BPOM Jambi Berikan Tips untuk Masyarakat, Kenali Makanan Berbahaya di Pasar Bedug

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi mengimbau masyarakat, untuk lebih waspada dan cermat dalam memeriksa keamanan makanan yang beredar, khususnya di pasar bedug.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, memberikan panduan tentang cara mengenali bahan berbahaya yang sering digunakan pada makanan, seperti rodamin B dan formalin, guna menjaga kesehatan konsumen.

Rodamin B, bahan pewarna yang biasa ditemukan pada makanan dengan warna pink cerah, dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

Sementara itu, formalin yang memiliki bau menyengat digunakan sebagai pengawet, tetapi sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: 17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

BPOM mengingatkan agar masyarakat dapat lebih teliti, dalam memilih dan memeriksa makanan yang mereka beli di pasar bedug.

“Untuk masyarakat, pastikan selalu memeriksa warna makanan yang mencolok, terutama yang berwarna pink cerah. Jika makanan terlihat bersinar atau terlalu cerah, bisa jadi mengandung rodamin B,” kata dia.

“Selain itu, bau menyengat pada makanan juga bisa menjadi indikasi adanya formalin,” ujar Veramika.

BPOM Jambi juga memberikan beberapa cara sederhana untuk mengenali makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya:

  1. Perhatikan Warna Makanan: Hindari membeli makanan yang berwarna mencolok atau terlalu cerah, terutama makanan yang berwarna pink atau merah terang.

  2. Cium Bau Makanan: Makanan yang mengandung formalin biasanya memiliki bau tajam atau menyengat. Jika tercium bau kimiawi yang kuat, sebaiknya hindari konsumsi makanan tersebut.

  3. Periksa Tekstur Makanan: Beberapa makanan yang mengandung bahan berbahaya cenderung memiliki tekstur yang tidak wajar, seperti terlalu kenyal atau keras.

Melalui imbauan ini, BPOM Jambi berharap masyarakat dapat lebih hati-hati saat berbelanja di pasar bedug selama bulan Ramadan.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

BPOM akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan produk makanan yang beredar bebas dari bahan berbahaya.

“Kami berharap masyarakat bisa merasa lebih aman saat berbelanja, dengan mengetahui cara-cara sederhana untuk mengenali makanan yang aman dikonsumsi. Kami akan terus melakukan pengawasan agar semua produk yang dijual di pasar bedug memenuhi standar keamanan pangan,” tambah Veramika.

Dengan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bahaya konsumsi makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya, serta menjaga kesehatan keluarga selama bulan Ramadan.(*)




17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi melakukan pengujian sampel produk makanan yang dijual di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa, produk-produk yang beredar di pasar tersebut bebas dari bahan berbahaya.

Seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow, yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil 17 sampel dari berbagai jenis produk yang dijual di pasar bedug, termasuk tahu, minuman, mie, pempek, dan lontong—makanan yang sering kali dicampur dengan bahan berbahaya.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

“Kami melakukan uji sampel untuk mendeteksi bahan-bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow. Hasilnya, semua sampel yang kami uji aman dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Veramika.

Pengujian ini merupakan bagian dari program pengawasan BPOM yang akan berlanjut hingga 12 Maret 2025.

Selama periode ini, pengawasan sampel akan dilakukan di beberapa titik di Kota Jambi untuk memastikan bahwa, produk yang dijual di pasar-pasar tradisional dan pasar bedug aman dikonsumsi.

“Pengawasan ini akan kami lakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang digunakan dalam produk makanan,” kata dia.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pembinaan kepada para pedagang agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan,” tambah Veramika.

Dengan pengawasan ini, BPOM Jambi bertujuan untuk, melindungi masyarakat dari konsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya dan memastikan bahwa makanan yang dijual di pasar-pasar Jambi aman dan berkualitas.

Veramika juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan memilih makanan yang terjamin keamanannya untuk kesehatan.(*)




Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut bulan Ramadan, Wali Kota Jambi, Maulana mengumumkan rencana untuk menggelar operasi pasar pada Selasa mendatang, 4 Maret 2025.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat selama bulan suci.

Dalam pernyataannya, Maulana menekankan bahwa. stabilitas harga dan pasokan bahan pangan harus dijaga agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah Kota Jambi terus memantau ketersediaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan gas LPG untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

“Kami memastikan semua bahan pangan tersedia dan harganya terjangkau. Insya Allah, Selasa depan akan ada operasi pasar dengan gerakan pangan murah untuk beras, gas LPG, dan bahan pokok lainnya,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, operasi pasar ini bertujuan untuk memberikan akses mudah kepada masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih stabil dan murah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah proaktif Pemkot Jambi dalam mengatasi potensi fluktuasi harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang Ramadan.

“Pemerintah akan terus mengawasi pasokan barang kebutuhan pokok agar tetap terjangkau dan cukup untuk masyarakat. Kami berharap dengan adanya operasi pasar, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar,” tambahnya.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Baca juga: MUI Prediksi Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2025, Tapi Lebaran Bisa Tetap Serentak

Operasi pasar yang akan diadakan pada Selasa, 4 Maret 2025 ini akan mencakup distribusi bahan pokok penting, termasuk beras, minyak goreng, gula, dan gas LPG.

Pemkot Jambi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan barang.

Rencana Operasi Pasar:

  • Tanggal: Selasa, 4 Maret 2025
  • Tujuan: Menjamin ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok selama bulan Ramadan
  • Bahan Pokok yang Diperjualbelikan: Beras, gas LPG, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya

Wali Kota Maulana berharap bahwa dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat Jambi dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa khawatir dengan lonjakan harga bahan pokok yang signifikan.

Pemkot Jambi berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan memastikan kesejahteraan masyarakat selama bulan suci.(*)




Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDWali Kota Jambi, Maulana, berharap Pasar Bedug yang baru saja diresmikan di kawasan Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama di bulan Ramadan.

Pasar Bedug ini tidak hanya dihadirkan sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan tradisi yang telah ada dan mendukung keberlangsungan UMKM di Kota Jambi.

“Pasar bedug ini adalah bentuk dari pelestarian tradisi Ramadan yang harus terus dijaga. Selain itu, kami berharap pasar ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang sangat membutuhkan dukungan di bulan suci ini,” ujar Maulana.

Wali Kota Maulana juga mengungkapkan harapannya agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat berpartisipasi dengan berbelanja di pasar bedug.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

Hal ini diharapkan tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga memberikan semangat bagi UMKM untuk terus berkembang.

“Kami ingin pasar bedug ini menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang tidak hanya meramaikan suasana, tetapi juga membawa manfaat bagi perekonomian Kota Jambi,” sebutnya.

“Kami mengajak ASN untuk berbelanja di sini sebagai bentuk dukungan langsung kepada UMKM,” tambahnya.

Maulana menambahkan, dengan adanya pasar bedug ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat ganda, baik dalam sisi ekonomi maupun sebagai sarana untuk melestarikan budaya Ramadan.

Baca juga: Keakraban Walikota Maulana dan Gibran Rakabuming dalam Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

Baca juga: Resmi Dilantik sebagai Wali dan Wakil Walikota Jambi, Maulana-Diza Siap Jalankan Amanah dengan Maksimal

Ia juga berharap bahwa pasar ini dapat memberi suasana yang kondusif bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah Ramadan dengan penuh ketenangan.

“Semoga pasar bedug ini dapat berjalan dengan lancar, membawa kebahagiaan, dan memberikan keberkahan bagi semua, terutama bagi pedagang dan masyarakat. Kami berharap suasana Ramadan di Kota Jambi tetap aman, nyaman, dan penuh berkah,” tutup Maulana.

Dengan harapan yang besar, Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin ini dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk mempererat kebersamaan dalam masyarakat, serta menghidupkan tradisi Ramadan yang memberi dampak positif bagi ekonomi lokal dan UMKM di Kota Jambi.(*)




Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025, Fokus Kelancaran Arus Mudik

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan bahwa penerapan Flexible Work Arrangement (FWA) akan dimulai pada H-7 Lebaran, tepatnya pada 24 Maret 2025.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar distribusi arus mobilitas masyarakat yang hendak mudik.

“FWA atau yang sebelumnya dikenal dengan istilah work from anywhere ini akan diberlakukan mulai H-7 Lebaran pada 24 Maret 2025. Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk implementasi kebijakan ini,” ujar AHY saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/3/2025).

Flexible Work Arrangement (FWA) memberikan fleksibilitas kepada karyawan untuk bekerja di luar kantor, yang memungkinkan mereka untuk mengatur waktu kerja dengan lebih fleksibel.

Baca juga: Tegakkan Perda, Satpol PP Kota Jambi Amankan Seorang PSK di Eks Lokalisasi Payo Sigadung

Baca juga: OJK Siap Awasi Implementasi BPI Danantara, Pastikan Pengelolaan Bank BUMN Tetap Efisien dan Transparan

Dengan kebijakan ini, diharapkan masyarakat bisa melakukan perjalanan mudik lebih awal, mengurangi kepadatan pada hari-hari puncak menjelang Idul Fitri.

FWA merupakan salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah untuk mendistribusikan arus mudik dengan lebih merata, sehingga mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi pada puncak arus mudik.

Kebijakan ini semakin relevan mengingat tahun ini Lebaran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, yang bisa memengaruhi volume pergerakan masyarakat.

Pemerintah juga tengah berupaya melakukan sinkronisasi jadwal libur sekolah untuk lebih optimal dalam mengurai kepadatan di jalan-jalan utama menjelang mudik.

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

Baca juga: Kejagung Temukan Bukti Baru, Dua Pegawai Pertamina Jadi Tersangka Korupsi Minyak Pertamina

AHY menekankan bahwa kebijakan ini diambil atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memastikan perjalanan mudik 2025 berlangsung dengan aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

“Ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan perjalanan mudik di bulan suci Ramadan dan Lebaran tahun ini semakin aman, nyaman, terjangkau, dan menyenangkan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” jelas AHY.

Pemerintah juga terus memastikan kesiapan infrastruktur transportasi, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian, guna mendukung kelancaran arus mudik.

Langkah-langkah strategis lainnya termasuk menekan harga tiket transportasi agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

baca juga: Duel Panas Persebaya vs Persib, Pertarungan Krusial di Liga 1 Pekan ke-25

baca juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, Menteri Baru Akan Dilantik Sore Ini

“Pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, termasuk dalam rangka menghadapi masa mudik Lebaran 2025,” tambahnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan mudik Lebaran 2025 dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman, memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merayakan Hari Raya.(*)




Usai Retreat di Akmil Magelang, Bupati Merangin Fokus Membangun Merangin Baru yang Inklusif dan Pro-Rakyat

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, H M Syukur telah menyelesaikan serangkaian kegiatan Retreat Kepala Daerah (RKD) yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, beliau siap kembali ke Merangin dengan semangat baru untuk mewujudkan visi besar Merangin Baru.

“Alhamdulillah, serangkaian kegiatan RKD telah selesai. Apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto sangat memotivasi,”ujar Bupati H M Syukur saat meninggalkan Akmil pada Jumat sore, 28 Februari 2025.

“Beliau mengingatkan kami bahwa untuk membangun suatu daerah, diperlukan ketulusan dan keikhlasan hati,” kata dia.

Baca juga: Wabup Merangin Apresiasi Pawai Akbar SD-IT Permatahati Sambut Ramadan 1446 H

Baca juga: Panen Raya Jagung di Merangin, Wabup Khafid Moein Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita Prabowo-Gibran

Pada penutupan RKD, Presiden Prabowo memaparkan konsep Asta Cita yang menjadi dasar arah pembangunan nasional.

Presiden juga memberikan pesan penting kepada para kepala daerah untuk segera mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama retret di wilayah masing-masing.

Beliau menekankan pentingnya kekompakan, hilirisasi, dan industrialisasi dalam pembangunan daerah.

Selain itu, Prabowo juga menginstruksikan agar retret diakhiri lebih cepat, memberikan kesempatan bagi para kepala daerah untuk kembali ke wilayahnya dan mempersiapkan agenda penting, termasuk menyambut bulan Ramadan yang semakin dekat.

Baca juga: Wabup Merangin Buka Festival Memantai Adat, Lebih dari 60 Kerbau Dipotong Massal

Baca juga: Wabup Merangin Ungkap Inflasi Terkendali, IPH Merangin Turun Jauh dari Minggu Sebelumnya

Terkait hal tersebut, Bupati Merangin H M Syukur mengajak seluruh elemen masyarakat Merangin untuk bersatu dalam mewujudkan Merangin Baru.

“Tidak ada lagi nomor 01 atau 02, mari bersama-sama menumbuhkan semangat untuk membangun Merangin yang lebih baik,” tegas H M Syukur.

Bupati Merangin bersama Wakil Bupati H A Khafid berkomitmen untuk melaksanakan empat aksi utama dalam mewujudkan Merangin Baru yang berdaya saing, akuntabel, reformis, dan unggul.

Keempat aksi tersebut adalah Mengembangkan Sumber Daya Manusia Merangin yang unggul dan berbudaya, Memantapkan Pembangunan Infrastruktur yang berkeadilan secara bertahap,  Mewujudkan Perekonomian Daerah yang Inklusif dengan skema Ekonomi Hijau (Green Economic) berbasis pada keunggulan daerah, seperti pertanian, pariwisata, dan UMKM, serta Mendorong Pembangunan Hotel dan Homestay untuk mendukung sektor pariwisata.

Baca juga: Tegakkan Perda, Satpol PP Kota Jambi Amankan Seorang PSK di Eks Lokalisasi Payo Sigadung

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Dengan visi ini, Bupati Merangin H M Syukur dan H A Khafid bertekad menjadikan Kabupaten Merangin sebagai daerah yang tidak hanya maju tetapi juga berpihak pada rakyat.(*)




Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, meminta OPD terkait untuk segera membentuk tim percepatan dalam pengembangan Taman Remaja Kota Jambi, sebagai destinasi wisata yang nyaman dan positif.

Hal ini disampaikan Maulana dalam rapat koordinasi dengan OPD, Sabtu (1/3/2025).

Maulana menegaskan bahwa Taman Remaja harus menjadi ruang publik yang baik, bukan tempat yang menimbulkan kesan negatif atau perilaku tidak sehat.

“Taman Remaja adalah salah satu ikon Kota Jambi, jadi kita harus memastikan tempat ini tetap nyaman, bersih, dan aman,” kata dia.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Pimpin Rakor OPD, Ajak Semua Pihak Dukung Program 100 Hari Kerja

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

“Jangan biarkan tempat ini jadi tempat mesum atau kegiatan yang tidak pantas. Ini harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk keluarga dan generasi muda,” tegas Maulana.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mengingatkan agar tidak ada pemasangan papan reklame atau baliho yang mengganggu keindahan taman, terutama yang dipasang di pohon-pohon yang ada di sana.

“Jangan ada papan reklame di pohon-pohon. Kita harus menjaga keindahan alam di taman ini,” tambahnya.

Selain itu, Maulana juga menyoroti kemacetan yang sering terjadi di sekitar kawasan Taman Remaja.

Ia meminta agar, pihak terkait segera menormalisasi arus lalu lintas di area tersebut agar lebih lancar dan nyaman untuk pengunjung.

“Kawasan ini perlu penataan ulang agar alur lalu lintasnya lebih baik dan pengunjung bisa menikmati suasana dengan nyaman tanpa terjebak kemacetan,” ujar Maulana.

Maulana berharap bahwa, pengembangan Taman Remaja akan menjadi bagian dari upaya menciptakan alun-alun Kota Jambi yang teratur, bersih, dan ramah bagi masyarakat.

“Kita ingin Taman Remaja menjadi tempat yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya tempat rekreasi,” sebutnya.

“Tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Jambi,” jelasnya.

Dengan pembentukan tim percepatan dan penataan yang lebih baik, diharapkan Taman Remaja Kota Jambi dapat menjadi ikon wisata yang tidak hanya menarik bagi warga Jambi, tetapi juga bagi pengunjung luar kota.

Walikota Maulana menegaskan bahwa, pengembangan kawasan wisata ini harus dilakukan dengan hati-hati, agar dapat menciptakan tempat yang memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jambi.(*)




Walikota Jambi Maulana Pimpin Rakor OPD, Ajak Semua Pihak Dukung Program 100 Hari Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Walikota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, memimpin rakor bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jambi pada Sabtu (1/3/2025).

Dalam rakor tersebut, Maulana menekankan pentingnya kerja sama yang solid untuk mendukung program 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Walikota Diza, yang mengusung visi “Kota Jambi Bahagia.”

Maulana meminta seluruh OPD untuk bekerja tanpa berkelompok, berfokus pada kolaborasi, dan mengesampingkan perbedaan.

“Tidak ada lagi kelompok-kelompok dalam pekerjaan kita. Semua harus bersatu, bekerja sama dengan semangat tinggi untuk mencapai tujuan bersama,” sebut Maulana.

Baca juga: Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

Baca juga: Pastikan Kualitas BBM, Polda Jambi dan Pertamina Lakukan Pengecekan SPBU di Kota Jambi

“Kita harus menyelesaikan tantangan yang ada dengan kompak, tanpa mengeluh,” tegas Maulana dalam arahannya.

Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Maulana adalah terkait dengan pengembangan ekonomi Kota Jambi.

Maulana menekankan bahwa, pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa mengandalkan hanya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) saja.

“Kita harus melihat potensi lain, yaitu investasi. Setiap OPD harus berperan aktif dalam menarik investor dan menciptakan peluang ekonomi baru di Kota Jambi,” ujarnya.

Walikota Jambi juga mengajak seluruh OPD, untuk merancang berbagai even dan kegiatan yang dapat menarik perhatian orang luar untuk datang ke Kota Jambi, baik itu dari segi pariwisata maupun investasi.

“Kita perlu menciptakan acara yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga bisa menjadi magnet bagi ininvestor,” kata dia.

“Dengan cara ini, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar,” tambah Maulana.

Sebagai bagian dari program 100 hari kerja, Maulana dan Diza berkomitmen untuk mewujudkan Kota Jambi sebagai tempat yang nyaman, aman, dan penuh peluang untuk seluruh masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Maulana menegaskan kembali bahwa, setiap OPD harus bekerja dengan semangat untuk menciptakan perubahan nyata dalam waktu yang singkat, selaras dengan visi misi “Kota Jambi Bahagia.”

“Ini adalah awal dari perjalanan besar kita bersama. Kita semua harus bergerak cepat, berkolaborasi, dan memberikan yang terbaik untuk Kota Jambi,” tutup Maulana.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus maju, diharapkan program 100 hari kerja ini dapat memberikan dampak positif yang besar untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kota Jambi ke depannya.(*)




Walikota Maulana Tiba di Jambi, Ungkap Pengalaman Berharga dari Retreat Kepala Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, akhirnya tiba dengan selamat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi pada Sabtu (1/3/2025), setelah mengikuti kegiatan Retret Kepala Daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil), Magelang.

Retret yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari 2025 ini melibatkan lebih dari 500 kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk gubernur, bupati, dan walikota.

Setibanya di Jambi, Maulana disambut dengan penuh haru dan kebahagiaan oleh sang istri, Dr. dr. H. Nadiyah, S.PoG, yang tampak begitu lega dan bersyukur atas kelancaran jalannya kegiatan retret tersebut.

Dalam momen emosional itu, Nadiyah menyampaikan rasa syukurnya karena suami tercinta kembali dengan selamat setelah mengikuti program yang penuh makna ini.

“Saya sangat bersyukur suami saya dapat kembali dengan selamat setelah mengikuti retret ini,” sebut Nadiyah.

“Kami berdoa agar segala ilmu dan pengalaman yang diperoleh bisa langsung diterapkan untuk kemajuan Kota Jambi,” ujar Nadiyah dengan penuh semangat dan harapan.

Sementara itu, Walikota Maulana menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti retret yang sangat bernilai ini.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kepemimpinan tetapi juga memperluas wawasan tentang pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan.

“Retret ini memberikan banyak wawasan baru, baik dalam aspek kepemimpinan, wawasan kebangsaan, maupun pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan,” kata dia.

“Saya berharap apa yang saya pelajari selama retret bisa membawa perubahan positif dan membantu membangun Kota Jambi menjadi lebih baik,” ujar Maulana.

Retret yang diselenggarakan oleh Kemendagri ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan kepala daerah, memperdalam wawasan kebangsaan, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan.

Selama delapan hari, peserta mendapatkan berbagai materi penting, termasuk visi dan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, upaya pencegahan korupsi, serta pemahaman mendalam tentang tugas dan fungsi sebagai kepala daerah.

Kegiatan ini ditutup dengan pengarahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kekompakan, hilirisasi, industrialisasi, dan semangat patriotisme.

Serta nasionalisme sebagai kunci dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan kembalinya Maulana, diharapkan semangat dan pengetahuan yang diperoleh selama retret dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan Kota Jambi.

Harapan besar tertuju pada implementasi ilmu dan pengalaman yang didapat untuk menjadikan Jambi lebih maju, sejahtera, dan lebih baik di masa depan. (*)




MUI Prediksi Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2025, Tapi Lebaran Bisa Tetap Serentak

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, Cholil Nafis, memprediksi bahwa awal bulan puasa Ramadan 2025 berpotensi berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Menurutnya, perbedaan ini bisa terjadi meskipun kedua pihak sepakat untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama.

Dalam cuitannya di Twitter pada Jumat (28/2), Cholil menyebutkan, “Mulai puasa tahun 1446 H/2025 potensi berbeda, tapi lebaran sepakat bersama.”

Meskipun ada kemungkinan perbedaan pada awal Ramadan, ia yakin perbedaan tersebut tidak akan mempengaruhi penetapan hari raya Idul Fitri, yang kemungkinan besar akan dilaksanakan serentak.

Baca juga: Kakanwil Ditjenpas Jambi Lakukan Razia Serentak, Jaga Keamanan Lapas Menjelang Ramadan

Baca juga: Duel Panas Persebaya vs Persib, Pertarungan Krusial di Liga 1 Pekan ke-25

Cholil menjelaskan mengenai aspek imkanur rukyat, yaitu kemampuan untuk melihat hilal (bulan sabit) yang menjadi dasar penetapan awal Ramadan.

Menurut kriteria yang ditetapkan oleh Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal yang memenuhi kriteria ini dapat terlihat dengan ketinggian 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Namun, Cholil mengungkapkan bahwa hilal pada 28 Februari 2025 baru dapat terlihat di Aceh, sementara di wilayah Jawa Timur dan daerah lainnya di Indonesia masih sulit teramati.

“Pada akhir Syakban, 28 Februari, tinggi hilal di Jakarta sudah mencapai 4 derajat dengan elongasi 6,02 derajat. Kriteria MABIMS menyebutkan tinggi hilal harus mencapai 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sementara di Jawa Timur, tinggi hilal hanya 3 derajat dan elongasinya 5,9, yang belum memenuhi kriteria,” kata Cholil.

Meskipun demikian, jika hasil pemantauan hilal di Aceh menunjukkan hasil yang sah (muktabar), maka awal Ramadan bisa jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Namun, jika hilal tidak teramati, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga puasa dimulai pada Minggu, 2 Maret 2025.

Cholil juga menambahkan bahwa meskipun ada perbedaan penetapan awal puasa, pemerintah bisa mengumumkan keputusan tersebut dengan cara yang tetap mengacu pada hasil pemantauan hilal, baik berhasil atau tidak.

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memprediksi bahwa hilal akan terlihat pada 2 Maret 2025, yang artinya puasa Ramadan 2025 kemungkinan dimulai pada hari tersebut.

Perbedaan ini menyoroti tantangan teknis dalam penetapan awal Ramadan, meskipun umat Muslim di Indonesia umumnya dapat merayakan Lebaran bersama, terlepas dari perbedaan dalam penentuan awal puasa.(*)