Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDWali Kota Jambi, Maulana, berharap Pasar Bedug yang baru saja diresmikan di kawasan Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama di bulan Ramadan.

Pasar Bedug ini tidak hanya dihadirkan sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan tradisi yang telah ada dan mendukung keberlangsungan UMKM di Kota Jambi.

“Pasar bedug ini adalah bentuk dari pelestarian tradisi Ramadan yang harus terus dijaga. Selain itu, kami berharap pasar ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang sangat membutuhkan dukungan di bulan suci ini,” ujar Maulana.

Wali Kota Maulana juga mengungkapkan harapannya agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat berpartisipasi dengan berbelanja di pasar bedug.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

Hal ini diharapkan tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga memberikan semangat bagi UMKM untuk terus berkembang.

“Kami ingin pasar bedug ini menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang tidak hanya meramaikan suasana, tetapi juga membawa manfaat bagi perekonomian Kota Jambi,” sebutnya.

“Kami mengajak ASN untuk berbelanja di sini sebagai bentuk dukungan langsung kepada UMKM,” tambahnya.

Maulana menambahkan, dengan adanya pasar bedug ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat ganda, baik dalam sisi ekonomi maupun sebagai sarana untuk melestarikan budaya Ramadan.

Baca juga: Keakraban Walikota Maulana dan Gibran Rakabuming dalam Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

Baca juga: Resmi Dilantik sebagai Wali dan Wakil Walikota Jambi, Maulana-Diza Siap Jalankan Amanah dengan Maksimal

Ia juga berharap bahwa pasar ini dapat memberi suasana yang kondusif bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah Ramadan dengan penuh ketenangan.

“Semoga pasar bedug ini dapat berjalan dengan lancar, membawa kebahagiaan, dan memberikan keberkahan bagi semua, terutama bagi pedagang dan masyarakat. Kami berharap suasana Ramadan di Kota Jambi tetap aman, nyaman, dan penuh berkah,” tutup Maulana.

Dengan harapan yang besar, Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin ini dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk mempererat kebersamaan dalam masyarakat, serta menghidupkan tradisi Ramadan yang memberi dampak positif bagi ekonomi lokal dan UMKM di Kota Jambi.(*)




Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025, Fokus Kelancaran Arus Mudik

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan bahwa penerapan Flexible Work Arrangement (FWA) akan dimulai pada H-7 Lebaran, tepatnya pada 24 Maret 2025.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar distribusi arus mobilitas masyarakat yang hendak mudik.

“FWA atau yang sebelumnya dikenal dengan istilah work from anywhere ini akan diberlakukan mulai H-7 Lebaran pada 24 Maret 2025. Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk implementasi kebijakan ini,” ujar AHY saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/3/2025).

Flexible Work Arrangement (FWA) memberikan fleksibilitas kepada karyawan untuk bekerja di luar kantor, yang memungkinkan mereka untuk mengatur waktu kerja dengan lebih fleksibel.

Baca juga: Tegakkan Perda, Satpol PP Kota Jambi Amankan Seorang PSK di Eks Lokalisasi Payo Sigadung

Baca juga: OJK Siap Awasi Implementasi BPI Danantara, Pastikan Pengelolaan Bank BUMN Tetap Efisien dan Transparan

Dengan kebijakan ini, diharapkan masyarakat bisa melakukan perjalanan mudik lebih awal, mengurangi kepadatan pada hari-hari puncak menjelang Idul Fitri.

FWA merupakan salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah untuk mendistribusikan arus mudik dengan lebih merata, sehingga mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi pada puncak arus mudik.

Kebijakan ini semakin relevan mengingat tahun ini Lebaran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, yang bisa memengaruhi volume pergerakan masyarakat.

Pemerintah juga tengah berupaya melakukan sinkronisasi jadwal libur sekolah untuk lebih optimal dalam mengurai kepadatan di jalan-jalan utama menjelang mudik.

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

Baca juga: Kejagung Temukan Bukti Baru, Dua Pegawai Pertamina Jadi Tersangka Korupsi Minyak Pertamina

AHY menekankan bahwa kebijakan ini diambil atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memastikan perjalanan mudik 2025 berlangsung dengan aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

“Ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan perjalanan mudik di bulan suci Ramadan dan Lebaran tahun ini semakin aman, nyaman, terjangkau, dan menyenangkan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” jelas AHY.

Pemerintah juga terus memastikan kesiapan infrastruktur transportasi, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian, guna mendukung kelancaran arus mudik.

Langkah-langkah strategis lainnya termasuk menekan harga tiket transportasi agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

baca juga: Duel Panas Persebaya vs Persib, Pertarungan Krusial di Liga 1 Pekan ke-25

baca juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, Menteri Baru Akan Dilantik Sore Ini

“Pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, termasuk dalam rangka menghadapi masa mudik Lebaran 2025,” tambahnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan mudik Lebaran 2025 dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman, memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merayakan Hari Raya.(*)




Usai Retreat di Akmil Magelang, Bupati Merangin Fokus Membangun Merangin Baru yang Inklusif dan Pro-Rakyat

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, H M Syukur telah menyelesaikan serangkaian kegiatan Retreat Kepala Daerah (RKD) yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, beliau siap kembali ke Merangin dengan semangat baru untuk mewujudkan visi besar Merangin Baru.

“Alhamdulillah, serangkaian kegiatan RKD telah selesai. Apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto sangat memotivasi,”ujar Bupati H M Syukur saat meninggalkan Akmil pada Jumat sore, 28 Februari 2025.

“Beliau mengingatkan kami bahwa untuk membangun suatu daerah, diperlukan ketulusan dan keikhlasan hati,” kata dia.

Baca juga: Wabup Merangin Apresiasi Pawai Akbar SD-IT Permatahati Sambut Ramadan 1446 H

Baca juga: Panen Raya Jagung di Merangin, Wabup Khafid Moein Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita Prabowo-Gibran

Pada penutupan RKD, Presiden Prabowo memaparkan konsep Asta Cita yang menjadi dasar arah pembangunan nasional.

Presiden juga memberikan pesan penting kepada para kepala daerah untuk segera mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama retret di wilayah masing-masing.

Beliau menekankan pentingnya kekompakan, hilirisasi, dan industrialisasi dalam pembangunan daerah.

Selain itu, Prabowo juga menginstruksikan agar retret diakhiri lebih cepat, memberikan kesempatan bagi para kepala daerah untuk kembali ke wilayahnya dan mempersiapkan agenda penting, termasuk menyambut bulan Ramadan yang semakin dekat.

Baca juga: Wabup Merangin Buka Festival Memantai Adat, Lebih dari 60 Kerbau Dipotong Massal

Baca juga: Wabup Merangin Ungkap Inflasi Terkendali, IPH Merangin Turun Jauh dari Minggu Sebelumnya

Terkait hal tersebut, Bupati Merangin H M Syukur mengajak seluruh elemen masyarakat Merangin untuk bersatu dalam mewujudkan Merangin Baru.

“Tidak ada lagi nomor 01 atau 02, mari bersama-sama menumbuhkan semangat untuk membangun Merangin yang lebih baik,” tegas H M Syukur.

Bupati Merangin bersama Wakil Bupati H A Khafid berkomitmen untuk melaksanakan empat aksi utama dalam mewujudkan Merangin Baru yang berdaya saing, akuntabel, reformis, dan unggul.

Keempat aksi tersebut adalah Mengembangkan Sumber Daya Manusia Merangin yang unggul dan berbudaya, Memantapkan Pembangunan Infrastruktur yang berkeadilan secara bertahap,  Mewujudkan Perekonomian Daerah yang Inklusif dengan skema Ekonomi Hijau (Green Economic) berbasis pada keunggulan daerah, seperti pertanian, pariwisata, dan UMKM, serta Mendorong Pembangunan Hotel dan Homestay untuk mendukung sektor pariwisata.

Baca juga: Tegakkan Perda, Satpol PP Kota Jambi Amankan Seorang PSK di Eks Lokalisasi Payo Sigadung

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Dengan visi ini, Bupati Merangin H M Syukur dan H A Khafid bertekad menjadikan Kabupaten Merangin sebagai daerah yang tidak hanya maju tetapi juga berpihak pada rakyat.(*)




Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, meminta OPD terkait untuk segera membentuk tim percepatan dalam pengembangan Taman Remaja Kota Jambi, sebagai destinasi wisata yang nyaman dan positif.

Hal ini disampaikan Maulana dalam rapat koordinasi dengan OPD, Sabtu (1/3/2025).

Maulana menegaskan bahwa Taman Remaja harus menjadi ruang publik yang baik, bukan tempat yang menimbulkan kesan negatif atau perilaku tidak sehat.

“Taman Remaja adalah salah satu ikon Kota Jambi, jadi kita harus memastikan tempat ini tetap nyaman, bersih, dan aman,” kata dia.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Pimpin Rakor OPD, Ajak Semua Pihak Dukung Program 100 Hari Kerja

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

“Jangan biarkan tempat ini jadi tempat mesum atau kegiatan yang tidak pantas. Ini harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk keluarga dan generasi muda,” tegas Maulana.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mengingatkan agar tidak ada pemasangan papan reklame atau baliho yang mengganggu keindahan taman, terutama yang dipasang di pohon-pohon yang ada di sana.

“Jangan ada papan reklame di pohon-pohon. Kita harus menjaga keindahan alam di taman ini,” tambahnya.

Selain itu, Maulana juga menyoroti kemacetan yang sering terjadi di sekitar kawasan Taman Remaja.

Ia meminta agar, pihak terkait segera menormalisasi arus lalu lintas di area tersebut agar lebih lancar dan nyaman untuk pengunjung.

“Kawasan ini perlu penataan ulang agar alur lalu lintasnya lebih baik dan pengunjung bisa menikmati suasana dengan nyaman tanpa terjebak kemacetan,” ujar Maulana.

Maulana berharap bahwa, pengembangan Taman Remaja akan menjadi bagian dari upaya menciptakan alun-alun Kota Jambi yang teratur, bersih, dan ramah bagi masyarakat.

“Kita ingin Taman Remaja menjadi tempat yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya tempat rekreasi,” sebutnya.

“Tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Jambi,” jelasnya.

Dengan pembentukan tim percepatan dan penataan yang lebih baik, diharapkan Taman Remaja Kota Jambi dapat menjadi ikon wisata yang tidak hanya menarik bagi warga Jambi, tetapi juga bagi pengunjung luar kota.

Walikota Maulana menegaskan bahwa, pengembangan kawasan wisata ini harus dilakukan dengan hati-hati, agar dapat menciptakan tempat yang memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jambi.(*)




Walikota Jambi Maulana Pimpin Rakor OPD, Ajak Semua Pihak Dukung Program 100 Hari Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Walikota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, memimpin rakor bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jambi pada Sabtu (1/3/2025).

Dalam rakor tersebut, Maulana menekankan pentingnya kerja sama yang solid untuk mendukung program 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Walikota Diza, yang mengusung visi “Kota Jambi Bahagia.”

Maulana meminta seluruh OPD untuk bekerja tanpa berkelompok, berfokus pada kolaborasi, dan mengesampingkan perbedaan.

“Tidak ada lagi kelompok-kelompok dalam pekerjaan kita. Semua harus bersatu, bekerja sama dengan semangat tinggi untuk mencapai tujuan bersama,” sebut Maulana.

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

Baca juga: Pastikan Kualitas BBM, Polda Jambi dan Pertamina Lakukan Pengecekan SPBU di Kota Jambi

“Kita harus menyelesaikan tantangan yang ada dengan kompak, tanpa mengeluh,” tegas Maulana dalam arahannya.

Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Maulana adalah terkait dengan pengembangan ekonomi Kota Jambi.

Maulana menekankan bahwa, pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa mengandalkan hanya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) saja.

“Kita harus melihat potensi lain, yaitu investasi. Setiap OPD harus berperan aktif dalam menarik investor dan menciptakan peluang ekonomi baru di Kota Jambi,” ujarnya.

Walikota Jambi juga mengajak seluruh OPD, untuk merancang berbagai even dan kegiatan yang dapat menarik perhatian orang luar untuk datang ke Kota Jambi, baik itu dari segi pariwisata maupun investasi.

“Kita perlu menciptakan acara yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga bisa menjadi magnet bagi ininvestor,” kata dia.

“Dengan cara ini, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar,” tambah Maulana.

Sebagai bagian dari program 100 hari kerja, Maulana dan Diza berkomitmen untuk mewujudkan Kota Jambi sebagai tempat yang nyaman, aman, dan penuh peluang untuk seluruh masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Maulana menegaskan kembali bahwa, setiap OPD harus bekerja dengan semangat untuk menciptakan perubahan nyata dalam waktu yang singkat, selaras dengan visi misi “Kota Jambi Bahagia.”

“Ini adalah awal dari perjalanan besar kita bersama. Kita semua harus bergerak cepat, berkolaborasi, dan memberikan yang terbaik untuk Kota Jambi,” tutup Maulana.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus maju, diharapkan program 100 hari kerja ini dapat memberikan dampak positif yang besar untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kota Jambi ke depannya.(*)




Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, akhirnya tiba dengan selamat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi pada Sabtu (1/3/2025), setelah mengikuti kegiatan Retret Kepala Daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil), Magelang.

Retret yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari 2025 ini melibatkan lebih dari 500 kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk gubernur, bupati, dan walikota.

Setibanya di Jambi, Maulana disambut dengan penuh haru dan kebahagiaan oleh sang istri, Dr. dr. H. Nadiyah, S.PoG, yang tampak begitu lega dan bersyukur atas kelancaran jalannya kegiatan retret tersebut.

Dalam momen emosional itu, Nadiyah menyampaikan rasa syukurnya karena suami tercinta kembali dengan selamat setelah mengikuti program yang penuh makna ini.

“Saya sangat bersyukur suami saya dapat kembali dengan selamat setelah mengikuti retret ini,” sebut Nadiyah.

“Kami berdoa agar segala ilmu dan pengalaman yang diperoleh bisa langsung diterapkan untuk kemajuan Kota Jambi,” ujar Nadiyah dengan penuh semangat dan harapan.

Sementara itu, Walikota Maulana menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti retret yang sangat bernilai ini.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kepemimpinan tetapi juga memperluas wawasan tentang pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan.

“Retret ini memberikan banyak wawasan baru, baik dalam aspek kepemimpinan, wawasan kebangsaan, maupun pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan,” kata dia.

“Saya berharap apa yang saya pelajari selama retret bisa membawa perubahan positif dan membantu membangun Kota Jambi menjadi lebih baik,” ujar Maulana.

Retret yang diselenggarakan oleh Kemendagri ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan kepala daerah, memperdalam wawasan kebangsaan, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan.

Selama delapan hari, peserta mendapatkan berbagai materi penting, termasuk visi dan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, upaya pencegahan korupsi, serta pemahaman mendalam tentang tugas dan fungsi sebagai kepala daerah.

Kegiatan ini ditutup dengan pengarahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kekompakan, hilirisasi, industrialisasi, dan semangat patriotisme.

Serta nasionalisme sebagai kunci dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan kembalinya Maulana, diharapkan semangat dan pengetahuan yang diperoleh selama retret dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan Kota Jambi.

Harapan besar tertuju pada implementasi ilmu dan pengalaman yang didapat untuk menjadikan Jambi lebih maju, sejahtera, dan lebih baik di masa depan. (*)




MUI Prediksi Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2025, Tapi Lebaran Bisa Tetap Serentak

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, Cholil Nafis, memprediksi bahwa awal bulan puasa Ramadan 2025 berpotensi berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Menurutnya, perbedaan ini bisa terjadi meskipun kedua pihak sepakat untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama.

Dalam cuitannya di Twitter pada Jumat (28/2), Cholil menyebutkan, “Mulai puasa tahun 1446 H/2025 potensi berbeda, tapi lebaran sepakat bersama.”

Meskipun ada kemungkinan perbedaan pada awal Ramadan, ia yakin perbedaan tersebut tidak akan mempengaruhi penetapan hari raya Idul Fitri, yang kemungkinan besar akan dilaksanakan serentak.

Baca juga: Kakanwil Ditjenpas Jambi Lakukan Razia Serentak, Jaga Keamanan Lapas Menjelang Ramadan

Baca juga: Duel Panas Persebaya vs Persib, Pertarungan Krusial di Liga 1 Pekan ke-25

Cholil menjelaskan mengenai aspek imkanur rukyat, yaitu kemampuan untuk melihat hilal (bulan sabit) yang menjadi dasar penetapan awal Ramadan.

Menurut kriteria yang ditetapkan oleh Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal yang memenuhi kriteria ini dapat terlihat dengan ketinggian 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Namun, Cholil mengungkapkan bahwa hilal pada 28 Februari 2025 baru dapat terlihat di Aceh, sementara di wilayah Jawa Timur dan daerah lainnya di Indonesia masih sulit teramati.

“Pada akhir Syakban, 28 Februari, tinggi hilal di Jakarta sudah mencapai 4 derajat dengan elongasi 6,02 derajat. Kriteria MABIMS menyebutkan tinggi hilal harus mencapai 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sementara di Jawa Timur, tinggi hilal hanya 3 derajat dan elongasinya 5,9, yang belum memenuhi kriteria,” kata Cholil.

Meskipun demikian, jika hasil pemantauan hilal di Aceh menunjukkan hasil yang sah (muktabar), maka awal Ramadan bisa jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Namun, jika hilal tidak teramati, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga puasa dimulai pada Minggu, 2 Maret 2025.

Cholil juga menambahkan bahwa meskipun ada perbedaan penetapan awal puasa, pemerintah bisa mengumumkan keputusan tersebut dengan cara yang tetap mengacu pada hasil pemantauan hilal, baik berhasil atau tidak.

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memprediksi bahwa hilal akan terlihat pada 2 Maret 2025, yang artinya puasa Ramadan 2025 kemungkinan dimulai pada hari tersebut.

Perbedaan ini menyoroti tantangan teknis dalam penetapan awal Ramadan, meskipun umat Muslim di Indonesia umumnya dapat merayakan Lebaran bersama, terlepas dari perbedaan dalam penentuan awal puasa.(*)




Kakanwil Ditjenpas Jambi Lakukan Razia Serentak, Jaga Keamanan Lapas Menjelang Ramadan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut bulan suci Ramadan, Hidayat, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Jambi, memimpin pelaksanaan razia serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jambi.

Razia ini dimulai Kamis 27 Februari 2025, pukul 21.00 WIB dengan tujuan memastikan kelancaran dan keamanan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Hidayat, yang didampingi oleh Kabag TUM, Kabid Pelayanan Pembinaan, serta Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, turut serta langsung terjun ke lapangan untuk melakukan razia di Lapas Kelas IIA Jambi.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga ketertiban dan menghindari adanya barang-barang terlarang yang masuk ke dalam lembaga pemasyarakatan menjelang Ramadan.

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Signifikan, Begini Rinciannya per 28 Februari 2025

Baca juga: Duel Panas Persebaya vs Persib, Pertarungan Krusial di Liga 1 Pekan ke-25

Dalam razia yang dilakukan, petugas memeriksa secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan badan, blok hunian warga binaan, hingga ruang-ruang lainnya.

Hidayat mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap barang-barang yang berpotensi mengganggu ketenangan dan kelancaran ibadah Ramadhan bagi seluruh penghuni lapas dan rutan.

“Razia ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang yang masuk dan mengganggu ketenangan. Kami ingin suasana di Lapas dan Rutan tetap kondusif, sehingga seluruh penghuni bisa melaksanakan ibadah puasa dengan khusyuk dan tenang,” ungkap Hidayat.

Pelaksanaan razia serentak ini berlangsung dengan lancar tanpa hambatan, menunjukkan komitmen kuat dari jajaran Kanwil Ditjenpas Jambi dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.

Diharapkan, razia ini juga bisa meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh UPT Pemasyarakatan di wilayah Jambi, khususnya selama bulan suci Ramadan.(*)




Selama Ramadan Jam Kerja ASN Pemkot Jambi Disesuaikan, Cek Informasinya di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mengeluarkan Instruksi Walikota Jambi Nomor 03 Tahun 2025 terkait penyesuaian hari kerja dan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadan 1446 Hijriah.

Instruksi tersebut merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jambi tentang jam kerja ASN pada bulan Ramadan, yang diharapkan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan ibadah dan tetap menjaga kelancaran pelayanan publik.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Jubir Pemkot Jambi, Abu Bakar, Walikota Jambi Maulana menjelaskan bahwa, ada beberapa perubahan yang berlaku bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi selama bulan Ramadan.

“Seluruh perangkat daerah dan unit kerja Pemerintah Kota Jambi akan melaksanakan perubahan jam kerja yang disesuaikan dengan kondisi bulan Ramadan,” sebutnya.

baca juga: Paman dan Keponakan di Tanjab Timur Dibui, Bacok Tetangga hingga Luka Parah

Baca juga: Paman dan Keponakan di Tanjab Timur Dibui, Bacok Tetangga hingga Luka Parah

“Kami berharap perubahan ini dapat meningkatkan kenyamanan pegawai dalam menjalankan ibadah puasa tanpa mengganggu pelayanan publik yang tetap optimal,” jelas Abu Bakar.

Untuk perangkat daerah dan unit kerja yang memberlakukan 5 hari kerja, jam kerja di hari Senin hingga Kamis adalah pukul 07.30 WIB – 15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00 WIB – 12.30 WIB.

Kemudian pada hari Jumat, jam kerja dipangkas menjadi pukul 07.00 WIB – 11.30 WIB.

Sementara bagi unit kerja yang memberlakukan 6 hari kerja, jam kerja di hari Senin hingga Kamis adalah pukul 07.30 WIB – 13.30 WIB, dengan waktu istirahat pada pukul 12.00 WIB – 12.30 WIB.

Hari Jumat jam kerjanya tetap pada pukul 07.00 WIB – 11.30 WIB, dan tambahan kerja pada hari Sabtu mulai pukul 07.30 WIB – 13.30 WIB.

Selain itu, selama bulan Ramadan, apel Senin dan apel pagi akan ditiadakan sementara waktu, kecuali pada upacara hari besar nasional yang telah ditentukan.

Pegawai juga diwajibkan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) yang telah ditentukan, dengan tambahan bagi pegawai pria untuk memakai peci hitam (kopiah), sementara wanita diwajibkan mengenakan tutup kepala atau jilbab.

Walaupun jam kerja dipersingkat, Walikota Jambi menegaskan bahwa, jumlah jam kerja efektif bagi pegawai tetap akan mencapainya minimal 32,5 jam per minggu.

Pihaknya juga memastikan bahwa penyesuaian ini tidak akan mengganggu produktivitas ASN dan kinerja organisasi di Pemerintah Kota Jambi.

“Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan ibadah selama Ramadan dan tetap mempertahankan kelancaran pelayanan publik,” kata dia.

“Kami meminta kepada seluruh jajaran ASN untuk tetap menjaga profesionalisme dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas,” tambah Abu Bakar.

Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan pelaksanaan tugas ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi tetap berjalan efektif dan optimal.

Serta dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam kondisi bulan Ramadan.(*)




Kejaksaan Agung Bentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan, Jambi Jadi Fokus Pengawasan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI – Kejaksaan Agung Republik Indonesia resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan untuk mengawasi dan menindak pelanggaran pengelolaan hutan ilegal di berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi.

Melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kejaksaan Agung menunjuk Albertus Roni sebagai jaksa koordinator untuk Satgas di Jambi. Penugasan ini ditetapkan dalam surat B-602/F/Fjp/02/2025 pada 7 Februari 2025.

Menurut Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jambi, Noly Wijaya, langkah ini bertujuan untuk memastikan kawasan hutan dikelola sesuai aturan dan menghindari eksploitasi ilegal.

“Satgas ini akan melakukan pengawasan serta tindakan hukum terhadap pihak yang melanggar aturan, termasuk memberikan sanksi denda dan penguasaan kembali kawasan hutan oleh negara,” jelas Noly Wijaya.

Baca juga: Jelang Ramadan, Satgas Pangan Jambi Pastikan Kestabilan Harga Bahan Pokok di Pasar Angso Duo

Baca juga: Pemprov Jambi Bersiap Sambut Kembalinya Gubernur Al Haris, Ini Jadwalnya

Selain Jambi, pemantauan juga dilakukan di Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Kepulauan Riau, Maluku, dan Papua.

Selain itu satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 dan memiliki tiga tugas utama yaitu, menagih denda administratif bagi pelanggar, menguasai kembali kawasan hutan yang digunakan secara ilegal dan memulihkan aset kawasan hutan agar dapat dikelola secara berkelanjutan.

Satgas PKH bekerja di bawah koordinasi langsung Presiden dengan dukungan beberapa Kelompok Kerja (Pokja), termasuk Pokja Penegakan Hukum dan Pokja Pemulihan Aset.

Lebih lanjut, menurut Noly, Satgas akan menindak tegas siapa saja yang terbukti melanggar aturan pengelolaan kawasan hutan. Mereka akan diwajibkan membayar ganti rugi kepada negara, sementara lahan yang ditertibkan akan dikelola kembali oleh Pokja Pemulihan Aset.

“Dengan adanya Satgas ini, diharapkan tidak ada lagi pelanggaran pengelolaan hutan yang merugikan negara dan lingkungan,” pungkas Noly Wijaya.

Langkah tegas ini diharapkan dapat menekan praktik ilegal serta menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang.(*)