebih, tepat sasaran, sekaligus menindaklanjuti keluhan para sopir terkait kesulitan memperoleh BBM solar bersubsidi di beberapa SPBU di Kota Jambi.

Terutama, yang menyebabkan kemacetan diruas-ruas jalan dalam Kota Jambi, karena turut berdampak terhadap perekonomian, khususnya sektor UMKM.

Menindaklanjuti keluhan dari para sopir angkutan tersebut, Wali Kota Maulana mengatakan, bahwa Pemerintah Kota akan mengeluarkan petunjuk teknis guna memperkuat Surat Edaran Nomor 19 Tahun 2025.

“Pada intinya kebijakan Nomor 19 Tahun 2025 ini merupakan tindaklanjut dari keluhan masyarakat yang telah resah terhadap kemacetan yang timbul diruas-ruas jalan, sehingga turut berdampak terhadap perekonomian, khususnya sektor UMKM,” katanya.

Adapun penguatan terkait dengan petunjuk teknis tersebut, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pendataan ulang kendaraan yang berhak menerima BBM bersubsidi untuk memastikan keakuratan data penerima.

2. Penggunaan stiker resmi dan terverifikasi untuk identifikasi kendaraan yang berhak mengisi BBM bersubsidi di SPBU dlm Kota guna mencegah penyalahgunaan.

3. Penerapan sistem barcode dan STNK asli setiap kali pengisian BBM bersubsidi di SPBU.

4. Batasan pengisian per kendaraan:

– Mobil roda empat maksimal Rp200 ribu per hari

– Mobil roda enam maksimal Rp350 ribu per hari

5. Bus pariwisata berukuran medium atau middle tidak dikenakan batasan pengisian.

Maulana menjelaskan, bahwa penataan distribusi BBM bersubsidi ini dilakukan secara bertahap dan berdasarkan data valid agar memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran.

“Semua kendaraan yang berhak akan didata ulang, sehingga tidak ada penyalahgunaan atau ketidakadilan dalam distribusi, sehingga kemacetan di SPBU juga dapat di urai,” jelasnya.

Ia berharap, dengan petunjuk teknis (Juknis) pengisian bahan bakar jenis solar subsidi ini dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Jambi.

“Besok Juknis terkait hal ini resmi telah diberlakukan, dan akan di awasi secara bersama-sama oleh petugas yang telah dibentuk, yang terdiri dari TNI-Polri, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, hingga Kasi Trantib Kecamatan/ Kelurahan,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, melalui Juknis yang dikeluarkan ini, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar mengimbau agar seluruh pihak untuk tetap tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Kalau ada kejanggalan, laporkan kepada aparat. SPBU yang tidak bisa melayani, silakan diarahkan ke SPBU lain,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan, dengan penguatan mekanisme ini, diharapkan BBM bersubsidi dapat digunakan oleh pihak yang benar-benar berhak, sehingga mendukung kelancaran operasional angkutan, serta menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat.

Dan yang terpenting harus memberi manfaat terhadap masyarakat.(*)




Tanggapi Aksi Demo Sopir, Wali Kota Jambi Buka Peluang Revisi Aturan BBM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Menanggapi aksi unjuk rasa ratusan sopir truk dan bus dari Aliansi Angkutan Bersatu terkait pembatasan pembelian BBM bersubsidi, Wali Kota Jambi, dr. Maulana, memberikan klarifikasi bahwa kebijakan yang diterbitkan semata-mata demi kepentingan bersama dan kenyamanan warga Kota Jambi.

Menurut Maulana, Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 19 Tahun 2025 dikeluarkan sebagai bentuk penataan, menyusul dampak negatif yang muncul dari antrian panjang di sejumlah SPBU dalam kota.

“Keluhan utamanya adalah kemacetan yang sering terjadi di SPBU, dan ini berdampak pada pelaku UMKM hingga terjadi aksi kekerasan. Tentu ini dampak buruk,” ujar Maulana, Senin (20/10).

Maulana menegaskan, sebagai pemerintah, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Oleh sebab itu, regulasi terkait pembelian BBM bersubsidi diberlakukan.

Meski demikian, Maulana membuka ruang dialog dan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.

Ia menegaskan bahwa aturan ini tidak bersifat mutlak dan masih bisa diubah berdasarkan hasil evaluasi ke depan.

“Edaran ini bukan mutlak. Kalau hasil evaluasi dalam satu minggu ke depan menunjukkan aturan ini tidak efektif, maka tentu akan kita ubah,” sebutnya.

“Tapi kalau tetap bermasalah, bisa jadi akan kita kembalikan ke sistem pengetatan,” tegasnya.

Wali Kota juga menyoroti soal pelangsir BBM dan penyalahgunaan aturan oleh oknum, termasuk sopir sendiri.

“Kami minta usulan yang sudah disampaikan jangan dilanggar sendiri. Untuk pelangsir BBM, itu menjadi kewenangan pihak kepolisian,” kata dia.

“Kuota BBM di kota ini sebenarnya aman, hanya saja permintaan memang cukup tinggi,” jelasnya.

Maulana menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus membuka ruang diskusi, namun tetap harus mengedepankan kepentingan masyarakat luas.(*)




Wali Kota Jambi: Inflasi Aman, Tapi Tetap Perlu Waspada Jelang Nataru

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan kinerja positif dalam pengendalian inflasi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Jambi, dr Maulana, saat mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Mendagri melalui Zoom Meeting yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (20/10).

Dalam paparannya, Wali Kota Jambi mengungkapkan bahwa kondisi inflasi Kota Jambi saat ini berada di zona hijau.

Realisasi belanja daerah telah mencapai 64,72 persen, sementara pendapatan daerah sudah melampaui target tahun ini.

“Alhamdulillah, Kota Jambi pada posisi hijau. Belanja daerah sudah mencapai 64,72 persen, sementara pendapatan telah melampaui target,” ujar dr. Maulana.

Ia juga menyebutkan bahwa, tingkat inflasi Kota Jambi tercatat sebesar 3,06 persen (year-on-year), dengan inflasi bulanan sebesar 0,90 persen, dan inflasi kalender (year-to-date) mencapai 2,28 persen.

Capaian ini masih berada di bawah target nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen (3,5 persen).

Dengan capaian tersebut, Kota Jambi termasuk dalam jajaran daerah dengan inflasi terendah di Provinsi Jambi, berada di bawah Kabupaten Kerinci dan Muaro Bungo.

Meskipun kondisi saat ini cukup baik, dr. Maulana menegaskan bahwa antisipasi tetap harus dilakukan, terutama menjelang akhir tahun dan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain:

* Pengawasan komoditas utama penyumbang inflasi seperti beras dan cabai merah oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

* Pengajuan penambahan kuota LPG dan BBM sebesar 15 persen ke BPH Migas guna menjaga ketersediaan pasokan energi di masyarakat.

* Pemantauan harga kebutuhan pokok melalui inspeksi mendadak (sidak) secara berkala guna mencegah lonjakan harga.

“Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan terus memantau harga setiap hari dan setiap minggu agar tidak terjadi lonjakan. Kita harus tetap waspada agar posisi ini tidak naik kembali,” tutupnya.(*)




Soroti Pentingnya Kesehatan Mental, Wawako Diza Targetkan Psikolog di Tiap Puskesmas 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025, Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jambi menggelar kegiatan bertajuk “Frame Your Mind: Merawat Jiwa Lewat Lensa dan Suara”, Minggu (19/10/2025).

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., dan berlangsung di Duniawi Coffee House, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dari kalangan muda dan dewasa, dengan menghadirkan Bima Pratama, Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, khususnya dengan pendekatan media dan ekspresi seni melalui fotografi dan suara.

Dalam sambutannya, Wawako Diza Hazra menyampaikan apresiasi atas inisiatif IPK Jambi dan menyebut kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Ini bukti bahwa profesi psikologi klinis turut menjaga kesehatan masyarakat, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan emosional,” ujar Diza.

Ia menggarisbawahi pentingnya edukasi kesehatan jiwa sejak dini, terutama pada anak-anak dan remaja.

Diza juga menyampaikan komitmen Pemkot Jambi untuk menghadirkan tenaga psikolog di setiap puskesmas pada tahun 2026.

“Kami ingin kesehatan mental menjadi bagian integral dalam sistem pelayanan kesehatan di Kota Jambi,” tegasnya.

Diza juga menyoroti tantangan besar berupa stigma terhadap gangguan jiwa yang masih ada di tengah masyarakat.

“Dulu, gangguan mental dianggap tabu. Sekarang waktunya membuka ruang diskusi agar masyarakat berani mencari bantuan profesional,” imbuhnya.

Ia juga mengajak para psikolog untuk bergabung dalam program Balikat (Balai Latihan Kerja Tematik) yang memuat pelatihan keterampilan disertai modul kesadaran diri dan manajemen stres.

Ketua IPK Wilayah Jambi, Eka Renny Yustisia, menjelaskan bahwa “Frame Your Mind” merupakan bagian dari agenda tahunan dan pengabdian masyarakat yang fokus pada penyaluran ekspresi emosional generasi muda melalui foto dan suara.

“Kami ingin generasi muda punya ruang aman untuk mengekspresikan isi hati mereka dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan jiwa,” jelas Eka.

Dengan tema global “Mental Health in Humanitarian Emergencies”, peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 juga menekankan pentingnya dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana, konflik, atau krisis sosial.

“Stabilitas mental masyarakat harus dibangun dari lingkungan sosial yang suportif. Pemkot Jambi terus memperkuat akses layanan kesehatan jiwa dan mempererat relasi sosial,” tutup Diza.(*)




Desak Pelaku Ditangkap! Remaja di Sungai Penuh Dikeroyok, Kunci Motor Tertancap di Kepala

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Kasus kekerasan brutal kembali mengguncang masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Seorang remaja berinisial ZK, warga Kecamatan Hamparan Rawang, menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka serius setelah kepalanya ditusuk dengan kunci motor oleh pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 15 Oktober 2025 dan kini korban tengah menjalani perawatan intensif di RS M Djamil Padang, setelah melalui operasi besar akibat luka parah di bagian kepala.

“Anak kami sudah dioperasi besar. Kondisinya masih lemah dan luka dari kunci motor yang tertancap itu sangat serius,” ujar salah satu anggota keluarga korban dengan nada penuh harap.

Baca juga:  Kodim 0417/Kerinci Bor Sumur di Lima Titik, Bantu Warga Sungai Penuh Dapatkan Air Bersih

Baca juga:  Villa Bukit Diza Belum Kantongi IMB, Pemkot Sungai Penuh Pertimbangkan Penutupan Sementara

Selain menghadapi trauma emosional, keluarga korban juga dibebani oleh biaya pengobatan yang mencapai Rp 40 juta.

Keluarga berharap pihak kepolisian tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga mendorong pertanggungjawaban atas biaya pengobatan korban.

“Kami orang kecil. Kami ingin pelaku bukan hanya ditangkap, tapi juga bertanggung jawab atas semua ini,” kata perwakilan keluarga.

Kasus ini menyita perhatian luas dari masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh karena penggunaan benda berbahaya dalam tindak kekerasan remaja semakin meningkat.

Baca juga:  Disdik Sungai Penuh Warning Sekolah, Soal Pungutan Study Tour dan Perpisahan!

Baca juga:  Pendaki Wajib Tahu, Ini Daftar Jalur Pendakian Gunung Berdasarkan Risiko dari Kemenhut, Gunung Kerinci Nomor Berapa?

Warga mendesak agar pelaku segera ditangkap dan dijatuhi hukuman setimpal.

“Kami minta polisi tidak hanya memproses hukum, tapi juga menjamin keadilan bagi korban dan keluarganya,” ujar salah satu warga Sungai Penuh.

Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim AKP Very Prasetyawan mengonfirmasi bahwa laporan sudah diterima dan saat ini kasus masih dalam penyelidikan aktif.

“Kami sudah periksa saksi-saksi dan saat ini masih dalam proses pengumpulan bukti,” kata AKP Very, Sabtu (18/10/2025).

Pihak kepolisian juga mengindikasikan bahwa jumlah pelaku lebih dari satu orang, dan kini sedang dalam proses pemburuan.

Keluarga korban dan masyarakat luas berharap proses hukum berjalan cepat dan transparan. Mereka menginginkan pelaku dihukum setimpal atas tindakan brutal yang mengancam nyawa korban.

“Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai pelaku bebas begitu saja, sementara korban dan keluarganya menderita,” ucap seorang warga dengan nada prihatin.(*)




Kodim 0417/Kerinci Bor Sumur di Lima Titik, Bantu Warga Sungai Penuh Dapatkan Air Bersih

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun 2025 yang dilaksanakan Kodim 0417/Kerinci, menjadikan pembangunan sumur bor dalam sebagai salah satu sasaran fisik utama.

Lokasi pengeboran berada di tengah permukiman warga di Desa Sungai Penuh, dan telah berjalan pada beberapa titik yang berbeda.

Pada Minggu, 19 Oktober 2025, anggota Satgas TMMD melanjutkan pengeboran di titik kedua di desa yang sama, namun berbeda RT.

Hingga hari ini, pengeboran telah mencapai kedalaman 12 meter, namun debit air bersih belum ditemukan secara maksimal.

Baca juga:  Tragedi PETI di Sungai Pandan Tebo: Satu Tewas, Satu Luka-Luka

Baca juga:  Sungai Batanghari Semakin Keruh, Tirta Mayang Sulit Mengolah Air

Tim juga melakukan perbaikan dan pembersihan bak penampungan air, sambil melanjutkan proses pengeboran.

Menurut Sertu Noveri, anggota Satgas TMMD 126, hari ini pihaknya dibantu oleh masyarakat untuk melakukan pengeboran di dua titik sumur bor dari total lima titik yang telah direncanakan.

“Kami membangun sumur bor dalam ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi untuk kesehatan dan kesejahteraan warga,” ujar Sertu Noveri.

Kegiatan TMMD ini merupakan hasil kerja sama antara Kodim 0417/Kerinci dan Pemerintah Daerah, dengan fokus utama membantu masyarakat pedesaan mendapatkan akses air bersih yang selama ini sulit dijangkau.

“Ini adalah salah satu program utama TMMD dari Kodim Kerinci tahun ini,” tambah Noveri.

Pihaknya berharap proyek pengeboran ini dapat berjalan lancar dan tuntas secepat mungkin, sehingga warga setempat dapat segera menikmati manfaatnya tanpa harus kesulitan lagi dalam memperoleh air bersih.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pengeboran berjalan sesuai harapan dan hasilnya maksimal,” ucapnya.

Kegiatan TMMD ini disambut antusias oleh warga Desa Sungai Penuh.

Salah satu warga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran TNI yang telah membantu menghadirkan solusi untuk krisis air bersih di daerah mereka.

“Terima kasih kepada Bapak TNI dari Kodim 0417/Kerinci. Sumur bor ini sangat bermanfaat bagi kami yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap warga setempat.(*)




Tragedi PETI di Sungai Pandan Tebo: Satu Tewas, Satu Luka-Luka

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Tebo, Jambi.

Seorang penambang asal Rimbo Bujang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah dan pasir saat mendompeng di aliran Sungai Pandan, Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (12 Oktober 2025). Dua orang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Korban tewas adalah Yogi (21), warga Jalan 1, Unit 4, Desa Purwoharjo, Kecamatan Rimbo Bujang.

Baca juga:  Tragedi PETI di Sungai Pandan Tebo: Satu Tewas, Satu Luka-Luka

Baca juga:  Pengendara Keluhan Mobil Mogok Setelah Isi Pertalite di SPBU Pal 10 Tebo

Sementara rekannya, Sugianto (37), warga Desa Purwodadi, berhasil selamat namun mengalami luka-luka.

Menurut informasi yang dihimpun, keduanya sempat tertimbun selama dua jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga sekitar.

“Iya benar, salah satu warga kami meninggal dunia karena tertimbun longsor saat mendompeng. Lokasinya di aliran Sungai Pandan, masih wilayah Teluk Kuali, perbatasan dengan Purwoharjo,” kata Kepala Desa Purwoharjo, Musaidin.

Kapolsek Tebo Ulu, IPTU Esap Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. Namun, ia menyebut bahwa proses penyelidikan selanjutnya akan ditangani oleh Satreskrim Polres Tebo.

Baca juga:  Manipulasi Data Nasabah KUR di BSI Terkuak, Polres Tebo Sita Dana Rp3,8 Miliar

Baca juga:  Waduh! TPP ASN Kabupaten Tebo Terancam Tak Dibayar Tahun 2026

“Iya benar, kejadiannya di wilayah kami. Penanganannya saat ini sudah dilimpahkan ke Polres Tebo,” ujarnya.

Kejadian ini kembali menyoroti bahaya aktivitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) yang masih marak di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo.

Selain merusak lingkungan, aktivitas ini juga menimbulkan ancaman nyawa bagi para pelakunya.

Insiden ini memperkuat urgensi bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas aktivitas PETI, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya tambang ilegal.

Kematian Yogi menjadi catatan kelam yang mengingatkan pentingnya penertiban tambang-tambang liar yang masih beroperasi tanpa pengawasan dan standar keselamatan.(*)