Siapkan Strategi Bertahap Tangani Banjir, Wako Maulana Gelar Rakor Bersama BWSS dan Pemrov Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi dokter Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Banjir di Kota Jambi, Selasa (4/3/2025).

Berlangsung di ruang rapat Wali Kota Jambi, Rakor itu turut dihadiri langsung Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI David Partonggo Oloan Marpaung, Kabid SDA PUPR Provinsi Jambi Yazzer Arafat, Kepala Dinas PUPR Kota Jambi serta sejumlah Kepala perangkat daerah terkait dilingkup Pemkot Jambi.

Usai kegiatan itu, kepada wartawan, Wali Kota Maulana mengatakan Rakor tersebut bertujuan untuk menetapkan strategi dan langkah-langkah konkret penanggulangan banjir secara bertahap di Kota Jambi.

“Alhamdulillah, dalam penanganan ini pemerintah pusat juga sudah menyiapkan anggaran untuk beberapa titik kawasan yang fokus untuk mengurangi dan mereduksi banjir dalam wilayah kota Jambi. Dan kami juga sudah berbagi tugas antara pihak Balai, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota,” ujarnya.

baca juga: Dukung Swasembada dan Ketahanan Pangan, Wako Maulana Siapkan Gerakan Pemanfaatan Lahan Tidur

baca juga: Wali Kota Jambi Segera Hapus Parkir Ganda, Dorong Pemulihan Ekonomi Pasar Kota Jambi

“Untuk akselerasinya, insya Allah bulan Mei ini sudah ada langkah-langkah yang dilakukan mulai dari crossing, pelebaran drainase dan sungai, serta perencanaan pembangunan retensi,” lanjutnya.

Untuk pengerjaan nantinya, jelas Maulana, akan difokuskan pada titik-titik yang tidak memerlukan pembebasan lahan, khususnya pada kolam retensi.

“Pada prinsipnya, ada dana atau tidak kita akan mengerjakan dulu mana-mana yang tidak ada kendala. Jadi kami telah memiliki data penyebab banjir secara holistik, yang nantinya akan dikaji dan tidak perlu pembebasan lahan, seperti crossing jalan, box culvert dan lainnya,” jelasnya.

Upaya konkret lainnya, kata Maulana, selain bekerja sama dengan BWSS dan Pemprov Jambi, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Pemkab Muara Jambi yang batas-batas wilayahnya langsung berhubungan dengan kota Jambi.

baca juga: Pemerintah Hadir, Wawako Diza Cek Banjir dan Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bagi Warga Terdampak

baca juga: Antisipasi Banjir, Kemas Faried Desak Normalisasi Sungai Asam dan Kenali Segera Dilakukan

“Kami juga akan berkirim surat kepada pak Bupati dan pak Gubernur untuk menyelesaikan secara bersama-sama penanganan banjir ini, karena jika hanya menyelesaikan di kota saja, permasalahan ini tidak akan pernah selesai,” kata Maulana.

Dikesempatan itu, Wako Maulana juga ingatkan Dinas terkait dalam memberikan Perizinan Bangunan Gedung (PBG), harus melihat secara utuh pemetaan tata ruang.

“Kita akan pastikan betul setiap perizinan, sehingga mengetahui apa-apa saja dampaknya kedepan,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Kepala BWSS VI David Partonggo Oloan Marpaung mengatakan, sebagai institusi yang mempunyai kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air, terutama dalam penanganan banjir, pihaknya mengapresiasi langkah Pemkot Jambi yang melibatkan semua pihak dalam mengatasi banjir.

“Melalui arahannya tadi pak Wali Kota telah mengintruksikan kepada semua jajarannya untuk berkolaborasi dengan semua pihak yang ada hubungannya dengan masalah banjir ini. Oleh karena itu, kita sebagai institusi yang memiliki kewenangan akan berupaya mendukung secara maksimal langkah-langkah yang akan dilakukan dalam upaya mengurangi banjir,” katanya.

Terkait alokasi anggaran dalam penanganan banjir di Kota Jambi, Dia menyebut ada dana sebesar 144 miliar yang kontraknya hingga tahun di 2026, dengan fokus utamanya adalah pelebaran sungai.

“Ada sebanyak 51 titik untuk pengerjaan, namun kami akan mengerjakan sesuai dengan titik prioritas, dan kewenangan pihak Balai, diantaranya adalah pelebaran Sungai Asam dan juga beberapa titik bottleneck,” singkatnya.(*)




Dukung Swasembada dan Ketahanan Pangan, Wako Maulana Siapkan Gerakan Pemanfaatan Lahan Tidur

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemkot Jambi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pertama di tahun 2025 yang dirangkai dalam kegiatan Festival Ramadhan Bahagia Pemkot Jambi Tahun 1446 H.

GPM yang dikerja samakan dengan Bulog Divre Jambi dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu berlangsung di kawasan Tugu Keris Siginjai Kotabaru, dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi dokter Maulana, Selasa (4/3/2025).

Turut hadir Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi Warsono, Kepala BPS Kota Jambi, perwakilan Bulog Divre Jambi, unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekda A Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi.

Gerakan Pangan Murah merupakan implementasi bersama untuk menjamin stabilitas pasokan dan harga tetap terjangkau, serta sebagai langkah pengendalian inflasi.

Baca juga: Safari Ramadan Pemkot Jambi, Wali Kota Maulana Sebut Untuk Perkuat Silaturrahmi dan Dengar Aspirasi Masyarakat

Baca juga: Kolam Retensi Mal JBC Belum Optimal, DLH Jambi Berikan Teguran dan Target Perbaikan

Dalam GPM kali ini disediakan 4000 paket bahan pokok dan 1000 tabung gas elpiji 3 kg.

Dari pantauan lapangan, GPM yang dilaksanakan oleh Pemkot Jambi itu disambut antusias warga kota Jambi.

Usai membuka kegiatan GPM itu, kepada awak media, Wali Kota Maulana menyebut Pemkot akan memanfaatkan lahan-lahan tidur guna mendukung program ketahanan dan swasembada pangan.

“Kota Jambi adalah sebuah daerah yang bukan sebagai penghasil, kebutuhannya sebagian besar diperoleh dari luar. Oleh karena itu, gerakan pemanfaatan lahan tidur ini akan bekerja sama dengan kelompok tani untuk menggarap lahan, dengan mencontoh apa yang telah dilakukan Kodim 0415/Jambi dalam memanfaatkan lahan yang sukses dan diapresiasi oleh Pangdam II/Sriwijaya,” sebutnya.

Baca juga: Wali Kota Jambi Segera Hapus Parkir Ganda, Dorong Pemulihan Ekonomi Pasar Kota Jambi

Baca juga: Rapat Penanggulangan Banjir Kota Jambi, Walikota Maulana Peroleh Informasi Penyebab Banjir dari BWSS VI Jambi, Ini Masalahnya

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza juga menyatakan komitmennya, untuk memberikan lahan pribadi miliknya agar dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani untuk bercocok tanam dengan berbagai macam komoditas.

“Jadi lahan-lahan kami di kota Jambi yang masih tidak terpakai, nanti akan di pinjam pakai untuk dimanfaatkan, sebagai percontohan nanti akan kita lakukan diwilayah Posos Kelurahan Bakung Jaya dan Kelurahan Mayang, Kecamatan Alam Barajo, sehingga bisa dicontoh untuk wilayah lainnya,” ucap Maulana.

Wali Kota Maulana menambahkan, Pemkot Jambi akan mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota yang ditujukan ke semua warga kota Jambi yang memiliki lahan tidur agar bisa dimanfaatkan bagi kelompok tani.

“Maka, Camat dan Lurah harus mendata siapa-siapa pemilik lahan diwilayahnya yang masih tidak dikelola untuk dapat digunakan untuk aktifitas pertanian, dan nanti akan dibantu oleh Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mengecek lahan-lahannya tersebut,” katanya.

“Untuk prosedurnya, kita tidak ambil lahan ini, kita hanya memanfaatkan selagi lahan yang dipakai itu belum dibangun atau dipergunakan, yang tujuannya adalah jika lahan pertanian kita tercukupi, maka kita tidak terlalu ketergantungan dengan daerah luar,” tambahnya.

Menurut Maulana, dengan diberlakukannya gerakan pemanfaatan lahan tidur ini akan berdampak pada pengendalian inflasi di Kota Jambi, karena mempunyai ketahanan pangannya sendiri, sehingga kebutuhan bahan pokok masyarakat dapat tercukupi.

“Kalau gerakan ini berhasil kita lakukan, mungkin kota Jambi bisa menjadi percontohan secara nasional dalam melakukan urban farming perkotaan, dimana hal itu juga bagian dari pencapaian tujuan Asta Cita Presiden,” tuturnya.

Kata Wali Kota Maulana, bagian terpenting dalam ketahanan dan swasembada pangan adalah kerja sama semua sektor.

“Mengurusi masalah pangan ini butuh kerja sama semua pihak, tidak cukup hanya dengan 1 atau 2 instansi. Oleh karena itu, adanya kegiatan ini saya sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat, terutama Tim Pendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jambi,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Kepala DPKP Evridal Asri mengatakan berdasarkan imbauan Badan Pangan Nasional (Bapanas), bahwa kegiatan GPM yang secara rutin dilaksanakan oleh Pemkot Jambi ini akan terus dilakukan disetiap bulan selama satu tahun penuh guna stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dalam upaya pengendalian Inflasi.

“Khusus HBKN akan dilaksanakan rutin 1 kali setiap minggunya selama bulan Ramadhan,” katanya.

Dalam GPM ini, kata Evridal, diikuti sebanyak 25 pelaku usaha, yakni Bulog, Pertamina, Alfamart, Indogrosir, Fres Mart, TDI, PT Pos Indonesia, usaha Endi Ayam Potong, Agro Farma, Disperindag, DTKUMKM, KPNKPKJ, DW Persatuan Koja, Gapoktan, KWT serta Jajanan dari UMKM hidangan berbuka puasa.

Selain itu kata Evridal, masyarakat kota Jambi yang ingin berbelanja pangan murah dan terjangkau juga bisa mengunjungi PT Pos Indonesia di kantor cabang utama Jambi.

Pembukaan GPM itu ditandai dengan pemotongan pita oleh isteri Wali Kota Nadiyah Maulana bersama istri Wakil Wali Kota Marsha Lystia, dan Ketua TP-PKK Kota Jambi Sri Hartati Ridwan. Selain itu juga dilakukan penyerahan paket sembako subsidi secara simbolis kepada masyarakat oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi bersama Forkopimda.(*)




Safari Ramadan Pemkot Jambi, Wali Kota Maulana Sebut Untuk Perkuat Silaturrahmi dan Dengar Aspirasi Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Di malam ke-3 Safari Ramadhan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Wali Kota Jambi dokter Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha sambangi Masjid Al-Fatah Al-Bafadhal di kawasan Kampung Manggis Kelurahan Sungai Asam Kecamatan Pasar Kota Jambi, Senin malam (3/3/2025).

Tampak hadir mendampingi dalam Safari Ramadhan itu, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, isteri Wali Kota dokter Nadiyah, Sekwan DPRD Noviarman, Kadis Kominfo Abu Bakar, Kadishub Saleh Ridha, Kadispora Erwandi, Kadis LH Ardi, Kabag Kesra Kamal Firdaus, Wakil Ketua Baznas Kota Jambi Muhammad Yusuf Bafadhal serta Sekcam Kecamatan Pasar Jambi beserta jajaran.

Kedatangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta rombongan tampak disambut hangat pengurus dan para jamaah Masjid Al-Fatah.

Tampak Wali Kota Maulana menjadi Imam Salat Isya dan Tarawih di Masjid itu. Selain itu Ia juga didaulat jamaah untuk memberikan tausiah singkat atau kultum antara Tarawih dan Witir.

baca juga: Rapat Penanggulangan Banjir Kota Jambi, Walikota Maulana Peroleh Informasi Penyebab Banjir dari BWSS VI Jambi, Ini Masalahnya

Baca juga: Wali Kota Jambi Maulana Buka Gerakan Pangan Murah, Pastikan Kebutuhan Pangan Tercukupi

Dalam kultumnya Wali Kota Maulana mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan itu tidak hanya dilihat dari konsep ritual ibadah dalam menjalan hablum minAllah, namun juga bagian dari membangun hubungan hablum minannas.

“Safari Ramdhan ini juga kita laksanakan untuk mempererat tali silaturrahim antara umaro dengan masyarakat. Dengan bersilaturrahmi seperti ini, kami pemerintah bisa menjelaskan rencana program pemerintah langsung kepada masyarakat, sementara disisi lain kami juga bisa mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi dari masyarakat. Oleh karenanya ini menjadi penting karena kami hadir lengkap bertiga, ada pak Wawako dan juga Ketua DPRD,” ujar Maulana.

Wali Kota Maulana menambahkan, pemerintah turun ke masyarakat juga ingin memastikan masyarakat bisa melaksanakan ibadah Tarawih dengan aman, tertib dan kondusif.

Selain itu, Wali Kota Jambi Maulana juga menyoroti terkait harga-harga bahan pokok dalam bulan suci Ramadhan dan menghadapi hari raya Idul Fitri agar tidak mengalami lonjakan dan bisa terkendali.

“Kami juga melakukan pemantauan secara terus menerus terhadap kebutuhan bahan pokok masyarakat khususnya pada bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri. Sebagai upaya untuk menstabilkan harga di pasaran, pemerintah akan melakukan berbagai kegiatan, diantaranya Gerakan Pangan Murah (GPM),” tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga menyebut program 100 hari kerjanya bersama Wakil Wali Kota Diza, yang akan berfokus pada Infrastruktur jalan, penanganan banjir, tata kelola sampah, penerangan lampu jalan, kesehatan dan pendidikan.

Ia juga menegaskan, akan tetap memperhatikan kebutuhan masjid dan rumah-rumah ibadah lainnya, diantaranya dengan mengalokasikan anggaran untuk bantuan hibah rumah ibadah, termasuk menyediakan akses internet wify gratis.

“Program lainnya yang ditujukan untuk rumah ibadah kita juga akan fokuskan untuk memberikan fasilitas akses internet gratis di masjid-masjid, dengan tujuan agar anak-anak dan remaja lebih cinta dengan masjid. Karena dengan adanya wify gratis pasti akan banyak anak muda yang datang, awalnya cari internet, lama-lama akhirnya terbiasa ke masjid dan rajin ibadah di masjid,” sebut Maulana.

Kepada para jamaah, Maulana juga berpesan untuk dapat turut mendoakan agar dalam kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dapat istiqamah menjaga amanah yang telah diperacayakan oleh masyarakat kota Jambi.

“Kami mohon didoakan bersama keluarga besar Pemkot Jambi untuk dapat menjalankan tugas dengan istiqamah, agar amanah besar mewujudkan kota Jambi Bahagia ini dapat kita wujudkan bersama-sama, karena pembangunan ini tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri harus diwujudkan secara bersama-sama,” tutupnya.

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza serta Ketua DPRD Kota, Kemas Faried Alfarelly menyalurkan secara simbolis bantuan program Jambi Kota Taqwa.

Yakni bantuan renovasi masjid sebesar 5 juta rupiah, melalaui Baznas Kota Jambi serta menyerahkan bantuan perangkat internet gratis kepada pengurus Masjid Al-Fatah Al-Bafadhal Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Segera Hapus Parkir Ganda, Dorong Pemulihan Ekonomi Pasar Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana MKM, mengambil langkah tegas untuk menghidupkan kembali kawasan Pasar Kota Jambi, yang semakin sepi dengan menginstruksikan pembongkaran palang parkir retribusi yang dinilai memberatkan pengunjung.

Keputusan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi untuk memulihkan perekonomian lokal dan menarik lebih banyak pengunjung ke pasar tradisional.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi pada Senin (3/3/2025), Maulana menjelaskan bahwa, salah satu penyebab menurunnya kunjungan ke pasar adalah adanya sistem parkir ganda yang membebani masyarakat.

“Sistem parkir yang mengharuskan pengunjung membayar dua kali, pertama di luar kawasan dan kedua di dalam, jelas membuat orang enggan datang,” ungkap Maulana.

Untuk itu, Wali Kota Jambi bertekad untuk merombak sistem parkir di kawasan Pasar agar lebih efisien dan ramah bagi pengunjung.

Baca juga: Rapat Penanggulangan Banjir Kota Jambi, Walikota Maulana Peroleh Informasi Penyebab Banjir dari BWSS VI Jambi, Ini Masalahnya

Baca juga: Optimisme Perbankan Menguat, OJK: Stabilitas Makroekonomi Jadi Faktor Kunci

“Kami ingin pengunjung hanya membayar sekali. Dinas Perhubungan harus segera menata ulang sistem parkir ini dengan baik. Jika ada pihak yang menghalangi kebijakan ini, kami akan meminta dukungan dari aparat penegak hukum,” tegasnya.

Maulana juga mengakui bahwa kebijakan ini akan berdampak pada pendapatan daerah, yang diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar Rp1 miliar.

Namun, ia menekankan bahwa kepentingan masyarakat dan revitalisasi ekonomi di Pasar Kota Jambi jauh lebih penting.

Langkah ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota Maulana untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di kota.

Dengan kebijakan baru ini, diharapkan aktivitas perdagangan di Pasar Kota Jambi bisa kembali bergairah, memberikan manfaat bagi para pedagang, dan meningkatkan kunjungan masyarakat.(*)




Rapat Penanggulangan Banjir Kota Jambi, Walikota Maulana Peroleh Informasi Penyebab Banjir dari BWSS VI Jambi, Ini Masalahnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr dr H Maulana MKM, didampingi Wakil Walikota Jambi, Diz Hazrah Aljosha SE MA, memimpin rapat percepatan penanganan dan penanggulangan banjir di wilayah Kota Jambi, Selasa 4 Maret 2024.

Rapat yang dihadiri oleh sejumlah instansi terkait, seperti BWSS VI Jambi, Dinas PUPR Kota Jambi, Bappeda, Perkim, DLH, Bagian Pemerintahan, dan lainnya, bertujuan untuk mencari solusi atas persoalan banjir yang sering terjadi di wilayah ini.

Rapat dimulai dengan pemaparan dari kepala BWSS VI Jambi, David Partonggo Oloan Marpaung mengenai kondisi pengairan di Kota Jambi.

Dalam pemaparan tersebut, terungkap bahwa beberapa titik rawan banjir di Kota Jambi disebabkan oleh masalah pengelolaan sungai yang tidak optimal.

baca juga: Wali Kota Jambi Maulana Instruksikan Camat dan Lurah Tangani Banjir

Baca juga: Pemerintah Hadir, Wawako Diza Cek Banjir dan Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bagi Warga Terdampak

Sebagai contoh, kondisi sungai yang seharusnya semakin lebar dari hulu ke hilir malah justru semakin menyempit di Kota Jambi.

Selain itu, terdapat penyumbatan di Sungai Asam, Kambang, dan Tembuku yang menjadi penyebab banjir di beberapa kawasan.

Menurutnya, penyempitan sungai dan adanya penyumbatan tersebut menghambat aliran air, sehingga menyebabkan banjir di musim hujan.

Sementara itu Wali Kota Jambi, Maulana menyebutkan dan berharap ada dana yang digelontorkan pemerintah pusat untuk penanganan banjir di Kota Jambi.

“Kondisi ini memerlukan perhatian serius. Kami berharap ada dukungan dana dari pusat melalui BWSS VI untuk mempercepat penanganan banjir di Kota Jambi,” ujar Maulana dalam rapat tersebut.

Selain itu, rapat juga membahas kendala pembebasan lahan yang sering menghambat upaya normalisasi sungai.

Maulana mengharapkan agar masalah ini dapat segera diselesaikan, sehingga upaya penanggulangan banjir dapat berjalan lancar.

Dengan adanya rapat ini, diharapkan koordinasi antar instansi terkait dapat lebih baik dalam menangani masalah banjir yang sering melanda Kota Jambi.

Pihak-pihak terkait berkomitmen untuk bersama-sama mencari solusi yang efektif agar banjir di Kota Jambi dapat diminimalisir di masa depan.(*)




Optimisme Perbankan Menguat, OJK: Stabilitas Makroekonomi Jadi Faktor Kunci

Jakarta, SEPUCUKJAMBI  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) Triwulan I-2025, yang menunjukkan optimisme tinggi dalam sektor perbankan.

Dengan melibatkan 96 bank yang menguasai 96,61% dari total aset bank umum, survei ini mengindikasikan perbankan tetap tangguh meski menghadapi ketidakpastian global.

Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) tercatat sebesar 66—menandakan perbankan berada dalam zona optimis. Optimisme ini didorong oleh stabilitas ekonomi domestik, prospek penurunan BI-Rate, serta momentum ekonomi seperti Bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang mendorong konsumsi masyarakat dan pertumbuhan kredit.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa meskipun kondisi ekonomi global masih penuh tantangan, perbankan Indonesia tetap percaya diri.

Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) sebesar 53 mencerminkan keyakinan terhadap stabilitas domestik, sementara Indeks Persepsi Risiko (IPR) di angka 55 menunjukkan bahwa perbankan masih mampu mengelola risiko dengan baik.

Baca juga: OJK Siap Awasi Implementasi BPI Danantara, Pastikan Pengelolaan Bank BUMN Tetap Efisien dan Transparan

Baca juga: Luncurkan Aplikasi OSIDA PMDK, OJK Perkuat Pengawasan Pasar Modal dengan Big Data

“Kami melihat perbankan tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana, seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi nasional,” ujar Dian.

Survei ini juga menyoroti bahwa mayoritas bank memproyeksikan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pertumbuhan kredit di triwulan I-2025. Selain itu, risiko perbankan seperti risiko kredit, risiko pasar, dan risiko likuiditas dinilai tetap terkendali.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat geopolitik dan potensi trade war, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh stabil berkat kebijakan ekonomi pro-growth, inflasi yang terkendali, serta meningkatnya kepercayaan investor pasca tahun politik 2024. (*)




OJK Perkuat Integritas Pelaporan Keuangan di Sektor Jasa Keuangan

Jakarta, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkomitmen untuk memperkuat integritas pelaporan keuangan di sektor jasa keuangan dengan menerapkan Internal Control Over Financial Reporting (ICoFR).

Langkah ini dilakukan melalui sinergi dengan Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), serta berbagai asosiasi profesi di bidang Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menegaskan pentingnya penguatan pengendalian internal dalam pelaporan keuangan untuk mencegah praktik window dressing.

Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Penguatan Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang digelar secara hybrid di Kantor OJK, Jakarta, pada Senin (3/3).

“OJK telah menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15 Tahun 2024 yang berfokus pada penguatan tata kelola dan pengendalian internal dalam pelaporan keuangan perbankan melalui implementasi ICoFR,” ujar Sophia.

Menurut definisi World Bank, ICoFR adalah proses yang dirancang untuk mencegah dan mendeteksi potensi kesalahan penyajian laporan keuangan dengan mengidentifikasi risiko dalam setiap transaksi bisnis suatu entitas.

Baca juga:  OJK Siap Awasi Implementasi BPI Danantara, Pastikan Pengelolaan Bank BUMN Tetap Efisien dan Transparan

Baca juga:  Luncurkan Aplikasi OSIDA PMDK, OJK Perkuat Pengawasan Pasar Modal dengan Big Data

Selain itu OJK juga tengah menyusun peta jalan implementasi ICoFR dalam proses penyusunan laporan keuangan internalnya. Sophia berharap bahwa langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap sektor jasa keuangan di Indonesia.

Acara ini turut menghadirkan sejumlah pembicara ahli, di antaranya Deputi Komisioner Audit Internal Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas OJK, Hidayat Prabowo, serta praktisi ICoFR Nawal Nely.

Selain itu, turut hadir Direktur Manajemen Risiko PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, Agus Sudiarto dan VP Budgeting Planning & Control PT Pertamina (Persero), Palti Ferdrico T.H. Siahaan.

Melalui forum ini, OJK berharap dapat terus memperkuat sinergi antara kementerian, lembaga, dan asosiasi profesi di bidang GRC dalam rangka meningkatkan tata kelola dan integritas di sektor jasa keuangan. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju penyelenggaraan Risk & Governance Summit (RGS) 2025.(*)




Walikota Sungai Penuh Alfin Soroti Disiplin ASN, Dalam Pelayanan Publik

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Sungai Penuh, Alfin memimpin apel kerja perdana setelah dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh periode 2025-2030.

Apel yang diadakan di Lapangan Kantor Walikota Sungai Penuh pada Senin (3/3) ini juga dihadiri oleh Wakil Walikota, Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten, Staf Ahli, dan Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Meskipun berlangsung di tengah bulan Ramadan, semangat pengabdian dalam pelayanan publik tetap tinggi.

Dalam arahannya, Walikota Alfin mengingatkan seluruh jajaran pemerintah Kota Sungai Penuh untuk menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

Baca juga: Hujan Deras Picu Sungai Bungkal Meluap, Satu Mobil di Kota Sungai Penuh Terbawa Arus

Baca juga: Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh Tak Jadi Dibangun, RAB Tak Siap Jadi Kendala Utama

“Saya berharap seluruh pejabat ASN dan P3K/Non ASN harus menjadi role model perubahan, dimulai dari diri kita sendiri. Hal pertama yang perlu kita ubah adalah pola kerja yang lebih disiplin, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Walikota Alfin.

Walikota Alfin juga menekankan bahwa, kedisiplinan dalam bekerja adalah kunci untuk mencapai kemajuan dan efektivitas pemerintahan yang lebih baik.

Ia berharap, melalui perubahan pola kerja yang lebih disiplin, pelayanan kepada masyarakat Kota Sungai Penuh bisa lebih optimal.

Setelah apel kerja perdana, Walikota Sungai Penuh Alfin dan Wakil Walikota Sungai Penuh melaksanakan acara halal bihalal dengan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Baca juga: Kasus Korupsi PJU 2023, Kejari Sungai Penuh Amankan Dokumen Penting dari Dishub Kerinci

Baca juga: Polres Kerinci Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak, Pelaku Ditangkap di Desa Koto Tengah

Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan aparatur sipil negara.

Sebagai pemimpin baru, Walikota Alfin berkomitmen untuk terus mendorong seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkot Sungai Penuh untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan pelayanan publik demi mewujudkan visi dan misi Kota Sungai Penuh yang lebih baik di masa depan.(*)




Walikota Maulana Paparkan 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia, Cek Selengkapnya di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyampaikan pidato perdananya dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo pada tanggal 20 Februari lalu.

Wali Kota dokter Maulana bersama Wakilnya Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A resmi memimpin Kota Jambi untuk masa jabatan 2025-2030.

Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi dengan agenda tunggal mendengarkan Pidato Wali Kota Jambi yang berlangsung di Ruang Rapat Swarnabhumi Gedung DPRD Kota Jambi Senin (3/3/2025) itu dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly.

Wali Kota Maulana menyampaikan pidatonya dihadapan hampir seribuan audiens yang terdiri dari anggota DPRD Kota Jambi, unsur Forkopimda, jajaran pejabat pemerintah daerah dan vertikal, unsur Partai Politik, Forum RT serta komunitas masyarakat.

Baca juga: Gubernur Jambi Al Haris Paparkan Rencana Kerja 100 Hari di Rapat Paripurna DPRD

Baca juga: Sertijab Walikota Jambi Berlangsung Khidmat, Sejumlah Hal Penting Disampaikan Menuju Kota Jambi Bahagia

Pidato ini dilaksanakan untuk menandai langkah awal kepemimpinan Maulana-Diza menakhodai Tanah Pilih Pusako Batuah dengan sejumlah peluang dan tantangannya.

Dalam pidatonya, Maulana mengawali dengan mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kota Jambi serta 12 Partai Politik koalisi yang telah memberikan dukungannya pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi.

“Saya dan bang Diza sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan partai-partai politik, yang telah mempercayakan kami untuk memimpin Kota Jambi selama lima tahun ke depan,” ujar Maulana.

Selain itu, Wali Kota Maulana juga mengapresiasi petugas keamanan dan penyelenggara Pemilu yang telah sukses menyelenggarakan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi dengan lancar, tertib dan aman.

baca juga: Pisah Sambut Pj Walikota Jambi Penuh Haru, Walikota Maulana Apresiasi Dedikasi Sri Purwaningsih

Baca juga: Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly Ajak Sinergi dengan Eksekutif, Demi Kesejahteraan Masyarakat

“Terimakasih yang tulus juga kepada petugas keamanan, KPU, Bawaslu, PPK, petugas TPS, para saksi, dan seluruh yang terlibat dalam momen tersebut, sehingga Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi berlangsung lancar, tertib dan aman,” tambahnya.

Wali Kota pengusung visi misi Kota Jambi Bahagia itu mengingatkan bahwa, setelah kemeriahan kontestasi politik, kini saatnya bagi semua pihak untuk fokus pada pembangunan dan kemajuan Kota Jambi.

“Saatnya kita menatap masa depan dengan semangat optimisme dan persatuan. Tantangan besar menanti, namun saya yakin kita dapat menghadapinya dengan semangat untuk memajukan Tanah Pilih yang kita cintai ini,” katanya.

Kata Maulana, Kota Jambi telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dari segi fisik maupun perekonomian, Kota Jambi semakin menarik dengan berbagai dinamika perkotaan yang memberikan warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat.

baca juga: Walikota Jambi Maulana Sampaikan Pidato Perdana, Fokus pada Pembangunan dan Kemajuan Kota Jambi 2025-2030

Baca juga: Pidato Perdana, Maulana Ajak Semua Pihak Bersatu Bangun Kota Jambi Bahagia

“Kota Jambi kini telah berkembang pesat, dengan mobilitas barang dan orang yang tak pernah berhenti, yang menjadi indikator nadi ekonomi kota. Kami juga bangga dengan keberagaman dan toleransi yang ada, yang memperkuat keharmonisan kota ini,” ungkap Maulana.

Maulana juga menyampaikan, data penting terkait indikator makro daerah Kota Jambi yang menunjukkan kemajuan.

Di antaranya, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi yang mencapai 4,98% pada tahun 2024, serta angka inflasi yang berhasil dikendalikan pada 1,16% YoY.

Selain itu, PDRB per kapita Kota Jambi tercatat sebesar 68,5 juta rupiah, dengan Gini Ratio yang relatif kecil yaitu 0,372.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi juga berada pada angka yang tinggi, yakni 81,77, dengan angka harapan hidup 75,12 tahun dan harapan lama sekolah mencapai 15,55 tahun.

Namun, Maulana juga menekankan bahwa, meskipun Kota Jambi telah mengalami banyak kemajuan, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

“Kami dan DPRD berkomitmen untuk terus bekerja keras dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Kami menyadari betul bahwa tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana menjawab isu-isu penting yang masih mengemuka di masyarakat,” tegasnya.

Beberapa isu utama yang akan menjadi perhatian serius Maulana-Diza antara lain di bidang kesehatan, seperti peningkatan akses layanan kesehatan, penanggulangan stunting, dan penanganan penyakit TBC dan HIV/AIDS.

Di bidang pendidikan, Maulana-Diza berencana untuk meningkatkan mutu pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta fasilitas sarana dan prasarana sekolah.

Selain itu, Maulana juga menyoroti masalah sosial seperti kenakalan remaja, kurangnya ruang bagi generasi muda untuk berekspresi, serta tantangan dalam pelestarian adat dan budaya.

Di sektor ekonomi, tantangan besar yang dihadapi adalah angka kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi, serta penguatan UMKM dan sektor pariwisata.
Kota Jambi juga dihadapkan pada tantangan dalam hal infrastruktur dan lingkungan hidup.

“Kami akan berupaya mengatasi masalah seperti kurangnya cakupan layanan air minum, infrastruktur jalan yang belum memadai, serta permasalahan sampah dan polusi,” ungkap Maulana.

Tak kalah pentingnya, Wali Kota Maulana juga menyoroti masalah birokrasi dan pelayanan publik.

“Kami akan terus meningkatkan tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta menegakkan hukum dan keamanan di Kota Jambi,” lanjut Maulana.

Dalam penutupan pidatonya, Maulana mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Jambi untuk bersama-sama mewujudkan Kota Jambi Bahagia yang lebih baik.

“Mari kita bersama-sama mengatasi tantangan ini dan membangun Kota Jambi menjadi lebih maju, sejahtera, dan harmonis, demi kebahagiaan seluruh masyarakat,” tutup Maulana dengan penuh semangat.

Dengan komitmen yang kuat dan visi yang jelas, kepemimpinan Maulana dan Diza diharapkan mampu membawa Kota Jambi menuju masa depan yang lebih gemilang, meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

Maulana juga mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus diatasi, terutama dalam bidang infrastruktur, pengelolaan lingkungan, kemiskinan, dan akses pelayanan publik. Oleh karena itu, ia telah menyusun 11 program unggulan yang akan menjadi prioritas dalam pemerintahannya.

Ia merincikan 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia, yakni :

1. KARTU BAHAGIA program yang memastikan bahwa setiap keluarga MBR yang telah di verifikasi dan validasi akan memiliki 1 akun terintegrasi untuk mengakses program bantuan pemerintah kota Jambi secara tepat sasaran.

Program ini akan mengurangi beban pengeluaran warga tidak mampu, sehingga diharapkan angka kemiskinan akan turun.

2. BALIKAT atau Balai Latihan Kerja Tematik sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan, kompetensi dan daya saing tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

3. BANK HARKAT atau Bantuan kelompok usaha masyarakat; yang ditujukan untuk Menciptakan ekosistem kelompok usaha yang kuat guna mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

4. RUMEL atau Ruang Milenial, merupakan program yang ditujukan untuk Menciptakan ruang bagi generasi muda menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing, berprestasi serta mampu berkontribusi secara positif bagi masyarakat, pembangunan daerah, bangsa dan negara.

5. KAMPUNG BAHAGIA merupakan solusi inovatif dalam pemberdayaan masyarakat melalui transfer program sebesar 100 juta per RT, yang ditujukan untuk penguatan infrastruktur dan sarpras lingkungan dan sanitasi, memperkuat sumber daya ekonomi warga, serta peningkatan kelembagaan dan kinerja RT yang mengedepankan kohesi sosial dalam semangat kegotong-royongan.

6. LANSIA BAHAGIA adalah sebuah komitmen untuk memastikan bahwa para lanjut usia (lansia) dapat menjalani kehidupan yang sehat, nyaman, bermartabat, berkualitas dan bahagia.

7. ΚΟΤΑ ΤΑNGGUH adalah program yang diinisiasi untuk mewujudkan Kota yang akomodatif terhadap kebutuhan, aktivitas sosial, ekonomi dan kemasyarakatan penduduknya. Kota yang bersih, nyaman, modern dan estetik.

Hal ini akan dilakukan dengan penataan ruang yang terarah dan kompak, pembangunan dan pengembangan sarana prasarana, utilitas dan sistim jaringan yang mampu mengatasi banjir, mobilitas dan kemacetan, mitigasi dampak dan resiko bencana, serta mengembangkan kawasan-kawasan khusus dan tematik yang mendukung pertumbuhan ekonomi, ketahanan masyarakat, dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

8. BAHAGIA BERBUDAYA merupakan program unggulan yang ditujukan untuk melestarikan potensi aset budaya dan sejarah benda dan tak benda, serta memberi ruang yang luas bagi tumbuh kembangnya nilai-nilai keagamaan dalam toleransi dan keselarasan adat, budaya dan etnik nusantara dan dunia guna mendorong perkembangan pariwisata daerah.

9. APEL KOTA yang merupakan akronim dari Aparatur yang melayani, kompeten dan berintegritas adalah komitmen Kami untuk mewujudkan birokrasi dan pemerintahan yang baik dan modern, melalui penataan kelembagaan daerah, pengelolaan SDM Aparatur yang kompeten, adaptif dan berintegritas dengan menerapkan reward and punishment secara objektif dan berkeadilan.

10. BALAP atau Bahagia Berintegritas Pelayanan Anti Pungli. Program ini ditujukan untuk mewujudkan pelayanan publik yang demokratis, akuntabel, transparan, dan inklusif dengan membangun budaya melayani yang ramah, responsif, kepastian dan berintegritas.

11. CALL CENTER BAHAGIA merupakan satu upaya solutif yang menunjukkan kehadiran pemerintah non stop melayani dan menangani pengaduan masyarakat secara mudah, cepat tanggap, serta terkoneksi dan terintegrasi dengan unit layanan terkait secara langsung.

Maulana juga memaparkan beberapa program yang akan dijalankan dalam 100 hari kerja pertama antara lain:

1. Revitalisasi Infrastruktur:

Perbaikan 101 titik jalan rusak di Kota Jambi. Pembangunan dan rehabilitasi jembatan penghubung antar-kawasan.
Pemasangan 1.500 lampu penerangan jalan umum (LPJU) untuk menciptakan kota yang lebih terang dan aman.

2. Penanggulangan Banjir:

Normalisasi Sungai Asam dan perbaikan drainase. Pembangunan kolam retensi untuk mengurangi genangan air di kawasan rawan banjir.

3. Peningkatan Pelayanan Publik:

Digitalisasi layanan administrasi kependudukan dan perizinan agar lebih cepat dan efisien. Optimalisasi pelayanan di Puskesmas dan rumah sakit daerah. Termasuk menghilangkan palang portal retribusi parkir di Kawasan Pasar, Kota Jambi. Jadi masyarakat cukup bayar 1 kali saja.

4. Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM:

Program BALIKAT (Bantuan Modal Kecil Berbunga Rendah) untuk UMKM. KAMPUNG BAHAGIA sebagai program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, MKM, bersama Wakil Wali Kota Diza Aljosha, menegaskan komitmennya dalam membangun Kota Jambi Bahagia dengan menetapkan 11 program unggulan dan rencana kerja 100 hari pertama.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkot Jambi optimistis dapat mewujudkan kota yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya.(*)




Gubernur Jambi Al Haris Paparkan Rencana Kerja 100 Hari di Rapat Paripurna DPRD

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, menyampaikan pidato pertama setelah dilantik pada 20 Februari lalu dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi yang digelar pada Senin (3/3).

Rapat yang diadakan di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Provinsi Jambi dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, serta Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, bersama unsur Forkopimda, Kepala OPD, dan tamu undangan lainnya.

Dalam pidatonya, Gubernur Al Haris mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Provinsi Jambi atas partisipasi aktif dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Baca juga: Sertijab Walikota Jambi Berlangsung Khidmat, Sejumlah Hal Penting Disampaikan Menuju Kota Jambi Bahagia

Baca juga: Pisah Sambut Pj Walikota Jambi Penuh Haru, Walikota Maulana Apresiasi Dedikasi Sri Purwaningsih

Beliau menekankan bahwa suksesi kepemimpinan berjalan lancar, aman, dan damai, yang menciptakan stabilitas di Provinsi Jambi.

“Keamanan dan kedamaian ini tercapai berkat kontribusi semua pihak. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat untuk mengemban amanah ini dan melaksanakan tugas kami dengan sebaik-baiknya,” ujar Gubernur Al Haris.

Dalam pidatonya, Gubernur Al Haris juga menyampaikan rencana aksi untuk 100 hari pertama kepemimpinannya.

Beberapa isu prioritas yang akan menjadi fokus utama adalah:

Baca juga: Jembatan Belly Tiba di Lokasi Longsor, Proses Pemasangan Butuh Waktu Lima Hari

Baca juga: Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly Ajak Sinergi dengan Eksekutif, Demi Kesejahteraan Masyarakat

  1. Ketersediaan Pangan: Mengantisipasi kebutuhan pangan daerah menjelang bulan puasa dan Idul Fitri.
  2. Penyelesaian Batas Wilayah: Identifikasi dan aksi penyelesaian batas wilayah Provinsi Jambi.
  3. Pengendalian Inflasi dan Penguatan Regulasi: Fokus pada pengendalian inflasi serta penguatan kebijakan pembangunan daerah.
  4. Fasilitasi Makanan Bergizi Gratis: Implementasi program makan bergizi gratis untuk masyarakat di kabupaten/kota.
  5. Peningkatan Kesejahteraan Sosial: Penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin serta peningkatan pelayanan kesehatan, termasuk optimalisasi rumah sakit dan BPJS bagi masyarakat kurang mampu.
  6. Pendidikan: Menyediakan bantuan pendidikan untuk jenjang SMA/SMK/SLB dan melanjutkan pendidikan S1, S2, hingga S3.

Gubernur Al Haris juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Asta Cita Presiden RI.

Ia menyatakan bahwa, ada keselarasan antara program-program Presiden dengan visi Jambi Mantap jilid dua, yang akan dijalankan dengan sinergi dan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah.

Al Haris mengakui tantangan pembangunan yang semakin kompleks, seiring dengan berbagai perubahan kebijakan nasional dan global.

Untuk itu, diperlukan kerja keras, kerja cerdas, serta sinergitas dalam menghadirkan solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan Provinsi Jambi.

“Dengan semangat yang sama, mari kita wujudkan Provinsi Jambi yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” tutup Gubernur Al Haris.(*)